Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KEUTAMAAN QIYAMUL LAIL MENUJU RAMADHAN BARAKAH

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum wr wb. Apa kabar semua. Semoga Allah menjaga kita dalam kebaikan. Semoga nanda shalihah segera berjumpa dengan para pangeran pujaan hati yaa. Kali ini materi tentang keutamaan mengisi malam dengan ibadah yakni Qiyamul Lail.

Akhwati Fillah...
Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta Allah kepada kita. Sangat mahal dan istimewanya kebersamaan di jalan Allah ini hingga kadang kita harus menebusnya dengan kelelahan dan kadang derai air mata.

Akhwati fillah...
Umar bin khatab mengingatkan,"tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang setelah masuk Islam, daripada karunia memiliki saudara yang shalih. Dan jika diantara kalian ada yang merasa senang dengan saudaranya, hendaknya ia memegang saudaranya itu dengan kuat."

Akhwati fillah....
Mari kita pelihara kebersamaan karena Allah ini hingga sampai pada ujung usia kita. Jangan pernah bergeser sedikit pun dari komunitas kebaikan. Semoga keistiqamahan senantiasa ada dalam diri kita. Dan berharap Surga jadi tempat reuni akbar kita semua.
Aamiin

Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena setiap fajar merekah, saat itulah pertanda kesempatan masih ada bagi kita untuk saling berbagi, memotivasi dan saling mengisi. Semua dalam kerangka belajar ilmu Allah yang tak terbatas. Kita akan belajar bersama bagaimana mengisi malam dengan banyak amalan.



Qiyamul Lail memiliki arti menegakkan malam. Banyak yang memahami bahwa qiyamul lail sama dengan shalat tahajud. Akan tetapi bukan sama sekali berbeda namun shalat tahajud itu adalah bagian dari qiyamul lail itu sendiri. Yang dikatakan malam adalah selepas senja hari kurang lebih antara isya hingga fajar tiba. Maka dari itu para salafusshalih mengisi malam-malam bila telah gulita dengan banyak amalan. Dan salah satunya adalah shalat tahajud.

Amalan yang bisa dilakukan pada Qiyamul lail antara lain yakni mendirikan shalat, berdzikir, tilawah, menambah wawasan keilmuan dengan banyak menggali ilmu Allah dan segala amalan yang ditujukan kepada Allah. Sholat di malam hari itu bisa dilakukan sebelum tidur dan sesudah tidur. Nah sholat tahajud itulah shalat yang dilakukan sesudah kita terbangun dari tidur.

Allah menyanjung dan mengistimewakan mereka melalui firman-Nya: 
”(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [QS Az-Zumar (39):9]
Rasulullah SAW sendiri selalu menjaga qiyamullail, selalu mengerjakan qiyamullail sampai telapak kaki beliau bengkak. Padahal, beliau telah mendapat jaminan ampunan bagi semua dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang. Ketika ditanyakan kepada beliau, maka jawabnya, ”Tidak pantaskah aku untuk menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qiyamullail merupakan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah dengan sabdanya, "Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan untuk melakukan qiyamullail karena di dalamnya terkandung kebaikan yang agung dan pahala yang banyak, dengan sabdanya, ”Sesungguhnya ada waktu di malam hari yang tidak seorangpun dari seorang hamba yang berdoa pada saat itu untuk memohon kebaikan kecuali pasti akan Allah kabulkan.” (HR. Muslim).

Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an: 
”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” [QS Al-Isra’ (17):79-80].
”Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” [QS Ath-Thuur (52):49].
” Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” [QS Al-Insan (76):26].
Qiyamullail merupakan kenikmatan dan karunia dari Allah terhadap hamba-Nya yang shaleh yang Allah mudahkan untuk beribadah kepada-Nya. Dengan qiyamullail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamullail, Allah mengabulkan doa. Dengan qiyamullail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan menangkal penyakit. Dengan qiyamullail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah. Dengan qiyamullail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamullail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamullail, Allah akan memasukkan ke surga-Nya.

Termasuk tanda cinta kepada Allah adalah bermunajat kepada-Nya di keheningan malam. Sebagaimana ungkapan dari para ulama, ”Di dunia ini tidak ada waktu yang menyerupai waktu yang sangat di surga kecuali apa yang dirasakan oleh orang-orang shaleh di dalam hati mereka akan kenikmatan bermunajat kepada Rabb mereka.”

Apabila malam telah gelap, Syadad bin Aus masuk ke kamar tidurnya, ia merasa gelisah, tidak bisa tidur, membolak-balikkan badannya bagaikan biji-bijian di atas penggorengan. Lalu, ia berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya panasnya api neraka telah menghilangkan rasa kantukku." Lalu, ia bangun untuk melakukan shalat malam hingga pagi hari.

Imam Hasan Al Bisri rahimahullah mengatakan,"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian memandang Al Quran sebagai surat dari Tuhan mereka, oleh karena itu mereka mentadaburinya pada malam hari dan mengamalkannya pada siang hari."

Ibnu mas'ud berkata,"Sesungguhnya pengemban al Quran hendaknya dikenali (dengan sholatnya) pada waktu malamnya saat orang-orang sedang tidur, (dengan puasanya) pada siang hari saat orang-orang sedang makan, dengan sedihnya saat orang-orang bergembira ria, dengan tangisnya saat orang tertawa, dengan diamnya saat orang-orang berbicara dan dengan khusyu'nya saat orang-orang angkuh."

Dikisahkan oleh Ibnu Mulaikah rahimahullah,"Aku pernah safar dengan Ibnu Abbas ra dari Makkah ke Madinah. Beliau melakukan Qiyamullail dengan membaca Al Quran huruf demi huruf, kemudian beliau menangis hingga terdengar isak tangis beliau" (Mukhtashar Qiyamullail, hal 131).

Beliau juga mengingatkan agar kita janganlah membaca Al Quran dengan cepat,"janganlah kalian membaca al Quran dengan. Cepat seperti syair dan prosa. Berhentilah sejenak pada keajaiban-keajaibannya, gerakkan hati dengan ajaib-ajaib tersebut. Janganlah yang menjadi target kamu (sampai) pada akhir surat."

Membaca Al quran dengan tartil dan perlahan disertai mentadabburi lebih merasuk jiwa. Apalah lagi jika dilakukan dalam shalat atau di waktu malam.

Syekh Asy Syinqithi rahimahullah mengatakan,"Tidak ada yang dapat meneguhkan Al Quran di dalam dada, serta memudahkan menghafal dan membacanya kecuali dengan membacanya dalam shalat di tengah malam."

Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk membaca Al Quran secara tartil dalam Shalat malam. Karena menurut Ibnu Abbas hal itu memudahkan untuk memahami al Quran (Ajdaru An yafqaha Al Quran)

Tambahan referensi sedikit : 
Tahajud menurut bahasa : daf’un naum bitaklif (meninggalkan tidur dengan memaksakan diri). Secara fiqih : solat setelah tidur malam. Syarat tahajud memang harus tidur, tapi apabila ada seseorang mengerjakan solat tahajud sebelum tidur, maka solatnya sah, termasuk solat nafl mutlaq. Sebagaiman sayidina ali zainal abidin, solat 1000 rakaat malam hari, itu adalah solat nafl mutlaq, bebas mau berapa rakaat

Dalilnya :
-afdolus solati ba’dul faridhoh solatul lail(sohih muslim) 
” sebaik-baiknya sholat setalah yang fardu adalah sholat malam ” 

-Inna fi lail, li sa’atan la yuwafiquha rojulun muslimun yas alullaha ta’ala khoiron min amrid dunya wal akhirah illa a’tohu iyyau wa dzalika kulla lailah.
”dimana ada waktu pada malam hari, siapa dari kalian yang bertepatan meminta / berdoa kepada Allah baik urusan dunia atau akhiraat, niscaya Allah akan berikan”

Begitu pula dalil : 
hina yabqo tsulusul lail akhir, fayaqul : man yad u’ ni fa astajiba lahu, wa man yas aluni fa u’ tiyahu, wa man yastaghfiruni fa aghfirulahu.
Dan bila datang sepertiga malam, Allah berfirman : barang siapa yang berdoa kepadaKu maka aku kabulkan, dan siapa yang meminta kepada Aku, maka Aku akan berikan. Dan siapa yang meminta pengampunan Aku ampuni. 

Disitu tidak di saratkan tidur dari hadist-hadist keutamaan ibadah malam hari. Islam itu Mudah tidak mempersulit, jadi janganlah mempersulit jika tidak ingin disulitkan oleh Allah .. Wal-Afwu minkum

Nah.. Itu dulu sudah banyak seperti apa keajaiban malam sehingga jangan dilewatkan untuk mengisinya dengan amalan taqarub ilallah...
Jazakumullah ahsanul jaza'
Mohon maaf lahir batin
Wassalamu'alaikum wr wb

TANYA JAWAB

Pertanyaan M109

1. Aku  mau tanya tentang sholat tahajud pada saat ramadhan. ada yang pernah bilang kalo taraweh it pengganti sholat tahajjud pada saat ramadhan. Jadi tidak perlu tahajjud lagi. Itu bgaimana ustadzah? ada juga yang bilang boleh tahajjud lagi,  tapi tidak witir kalo witirnya sudah pas taraweh. Terus,  adakah batasan rakaat sholat tahajjud? terima kasih
Jawab
Shalat tarawih ada yang mengibaratkan seperti latihan. Nah sama kan itu juga dilakukan seperti qiyamul lail yakni mendirikan sholat malam. Ada beberapa pendapat tapi di riyadushalihin banyak hadits mengenai shalat malam itu 11 rakaat. Tapi jika mengacu pada cerita abu bakar bahwa sebelum tidur sholat ketika bangun tidur sholat lagi. Kecuali witir cuma bisa sekali jika sudah sebelum tidur ya habis bangun tinggal tahajud saja

2. Assalammu'alaikum ummi, ana mau bertanya sering kali pas ramadhan teman-teman pada ngajakin bukber dan sering pula. Karena bukber tersebut tarawih terlalaikan. Itu gimana um, di antara bersilaturahim dan mencari pahala untuk tidak bolong taraweh nya. Kalo kita menolak untuk tidak ikut bukber kata-kata yang baik bagaimana umTuk bacaan taraweh, apakah harus berurutan um, surat yang kita baca, atau boleh surat yang kita hapal saja? (misalnya taraweh drumah)
Jawab
Meski bukber ya jangan lupa tarawih kalo bisa ya tarawih bersama. Bacaan tarawih surat bebas. Boleh apa saja

Pertanyaan M110

1. Assalamualaikum bunda, jadi qiyamullail itu beda denga sholat tahajud ya?terus mau nanya lagi,berarti qiyamullail tidak harus di kerjakan dengan sholat bisa dengan baca alqur'an,dzikir gitu ya?terus bunda ada ga bun urutan setelah sholat isya atau sholat witir,terus di ikuti sholat taubat,terus sholat qiyamul lail,,mohon maaf pertanyaannya borongan,syukron bunda.
Jawab
Iya bisa dengan apa aja. Kalau jatah pas haid jangan molor hehe bangun kesiangan. Shalat malam bisa apa saja. Kalo tahajud harus habis tidur. Mengacu pada sebuah hadits yakni percakapan rasulullah dengan umar dan abu bakar. Nah abu bakar bilang kalo Ql sebelum tidur kemudian umar bilang kalo Ql sesudah tidur. Rasul jawab dengan bijak. Kalo abu bakar itu orang hati-hati dan umar orang yang kuat. Jadi kiat bisa isi malam dengan banyak amalan. Tapi jika ga haid rugi lah jika ga sholat kan

2. Nambah dikit dari pertanyaan mba ratih, apa witir termasuk qiyamul lail? Saya pernah baca di fiqih bab shalat, rasulullah hampir selalu melaksanakan witir, selain itu apa kah witir harus selalu di kerjakan di akhir? Apakah boleh melaksanakan witir dulu setelah isya dan selanjutnya tahajud atau sebaliknya? Jazaakillah khair bund...
Jawab
Boleh sebelum tidur atau sesudah tidur. Witir artinya ganjil untuk menutup sunnah jika khawatir ga bisa bangun.

Pertanyaan M111

1. Assalamualaikum. Mau tanya, kalau berwudhu mau tidur apakah termasuk amalan malamkah atau apa?
Jawab
Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Terdapat hadis yang menunjukkan bahwa kita dianjurkan untuk bersuci sebelum tidur. Diantaranya, hadis dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ

“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْت) َ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh haram kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.

Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.”
(HR. Bukhari 247 danMuslim 2710)

Didoakan Malaikat
Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan berwudhu sebelum tidur. Orang yang berwudhu sebelum tidur, akan didoakan malaikat. Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’” (HR. Ibn Hibban 3/329)

Pertanyaan M113

1. Sebenernya sholat malam itu kapan aja? maksudnya kalo ga salah yang dimaksud 1/3 malam ada 3 waktu tetapi kenapa yang paling dianjurkan yang jam 3?
Jawab
Karena disepertiga malam terakhir suasana sunyi dan saat itulah Allah turun ke bumi. Dan akan ada suasana yang sangat berbeda jika kita mampu merasakan.

Pertanyaan M114

1. Assalamu'alaikum bunda yang caem, aku mau nanya tentang tahajud yang aku denger kalo kita mau melaksanakan tahajud mesti tidur dulu apa benar? Kalo misal kita ndak tidur gimana? syah ndak? yang kedua setelah tahajud biasanya sambil nunggu adzan shubuh selalu tilawah tapi sambil ngantuk, hukumnya gimana ya bund?
Jawab
Ulama berbeda pendapat tentang syarat bisa disebut sholat tahajud, apakah harus tidur dulu ataukah tidak.

a. Tahajud harus tidur dulu
Ini merupakan pendapat Ar-Rafi’i – ulama madzhab Syafii –. Dalam bukunya As-Syarhul Kabir, beliau menegaskan, “Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”

Setelah menyatakan keterangan di atas, Ar-Rafi’i membawakan riwayat dari katsir bin Abbas dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu ‘anhu. Diantara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir mengatakan, Sanadnya hasan, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh, juru tulis Imam Al-Laits, dan Abu Shaleh ada kelemahan. Hadis ini juga diriwayatkan At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah. Dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat jalur sebelumnya.

b. Tahajud TIDAK harus tidur dulu
Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313).

Karena tahajud memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat malam bisa disebut tahajud jika dilakukan setelah bangun tidur atau di waktu banyak orang tidur. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan,
Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

Sebelum Shalat Tahajjud Haruskah Tidur Dahulu?
Shalat Tahajjud atau sering juga disebut Shalat malam merupakan shalat sunat muakkad. Keutamaannya mendekati wajib tetapi bukan shalat wajib. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umatnya untuk mengamalkan shalat ini. Karenanya orang-orang saleh terdahulu menjadikannya sebagai kebiasaan.

Manfaat shalat tahajud juga telah dijelaskan pada Al Quran Surah Al Israa:79 :
”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.”
Shalat malam dan tahajjud sendiri merupakan hal yang sama. Menurut Ibnu Faris : orang yang ber-tahajud adalah orang yang salat di waktu malam.” (Sumber: Fathul Bari, 3:5, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Cet. 1, Thn. 1419 H/1998 M).

Waktu shalat malam adalah setelah sholat ‘isya sampai dengan sebelum waktu sholat shubuh. Dengan demikian, semua shalat yang dilakukan setelah 'isya (di luar shalat sunat rawatib 2 raka'at setelah 'isya) sampai masuknya waktu shubuh, disebut dengan shalat malam. Banyak orang yang beranggapan bahwa untuk tahajjud, kita harus tidur terlebih dahulu. Pernah salah seorang teman saya beropini bahwa tahajjud yang didahului tidur lebih afdhol karena dia berusaha lebih keras untuk bangun melawan godaan dan beribadah tidak terganggu oleh kantuknya. Anggapan ini kurang tepat karena tidur bukanlah 'keharusan' atau 'syarat sah'nya tahajjud. Rasulullah salallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri." [HR. Bukhari 205, Muslim 1309]
Tidur terlebih dahulu adalah anjuran, bukan keharusan, karena waktu utama tahajjud adalah 1/3 terakhir malam agar kita tidak mengantuk dan kepayahan. Namun, semampu kita, tidur ataupun tidak tidur terlebih dahulu, shalat malam adalah ibadah yang sangat direkomendasikan karena banyak sekali keutamaannya.

Pernah Abu Bakar berselisih dgn Umar masalah shalat tahajud itu musti tidur dulu atau tidak. Keduanya kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menceritakan masalahnya, yaitu bahwa Abu Bakar suka bertahajud tanpa tidur dulu, sedangkan Umar tidur dulu. Rasulullah hanya menjelaskan bahwa Abu Bakar adalah orang yg hati-hati (karena gak pengen tahajudnya terlewat), sedangkan Umar yg tidur dulu itu adalah orang yang kuat.

Suatu hari nanti di Padang Mahsyar, Allah akan menanyakan pada umat manusia, siapa golongan orang-orang yang jauh perut dari tempat tidurnya di waktu malam (maksudnya orang-orang yang rajin shalat tahajjud). Maka golongan ini menyisih dari orang banyak, tidak menjalani penghisaban. Sedangkan umat yang lain melanjutkan untuk dihisab.  Semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya.

Pertanyaan M115

1. Assalamualaikum ustadzah. Aku mau nanya. Bagaimana kiat-kiat mudah dalam menjalani solat tahajud dan bagaimana pula menimbulkan rasa ikhlas dalam mengerjakannya tanpa rasa beban ? Syukron bunda..
Jawab
Tips bisa bangun malam

  • Azam yang kuat untuk bisa bangun malam. Karena orang yang sudah niat jika sampe ga bisa bangun dihitung sedekah.
  • Mengatur aktivitas siang hari jangan over harus ada kontrol.
  • Hindari makan yang berat sebelum tidur
  • Pasang alarm sebelum tidur
  • Membuat program tahajud bersama. Maksudnya saling dukung sesama anggota keluarga.
  • Menghindari maksiat di siang hari
2. Apa maksudnya ibaadurrahman bun?
Jawab
Hamba yang disayangi Allah

Pertanyaan M116

1. Tadi disebutkan sahabat Nabi syadad bin Aus shalat sebelum tidur. Dan saya pernah baca di salah satu buku bahwa ada sahabat lain sperti Abu Bakar yang shalat tahajud tanpa tidur lebih dulu, mana kah pendapat atau dalil yang kuat karena ada yang menyebutkan QL harus diawali tidur dulu dan pendapat lainnya mengatakan tidak harus tidur dulu?
Jawab
Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

2. Sholat sunat biasanya kan dilakukan sendirian, apa ada pengecualian untuk sholat tahajud bisa dilakukan berjamaah ustadzah? 
Jawab
Bisa sekali... Rasulullah juga pernah berjamaah dengan Aisyah

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 01 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Whatsapp (Link Nanda 2)