MAGNET HATI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 2, 2015

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH TA'ALA

Group : M106 Nanda HA
Asatidz : Ustadzah Runie
Tema : Magnet Hati
Tanggal : 2 Juni 2015
Notulensi : Afri Welly

Akhwatifillah rahimuhullah,
Tidak ada seorang pun, ketika Allah menciptakannya, kecuali pasti memiliki potensi nenerima dan menolak. Bila tidak memiliki point tersebut berarti ia telah kehilangan dirinya, kehilangan rahasia wujudnya. Laiknya seperti pohon kering yang daun-daunnya berguguran, tidak menghijau dan tidak hidup. Atau seperti pohon yang tidak berbuah, hidup tapi seperti mati. Ia tidak punya pengaruh dalam kehidupan karena hanya dapat mengambil tetapi tidak dapat memberi.

Ada sejumlah orang yang bukan nabi juga bukan syuhada, tetapi kedudukannya di sisi Allah membuat para nabi dan para syuhada iri hati. Siapakah dia? Mereka adalah orang-orang yang dapat menyingkap rahasia Allah dalam dirinya; dalam seluruh indranya, telinga, mata dan hati. Orang-orang yang dapat membangkitkan dan "memeranginya" dengan ibadah dan ketaatan sehingga menyala dan berkobar-kobar.

Dari dalam jiwa dan dan hatinya muncul luapan gelombang yang mampu mengharu biru hati manusia sehingga menjadikannya lunak di hadapan Allah Swt. Hati dan perasaan menjalin hubungan yang harmonis, dan tak dapat diungkapkan dengan kata kata, namun kita dapat merasakan kebahagiaan dengannya. Ia menjelma menjadi "magnet" yang dapat menarik ruh dan hati.

Inilah orang-orang yang terjaga hatinya dengan syukur, sabar sehingga Allah selalu memberikan petunjukNya.
"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalia ."  (Al Anfal:24)
Sementara orang orang yang kering hatinya dan berkarat jiwanya, telah Allah nyatakan,
"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu batu itu sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya, dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali kali tidak lengah dari yang kalian kerjakab." (Al Baqarah:74)
Dari ayat ini dijelaskan bahwa batu itu sensitif bahkan ia meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Tetapi kita tidak memiliki peralatan yang dapat membuka rahasia, bagaimana batu itu dapat sensitif?

Bila batu saja sensitif, gemetaran dan melekat satu sama lain karena takut kepada Allah, lalu bagaimana dengan manusia yang banyak diberikan oleh Allah kenikmatan yang besar, sperti akal, perasaan dan hati sebagai tempat penitipan rahmat.
Allah berfirman,
"Berkata Musa, 'Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (Thaha:25-28)
Wallahu'alam bishowab

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT