Home » , , , » PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

PERSIAPAN MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 3, 2015

Saudaraku seiman yang saya cinta karena Allah SWT, tidak terasa bulan suci, bulan magfirah, bulan penuh rahmat, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat lailatul qadr yang dinanti-nati sudah dihadapan mata. Hanya hitungan hari menuju bulan mulia itu. Karena kemuliaan dan spesialnya bulan tersebut maka sudah seharusnya kita sebagai ummat Islam mempersiapkan diri dan keluarga.

Persiapan disini kami maksud bukan hanya menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal untuk bekal di bulan Ramadhan. Tujuan mempersiapkan bekal ini bermaksud untuk mengoptimalkan ibadah kita pada bulan yang didalamnya terdapat malam lebih dari 1000 bulan. Ada beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, Persiapan Ruhiyah. Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, 
“Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).
Ibadah lain juga harus dipersiapkan seperti perbanyak tilawah, qiamulail, shalat fardhu bejamaah di masjid, al-ma’tsurat kubra pagi dan petang. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Sya’ban kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa warming up sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu sudah menjadi hal yang biasa. Orang sadar maupun yang tersadarkan memahami bahwa mempersiapkan keimanan itu bukan hanya pada bulan Sya’ban ini saja. Tetapi dipersiapkan disetiap hari, namun pada momentum ini diharapkan untuk meningkatkan persiapannya. Bulan Sya’ban ini juga bisa dikatakan sebagai bulan batu loncatan untuk optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Kedua, Persiapan Jasadiyah. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Ketiga, Persiapan Maliyah. Persiapan harta ini bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

Keempat, Persiapan Fikriyah. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan.
Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
Oleh karena itu, ketika orang mau beramal tentulah harus mempunyai ilmu, jika tidak bisa-bisa akan menjadi banyak kerusakan. Cara untuk mempersiapkan ini antara lain dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.

Demikian tips persiapan untuk menyambut bulan ramadhan, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam bishawab.

Tanya Jawab

1. Pertanyaan klasik, jin setan dibelenggu saat ramadhan tapi manusia yang puasa sekalipun masih saja bermaksiyat. Gimana itu, setannya sudah menyatu atau gimana?
Jawab
Bu Lina karena hawa nafsu

2. Saat ramadhan adalah bulan bonus banjir pahala untuk segala kebaikan. Kalau kita berbuat dosa apakah balasannya juga berlipat?
Jawab
Iya berlipat-lipat juga.

3. Tentang hadist : Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan syaban , dan bahwa Beliau SAW berpuasa penuh pada bulan ramadhan. Itu maksudnya gimana?
Jawab
Maksudnya Rosulullah banyak puasa di bulan syakban (sebelum romadhon) kalau Romadhonnya sebulan penuh puasa kan wajib hukumnya.

4. Apakah puasa sunnah yang dimaksud dalam hadist dari Aisyah ra dan puasa sebulan penuh  (HR Bukhari) itu adalah puasa sunnah senin kemis dan puasa tengah bulan saja secara full yang total jumlah harinya jadi 11 hari (4 kali senin dan kamis plus 3 hari tengah bulan). Kalo ini yang dimaksud, berarti pada bulan syaban Rasulullah puasa sunnatnya full tiap minggu senin kamis , semntara pada bulan-bulan lain tidak full (mungkin cuma 2 mg atau 3 mg). Apakah pemahaman saya ini benar?
Jawab
Dalam riwayat lain kadang beliau saw full puasa bulan syakban kadang tidak puasa...karena hukumnya sunnah...jadi jangan menghitung hari.

5. Atau apakah yang dimaksud dengan "shaum sunnah lebih banyak" itu adalah shaum daud plus shaum tengah bulan  yang jumlah total harinya jadi 16 hari dalam sebulan ? Kalo iya, apakah ini berarti khusus pada bulan syaban Rasulullah melakukan shaum Daud?
Jawab
Wallahu alam....perkiraan boleh saja namun bukan ukuran jadi kita bahkan boleh berpuasa (niat puasa) ketika tidak ada makanan misalnya dirumah atau pagi pagi tiba tiba pengin niat puasa itu boleh dilakukan. Walaupun bukan senin atau kamis

6. Iya Tad saya ngitung hari karena dalam hadist itu ada kata "puasa lebih banyak". Pas dihitung kalo puasa daud memang totalnya lebih banyak daripada puasa senin kemis plus puasa tengah bulan. Jadi saya mikir apakah ini yang dimaksud dengan puasa lebih banyak? Yaitu puasa daud khusus di bulan sya'ban. Ternyata belum tentu ya. Jadi dibanyakinnya dengan puasa sunat yang bukan senin kamis itu ya? Niatnya puasa apa kalo gitu Tad?
Jawab
Namanya puasa mutlak. Berkata Syeikh 'Athiyyah Muhammad Salim rahimahullah:

والنافلة قد تكون مقيدة ومطلقة، فمن المقيد بالزمان نجد صيام ست من شوال، يوم عاشوراء، يوم عرفة، الإثنين والخميس، ثلاثة أيام من كل شهر، ومن الصوم المطلق قوله عليه الصلاة والسلام: ( من صام يوماً في سبيل الله باعد الله وجهه عن النار سبعين خريفاً )، أي يوم كان بدون تحديد.

"Ibadah nafilah (dianjurkan) ada yang muqayyad (terikat) dan ada yang bebas, diantara ibadah yang terikat dengan waktu: puasa 6 hari di bulan syawwal, puasa 'Asyura, puasa Arafah, puasa senin kamis, puasa 3 hari setiap bulan. Dan termasuk puasa mutlak adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka, sejauh tujuh puluh tahun", yaitu hari apa saja tanpa ditentukan. (Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyyah, hadist ke 29)

Hadist yang beliau sebutkan diriwayatkan oleh Al-Bukary dan Muslim. Dilarang mengerjakan puasa mutlak di hari-hari yang haram berpuasa, seperti 2 hari raya dan hari-hari tasyriq, atau di hari-hari yang makruh berpuasa seperti pada hari jumat kecuali diiringi puasa sebelumnya atau sesudahnya.
Wallahu a'lam.

7. Ustadz, kalo mandi junub itu ga harus keramas yaa? Afwan nanyanya yang beginian 
Jawab
Ga harus keramas, intinya adalah menyiramkan air keseluruh tubuh dari kepala sampe kaki...termasuk lubang lubang alami yang terjangkau air sela sela dan lipatan lipatan. Keramas kan proses menyampo rambut jadi ga harus sampoan tapi seluruhnya basah.

8. Pak ustadz, masjid ditempat saya kan klo sholat tarawih itu targetnya 1 juz, nah kadang saya kalo bacaannya yang terlalu panjang pikiran saya suka kemana-mana caranya biar tetap khusyu gimana ya ustadz? Susahh bangettt. Apalagi kalo siangnya ustadz abis ngisi kajiann, lucu lagi... saya jadi senyum sendiri
Jawab
Ya harus berusaha bu, kendalikan fikiran nya ketika ngelantur balikin lagi terus demikian khusyu adalah proses. Kalau para sahabat dulu....mereka khusyu sampai ketika akan mencabut anak panah yang nancep abis perang itu dalam keadaan sholat.....ga berasa.

9. Tanya Stadz, kalau ada yang puasa di hari lahirnya, hukumnya apa tuh?
Jawab
Hukum nya jadi haram bu.

10. Kalo kita punya keinginan terus puasa supaya keinginannya terkabul boleh ga tadz?
Jawab
Boleh tapi puasa nya yg ada dalilnya spt senin kamis atau 13-14-15....

11. Kalo puasa nadzar gimana ustadz?  Misalkan bernadzar kalo nilai ujiannya bagus maka setelah pengumuman akan puasa. Misal selama 3 hari atw seminggu.
Jawab
Itu jadi wajib. Harus dilaksanakan

>Kalo nadzar nya baik wajib di laksanakan....tp kalo nadzar yg jelek tdk boleh di laksanakan ya tadz?
Jawab
Iya bu,nadzar ga boleh yg jelek....misalnya kalau anak saya lulus saya mau kelitikin gajah sampe tertawa geli...ini ga bagus....jangan nadzhar spt itu. Tapi yg baik aja...misalnya kalau anak saya lulus saya mau sodakoh 1000 rupiah untuk fakir miskin...

12. Pa ustad, kalo shalat tarawih yang sesuai sunnah Rasul (yang hadistnya lebih kuat ) apkah 11 rakaat atau 23 rakaat? Setahu saya 11 rakaat   Apakah betul? Kalo betul, tapi mesjid di dekat rumah menganut yang 23 rakaat. Kalo begitu baiknya gimana?apakah saya kebih baik :
a. Tarawih di mesjid 23 rakaat pokonya ikuti imam?
b. Tarawih sendiri aja 11 rakaat di rmh?
c. Tarawih di mesjid 8 rakaat lalu pulang dan sisanya witir 3 rakaat di rmh.?
d. Pilihan a,b, c semuanya benar?
Pilihan mana yang benar pa?
Jawab
pilih salah satu aja sesuaikan dg kondisi ibu dan lingkungan. Kalau pilih semuanya ibu repot sendiri toh?

>Sama-sama sesuai sunnah?
Jawab
Tarawih itu sunnah Rosulullah hanya 3 hari berjamaah di masjid selebihnya dirumah. Umar R.A. mengumpulkan sahabat dan tabiin berjamaah tarawih....kalau begitu ibu dirumah aja gapapa. Ga harus berjamaah perempuan mah. Tapi sesekali ke masjid juga gapapa....apalagi jika dianggap aneh sendiri....ke masjidlah biar bersosialisasi...tapi izin suami dulu.

13. Kalo untuk sholat fardlu  buat perempuan mana yang lebih utama/ lebih besar pahalanya? Sholat jamaah di masjid atau sholat sendiri di rumah? Atau sholat fardlu ke mesjid memang hanya diwajibkan buat laki-laki saja?
Jawa
Dirumah aja...silahkan cari dalilnya. Tapi jika mau ke masjid juga boleh jika tidak ada kekhawatiran fitnah.

14. Ustadz nanya nich Kalo iktikaf untuk wanita bagaimana padahal kan tempatnya dimasjid apalagi kalo masjidnya jauh pasti banyak kendalanya misal harus ijin suami dan harus ada yang menemani bila jauh sehingga kalo seperti ini kemungkinan kecil wanita bisa mendapat lailatul qodar. Syukron ustdz..
Jawab
(masih single ya?)...lailatul qodar ga hanya yang dimasjid yang dapet, yang dirumah juga bisa dapet yang penting ibadahnya dimalam itu bukan tidur doang yang ga itikaf juga insyaAllah bisa dapet. Terkait itikaf kalau dah punya suami ya sama suaminya dong itikaf kalau masih single kan bisa ajak kawan kawannya yg single juga itikaf ramai ramai...Kalau kami dulu....(insyaAllah romadhon ini juga) itikaf sekeluarga....pulang jelang lebaran....bayi kami juga ikut karena masih nyusu..seru itikaf di cianjur...ada banyak keluarga. Mungkin masih nyari seru seru nya belum khusyu nya....proses

Baiklah kita tutup dng Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.   

-----------------------------------------------
Rekap Kajian Online Hamba Allah ( HA Ummi M4)
Tanggal   : Rabu/ 03 Juni 2015
Pemateri : Ust. Kaspin
Admin      : Bd. Mien

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT