Home » , , , » PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 16, 2015

Saudaraku seiman yang saya cinta karena Allah SWT, tidak terasa bulan suci, bulan magfirah, bulan penuh rahmat, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat lailatul qadr yang dinanti-nati sudah dihadapan mata. Hanya hitungan hari menuju bulan mulia itu. Karena kemuliaan dan spesialnya bulan tersebut maka sudah seharusnya kita sebagai ummat Islam mempersiapkan diri dan keluarga.

Persiapan disini kami maksud bukan hanya menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal untuk bekal di bulan Ramadhan. Tujuan mempersiapkan bekal ini bermaksud untuk mengoptimalkan ibadah kita pada bulan yang didalamnya terdapat malam lebih dari 1000 bulan. Ada beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, Persiapan Ruhiyah. Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata,
“Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).
Ibadah lain juga harus dipersiapkan seperti perbanyak tilawah, qiamulail, shalat fardhu bejamaah di masjid, al-ma’tsurat kubra pagi dan petang. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Sya’ban kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa warming up sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu sudah menjadi hal yang biasa. Orang sadar maupun yang tersadarkan memahami bahwa mempersiapkan keimanan itu bukan hanya pada bulan Sya’ban ini saja. Tetapi dipersiapkan disetiap hari, namun pada momentum ini diharapkan untuk meningkatkan persiapannya. Bulan Sya’ban ini juga bisa dikatakan sebagai bulan batu loncatan untuk optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Kedua, Persiapan Jasadiyah. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Ketiga, Persiapan Maliyah. Persiapan harta ini bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

Keempat, Persiapan Fikriyah. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata:
“Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
Oleh karena itu, ketika orang mau beramal tentulah harus mempunyai ilmu, jika tidak bisa-bisa akan menjadi banyak kerusakan. Cara untuk mempersiapkan ini antara lain dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.
Demikian tips persiapan untuk menyambut bulan ramadhan, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam bishawab

TANYA JAWAB

Pertanyaan M10

1. Di bulan ramadhan mana yang harus didahulukan. Khatam tilawah berkali-kali (misal 6x khatam) atau murajaah, agar hapalan tidak hilang. Syukron..
Jawab

Tilawah dan murojaah bisa seiring sejalan ambil optimalnya aja.

2. Mengucap maaf ke semua orang sebelum masuk bulan ramadhon sesuai sunah rosul kah ustadz?
Jawab

Minta maaf sebelum Romadhon hukumnya boleh.

Pertanyaan M11

1. Saat tarawih di Musholla/Masjid selalu diiringi dengan suara ribut dari anak kecil walau sudah diingatkan masih tetap sama ributnya. Tapi bagaimana ya ustad kan sholatnya jadi ga khusyu. Bagaimana dengan orangtunya, saya pernah dengar kalau anak kita mengganggu sholat (berisik dll) maka orangtunya akan dapat dosanya.. betulkah?
Jawab

Orangtuanya ga dosa, kita kudu bisa khusyu walaupun ga ada anak kecil, jangan salahin anak kecilnya salahkan sendiri kenapa ga khusyu?

2. Assalamu'alaikum, Saya biasa berjama'ah di masjid A, namun bila tarawih di masjid A tsb. 23 rakaat, dengan gerak dan bacaan yang cepat dan jama'ah tarawihnya bila sudah 8 rakaat banyak yang pulang , dan saya kurang nyaman dengan keadaan tersebut. Tahun yang lalu saya jamaah tarawihnya di masjid B, yang agak jauh dari rumah, dengan 11 rakaat, tuma'ninah, dan lebih tertib jama'ahnya, namun tidak bisa bersama suami ke masjid nya, karena suami tetap berjamaah di masjd A. Apakah yang saya lakukan ini sudah benar , pak ustadz ?
Jawab
Sebaiknya istri ikut suami. Kalau kaga sholat dirumah aja taraweh nya.

Pertanyaan M15

1. Assalamualaikum pak ustadz saya mau tanya kan mau puasa gimana menghadapi saudara kita yang tidak mau menegur sapa sama saudaranya sendiri
Jawab

Ya hadapi aja emang mau dibelakangi? tetap berbuat baik aja tetap menyapa dan beri hadiah.

2. Ustadz, sebelum memasuki bulan Ramadhan  dianjurkan untuk meminta maaf kepada orang lain, bolehkah meminta maaf secara global melalui sosial media,FB, broadcast sms, whatsapp, bbm atau via telpon karena tidak bisa bertemu langsung?
Jawab

 Boleh. Tapi kalau ketemu minta maaf lagi.

Pertanyaan M16

1. Perusak amal di sini maksudnya apa saja?
Jawab
Amal yang tidak ikhlas atau karena tidak sempurna dalam pelaksanaan nya. Contoh nya yang umum diketahui yang membatalkan puasa itu makan minum dan hubungan pasutri. Nah dia merokok kan jadi rusak amalnya karena termasuk juga membatalkan puasa. Atau niat ingin dipuji calon mertua dia puasa. Demikian

2. Bagaimana kalau taraweh berjamaah dirumah dengan suami dan anak-anak apakah ada perbedaan dengan mesjid dengan pahalanya atau amal ibadahnya?
Jawab

Ada. Di masjid lebih banyak pahalanya terutama buat suami. Wajib sholat wajibnya di masjid.

3. Ustad mau nanya di saya itu tarawih nya 4 rakaat 1 kali salam + 4 rakaat 1 kali salam dan + witir 3 bolehkah seperti itu?
Jawab
Boleh. Saya kadang ikut yg 4+4+3 itu.

Pertanyaan M17

1. Bagaimana hukumnya itikaf buat kaum wanita? Kalo tidak boleh,  adakah ibadah pengganti yang setara dengan  itikaf?
Jawab
Hukumnya sunnah. Pengganti i'tikaf tidak ada...tapi beramal dan berdzikir aja dirumah...baca Quran dsbnya.

Pertanyaan M19

1. Bolehkah saya tidak melaksanakan tahajud tapi hanya niat melaksanakan sholat tarawih + witir di bulan Ramadhan? Karena punya pandangan sholat tarawih adalah sholat tahajud yang istimewa khusus di bulan ramadhan.
Jawab
Boleh. Tapi kalau bisa sholat tahajud sebelum sahur sholat aja lagi lebih bagus, banyakin ibadah di romadhon ini ya.

2. Assalamu'alaikum, berhubungan dengan ramadhan, mau tanya untuk sholat witir. Biasa kita stlah tarawih langsung witir. Pertanyaannya "Bagaimana kalo kita akan tahajud, masih boleh sholat witir kah? Atau di tarawih kita ga pakai witir lagi? Karena setau ana sholat witir adalah shlat penutup dan dilakukan hanya 1 kali dalam 1 malam.
Jawab
Iya kelewatan ya, maaf ya kalau dah sholat witir tidak witir lagi tapi tahajudnya boleh nambah tanpa witir

3. Ustadz tolong penjelasannya donk mengenai sholat taraweh sebenarnya sholat taraweh itu lebih baik yang 8 raka'at atau yang 20 raka'at?
Jawab
Lebih baik adalah yang paling banyak dan paling tuma'ninah dan khusyu. Rosulullah terbiasa 8rakaat yang panjang dan khusyu. Kalau kita sesuaikan kemampuan kita aja. Minimal 8 rakaat...maksimalnya sebanyak banyaknya mumpung banyak pahala usahakan tumaninah menjalankannya.


Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 16 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Kaspi Nur
Tema : Fiqh
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT