PERSIAPAN RAMADHAN (ANDAI YANG TERAKHIR)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 16, 2015

اللّهُ  Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya. Dimana  اللّهُ  Ta’ala berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang  اللّهُ  Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam. Sungguh  اللّهُ  Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu musim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Lebih lanjut, Syaikh Abdur Rahman as-Sa’di menjelaskan unsur-unsur takwa yang terkandung dalam ibadah puasa, sebagai berikut:

- Orang yang berpuasa (berarti) meninggalkan semua yang diharamkan  اللّهُ (ketika berpuasa), berupa makan, minum, berhubungan suami-istri dan sebagainya, yang semua itu diinginkan oleh nafsu manusia, untuk mendekatkan diri kepada  اللّهُ  dan mengharapkan balasan pahala dari-Nya dengan meninggalkan semua itu, ini adalah termasuk takwa (kepada-Nya).

- Orang yang berpuasa (berarti) melatih dirinya untuk (merasakan) muraqabatullah (selalu merasakan pengawasan  اللّهُ  Ta’ala), maka dia meninggalkan apa yang diinginkan hawa nafsunya padahal dia mampu (melakukannya), karena dia mengetahui  اللّهُ  maha mengawasi (perbuatan)nya.

- Sesungguhnya puasa akan mempersempit jalur-jalur (yang dilalui) setan (dalam diri manusia), karena sesungguhnya setan beredar dalam tubuh manusia di tempat mengalirnya darah, maka dengan berpuasa akan lemah kekuatannya dan berkurang perbuatan maksiat dari orang tersebut.

- Orang yang berpuasa umumnya banyak melakukan ketaatan (kepada  اللّهُ  Ta’ala), dan amal-amal ketaatan merupakan bagian dari takwa.

- Orang yang kaya jika merasakan beratnya (rasa) lapar (dengan berpuasa) maka akan menimbulkan dalam dirinya (perasaan) iba dan selalu menolong orang-orang miskin dan tidak mampu, ini termasuk bagian dari takwa.

Bulan Ramadhan merupakan musim kebaikan untuk melatih dan membiasakan diri memiliki sifat-sifat mulia dalam agama Islam, di antaranya sifat sabar. Sifat ini sangat agung kedudukannya dalam Islam, bahkan tanpa adanya sifat sabar berarti iman seorang hamba akan pudar. Imam Ibnul Qayyim menggambarkan hal ini dalam ucapan beliau, 
“Sesungguhnya (kedudukan sifat) sabar dalam keimanan (seorang hamba) adalah seperti kedudukan kepala (manusia) pada tubuhnya, kalau kepala manusia hilang maka tidak ada kehidupan bagi tubuhnya”. 
Para salafus soleh senantiasa mempersiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Para Ulama mengatakan,

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ

”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada  اللّهُ  selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan.”

Inilah bukti kerinduan mereka akan perjumpaan dengan bulan Ramadhan. Karenanya, bersiaplah menyambut kehadirannya agar ketika Ramadhan datang kita sudah siap menjalankan kewajiban puasa dan amalan-amalan lainnya yang ada di dalamnya.

1. Pelajari Ilmu-ilmu Syari terkait Ramadhan
--------------------------------------
Agar Ibadah kita di bulan Ramadhan diterima اللّهُ ﷻ  , penting bagi kita untuk mengetahui tentang ilmu-ilmunya. Pelajari tentang fiqih-fiqih di Bulan Ramadhan agar kita bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan benar.

2. Perbanyak Amal Sholeh
-------------------------------
Bersiaplah dengan banyak berpuasa, agar jiwa terbiasa dengan puasa. Lakukan shalat malam. Perbanyak membaca Al Qur’an. Perbanyaklah dzikir kepada  اللّهُ  sebagai pengantar memasuki Ramadhan. Bersedekah dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Sya’ban, semua itu untuk menanam amal shalih di bulan Rajab dan diairi di bulan Sya’ban. Tujuannya agar kita bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan yang sebaik-baiknya. Salah satu yang utama adalah sholat malam. Shalat malam adalah ibadah sunah yang berat untuk dilaksanakan oleh kebanyakan orang. Hal itu karena ia dikerjakan pada waktu malam, di saat fisik manusia tengah menikmati nikmatnya istirahat. Ada dorongan rehat yang sangat kuat, yang membuat kebanyakan orang enggan untuk bangun beribadah. 

Adab-adab tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih:

2.1. Mempersiapkan diri dengan hal-hal yang membantu dan memudahkan untuk bangun malam. Antara lain dengan tidurlah sejenak. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah ﷺ  bersabda:

قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لاَ تَقِيلُ

“Tidurlah kalian sejenak di waktu siang karena sesungguhnya setan itu tidak tidur sejenak di waktu siang.” (HR. Abu Nu’aim Al-Asbahani dalam Kitab Ath-Thib dan Akhbar Ashbahan. Dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah no. 1647)

2.2.  Saat hendak tidur hendaknya ia meniatkan dalam hatinya untuk bangun malam dan melakukan shalat malam. Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda:

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Barangsiapa mendatangi kasurnya dan ia berniat untuk bangun malam dan mengerjakan shalat malam, namun kemudian rasa kantuk mengalahkan kedua matanya, niscaya dicatat untuknya apa yang telah ia niatkan dan tidur tersebut sebagai sedekah dari Rabbnya untuknya.” (HR. Nasai no. 1784 dan Ibnu Majah no. 1344, hadits shahih).

2.3.  Berangkat tidur dalam keadaan suci yaitu dengan berwudhu sebelum tidur atau mandi wajib jika dalam keadaan junub.

2.4.  Tidur dengan berbaring miring ke sebelah kanan.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ وَقُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَهْبَةً وَرَغْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ فَقُلْتُ أَسْتَذْكِرُهُنَّ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ لَا وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Dari Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ  bersabda kepadaku: “Jika engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan tubuhmu, lalu bacalah doa:….” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

2.5.  Melakukan shalat witir sebelum tidur jika khawatir sulit untuk bangun malam

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

Dari Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullahu ﷺ  bersabda: “Barangsiapa khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, maka hendaklah ia shalat witir di awal malam. Adapun barangsiapa berharap untuk bangun di akhir malam, maka hendaklah ia shalat witir di akhir malam, sebab shalat di akhir malam itu dihadiri [oleh Allah Ta'ala dan para malaikat], dan itulah yang lebih utama.” (HR. Muslim no. 755, Tirmidzi no. 455, dan Ibnu Majah no. 1187)

2.6.  Berdzikir dan berdoa sebelum tidur, seperti :

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas sebanyak tiga kali, meniupkannya ke kedua telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh anggota badan.

عَنْ عَائِشَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi ﷺ  jika hendak berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya dan membacakan pada keduanya surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Nas. Beliau mengusap dengan kedua telapak tangannya seluruh anggota badannya yang bisa diusap, dimulai dari kepala beliau, wajah beliau, lalu bagian belakang tubuh beliau. Beliau melakukannya tiga kali. (HR. Bukhari no. 5018 dan Muslim no. 2192)

2.7. Saat bangun malam hendaklah ia mengusap dan berusaha menghilangkan kantuk dari wajahnya, kemudian berdzikir, berdoa dan berwudhu.

2.8. Disunahkan untuk bersiwak (gosok gigi) saat bangun malam dan berwudhu sebelum melaksanakan shalat malam.

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Nabi ﷺ  jika bangun di waktu malam, beliau selalu menggosok mulutnya dengan siwak.” (HR. Bukhari no. 246 dan Muslim no. 255)

2.9.  Disunahkan melaksanakan shalat dua rakaat ringan sebagai pembuka shalat malam.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Rasulullah ﷺ  jika bangun di waktu malam untuk melaksanakan shalat, beliau biasanya mengawali shalatnya dengan melaksanakan shalat dua rakaat yang ringan.” (HR. Muslim no. 767)

3. Perbarui dan Perbanyak Taubat
----------------------------------------
Persiapan lain untuk menyambut Ramadhan adalah taubat. Semoga  اللّهُ   mengaruniakan taubat nasuha kepada kita agar Ia ridha. Karena taubat wajib dilakukan seorang hamba setiap saat. Dimana  اللّهُ  berfirman, artinya:

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada  اللّهُ , hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

4. Agungkan Perintah dan Larangan  اللّهُ
--------------------------------------
Kesiapan seseorang untuk menyambut Ramadhan ditandai dengan sikap enggan terhadap maksiat. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak puasa dan membaca Al Qur’an. Orang yang berakal tidak akan terbayang untuk melakukan maksiat ketika sibuk dengan ketaatan.

5. Latih Kepekaan Pancaindera
-------------------------------------
Biasakanlah pancaindera dengan ketaatan. Latih mata untuk melihat mushaf, hindarkan dari memandang yang haram. Latih telinga mendengar Al Qur’an, mendengar ilmu. Hindarkan dari mendengar  nyanyian-nyanyian haram, ucapan dusta, keji, dan jorok. Biasakan lidah memperbanyak zikir, beramar makruf dan nahi mungkar, berkata jujur dan menyampaikan nasihat kepada kaum Mukmin. Pancaindera harus dilatih sebagai bentuk persiapan, agar ia tunduk kepada Kita pada bulan Ramadhan. Kita pun akan mudah mengendalikannya.

Jika kita beranggapan bahwa ini adalah RAMADHAN TERAKHIRKU, maka lakukan urutan-urutan diatas DOUBLE, TRIPLE atau SEBANYAK BANYAKNYA semenjak masuk tanggal 1 Ramadhan. 
والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

Pertanyaan M01

1. Ustadz.. bagaimana cara memaksimalkan ibadah bulan Ramadhan bagi yang sedang menstruasi. Terkadang sebagian dari kami ada yang merasa kecil hati karena tidak bisa berpuasa dan sholat. Terlebih lagi jika menstruasinya di 10 malam terakhir, dan menstruasinya lama. Apakah dengan dzikir saja itu cukup ustadz? Mohon penjelasannya mengenai cara memaksimalkan ibadah bulan Romadhon bagi yg sedang menstruasi. Dan apa saja yang harus kami lakukan? Syukron..
Jawab
Silahkan dengan membaca Al Quran, Berzikir, Menghapal Surat, melayani kebutuhan suami dan anak anak dstnya. Perempuan haid hanya dilarang, Sholat, Puasa, Tawaf dan Itikaf.

2. Putra saya usia 14 bulan dan masih asi. Saya kepengennya tahun ini bisa puasa tapi dicoba jam 8an gitu perut mulai perih, kepala nggliyeng. Mungkin karena si adek mimiknya masih kuat banget.  Apa saya masih boleh fidyah saja ya? 

Jawab
Di qodho saja setelah ramadhan yaaa

Pertanyaan M03

Assalamualaikum pak ustadz, yang di maksud 2 sholat ringan itu bagaimana ya ?niat nya? Nama sholat nya apa?
Jawab
Bacaannya yang ringan. Surat surat pendek.

2. Assallamualaikum pak ustadz kalo salat witir sekitar jam 4 kurang setelah sholat malam masih boleh kah? Subuh nya jam 4.55
Jawab 
Dipersilahkan.

Pertanyaan M04

1. Biasanya sholat tarawih selalu di akhiri dengan sholat witir. Apakah boleh kita ikut sholat witir berjamaah di masjid tapi masih bangun sholat malam? Ada beberapa jamaah yang tidak ikut sholat witir dalam jamaah dan mereka hanya duduk di antara shaf saat jamaah lain sholat witir setelah sholat tarwih..  Apakah mereka punya dalil sendiri untuk tidak ikut witir dalam jamaah dan bagaimana sebaiknya ustadz. Apa ada dalilnya juga??
Jawab
Witir boleh dikerjakan dimasjid atau nanti pada saat pulang ke rumah. Yang penting adalah dalam semalam hanya ada 1x witir saja

2. Ada suami istri berselisih.. terus udah lama saling diam-diaman. Kata suaminya dalam sms dia sudah tidak ada hubungan dengan si istri dan sudah dia ceraikan tapi mereka masih tinggal satu rumah tapi beda kamar. Nah si istri sudah berkali-kali minta maaf, ngajak ngomong tapi si suami terus diam bahkan jika istri memberi salam suaminnya enggan menjawab. Saat ramadhan mau masuk istrinya juga mengajak suaminya bicara tapi suaminya bagai batu karang katanya..diam aja. Apa sebaiknya dilakukan si istri biarkan suaminya berdosa atau gimana stadz?
Jawab
Coba cari orang yang dituakan dan netral tidak memihak. Gunakan pihak ketiga dari lingkungan saudara tersebut untuk mencari solusi terbaik. Mudah-mudahan saja dengan adanya nasehat yang dituakan bisa mencairkan suasana. Yang harus dilakukan secara pribadi adalah berdoa kepada اللّهُ Ta'ala.

3. Bolehkah kita mencabut gigi waktu puasa, apa mencabut gigi itu bisa membatalkan puasa?
Jawab
Selama bisa dipastikan air yang disemprot tidak memasuki tenggorokan maka tidak apa apa. Lebih baik berhati hati dimalam hari saja.

4. Saya mau tanya poin 2 yang dimaksud sholat ringan itu niatnya apa?
Jawab 
Niat itu tidak dilafazkan dan letaknya di hati. Dalam hati niat sholat saja. Ketika mau berwudhu untuk mau sholat, itu sudah masuk kategori niat.

5. Kalau memarahin anak bisa bikin puasa batal gak?
Jawab
Tidak

Pertanyan M06

1. Ustad yang dimaksud mengusap bagian belakang beliau,, itu bagian mana ya ustad? dan yang dimaksud pada poin 2.9 disunahkan melaksanakan shalat dua rekaat ringan sebagai pembuka shalat malam, itu bagaimana ustad, sholat apa kah dan shalat malam nya itu shalat apa ustad biasanya saya lgsg shalat tahajut,taubat gitu ustd..
Jawab
Yang mengusap itu yang mana...? Yang Rasulullah ﷺ baca 3 Qul...? Itu seluruh badan sejauh jangkauan tangan. Itu proses rangkaian juga dalam sholat tahajud. Kan boleh saja lebih dari 2 rakaat kan

2. Ustadz mau tanya kalau bulan Ramadhan kita sudah melaksanakan qiyamulail taraweh dan witir, bagaimana kalau kita mau tahajjud, apa witir lagi ustadz? dan apakah Rasulullah melaksanakan tahajjud juga kalau dibulan Ramadhan?
Jawab 
Boleh tahajud tanpa witir

3. Bagaimana pengaturan waktu untuk shalat tahajjud. Setahu saya ada beberapa pendapat
a. Sebelum tidur boleh tahajjud
b. Shalat isya, kemudian tidur dan tahajjud Setelah tidur
c. Tidur, kemudian bangun malam, baru kemudian isya dan tahajjud.
Jawab
Jika khawatir tertidur maka sholat saja. Masuk kategori sholat malam atau qiyamul lail

Pertanyaan M10

1. Assalamualaikum ustadz.. Kadang kita sadar akan dosa-dosa kita beristigfar sesering mungkin, keinginan taubat selalu terucap. Tapi kadang hati masih gundah, sholat belum khusyuk, Sering marah , Bangun malam masih susah meski niat sudah ada. Kenapa bisa begitu ustadz? Apa yang harus dilakukan agar hati benar-benar bisa tertata. Berpasrah pada Allah ta'ala?
Jawab
Ini hanya masalah kebiasaan. Ibadah itu perlu MOTIVPAKSA dari diri sendiri sehingga menjadi TERBIASA.

2. Ustad sebagaimana  semua tahu bulan ramadhan smuanya pada repot dengan urusan-urusan buka puasa.. prsiapan lebaran dll. Kadang waktu ibadah malah tersita. Mohon dijelaskan ustad gimana ya cara mengatur waktunya, syukron jazakalloh sblmnya..
Jawab 
Boleh boleh sajaa, asalakan berimbang pembagiannya. Coba focus persiapan buka bersama, lebaran di minggu 1 dan 2 saja, minggu 3 dan 4 kita bisa focus ibadah dan itikaf jadinya. Time management aja yaa

Assalamualaikum Ustadz bagaimana tata cara membayar fidyah? Boleh kah di bayar langsung d akhir ramadhan atau setiap hari? Terus boleh kah fidyah itu di uang kan?
Jawab → Boleehh

Pertanyaan M13

1. Assalamualaikum ustadz, shalat tahajud itu sunnahnya dilakukan berapa rakaat? Diatas dijelaskan melakukan 2 rakaat ringan sebagai  pembuka tahajud? Itu niat sholat apa tadz?
Saya biasanya sholat tahajud hanya 2 rakaat, kadang witir 1 rakaat, apakah Itu diperbolehkan? Jazakillah penjelasannya
Jawab
Tidak ada niat yang dilafazkan. Tetapi niat letakmya dihati. Silahkan saja tahajud 2 dan 1 witir.

2. Assalamualaikum. Mau nanya ustad gimana tata cara yang benar melaksanakan sholat witir di bulan ramadhon? Kalau kita solat tarawih di masjid biasanya kan sekalian witir. Terus kalau kia tahajud pake witir lagi nggak? Ada beberapa pendapat ustad yang saya dengar,
a. Kalau kita mau tahajud, nggak usah witir di waktu sholat tarawihnya (ini pernah juga saya lakukan, tapi akibatnya sering mengacaukan shaff jemaah).
b. Ada juga yang mengatakan ikut aja witir, nanti tahajudnya nggak usah witir lagi. Mana yang benar?

Jawab
Semuanya benaaarr. Karena sholat witir itu hanya 1x salam semalam. 

Pertanyaan M14

1. Kafarat puasa bagi orang yang menggauli istri disiang hari pada bulan ramadhan ada bepuasa dua bulan berturut-turut, apakah hukum ini untuk suami saja, atau istri juga, kalo istri juga pasti gak bisa berturut-turut kan karena perempuan ada periode haidnya
syukron ust
Jawab
ya berduaaa. Memberi makan 60 anak yatim atau puasa dua bulan berturut turut

2. Maaf mau bertanya mengenai solat witir yang saya ketahui ada perbedaan antara satu kali salam berapapun rakaatnya yang penting ganjil, ada juga setiap dua rakaat salam kemudian satu rakaat salam lagi yang saya tanyakan mana yang sesuai dengan yang dicontohkan rasullullah?
Jawab
2+1

Pertanyaan M15

1. Assalamualaikum ustadz, apakah benar sholat tarawih dan sholat tahajud itu sama? mohon penjelasannya, jazakallahu khoiron
Jawab
Iyaaa. Sama sama sholat qiyamul lail

2. Assalamualaikum ustadz kalau lagi mual sampe pengen *maaf* muntah tapi tidak keluar apa itu membatalkan puasa?
Jawab
Jika tidak disengaja, in sha اللّهُ tidak batal.

3. Mau tanya, masalah fidyah untuk ibu hamil dan menyusui.   Apakah ketika sudah membayar fidyah, maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa ramadhan dan tidak mengqodonya?
Jawab
Lebih baik jika bisa mengqodho akan jauh lebih afdhol.

4. Assalamualaikum ustadz, ustadz kalau setelah shalat tarawih kita sudah melaksanakan sholat witir  apakah boleh melaksanakan shalat tahajud ? Soalnya banyak teman disekitar sini bilang katanya kalau udah shalat witir gak boleh sholat tahajud lagi karena udah ditutup waktu shalat tarawih dengan sholat witir
Jawab
 Boleh sholat tahajud lagi, tapi tanpa witir yaaa

Pertanyaan M17

1. Ustadz mana yang lebih utama saat bulan Ramadhan, memperbanyak tilawah jadi bisa khatam beberapa kali atau tilawah dengan tartil disertai tadabbur maknanya. jadi mungkin hanya khatam 1 kali selama bulan ramadhan?
Jawab
Beribadalah sesuai dengan kemampuannya. Silahkan mana saja yang pemting dilakukan karena ikhlas untuk اللّهُ Ta'ala

2. Adakah doa yang bisa menjadikan kita istiqomah dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan secara benar dan tepat?
Jawab
Tidak ada

3. Secara lingkungan kita saat ini kan konsumtif banget budaya menyediakan beragam makanan saat berbuka,nbudaya pesta saat idul fitri
Jawab
Lawan kebiasaan buruk yang besar dengan kebiasaan kebiasaan baik yang kecil tapi jumlahnya banyak. Ini salah satu tipsnya.

4. Kalo budaya nyekar dan munggahan sebelum ramadhan itu,  apakah itu diajarkan rasulullah?
Jawab
Tidak pernah dianjurkan dan itu masuk kategori bid'ah

5. Assalamu'alaikum wrwb. Ustadz saya mau bertanya dilingkungan saya sholat tarawih itu lebih dari 11 rakaat dikala ada yang cuma 11 rakaat ada yang bilang udah ga zaman, begitu kira-kira. Pertanyaannya lebih baik mana sholat 11 rakaat dengan bacaan tartil sesuai dengan kaidah membaca Alqur'an yang benar daripada banyak rakaat tapi cepat dan  kurang tartil pokoknya kuranglah, afwan... Jazakallah tadz..
Jawab
lebih baik yang 11 yaaa. Ini pendapat yang lebih kuat

6. Ustad mau nanya. Sebatas apa puasa bagi yang sakit ustadz? sayang kalau meninggalkan puasa tapi seperti sakit yang mengakibatkan sesak karena nda ada asupan makanan dan air karena dari dokter ada obat yang harus diminum selama sebulan. Bolehkah kita teruskan berpuasa. syukron ustadz...
Jawab
Jika ada alasan medis dan membahayakan, lebih baik tidak usah puasa. Dan memotong ditengah-tengah minum obat dan meneruskan puasa, ya tetep saja nda dihitung puasa.

7. Dulu sewaktu hamil, saya punya sisa utang puasa saya 10 hari. Nah sisanya itu saya fidyah. Apakah tahun depan harus saya bayar puasa lagi? Bagaimana kalo tahun depan belum terbayar semua? Apakah harus fidyah lagi ustadz?
Jawab 
Afdholnya lebih baik dibayar. 10 hari bisa dicicil 1 hari dalam sebulan. Kan ada 11 bulan waktu untuk memcicil

Pertanyaan M18

1. Bolehkah sholat tarawih dilakukan sendiri dirumah? semisal punya bayi yang ga bisa diajak berjamaah ke masjid, tatacaranya bagaimana?
Jawab
Boleh saja dan sah. Sama seperti di masjid 2-2-2-2-2-1

> 2 rakaat salam tanpa di selipin doa-doa seperti yang kita laksanakan di masjid ya ustadz? biasanya kan 2x2 rokaat doa klo di masjid...
Jawab
Boleh langsung saja diteruskan untuk 2 rakaat berikutnya

2. Assalamualaikum, gimana ustadz kalau wanita lagi datang bulan bolehkah tilawah, apa lagi di bulan ramadhan ? Syukran.
Jawab 
boleh 

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin-Selasa, 15-16 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Fiqh
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT