KEUTAMAAN PUASA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 23, 2015

Beberapa keutamaan Puasa yang wajib kita mengetahuinya dan akhirnya mengerjakan dengan baik dan sungguh sungguh. Rasulullah ﷺ  menjelaskan pokok yang menyeluruh, bahwa semua amal shalih, dilipatgandakan (amal shalih tersebut) sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan hingga berkali-kali lipat lebih dari itu.


Ini menunjukkan keagungan dan luasnya rahmat اللّهُ  dan kebaikan-Nya kepada para hamba-Nya yang beriman, karena اللّهُ  ‘Azza wa Jalla membalas satu perbuatan buruk dan menyelisihi syariat dengan satu balasan. Adapun balasan kebajikan, maka pelipatgandaan minimal sepuluh kali, dan bisa lebih dari itu dengan sebab-sebab lain. Di antaranya yaitu kuatnya iman seorang hamba dan kesempurnaan ikhlasnya. Jika iman dan ikhlas semakin bertambah kuat, maka pahala amal shalih pun akan berlipat ganda. 

Di antaranya juga yaitu amalan yang memiliki porsi besar, seperti berinfak dalam rangka jihad di jalan اللّهُ  dan menuntut ilmu syar’i, serta berinfak untuk proyek-proyek agama Islam secara umum. Dan juga seperti amalan yang semakin kuat karena kebaikannya dan kekuatannya dalam menolak hal-hal yang bertentangan dengan syariat. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ  dalam kisah orang yang tertahan dalam gua. Dan kisah pezina yang memberi minum seekor anjing lalu اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya. Dan juga seperti suatu amalan yang dapat menumbuhkan amalan lain dan diikuti oleh orang lain. Dan juga seperti menolak bahaya-bahaya yang besar atau menghasilkan kebaikan-kebaikan yang besar. Dan juga seperti amalan-amalan yang berlipat ganda karena keutamaan waktu dan tempat, serta keutamaan seorang hamba di sisi اللّهُ  ‘Azza wa Jalla. Semua pelipatgandaan ini mencakup semua amalan.

Kemudian اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala mengecualikan puasa dan menyandarkannya kepada-Nya. اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala yang akan membalasnya dengan keutamaan dan kemuliaan-Nya, dengan tidak melipatgandakannya seperti amalan yang lain. Ini adalah suatu hal yang tidak dapat diungkapkan, bahkan اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak didengar oleh telinga, dan tidak terlintas dalam benak manusia.

Ulama berbeda pendapat tentang makna :

فَإنَّهُ لِيْ وَأنَا أجْزِيْ بِهِ

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.”

Padahal semua amal perbuatan adalah untuk اللّهُ  ‘Azza wa Jalla dan Dia-lah yang akan membalasnya, sebagai berikut:

1. Di dalam puasa tidak terdapat unsur riya’ sebagaimana yang terjadi pada ibadah lainnya.

2. Bahwa yang dimaksud dengan “dan Aku-lah yang akan membalasnya,” adalah “Hanya Aku-lah yang mengetahui besarnya balasan orang tersebut dan berapa banyak kebaikannya dilipatgandakan. Adapun ibadah lainnya, karena ia dapat dilihat orang.”

3. Yang dimaksud dengan “dan Aku-lah yang akan membalasnya,” yaitu bahwa puasa adalah ibadah yang paling Aku cintai dan yang akan didahulukan di sisi-Ku.

4. Idhafah (penyandaran) dalam redaksi ini merupakan idhafah tasyrif (kemuliaan) dan ta’zhim (keagungan), sebagaimana misalnya “Baitullah (rumah اللّهُ ), meskipun seluruh masjid sebenarnya adalah milik اللّهُ".

5. Tidak membutuhkan makan dan syahwat-syahwat lainnya merupakan salah satu sifat اللّهُ  ‘Azza wa Jalla. Dan karena orang yang berpuasa mendekatkan dirinya dengan salah satu sifat-Nya, maka Dia pun menyandarkan ibadah tersebut kepada diri-Nya.

6. Maksudnya sama seperti di atas; hanya saja hal tersebut sesuai dengan sifat malaikat. Karena tidak membutuhkan makan dan tidak memiliki syahwat merupakan salah satu sifat mereka.

7. Maksudnya bahwa puasa tersebut murni hanya untuk اللّهُ  ‘Azza wa Jalla, dan tidak satu bagian pun dari ibadah tersebut yang ditujukan kepada sesama hamba.

al-Baidhawi rahimahullah berkata, “Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa ibadah puasa diistimewakan dengan kelebihan seperti ini.

Pertama, karena ibadah-ibadah lainnya dapat dilihat oleh manusia, berbeda dengan puasa karena ia merupakan rahasia antara hamba dan اللّهُ  ‘Azza wa Jalla. Ia melakukannya dengan ikhlas dan mengerjakannya karena mengharap ridha-Nya. Hal ini ditunjukkan oleh firman اللّهُ  ‘Azza wa Jalla dalam sabda beliau ﷺ  (hadits qudsi, yang artinya), ‘Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku.’

Kedua, karena seluruh perbuatan baik dilakukan dengan cara mengeluarkan harta atau mempergunakan fisik. Sementara puasa mencakup pengekangan hawa nafsu dan membuat fisik menjadi lemah. Dalam ibadah puasa terdapat unsur kesabaran menahan rasa lapar, haus, dan meninggalkan syahwat. Hal ini ditunjukkan oleh firman اللّهُ  ‘Azza wa Jalla dalam sabda beliau (hadits qudsi, yang artinya), ‘Dia meninggalkan syahwatnya karena-Ku.’”

Para Ulama berkata, “Puasa dikecualikan karena ia mencakup tiga macam sabar, yaitu (1) sabar dalam (melaksanakan) ketaatan kepada Allah, (2) sabar (menjauh) dari maksiat kepada Allah, dan (3) sabar terhadap takdir اللّهُ."

Hikmah dari pengkhususan tersebut yaitu bahwa orang yang berpuasa ketika dia meninggalkan hal-hal yang dicintai oleh hawa nafsunya karena اللّهُ, maka itu artinya ia telah mendahulukan kecintaannya kepada اللّهُ  dari segala kecintaan jiwanya, ia lebih mengharap ridha-Nya dan ganjaran-Nya daripada meraih keinginan hawa nafsu. Oleh karena itu, اللّهُ  ‘Azza wa Jalla mengkhususkan puasa untuk diri-Nya dan menjadikan pahala orang yang berpuasa di sisi-Nya.

Puasa yang sempurna yaitu jika seorang hamba meninggalkan dua perkara:

Pertama: pembatal-pembatal puasa seperti makan, minum, jima’ (bersetubuh) dan lainnya.

Kedua: hal-hal yang mengurangi (kesempurnaan) amalan, seperti berkata kotor, jorok, cabul dan berteriak-teriak, mengerjakan perbuatan haram dan pembicaraan haram. Jauhkanlah semua maksiat, pertengkaran, dan perdebatan yang menyebabkan dendam. Karena inilah Nabi ﷺ  bersabda, yang artinya, “Janganlah berkata kotor/keji (cabul).”
Barangsiapa menerapkan dua perkara tersebut di atas maka sempurnalah pahala puasanya. Siapa yang tidak menerapkannya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya.

Nabi ﷺ  menunjuki orang yang puasa bahwa apabila ada yang mengajak untuk bertengkar dan mencelanya, hendaklah ia mengatakan:
إِنِّي صَائِمٌ

“Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Faidahnya yaitu bahwa seakan-akan ia berkata, “Ketahuilah bahwa aku bukannya tidak bisa membalas apa yang engkau katakan, tapi sesungguhnya aku sedang berpuasa. Aku menghormati puasaku dan menjaga kesempurnaannya, serta perintah Allah dan rasul-Nya. Dan ketahuilah bahwa puasa mengajakku untuk tidak membalas semua itu dan memerintahkanku untuk bersabar. Maka apa yang aku lakukan ini lebih baik dan lebih mulia dari apa yang engkau perbuat kepadaku, wahai orang yang mengajak bertengkar!”
Sabda Nabi ﷺ  ,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai.”

Yaitu penjaga yang menjaga seorang hamba dari dosa-dosa di dunia, membiasakannya untuk mengerjakan kebajikan, dan menjaga dari siksa neraka.

Ini adalah hikmah syariat yang paling agung dari faidah puasa, اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. al-Baqarah/2:183).

Jadi, puasa menjadi perisai dan sebab untuk mendapat ketakwaan. Karena puasa mencegah dari perbuatan haram dan apa-apa yang dilarang serta memerintahkan untuk memperbanyak amal ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sabda Nabi ﷺ ,

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya.”

Kedua ganjaran ini, ganjaran pertama, segera didapat dan ganjaran kedua, ganjaran yang didapatkan di akhirat. Yang langsung didapat yaitu ketika orang yang berpuasa itu berbuka, ia gembira karena nikmat Allah yang diberikan kepadanya sehingga bisa menyempurnakan ibadah puasanya. Sedangkan ganjaran yang akan datang yaitu kegembiraannya ketika bertemu Rabb-nya dengan keridhaan-Nya dan kemuliaan-Nya. Kegembiraan yang didapat langsung di dunia ini adalah contoh dari kegembiraan yang akan datang, dan اللّهُ  akan mengumpulkan keduanya bagi orang yang berpuasa.



Dalam sabda Nabi ﷺ  ini juga menunjukkan bahwa orang yang berpuasa jika sudah mendekati waktu berbuka, maka ia mendapat kegembiraan. Itu merupakan balasan dari apa yang telah ia lalui pada siang hari berupa kesulitan menahan nafsu. Ini untuk menumbuhkan semangat dan berlomba dalam berbuat kebaikan.
والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

Pertanyaan M12

1. Asslamualaikum pak ustad amalan yang dianjurkan termasuk perbanyak membaca alquran kalau lagi haid apa boleh membaca alquran terjemahan (alqurannya bukan terjemahanya) dalam hati. Terus amalan apa yang setara dengan orang yang berpuasa?
Jawab
Silahkan membaca Al Quran ketika haid dan memberikan batasan ketika memegangnya. Bulan Ramadhan ini adalah Bulannya Al Quran. Membaca Al Quran dibulan ini sangat besar sekali pahala dan ganjarannya. 

Pertanyaan M13

1. Ustad saya punya sakit maag udah lumayan agak parah. Saya juga menyusui bayi usia 18bulan.  Setiap shaum sore nya itu selalu pusing,lemes,lambung perih, setelah isya tepar, gemeteran,mual dan pusing yang sangat berat. Saya baru 3x shaum, hari ini pun ga shaum karena semalam tepar lagi. Apakah besok saya shaum saja, apa tidak pak ustadz? Karena banyak yang bilang kalo shaum nanti maag nya sembuh,tapi kok saya malah kambuh terus sampai sholat pun sambil berbaring. Terimakasih masukannya..
Jawab
Dicoba lagi dan minta saran pendapat Dokter. Jika Bunda percaya bahwa shaum memberi kekuatan, maka kuatkan pada saat niat didalam hati ketika mau shaum.والله أعلم بالصواب

Pertanyaan M14

1. Bagaimana jika menunda zakat/sedekah atau menunda kebaikan-kebaikan lainnya? yang bisa dilakukan di bulan lain baru dilakukan di bulan Ramadhan?
Jawab
Tentunya merugi orang orang yang menunda nunda kebaikan di bulan Ramadhan. Karena pahala dilipatgandakan dibulan ini

2. Kalo lupa bayar zakat fitrah bagaimana hukumnya? Apakah bisa diganti dengan amalan yang lain & bagaimana cara menggantinya?
Jawab
Tidak ada cara lain. Segera meminta ampun kepada اللّهُ Ta'ala. Karena zakat fitrah ini termasuk dalam syariat yang sama pentingnya dengan sholat dan puasa. Jika memang benar benar LUPA, maka tiada dosa dan segera saja dikeluarkan setelah sholat ied, jangan menunda diwaktu yang lama. Jika memang sengaja tidak mau mengeluarkan, maka ini tetap saja berdosa

Pertanyaan M15

1. Bagaimana pahala puasanya kalau memarahi anak dengan suara tinggi karena jengkel?
Jawab
Berkurang aja pahalanya dikarenakan emosi tetap tidak terkontrol, tetapi tidak membatalkan puasa

2. Ketika puasa tapi di dalam hati jengkel pada sikap seseorang kira-kira bagaimana ya?
Jawab
Daripada jengkel, mending siapin jengkol buat buka lebih berpahala

3. Ustadz saya mau tanya, tadi ada yang bertanya tentang tanggungan puasa (utang) kebetulan saya sewaktu hamil dulu tidak berpuasa atas saran dokter karena riwayat sering keguguran sebelumnya, saya bayar fidyah saya tidak mengqodho nya karena tidak tau, baru akhir" ini tau ternyata harus fidyah dan qodho. Nah baru saya bayar sebagian, gimana ustadz termasuk dosa kah? Bisakah saya bayar lagi utangnya setelah hari raya?
Jawab
Ketidaktahuan menutup celah dosa Bunda. Bertaubat saja dengan sungguh sungguh ya Bunda. Silahkan diqodho jika mampu

Pertanyaan M17

1. Ustadz apakah ada tuntunannya jika mengkhususkan puasa untuk sesuatu, misal berpuasa karena mau ujian.
Jawab
Tak adeeee

Pertanyaan M18

1. Ustadz saya mau tanya, sekarang saya lagi hamil kurang lebih umurnya 6 minggu, alhamdulillaah tidak ada mual, tapi karena berat badan saya kecil, dan terkadang di tengah hari terasa lemas sekali. Apa tidak apa apa saya tidak puasa dulu? saya khawatir janinya kurang nutrisi, berhubung saya punya badan yang underweight.
Jawab
Silahkan minta pendapat ke yang mengetahuinya seperti dokter jika memang berdampak kepada kesehatan. Kalau saya mungkin sedikit berkomentar tentang yang underweight. Di Jepang bayi yang lamanya ada di janin tak boleh lebih besar memberikan kenaikan berat badan ke ibunya.
Contoh : Jika Ibu hamil 1 bulan, beratnya naik 1 kg, ibu hamil 7 bulan beratnya naik 7 kg dstnya. Ini bagus untuk si bayi dan si ibunya agar tidak merusak organ vital sang Ibu. Di indonesia.....? Kalau ngga naik 25-30 kg dianggapnya kurang gizi. Jadi kalau kenaikan beratnya seperti dijepang, saya sih saranin puasa ajaa

2. Berdosa gak ya kalo seorang istri menghidangkan makan minum untuk suami yang gak puasa tanpa uzur pada siang hari. Si istri dalam keadaan berpuasa sebagai istri wajib kah dia menghidangkan makan minum buat suaminya...
Jawab
Jika suami tidak puasa karena alasan syari, seperti sakit atau safar dan lain lainnya, maka WAJIB menyediakan makanan tersebut. Jika suami tidak puasa karena bukan alasan syari, seperti malas, semaunya semdiri dllnya, maka Istri DILARANG untuk menyediakannya karena masuk dalam firman اللّهُ Ta'ala, yang kurang lebih "....janganlah kalian tolong menolonng diatas perbuatan dosa dan melampaui batas".

3. Ustadz mau tanya, gimana yah yang puasanya sampe 23 jam lebih, kata saudara yang di LN katanya kalo gitu waktunya jadi disamakan dengan arab. Kalau sebenarnya dalam islam hukumnya seperti apa?
Jawab
Makanya kita harus SABAR dalam menerima takdir اللّهُ seperti waktu jam seperti itu. Sekuat dan semampu kita menjalaninya dulu yaaa.

Pertanyaan M19

1. Boleh bertanya diluar tema. Apakah definisi Kafarat (denda) dalam Islam? 
Jawab
Terpaksa melakukan sesuatu diluar ketentuan.

>Dan bentuk kafarat itu apa saja?
Jawab
Bisa berupa uang atau memberi makan fakir miskin

>Mengapa orang tersebut menerima Kafarat (contoh perbuatan apa yang menimbulkan Kafarat)?
Jawab
Nanti kita bahas tersendiri

2. Kalo lagi hamil ga puasa itu mesti bayar fidyah aja ato bayar ganti puasa juga?
Jawab
Dua duanyaaa

3. Untuk fidyah itu berapa yang harus dibayar dan berupa apa? Uang atau makanan ustadz?
Jawab
Memberi makan sehari bolong 1x makan fakir miskin sampai kenyang.

4. Ustadz bolehkah kita ikut pendapat ulama yang membolehkan bayar fidyah saja ketika hamil karena tahun lalu menyusui juga berhutang dan sekarang hamil
Jawab
Tidak boleeehhh. Kudu dua duanya

Pertanyaan M20


1. Bagaimana hukum berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui? Ada yang bilang diperbolehkan tidak berpuasa tetapi nanti saat idul fitri  membayar fidyah dan mengganti puasa tersebut. Ada yang berpendapat hanya membayar fidyah saja tidak perlu mengganti puasa. Bagaimana ustadz?mohon bimbingannya. Maturnuwun😊

Jawab
Membayar fidyah dan mengqodhonya. Yang paling baik adalah ikut berpuasa, in sha اللّهُ itu baik bagi Ibu dan anak yang disusuinya.

2. Hampir sama dengan pertanyaan bunda Laely tapi untuk orang tua yang tidak kuat melaksanakan puasa penuh dibulan ramadhan, apakah ada kewajiban mengganti puasanya ato cukup membayar fidyah saja, terima kasih
Jawab
Jika karena alasan kesehatan dan berkepanjangan. Dipersilahkan membayar fidyah saja Bunda.

3. Apakah juga mengurangi pahala bila tanpa sengaja membuat orang lain marah sedangkan pada posisi sama-sama sedang melaksanakan puasa?

Jawab
Iyaaa Bunda.

4. Ciri ciri perdebatan yang seperti apa yang mengurangi pahala puasa?
Jawab 
Debat kusir dan mengakibatkan emosi bermain disini.

5. Apabila sudah terlanjur berdebat, lalu ia memohon ampun kepada Allah, apakah tetap mengurangi pahala puasa ?
Jawab
Kalau اللّهُ misal mengampuni itu jauh lebih baik dibandingkan kita ukur pahala kita bukan....? 

6. Anak umur berapa kiranya sudah wajib melaksanakan ibadah puasa?
Jawab
Sudah baligh. Tapi coba ajarkan dari usia dini 4 tahunan. Anak anak saya alhamdulillah mulai umur 4 tahun selalu full berpuasa selama satu bulan.

7. Bagaimana hukumnya seorang wanita yang ingin berpuasa 1 bulan full, biar ga dapat menstruasi  dia minum pil KB untuk mencegah menstruasi ,bagaimana hukumnya ustadz ?saya mohon penjelasannya ,terima kasih.
Jawab
Saya melihatnya sebagai menentang kodrat yang sudah اللّهُ Tetapkan. Buat apa memaksakan diri dengan menahan haid yang akan memberikan efek tidak baik dikemudian hari. Jika kita sudah menentang kodrat sebagai wanita, bunda tau kan hukumnya apa...?

8. Bagaimana hukumnya puasa kita jika saat ini kita masih punya hutang puasa pada tahun kemarin?

Jawab
Dosa besaaarrr Bunda. Segera bertaubat bayar fidyahnya dan segera sholat taubat.

9. Bagaimana puasa kita kalo sudah masuk shubuh tapi kita masih dalam keadaan junub.
Jazakalloh...

Jawab
Puasanya tetap SAH, cuma belum bisa sholat subuh.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 23 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT