EVALUASI RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 22, 2015

Bismillah 
Alhamdulillah 
Puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'alaa yang telah menurunkan bulan Ramadhan dengan segala keistimewaan didalamnya. Sholawat serta salam mari kita haturkan bagi Baginda Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam yang telah menjadi contoh berbagai kebaikan hingga kita semua terbimbing kejalan Syariat Islam yang Mulia ini. Semoga keselamatan dan curahan rahmat serta limpahan hidayah senantiasa terlimpah kepada  seluruh jama'ah Kajian Ilmu Hamba Allah dan juga kita semua... Aamiin.

Ramadhan telah bersama kita. Beberapa hari kita telah menjalankan aktivitas di bulan Suci ini tentu merasakan banyak kesan dihati. Apalagi bagi yang telah mempersiapkan dirinya menyambut Ramadhan dengan Iman dan ilmu. Adapun bagi yang belum menemukan "rasa syahdu" bersama Ramadhan dalam Setiap aktivitasnya Mari kita bersama-sama segera melakukan introspeksi diri. Ada apa dengan diri kita ? Dimana letak salah kita hingga kita masih belum bisa menemukan dahsyadnya nikmat Ramadhan. InsyaAllah masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.

Majelis yang dirahmati Allah 
Baru kemaren saya mendapati curhat dari seseorang Muslimah seperti ini : kenapa bulan ramadhan kali ini hati ku kosong. Tarawih, sholat, ngaji sudah dilakukan. Pliiiiis help me..

Pertanyaan diatas spontan menjadi renungan tersendiri bagi saya pribadi hingga darinya terinspirasi untuk membahasnya. Jika hari ke 3 saja kita sudah mengalami hal yang tidak wajar seperti kondisi ukhti penanya diatas maka bisa disimpulkan bahwa Evaluasi Ramadhan itu sangat perlu kita lakukan dan evaluasi ini tentu tidak perlu menunggu sampai tiba akhir Ramadhan. Bahkan akan lebih baik jika kita melakukannya sejak awal memasuki Ramadhan bahkan sebaiknya evaluasi ini kita lakukan Setiap Hari selama Bulan Ramadhan ini. Setelah kita sepakat untuk melalukan evaluasi diri pada Ramadhan ini. Mari kita lakukan pendalaman bagaimana kiranya detailnya proses evaluasi itu.


Pertama :
Evaluasi NIAT
==========
Mengapa kita perlu mengevaluasi Niat ? Karena ditrima atau tidaknya semua amal kita adalah tergantung dari niatnya. Pastikan Niat kita dalam memasuki Bulan Ramadhan ini adalah untuk memenuhi seruan/perintah Allah untuk Shaum - Berpuasa. Jadi semangat kita ketika memasuki bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah puasa, tarawih, tilawah, shodaqoh dan seluruh rangkaian yang dijalankan selama bulan Ramadhan adalah HARUS berdasarkan NIAT diatas Keimanan kepada Allah subhanahu wa ta'alaa. Tanpa Niat yang berlandaskan keimanan yang kuat maka yang terjadi adalah hilangnya ruh dari setiap ibadah yang kita lakukan, akibatnya seperti yang dialami oleh seorang akhwat diatas. Dan jika ibadah tanpa ada ruh iman maka akan terasa berat dilakukan, kesan hati terasa hampa, karena jauh dari  rasa nikmat yang sebagaimana mestinya. Yang terjadi biasanya justru rasa capek, rasa malas dan kejenuhan belaka. Sehingga hari-hari Ramadhan justru banyak diisi dengan tidur dan tidur. Karena tak ada semangat , akibat tak punya visi dan arah tujuan ketika Beribadah dibulan Ramadhan. Oleh karena itu mari kita masing-masing diri segera mengevaluasi Niat kita. Ucapkan Niat dalam hati saat kita menjelang tidur atau ketika waktu Sahur. Panjatkan setiap Niat kita dengan Hati yang Khusyu' bahwa esok hari kita berniat untuk melaksanakan Puasa karena ingin memenuhi Perintah Allah semata, mengharap ridho dan balasan pahala dariNya. Seraya mintalah pertolongan agar Allah menolong kita untuk bersabar ketika menjalaninya. Hingga puasa kita sempurna tanpa cela dan layak untuk diterimaNya.

Kedua :
Evaluasi Aktivitas
==============
Aktivitas harian kita selama Ramadhan sangat perlu untuk kita lakukan evaluasi setiap harinya. Jangan kita melewati 1 hari pun selama bulan Ramadhan tanpa melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang kita lakukan baik disiang maupun malam harinya. Hal-hal yang perlu dievaluasi diantaranya adalah :

A. Terkait Aktivitas Hati

Semua ibadah dibulan Ramadhan harus berbasis Keimanan. Berarti kita harus selalu memperhatikan keadaan Hati kita setiap saat. Jaga kebersihan Hati tidak hanya Khusyu' ketika melaksanakan Sholat, Puasa dan Tilawah saja. Tetapi jaga Hati dalam setiap prilaku kita apakah ketika sedang berinteraksi dengan seseorang yang ada disekitar kita, maupun ketika sedang melakukan aktivitas sendiri. Misal ketika kita sedang berinterkasi dengan seseorang maka jaga Hati dengan menguatkan Kesabaran jika dia memancing emosi atau perasaan kita. Sedangkan contoh menjaga Hati ketika kita sedang sendiri maka jaga Hati kita agar tidak berhenti dari Dzikir kepada Allah. Mengingat KeagunganNya. Mengingat Pahala yang Dia janjikan atas seseorang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya. Atau juga mengingat ancamanNya jika kita tidak beriman dan bertaqwa kepadaNya. Juga ketika kita sedang melaksanakan ibadah seperti Sholat, maka Hati kita harus Khusyu'. Ketika kita shodaqoh atau tilawah Qur'an maka Hati kita harus menjaga dari sifat riya'. Dlsb. Menjaga Hati ini tentu banyak sekali lingkup aplikasinya baik ketika kita sedang melakukan ibadah murni (maghdoh) seperti sholat juga bisa kita terapkan ketika kita sedang dalam perjalanan menuju kantor atau sebuah tempat untuk memenuhi keperluan tertentu, maka kita harus senantiasa menjaga Hati dengan membiasakan diri berdzikir baik diucapkan ataupun didalam hati. Juga bisa memperbanyak istighfar. Dengan mengucap doa yang biasa diucapkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam yakni: Allahumma innaka afuu'un kariim Tuhibbu a'fwaa fa'fuannaa. 

Kemudian juga baca Sholawat dan lafadz-lafadz dzikir al Ma'sturat dlsb. Demikianlah kiranya hal-hal aktivitas Hati yang harus kita evaluasi setiap harinya agar Hati kita SELALU Hidup. Artinya senantiasa dalam keadaan sadar bahwa dari setiap keadaan maka diri kita adalah selalu dalam Pengawasan Allah dan terikat pada tali perjanjian untuk beribadah kepadaNya. 

B. Terkait Aktivitas Jasad

Adapun Akivitas Jasad ini tentu banyak sekali, ambilnya sebagai contoh :
- Bagaimana dengan pencapaian Target Tilawah kita, apakah kita cukup konsisten dengan Azzam kita sendiri ?

- Bagaimana dengan pelaksanaan Sholat Tarawih kita. Apakah masih berat melaksanakannya ? 
- Bagaimana dengan Semangat Infaq dan Amal Shodaqoh kita. Apakah kita selalu ingat bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam ketika bulan Ramadhan adalah lebih dermawan dari saat diluar bulan Ramadhan ? 

- Kemudian bagaimana semangat Qiamul Lail kita ? 

- Bagaimana kebiasaan kita, apakah sudah kita lakukan setiap menjelang Buka Puasa kita menyiapkan diri untuk memanjatkan doa kepada Allah ta'alaa ? 

- Juga bagaimana semangat kita untuk memberi makan buka puasa kepada orang lain , apakah ada atau tak terbetik sama sekali niat untuk itu ? 

Dan seterusnya. Pendek kata pandai-pandailah kita mensortir setiap amal yang kita lakukan, apakah amal atau aktivitas tersebut bernilai ibadah atau tidak. Dan waspada berat jika amal-amal kita cenderung pada perbuatan maksiat. Jangan sampai terjadi hal ini.

Dari kedua aktivitas baik aktivitas Hati dan Jasad ini harus selalu dijaga agar tidak sampai terjerumus kepada perbuatan maksiat kepada Allah sekecil apa pun itu bentuknya.  Jaga benar agar kesempatan baik yang Allah berikan kepada kita benar-benar tidak kita sia-siakan.

Ketiga :
Evaluasi Waktu
============
Sebaiknya Efisiensi waktu selama Bulan Ramadhan ini menjadi perhatian kita semua. Pastikan bahwa setiap Waktu yang ada Selama Bulan Ramadhan ini menjadi waktu yang sangat sibuk bagi kita untuk melakukan ibadah satu ke ibadah yang lain. Walaupun dibolehkan tidur, akan tetapi janganlah sampai kita lebih banyak mengisi waktu kita dengan tidur daripada mengerjakan amal-amal sholih. Karena segala amal sunnah yang dikerjakan dibulan Ramadhan oleh Allah diberi pahala sebagaiamana kita melaksanakan amal wajib. Sedangkan amal wajib akan diberi balasan pahala hingga 700 kali lipat oleh Allah. Oleh karena itu betapa ruginya jika kita tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya - seproduktif mungkin. Ingat bahwa Ramadhan adalah saat yang sangat special dari seluruh bulan yang ada dalam 1 tahun. Merupakan waktu berhaga bagi orang-orang yang beriman untuk mendapat kesempatan ampunan dan pahala berlimpah yang dapat menambah berat timbangan pahalanya. Dan celaka bagi seseorang yang tidak mendapat ampunan diakhir Ramadhan karena dia tidak pandai memanfaatkan waktunya selama bulan suci ini dengan baik.


Keempat :
Evaluasi Tujuan & Harapan
=====================
Setiap diri kita selama bulan Ramadhan hendaknya selalu mengingat apa Tujuan dan Harapan yang hendak kita capai selama Mengarungi Bulan Ramadhan yang Penuh Kesungguhan dalam beribadah ini. Ingatlah bahwa Ramadhan adalah Bulan Ibadah. Bulan menempa diri agar kita menjadi hamba yang Taqwa dan Mulia. Ramadhan juga Bulan Qur'an, artinya bahwa didalam bulan Ramadhanlah Al Qur'an diturunkan, yakni tepatnya dimalam Lailatul Qodar. Ramadhan juga merupakan bulan Maghfirah, artinya Bahwa di bulan Ramadhan Allah subhanahu wata'laa menjajikan maghfirah atau ampunan bagi hamba2Nya yang sejak awal memasuki bulan Suci Ramadhan hingga akhir berjuang secara sungguh2 melawan Hawa Nafsunya untuk melaksanakan berbagai ragam ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam. Hal yang tak bisa kita lupakan juga adalah adanya Lailatul Qodar dimalam 10 terakhir dibulan Ramadhan ini. Yakni malam bagaikan hitungan seribu bulan bagi seorang hamba yang beribadah bertepatan dengan turunnya Lailatul Qodar itu. 

Yang pasti tujuan kita dibulan Ramadhan ini adalah jelas. Yakni menggapai AMPUNAN ALLAH dan menjadi pribadi yang TAQWA. Karena hanya dengan keduanya kita akan mendapatkan Kehidupan bahagia dan mulia baik didunia dan Akhirat. Adapun mendapat kemuliaan Lailatul Qodar adalah sebuah targer special yang harus menjadi fokus kita. Karena kesempatan kita untuk merubah catatan Takdir yang lebih baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat kita. Beberapa Tujuan utama diatas harus ada dalam diri kita, tertancap kuat dan menjadi acuan sekaliagus motivasi kita dalam setiap melakukan amal2 ibadah dari hari ke hari selama bulan suci Ramadhan.

Dari beberapa wawasan ubudiah dan hidangan berbagai kebaikan Robbani diatas maka tentu masing-masing dari diri kita memiliki obsesi untuk mendapatkan semua keutamaan-keutamaan yang dihidangkan oleh Allah dibulan Ramadhan ini. Oleh karena itu patutlah menjadi bagian dari evaluasi kita, sejauh mana antusias (ketertarikan) kita dalam menggapainya. Jika keinginan kita sangat kuat untuk mencapai tujuan-tujuan meraih keutamaan-keutamaan itu maka ini adalah sebuah pertanda kondisi yang baik dari diri kita. Sehingga harus terus dijaga dan dipertahankan agar semua kebaikan itu benar-benar dapat kita raih atas izinNya. Sedangkan jika didalam diri kita tidak ada motivasi dan obsesi untuk mendapatkan kesemua penawaran Allah itu maka segera evaluasi dan introspeksi diri kita. Sedang berada dimana kita ? Sementara orang lain berlomba-lomba meraih Maghfirah Allah, mendapatkan Lailatul Qodar dlsb, kita tidak punya keinginan seperti itu. 

Jika hal ini terjadi pada diri kita segeralah banyak istighfar dan melakukan RUQYAH mandiri dengan rajin membaca Dzikir Al Ma'sturat dipagi dan petang hari.  Memang Syetan dibelenggu selama bulan Ramadhan. Akan tetapi harus kita fahami jika kita sudah dibebaskan dari gangguan syetan maka bagaimana bisa kita masih malas dan tidak bersemangat dalam meraih keutamaan Ramadhan ? 
Demikian paparan materi ini..

Semoga menjadikan perhatian kita bahwa betapa pentingnya kita melakukan Evaluasi Ramadhan terhadap diri kita sendiri sebagaimana penuturan diatas. 
Semoga bermanfaat dan menjadikan kita semua lebih baik. 
Billahi taufiq wal hidayah.
Alhamdulillahi Robbil 'alaamiin 
Wassalamu'alaikum
Warohmatullahi wa barokaatuh.
Endria🌴

TANYA JAWAB


Pertanyaan M11

1. Apakah orang yang sedang nifas tetap mendapat pahala ramadhan... Apalagi di 10 malam terakhir. Tidak bisa berpuasa/melakukan ibdh yang lain? Sukron.
Jawab
Ya In syaAllah pasti mendapat pahala dari Allah bunda. Karena setiap amal sholih itu jika diniatkan untuk Allah maka Allah pasti akan balas dengan pahala. Sedangkan di Bulan Ramadhan ini setiap orang yang berimana berhak mendapat balasan berlimpah atas segala yang dia usahakan baik berupa ibadah fisik maupun ibadah hati. Banyak yang bisa bunda lakukan ketika nifas selama bulan Ramadhan ini seperti membaca Al Qur'an dengan membaca Qur'an dan Tarjimnya. Atau dzikrullah, baca dzikir sebanyak-banyaknya, menyiapkan makan sahur bagi anggota kel yang berpuasa. Memberi buka puasa kepada tetangga atau orang lain yang berpuasa dlsb.

2. Bagaimana ustadzah hukumnya bila sedang berpuasa lalu mimpi basah disiang hari?
3. Ustadzah mau tanya (maaf jika diluar pembahasan) saya kan lagi hamil muda dan mengalami mual muntah yang mau saya tanyakan kalau saya muntah pada saat puasa batalkah puasa saya? terima kasih
Jawab
Kedua pertanyaan tersebut sebaiknya dijadikan satu dan tampilkan Jawaban berikut ini.
Hal-Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa :
a. Makan dan minum karena lupa, keliru (maksudnya, mengira sudah waktunya buka ternyata belum) atau terpaksa. Tidak wajib mengqodho’-nya ataupun membayar kafarat, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam:
”Barangsiapa yang lupa sedangkan ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum.”  (Muttafaq ’alaihi).
Dan sabda beliau, ”Sesungguhnya Allah mengangkat (beban taklif) dari umatku (dengan sebab) kekeliruan, lupa dan keterpaksaan.” (HR Thabrani).
b. Muntah tanpa disengaja, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
”Barangsiapa yang mengalami muntah sedangkan ia dalam keadaan puasa maka tidak wajib atasnya mengqodho’.”  (Shahih, HR Hakim).
c. Mencium isteri, baik untuk orang yang telah tua maupun pemuda selama tidak sampai menyebabkan terjadinya jima’.
Dari ’Aisyah Radhiyallahu Anha beliau berkata, ”Rasulullah pernah menciumi (isteri-isteri beliau) sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, beliau juga pernah bermesraan sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. Namun beliau adalah orang yang paling mampu menahan hasratnya,” (muttafaq ’alaihi).
d. Mimpi basah di siang hari walaupun keluar air mani

e. Keluarnya air mani tanpa sengaja seperti orang yang sedang berkhayal lalu keluar (air mani).

f. Mengakhirkan mandi janabat, haidh atau nifas dari malam hari hingga terbitnya fajar. Namun yang wajib adalah menyegerakannya untuk menunaikan shalat

g. Berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke dalam rongga hidung) secara tidak berlebihan, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  kepada Laqith bin Shabrah,

أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ الْأَصَابِعِ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

”Sempurnakan wudhu’ dan sela-selailah jari jemari serta hiruplah air dengan kuat (istinsyaq) kecuali apabila engkau sedang berpuasa.” (Shahih, HR ahlus sunan).

h. Menggunakan siwak kapan saja, dan yang semisal dengan siwak adalah sikat gigi dan pasta gigi, dengan syarat selama tidak masuk ke dalam perut.

i. Mencicipi makanan dengan syarat selama tidak ada sedikitpun yang masuk ke dalam perut.

j. Bercelak dan meneteskan obat mata ke dalam mata atau telinga walaupun ia merasakan rasanya di tenggorokan

k. Suntikan (injeksi) selain injeksi nutrisi dalam berbagai jenisnya. Karena sesungguhnya, sekiranya injeksi tersebut sampai ke lambung, namun sampainya tidak melalui jalur (pencernaan) yang lazim/biasa.

l. Menelan air ludah yang berlendir (dahak), dan segala (benda) yang tidak mungkin menghindar darinya, seperti debu, tepung atau selainnya (partikel-partikel kecil yang terhirup hingga masuk tenggorokan dan sampai perut, pent.).

m. Menggunakan obat-obatan yang tidak masuk ke dalam pencernaan seperti salep, celak mata, atau obat semprot (inhaler) bagi penderita asma.

n. Gigi putus, atau keluarnya darah dari hidung (mimisan), mulut atau tempat lainnya.

o. Mandi pada siang hari untuk menyejukkan diri dari kehausan, kepanasan atau selainnya.

p. Menggunakan wewangian di siang hari pada bulan Ramadhan, baik dengan dupa, minyak maupun parfum.

q. Apabila fajar telah terbit sedangkan gelas ada di tangannya, maka janganlah ia meletakkan-nya melainkan setelah ia menyelesaikan hajat-nya, sebagaimana sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

”Apabila salah seorang dari kalian telah mendengar adzan dikumandangkan sedangkan gelas masih berada di tangannya, maka janganlah ia meletakkannya sampai ia menyelesaikan hajat­-nya tersebut.” (Shahih, HR Abu Dawud).





r. Berbekam, “karena Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam  pernah berbekam sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” (muttafaq ’alayhi). Adapun hadits yang berbunyi,”Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya” (Shahih, HR Ahmad) maka statusnya mansukh (terhapus) dengan hadits sebelumnya dan  dalil-dalil yang lainnya.

4. Ustadzah...  Mohon diberi tips dan trik agar pahala Romadhon tetep bisa maksimal bagi yang sedang haid. Mau tilawah ragu, boleh ga ya tilawah lagi haid? 
Jawab
Bunda diketahui bahwa muslimah yang sedang kedatangan haid atau nifas di bulan ramadhan dilarang melaksanakan shaum, dan diwajibkan mengqhodanya pada hari-hari lain. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
"Bukankah Wanita itu jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak shaum/berpuasa? Itulah kekurangan agamanya." (HR. Bukhari)
Meskipun tidak diperbolehkan shaum dan shalat, namun bagi muslimah yang sedang haid tidak usah khawatir kelewatan momen mendapat pahala berlipat ganda pada bulan puasa ini. Karena masih banyak amalan ibadah mulia yang dapat dilaksanakan untuk mendapat ridho Allah Subhnanahu wa ta'alaa dan pahala yang berlimpah berlipat ganda. Adapun beberapa amalan yang dapat dilakukan,yaitu melakukan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:
a. Memberi & Menyediakan Ifthar (hidangan berbuka)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
”Barang siapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (H.R. Bukhari Muslim).
Dalil diatas mengisyaratkan bahwa meski berhalangan berpuasa, anda para muslimah masih bisa mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa dengan memberikan hidangan untuk orang yang berbuka puasa. Anda dapat memulainya dengan mengolah makanan sampai menyajikan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa seluruh keluarga. Tampak betapa besar karunia Allah yang diberikan kepada wanita? Dia tidak ikut lapar dan dahaga, tetapi peluangnya mendapatkan ganjaran sama persis seperti orang yang berpuasa dan yang beramal shalih yang lain.

b. Melakukan Khidmat (membantu) Orang Lain
Dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap kebaikan adalah sedekah. Dan di antara bentuk kebaikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang menyenangkan. Dan kamu menuangkan air dari embermu ke dalam bejana milik saudaramu.” (H.R.At-Tirmidzi)
Semua hal tersebut jika dilakukan karena Allah tidak akan sia-sia karena, khidmat termasuk amal shalih dan bahkan wanita bisa mendapatkan pahala yang setara dengan yang berpuasa jika dia melakukan khidmat kepada orang yang berpuasa.
Contohnya Khidmat ialah: Menyiapkan makan sahur dan berbuka, berbelanja untuk kebutuhan makan, mengasuh anak, membersihkan rumah, mencucui, menyetrika dan sebagaianya.

c. Berdoa & Berdzikir Tetap Jalan
Walau muslimah ketika haid tidak diperbolehkan shalat, namun demikian ketika adzan usai dikumandakan sangat dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir . Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda:
“Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia Berdoa ‘Ya Allah Ya Rabb.. Pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan, karuniakanlah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Wasilah dan keutamaan dan tempatkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan’ Akan Mendapatkan Syafaatku kelak pada hari kiamat. (HR. Bukhari).
Para Fuqoha sepakat pada tiga poin ibadah yaitu, istighfar, dzikir dan Doa tidak disyaratkan yang melakukan harus suci dari hadas baik hadas besar maupun hadas kecil. Artinya seorang wanita yang sedang haid, meskipun dia berhadas besar tidak ada larangan baginya untuk beristighfar, dzikir dan berdoa sepanjang waktu selama mampu.

d. Mendorong Orang Lain Untuk Beramal Shalih
Mengingatkan anggota keluarga untuk menunaikan shalat sunah terutama shalat sunnat dhuha dan shalat sunnat qiyamul lail. Kita juga dapat membantu untuk mengingatkan suami, anak, saudara atau orang tua dirumah untuk melaksanakan berbagai ibadah yang seringkali terlupa seperti shalat berjamaah dimesjid, melaksanakan tarawih dan banyak lagi.

e. Istighfar & Shodaqoh
Istighfar dan Shodaqoh lebih layak diperhatikan dibulan Ramadhan karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia diantara seluruh bulan. Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
“Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka.” (H.R. Muslim)
Secara khusus Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam merekomendasikan wanita agar memperbanyak istighfar dan shodaqoh karena beliau diperlihatkan bahwa  wanita adalah penghuni neraka yang paling banyak.

f. Tholabul ‘Ilmi (mencari ilmu)
Mencari ilmu termasuk amal shalih yang bisa dilakukan wanita haid di bulan Ramadhan baik dilakukan dengan mendatangi majelis ilmu maupun mempelajari isi buku.
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut Ilmu,Niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan jalan menuju Surga Baginya”.  (HR.Muslim)
“Barangsiapa wafat dalam menuntut Ilmu (dengan maksud) untuk mengidupkan Islam, Maka antara dia dan Nabi-Nabi satu derajat di dalam Surga.” (HR. At Thabrani).
g. Menjauhi Larangan Agama.
Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda :
"Barangsiapa Tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi ALLAH baginya shaum/puasa dari makan dan minum." (HR Bukhari).


Muslimah yang bijak tentunya berupaya memanfaatkan setiap detik ketika bulan Ramadhan walaupun ketika sedang haid, dan terhalang menunaikan shaum masih mendapat pahala yaitu dengan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Agama,dan berusaha menjaga lisan dengan tidak mengunjing dan selalu berusaha berkata-kata yang manfaat. Waallahu a'lam

Pertanyaan M13

1. Maaf, saya sedang berhalangan, tadi saya sahur karena berharap ini hari terakhir dan saya sudah mandi bersih, ternyata saat mau shalat subuh, masih ada sedikiiit noda yang keluar, jam setengah 5 saya mandi bersih lagi dan sampai sekarang saya belom membatalkan puasa saya, berharap saat dhuhur nanti sudah bener-bener bersih, puasa saya batal apa gimana tuh, rasanya sayang kalo dibatalin, hehehe...
Jawab
Salah satu syarat sahnya puasa bulan Ramadhan adalah bersih dari darah haidh walaupun setitik. Sebaiknya dibatalkan saja dan niat untuk diganti pada hari yang lain dan lanjutkan puasa hari berikutnya ketika sudah benar-benar suci.

Pertanyaan M15

1. Bagaimana kalo sudah ada niat tarawih tapi karna punya bayi jadi tidak bisa ustadzah. Jadinya sering ditinggal sendiri? Apa sebaiknya yang dilakukan?
Jawab :
Jika niat sudah kuat, maka apabila tidak terlaksana maka ada 2 jenis hasil ;
Pertama: Jika TIDAK terlaksananya tadi karena sengaja maka insyaAllah akan tetap mendapat 1 pahala.

Kedua; Jika TIDAK terlaksananya karena sesuatu hal yang diluar kemauan dia maka insyaAllah kita akan mendapat pahala penuh asal niat tadi tidak berubah sebelum tejadinya waktu yang sudah ditetapkan dalam niat tsb.

Untuk kasus Bunda penanya ini saran saya, ambilah waktu sholat tarawih itu ketika anak ibu sudah tidur. Dan Cukup laksanakan dirumah saja. Niat sholat sunnah tarawih 2 rakaat x 4 ; ditambah 3 rakaat dengan niat sholat witir.

2. Assalamu'alaikum ustadzah saya mau bertanya dalil yang shohih tentang tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat?? Bukankah dizaman rosul dulu beliau pernah melaksanakan yang 11 rakaat. Dilingkungan saya, seorang bapak dipanggilnya ustadz, beliau bilang kalo tarawih 11 rakaat itu makruh sudah tidak zaman jadi banyak yang tidak paham ikut saja apa yg beliau bilang sementara 23 rakaat bacaannya secepat kilat, belum juga rukuk imamnya udah sujud..mhn pencerahannya yah ustadzah..jazakillah sblmmya..
Jawab
Sebaiknya kita tidak terpancing pada perdebatan masalah fiqh. Bunda Laksanakan saja mana yang paling mantab dihati. Karena keduanya termasuk pada area khilafiyah para ulama.

3. Menjelang ramadhan banyak talimat amalan yang harus dilakukan, kadang ada rasa malas dan tidak enak kalau tidak capai target. bagaimana nilai pahala amalan seperti itu?
Jawab
Sebaik-baik amal sholih adalah yang diniatkan untuk mencari ridhonya Allah dan dilakukan dengan ilmu sesuai petunjuk Nabi saw. Jika kita melakukan amal dengan target yang dilakukan secara jama'i dan kemudian justru menimbulkan perasaan tidak enak kepada sesama jama'ah yang lain. Sebaiknya kita segera introspeksi diri. Terutama Niat kita! Untuk Siapa sebenarnya niat ibadah kita ini ?


Pertanyaan M16

1. Adakah energi tersendiri yang ustadzah rasakan ketika bs melaksanakan 11 rakaat sholat tarawih di masjid full?
Jawab
Kebetulan saya setiap sholat tarawih saya lakukan dirumah saja. Kadang berjama'ah dengan ibu saya yang sudah lanjut usia dan kadang juga saya laksanakan sendirian. Tidak perlu merasa terbebani atau bersalah jika kita hanya bisa melakukan sholat tarawih dirumah. Karena khawatir justru akan mengurangi rasa ihlas kita. Padahal ihlas itu yang penting. Selain itu sholat tarawih di masjid itu hukumnya tidak wajib. Bunda jika dirumah ada tanggungan orang tua atau anak maka merawat mereka dirumah justru hal yang Harus diprioritaskan karena itu yang wajib. Sedangkan sholat sunah tarawih dirumah insyaAllah tidak akan mengurangi pahala kita.

2. Bagaimana kita mengajarkan kepada anak-anak kita, tentang materi ini.. kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan jadi kadang timbul berbagai macam perasaan, saya coba menerangkan tapi Allah masih menguji saya dengan jawaban anak-anak yang bilang bosan lah, kalau ceramah di masjid lah. Mohon Do'a semoga Allah memberi hidayah kepada anak-anak saya agar mudah memahami Dan menerima apa yang saya sampaikan.
Anak saya 5 dari yang usia 19, 15, 13, 7 Dan 4 tahun.
Jawab
Bisa saja diciptakan suasana yang Qur'ani dirumah. Memang hal ini tidak bisa instan perlu proses. Tetapi harus segera dimulai. Bisa Jadi keenggangan anak-anak untuk taat kepada agama karena kita orang tuanya sudah terlanjur membiarkan kondisi dimana anak-anak sudah lebih akrab dengan tayangan televisi ataupun pengaruh negative dari gadget sehingga ilmu dan seruan Agama sudah tidak menarik lagi bagi mereka. Banyak-banyak kita istighfar dan beri contoh teladan yang baik serta batasi pergaulan mereka serta tontonan mereka. Hidupkan suasana Islami yang kondusif bisa juga dengan menghadirkan ustadz untuk mengajian keluarga dlsb. Segala usaha harus kita lakukan untuk menyelamatkan anak-anak kita.

Pertanyaan M17

1. " Mendapatkan lailatul qadr dapat merubah catatan takdir " Takdir seperti apa yang bisa diubah oleh pahala lailatul qadr?
Jawab :
Ada 4  macam Takdir :

>Pertama : Takdir Umum
Yakni Takdir yang meliputi segala hal dalam lingkup waktu 50 ribu tahun sebelum terciptanya langit dan bumi. Dalilnya adalah QS. Al Hadiid : 22 dan juga Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bahwa Allahu ta'alaa menulis takdir segala mahluk sejak 50 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim.

>Kedua : Takdir 'Umuri

Yakni Takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya, yakni ketika pembentukan air sperma sampai masa sesudahnya, dan mencakup rizkinya, perbuatannya, kebahagiaannya atau kesengsaraannya.

>Ketiga : Takdir Tahunan

Yakni Takdir yang ditetapkan Allah atas setiap manusia pada saat turunnya Lailatul Qodar.

>Keempat :
Takdir Harian ;

Takdir ini ditetapkan dalam jangka waktu harian yang dikhususkan atas peristiwa2 yang telah ditakdirkan dalam 1 hari.
Waallahu a'lam

2. Terus tanda-tanda kita mendapatkan lailatul qadr itu gimana?
Jawab :
Tidak ada nash yang menunjukkan ciri-ciri seseorang telah mendapat Lailatul Qodar. Akan tetapi secara umum bisa kita amati biasanya dari ahlaqnya yang jauh berubah kepada arah yang baik dikarenakan tambahan hidayah Allah kepadanya. Dan hidayah ini pulalah yang menyebabkan sesorang sangat baik dalam urusan Agamanya.
Waallahu a'lam

3. Ketika memberi rejeki berbuka puasa kepad anak yatim lebih afdhol mana antara mengundang ke rumah untuk buka bersama atau memberikan nya saja ke tempat mereka tinggal...jazakillah...
Jawab
Silahkan dipilih yang mana aja yang paling meringankan pemberi dan juga penerimanya.
Karena jika harus mengundang justru akan memeberatkan yang akan diberi sebaiknya kita koordinir saja agar ada yang menyampaikan kepada mereka tanpa harus kita mengundangnya.

4. Saya mau brtanya, dzikir al ma'sturat itu bagaimana?
Jawab
Dzikir Al Ma'sturat adalah beberapa lafadz dzikir yang lazim dan mashur dibaca oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Kumpulan dari lafadz dzikir ini biasanya dibaca pada waktu pagi dan sore. Aturan ini berdasarkan petunjuk Rasulullah dari dasar hadist-hadist yang biasanya bisa kita baca bersamaan buku kumpulan dzikir tersebut. Bunda bisa beli setiap toko buku Agama. Hanya dengan menyebut buku panduan dzikir Al Ma'sturat.

5. Bund kalau zikir al ma'sturat nda sampai selesai gimana ya? adakah batasan zikir paginya jam berapa dan zikir sorenya jam berapakah?
Jawab
Tidak apa jika baca dzikirnya tidak sampai selesai. Paginya bisa dari sejak setelah sholat subuh hingga jam 9 an silahkan mana saat yang longgar. Sedangkan sorenya sejak ba'da shokat ashar bisa sampai setelah isya'.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 22 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Endria Sari Hastuti
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT