Home » , , , » MENGISI 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN

MENGISI 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 30, 2015

Segala puji bagi Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya. Mari kita buka diskusi ini dengan membaca Al-Basmallah
Allah Swt, berfirman, “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (Qs. Al-Qashas [28]: 68). 
Allah telah memilih sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan dari seluruh hari-hari yang ada pada setiap bulan dan mengkhususkannya dengan berbagai fadhilah (kelebihan) serta pahala yang besar. Maka Rasulullah saw pun berusaha sekuat tenaga untuk beramal lebih banyak daripada hari-hari yang lain. 
Aisyah ra berkata, "Rasulullah saw bermujahadah (lebih giat ibadah) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan tidak seperti hari-hari lainnya." (HR. Muslim)
Pada sepuluh hari terakhir tersebut Rasulullah saw selalu menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai macam ibadah seperti shalat dan dzikir serta membaca Al-Qur’an. 
Aisyah ra berkata; “Bahwa Rasulullah saw apabila telah memasuki 10 (sepuluh) hari terakhir maka beliau menghidupkan waktu malam (dengan ibadah), membangunkan keluarganya dan bersunggung-sungguh dalam beribadah dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw membangungkan keluarganya pada malam-malam tersebut untuk shalat dan berdzikir demi menjaga diri untuk menghindari perbuatan selain ibadah. 
Ibnu Rajab berkata, “Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan satu pun dari keluarganya yang mampu untuk bangun malam untuk dibangunkan pada 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan.”
Adapun arti dari mengencangkan sarung merupakan kiasan untuk meninggalkan jima dan menggauli isteri dengan beribadah sekuat tenaga. Suatu kebiasaan Rasulullah saw adalah melestarikan iktikaf pada hari-hari tersebut sampai beliau dipanggil oleh Allah Swt ke hariban-Nya. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yaitu sebagaimana dikatakan oleh Aisyah ra.,
“Sesungguhnya Rasulullah saw selalu beriktikaf pada 10 (sepuluh) hari terakhir dari Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian pada istri beliau melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semua itu Rasulullah lakukan demi melakukan ibadah, bagian dari menyibukan diri dengan mengingat Allah, dan mendapatkan fadhilah Lailatul Qadar yang merupakan sebuah malam yang agung dan diberkati dimana Allah Swt., menjadikan amalan pada malam tersebut lebih baik daripada amalan seribu bulan. Hal tersebut sebagaimana Firman-Nya, 
“Malam Lailatul Qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 3)
Pada malam tersebut ditetapkan seluruh takdir seluruhnya, ditentukan di dalamnya kehidupan dan kematian, kebahagiaan dan kesedihan serta ajal dan rezeki, sebagaimana dijelaskan oleh Allah Swt, 
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-dzukhan: 4)
Allah Swt merahasiakan hari (malam) tersebut dari hamba-hambanya supaya hamba-hambanya lebih memperbanyak ibadah dan berusaha lebih keras dalam beramal sehingga akan terlihat orang-orang yang bersungguh-sungguh mengharapkannya dan selalu menjaga ibadahnya. Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar menjaga diri dan bersungguh-sungguh ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, maka dia tidak akan peduli dengan segala keletihan dan keringat yang mengalir dalam menggapai maksud tersebut (mendapatkan Lailatul Qadar).

Malam Lailatul Qadar ini merupakan malam yang agung dimana kemunculannya terdapat pada 10 (sepuluh) hari terakhir bulan Ramadhan sebagai dijelaskan dalam hadis shahihain dimana Rasulullah saw., bersabda, “Carilah ia pada 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadhan, Lailatul Qadar ada pada sisa 9 (sembilan) malam terakhir, 7 (tujuh) malam terakhir, 5 (lima) malam terakhir.”

Hal tersebut bisa terjadi pada 7 (tujuh) malam terakhir sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra., bahwasannya terdapat salah seorang sahabat Rasulullah saw., bermimpi melihat Lailatul Qadar pada malam ketujuh terakhir. Kemudian Rasulullah saw., bersabda, “Saya melihat mimpi kalian, saya setuju yaitu pada tujuh yang akhir. Maka barang siapa yang hendak mencarinya maka carilah pada tujuh yang terakhir.” (HR. Bukhari). Lalu terdapat riwayat lain yang menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terdapat pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan sebagaimana hadis Rasulullah dari Ibu Umar yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

Wahai saudaraku seiman, marilah kita menjaga ibadah kita dengan mengikuti jejak Nabi Kita Muhammad saw., dan senantia berusaha sekuat tenaga untuk beribadah pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan untuk mendaptkan fadhilah dan keutamaan dari Allah Swt. Marilah kita perbanyak doa, dzikir dan shalat serta merendahkan diri di hadapan Allah Swt., khususnya dengan berdoa sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw., kepada Aisyah ra., ketika ia bertanya; “Wahai Rasulullah, doa apa yang harus aku pajatkan ketika aku menemukan Lailatul Qadar?" Maka Rasulullah saw., bersabda; 
“Katakanlah: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي (Ya Allah sesungguhnya engkau Maha pengampun, menyukai pengampunan maka ampunilah aku).” (HR. Ahmad)
Silahkan dibaca & dipelajari yaa nanda. Taffadhol jika ada yang ingin di diskusikan

TANYA JAWAB

Pertanyaan M109

1. Baiknya untuk wanita menghidupkan 10 malam terakhir di rumah atau itikaf?
Jawab
Apabila bisa iktikaf di mesjid Maka iktikaf di mesjid lebih baik. Dengan catatan tidak sedang haidh.

Pertanyaan M110

1. Assalamu'alaikum ustadz, mau tanya apakah i'tikaf harus dilakukan di dalam mesjid saja, atau boleh di mushola atau bagaimana & apa yang kita rasakan apabila kita mendapatkan malam lailatul qodar? Jazakalalh atas penjelasannya ustadz
Jawab
Iktikaf merupakam ibadah berdiam di masjid dengan berniat untuk iktikaf.

2. Assalamu'alaikum, apakah boleh seorang wanita melakukan i'tikaf juga jika boleh di manakah tempat yang lebih utama? Syukron
Jawab
Wanita boleh beriktikaf. Buktinya Para istri nabi pun beriktikaf. Iktikaf merupakan Ibadah yang dilakukan di masjid.

3. Assalamualaikum ustadz jika pada  10 mlm terakhir romadhon itu seorang wanita sedang  udzur (haid), kan ngga bisa sholat sama tilawah tuu. Terus ibadah apa yang harus kita kerjakan untuk meraih malam lailatul qadar?
Jawab
Wa'alaikusalam wr. Wb. Caranya dengan menghidupkan malam lailatul Qadar sbb
a. Membaca Al-Quran Tanpa menyentuh mushaf atau mengulangi hafalan bagi yang hafal.
b. Berdzikir yang banyak.
c. Memperbanyak istighfar.
d. Memperbanyak doa.
e. Membaca doa yang diajarkan Rasulullah Pada Aisyah.

Pertanyaan M111

1. Kenapa kadang susah sekali bangun sahur? Padahal bisa bangun tahajud jam 12, karena masih lama dengan sahur, lanjut tidur. Bangun tidur dengan iringan adhan subuh. Apakah itu karena dosa saya yang terlalu banyak, sampai tak bisa merasakan nikmatnya sahur ?
Jawab
Mungkin ukhti belom terbiasa. Apabila Kita sudah membiasakan diri dengan tanda kutif membiasakan diri untuk bangun sahur. Maka Kita akan terbiasa.

Pertanyaan M112

1. Mau tanya, pernah dengar kalau setelah datang nya malam lailatul qadar, esok pagi nya ada tanda-tanda setelahnya. Benarkah? Dan apa tanda-tanda tersebut?
Jawab
Berdasarkan hadis rasulullah bahwa malam Lailatul Qadar terjadi Pada 10/7 hari terakhir bulan Ramadhan. Adapun malam tersebut dirahasiakan oleh Allah. Namun demikian terdapat bwberapa tanda yang bisa jadi pegangan diantaranya:
a. Pagi hari malam lailatul qadar matahari terbit tidak menyilaukan seperti bejana Jingga meninggi (HR. Muslim)
b. Bulan terbit berbentuj setengah bejana yang artinya terjadi di akhir bulan Ramadhan.
c. Malamnya Indah cerah, tidak Panas dan tidak dingin.

Pertanyaan M113

1. Ustadz mau tanya apa benar kalau malam Lailatul qodar tu di malam yang ganjil dan pada malam jumat?
Jawab
Dalam hadis nabi sebagimana saya kutip Pada tulisan di atas dijelaskan bahwa malam lailatul qadar Ada Pada 10/ 7 hari terakhir di malam ganjil.

Pertanyaan M115

1. Tangisan yang bagaimana yang membatalkan puasa?
Jawab
Tangisan yang berlebihan...

Pertanyaan M116

1. Ustadz apa tanda bagi orang yang mendapatkan malam lailatul qadar? Satu lagi ya ini lebih menyangkut ke masalah pribadi. Setiap orang pasti ingin mendapatkan malam mulia itu tapi ustadz adakah solusi atau tips bagi orang yang kerja malam full pagi biar bisa tetap bisa mengerjakan amalan lain sehingga ia tidak kehilangan kesempatan buat mendapatkan malam mulia tersebut? Syukron ya ustadz
Jawab
Tanda orang yang mendapatkan lailatul qadar... Ia merasakan ketenangan hati, kelapangan Dada dan kelezatan iman
Caranya dengan menghidupkan malam lailatul Qadar sbb
a. Membaca Al-Quran Tanpa menyentuh mushaf atau mengulangi hafalan bagi yang hafal.
b. Berdzikir yang banyak.
c. Memperbanyak istighfar.
d. Memperbanyak doa.
e. Membaca doa yang diajarkan Rasulullah Pada Aisyah.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 30 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Dudi Kurniawan 
Tema : Kajian Ramadhan
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!