PSIKOLOGI ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 1, 2015

Rekap Kajian Online Hamba Allah ( HA Ummi M4)
Tanggal   : Senin / 01 Juni 2015
Pemateri : Ustzah Rizqi Maulida
Tema       : PSIKOLOGI ISLAM
Admin      : Bd. Mien

Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh...
Afwan, bunda sholihaat kayfa halukum?
Insya Allah slalu dlm ridho dan berkah Allah ya dlm tiap aktivitas. Aamiin.
Menemani waktu sore bunda bunda sekalian insya Allah bersama ana maulida akn bahas ttg psikologi Islam yah. Sambil menunggu waktu berbuka mgkn bagi yg shaum, alhamdulillah kita sudah masuk pertengahan sya'ban. Tak terasa semakin dekat dg Ramadhan Insya Allah

Bismillah
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh...
Hamdan syukran lillah..sholatan wa salaman ala Rasulillah wa ala alihi wa shohbihi wa sallam. Amma ba'd...
📝 Kita awali pembahasan pertama tentang latar belakang psikologi islam;
⏰jauh sebelum sains modern mengembangkan ilmu psikologi, cendikiawan muslim telah konsern dalam bidang yang dinamakan ilmu jiwa. Pun telah banyak tersebut dalam ayat-ayat Al Quran.
🎬Hanya saja...
seiring berjalannya waktu yg berkembang adalah ilmu psikologi warisan peradaban barat yang sarat akan ambiguitas baik pada dasarnya maupun perkembangannya
⏰ beberapa diantara kekeliruan sains modern:
- orientasinya mekanistis dan materislis
- hanya mengungkapkan pengetahuan yg tampak
- tidak berpusat pada manusia
- menyesuaikan pesan2 sesuai kebutuhan ( dipublish/dilenyapkan dsb).

📌 Psikologi islam merupakan disiplin ilmu psikologi yang mengakar pada aspek ketauhidan. Sebuah pengetahuan tentang jiwa manusia yang berfungsi merefleksikan pengetahuan tentang ketauhidan.

📌 ILMU psikologi memberikan landasan psikologis bagi terbentuknya kematangan moral individu (akhlak karimah) seperti konsep tentang self actualization, self efficacy, dll. Konsep tsb menjadi landasan bagi sikap shiddiq, ikhlas, zuhud, sabar.
Dapat menopang keimanan dan mendukung terbentuknya perilaku moral yang ideal . kajian meliputi proses mental kognitif , gejala perilaku yg dapat diamati namun lebih holistik dan integral yg melibatkan aspek aspek immateril ( qalb, aqal, ruh) yang merupakan realitas kejiwaan yg sesungguhnya.
📌 Dengan adanya akar teologis yang kuat, psikologi islam mampu mengantarkan individu pada pengetahuan tentang Rabb nya.
📌 Peran dari psikologi islam yaitu;

1. Memiliki akar ketauhidan sehingga berperan besar bagi keimanan seseorang dengan cara mentransedenskan keimanan tsb.
2. Self transendence.
3. Sebagai disiplin ilmu pengetahuan
📌 Moralitas dalam kajian psikologi islam merupakan isu sentral karena merupakan media utama yang menopang hubungan yang bersifat resiprokal
📌Dengan tahdzibul akhlak ( pembentukan moral) adalah target utama bagi pendidikan jiwa ( tarbiyah an nafs).
📌Moralitas yang dimaksud ialah meliputi ; nilai2 ubudiyah, acuan yg bersifat normatif, kontrol kesehatan jiwa ( ruh,akal,qalbu).
📜 Dimensi teoritis psikologi islam :
- memahami tentang hakikat jiwa, struktur dan asal usul serta tempat kembali.
- menyediakan teknik preventif dan rehabilatif untuk mengatasi gangguan jiwa dan  penyakit hati.
📜 Dimensi praktis psikologi islam :
1. Melalui penyucian jiwa ( tathahhur) realisasi perilaku/ sikap mental yang terpuji ( tahaqquq)
#Fase  takhalli- tahalli-tajali.
2. Takhalli ( penyucian jiwa) : membersihkan dari berbagai penyakit hati/penghapusan perilaku negatif.
3. Tahalli (realisasi perilaku baik): jiwanya dihiasi sikap positif. Misal: zuhud, sabar, iffah, dsb.
4.Tajalli yaitu peniadaan ego aktualisasi sifat2 Ilahiyyah
📌Beberapa teknik terapi dalam Psikologi Islam;Teknik terapi umum & khusus.
📃Teknik terapi umum:
-sholat
-zikir
-wudhu
-doa
-puasa
📃Teknik terapi khusus:
- muhasabah diri harian
'- mudzakarah ( katarsis)
-tazkiya al fikr
- tahdzibulakhlak
- tafsir al ahlam
- Tajaliyat al asmaiyah.ُُ
[01/06 4:38 PM] ‪+62 856-9072-205‬: ✏penjelasan Teknik terapi khusus:
- muhasabah diri harian = evaluasi diri harian. Sebagai self terapi juga. Diisi dengan Perbanyak dzikir misal Istighfar minimal 100x dan lainnya, tilawah Quran misalnya satu hari satu juz beserta maknanya. Lalu selain sholat wajib juga perbanyak yang sunnah. Sholat rawatib, Dhuha, QL dsb... Dan juga dawamkan puasa sunnah, senin kamis atau ayyamul bidh atau daud. Setiap harinya dievaluasi mana saja target yang sudah terlaksana mana yg belum. Utk hari berikutnya harus lebih baik atau ditambah kadarnya. Misalnya yang awalnya dhuha 2 rakaat berikutnya menjadi 4 dan seterusnya... Insya Allah dilakukan juga sg istiqomah..
- mudzakarah (katarsis) = salah satu teknik terapi yaitu dengan cara tazkiyatun nafs melalui dzikir dan doa serta sholat. Dengan bermunajat kepada Allah atas apa yang dirasa... Menggantungkan semua hanya kepada Allah, Allah Maha Mengetahui segalanya..
-tazkiya al fikr = salah satu bentuk terapi dalam psikologi Islam melalui penyucian fikiran dari hal yang buruk sehingga tetap pada jalan yang hanif. Insya Allah. Cara nya dengan perbanyak dzikir lalu perbanyak tilawah dan juga sering hadir di majlis ilmu. Insya Allah...
- tahdzibul akhlak = teknik terapi yaitu dengan memperbaiki kebiasaan menjadi lbh baik. Metode awalnya dg metode sebagaimana ada pada teknik terapi umum. Seperti perbanyak yg sunnah, dzikir2, puasa dsb. Kemudian banyak.mempraktekan sifat dan sikap terpuji seperti ikhlas, amanah, mahabbah, husn al dzon, iffah, tawakkal, qanaah, sabr dan sebagainya. Mungkin pada awalnya tidak mudah tetapi insya Allah lama kelamaan bila istiqomah buahnya manis... Saat ini juga telah dikembangkan dalam Psikologi Islam konsep sabr, iffah , mahabah, qanaah agar mudah utk dipraktekan dalam keseharian. 
- tafsir al ahlam = yang dimaksud ialah terapi yg didapat melalui mimpi yang benar. Tentunya hanya di dapatkan setelah riyadhoh yang rutin dan kondisi yang "dekat" dengan Allah.
- Tajaliyat al asmaiyah = terapi dengan cara internalisasi asmaul husna. Sebagai contoh: dawamkan dzikir asmaul husna Al Mujiib. Kemudian pahami maknannya. Setelahnya di internalisasikan yaitu Al Mujiib = Maha mengabulkan\ menerima. Darinya bila sudah terinternalisasi mk hadir pribadi yg tidak berbelit dalam suatu kebijakan, memudahkan orang lain.
Wallahu a'lam...ُ
Tanya Jawab :
✋ustadza tetanga saya kan terkana sakit jiwa, tp selama sakit tak pernah meningalkan sholat wajib maupun sunah, juga selalu membaca al-qura Dan selalu berpuasa. Saat sembuh alhamdulillah kegiatan itu tetap dilakukan dan ber interaksi dengan dengan tetanga. pertanyaan saya apakah puasa yg dilakukannya setiaphari tidak peduli dia bekerja keras tetap dilakukan dapat memicu kembalinya ganguan jiwa itu ustadza.
👉 syukran pertanyaannya..
Afwan sebelumnya "sakit jiwa" yg dimaksud seperti apa y? Dan apakah sudah dirujuk kpd ahlinya. Sebagai info terapi ruqyah berkala merupakan solusi juga utk masalah ini. Apabila dirujuk ke rs pilih lah rs yg islami secara keseluruhan termasuk cara pengobatannya. Alangkah tidak mau bila kita berobat tetapi bukan ke arah baikkan tetapi semakin parah. Naudzubillah...
Dari cerita kasus bunda di atas. Alhamdulillah ybs tidak terlewatkan ya kewajiban2 nya. Padahal kalau memang benar2 sakit ada "keringanan" dlm ibadah. Yg jadi pertanyaan apkh ybs bnr2 sakit atau hanya stigma semata ya.
Perlu diketahui bhwa insya Allah dg ibadah yg dilakukan membuka jln menuju sehat afiah. Semoga Allah karuniakan hidayah kpd nya.
✋ Berhubungan dg gangguan jiwa.....
Jika seseorg mengalami Gangguan jiwa, gangguan jiwa yg bgmn yg  org tsb tdk wajib melaksanakan sholat dsbnya?
👉Salah satu syarat ibadah misal sholat ialah Berakal Sehat.
Maka tidaklah
wajib shalat itu bagi orang gila,sebagaimana sabda Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam:
"Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya (tidak diberi beban syari'at) yaitu; orang
yang tidur sampai dia terjaga, anak
kecil sampai dia baligh dan orang
yang gila sampai dia sembuh." (HR.
Abu Daud dan lainnya)
Orang Gila (Majnûn) »
Orang yang tidak berakal itu ada dua macam;
(1) Orang yang
tidak berakal karena memang dia tidak mempunyai akal (ruh akalnya tidak ada). Orang semacam itu
jangan kita juluki sebagai 'orang gila', kita mesti menyebutnya orang
yang terkena musibah (mushâb ).
(2) Orang yang tidak berakal karena dia
tidak mau menggunakan akalnya
yang ada pada dirinya. Orang semacam inilah yang disebut oleh
Rasûlullâh Saw sebagai orang gila.
Orang yang mengutamakan
dunia di atas akhirat disebut majnûn atau orang gila, dikarenakan
dia tidak menggunakan akal.  Dunia yang fana, yang akan binasa dan yang akan kita tinggalkan ini, mengapa harus diutamakan atas akhirat yang kekal
abadi yang di sana manusia akan
hidup untuk selama-lamanya;
apakah sengsara dan menderita
ataukah senang dan bahagia. Orang
yang tidak taat pada Allâh juga
merupakan bagian dari orang yang
mengutamakan dunia di atas akhirat,
dan termasuk orang gila juga. Dan
sabdanya, "Sesungguhnya orang
yang berakal itu adalah orang yang
patuh kepada Allâh walaupun buta
penglihatannya dan rendah status
sosialnya. Dan orang jahil (gila) itu adalah orang yang tidak patuh kepada Allâh walaupun tampan dan kaya.
✋Bunda.. klo tidur sering menggingau n bercerita kek gk tidur itu apa trmasuk gangguan jiwa ya?
👉 tidur yg sering alami mengingau atau seperti bercerita belum merupakan al junun. Mungkin yg perlu diperhatikan adalah adab sebelum tidur tsb apkh sesuai ajaran Islam. Hal ini penting utk menjaga diri. Termasuk hrs sudah sholat dulu sebelum tidur. Secara psikologis sholat membuat rilex diri. Dan juga bila mengalami yg konon katanya dinamakan       " ketindihan" saat tidur. Utk penanggulangannya dg baca taawudz, ayat kursi, dzikrullah dan yg penting jangan panik. Sembari doa sembari tawakkal pd Allah..
Wallahu 'alam
✋1.self transendence itu apa?
2. psikologi islam dlm struktur akademisny bagian dr fakultas/prodi psikologi atau dia terpisah (afwn klo krg nyambung dg mnateri)
✋Nyambung prtanyaan bunda isnu..jadi jurusan psikologi yg ada d PTN/PTS d indonesia ini msih mngacu pada psikologi barat ya ustadzah? Trs recomend utk psikologi islam dmana (da rncana mau kuliah ambil jurusan psikolog 😊)
👉 (gabungan):
Memang saat ini Fak Psikologi yg berkembang di Indonesia masih merujuk kpd pemikiran barat. Tetapi sudah ada beberapa kampus yg tidak sepenuhnya pro barat. Dengan pendekatan indegenous. Memang belum banyak yg 'berani' menggunakan term islam di fak.psikologi nya kecuali di beberapa kampus. Seperti IAIN Imam bonjol yg sudah menggunakan term Psikologi Islam dan UI di kajian islam dan psikologi.
Tetapi ada juga kampus2 yg memasukan 'psikologi islam' sebagai satu nm mata kuliah. Untuk saat ini sudah bnyk forum bersama / asosiasi baik tingkat mhswa maupun praktisi-pengajar yaitu imamupsi dan API ( asosiasi psikologi islam)
Alhamdulillah sudah banyak kajian bersama. Mhn doa dan dukungannya... Sebab di eropa dan amerika saja sudah berani mengakui dan mengkaji ttg islamic psychology ini. Mudah2an di indonesia pun demikian. Nama Prof malik badri (sudan) tidak terlepas dari perkembangan psikologi islam di era skrg ini...
Self transendence » proses pemaknaan diri sehingga diri menjadi lbh baik dg mengambil hikmah dari tiap kejadian. Internalisasi diri ttg ketauhidan  menuju nafs muthmainnah..
Wallahu a'lam
✋Ustdzh afwan mau menanyakan bgaimana caranya menghilangkan rasa hasad,apalagi jika org yg kita hasadkan itu termasuk org suka pamer?jd tdk jls siapa yg salah,qt atau org yg suka pamer tsb
👉Hasad harus dihindari semaksimal mungkin. Sebetulnya kunci nya ada di diri kita sendiri bgmn menyikapinya. Toh dg adanya hal tsb kita yg merugi. Sedangkan ybs tidak pengaruh apa apa. Rugi secara fisik dpt sebabkan stress dan tergsnggu kesehatan.secra batin dpt timbulkan noktah dosa.
Mk itu, perlu rasanya utk slalu syukur ats karunia Allah. Tidak usah terpancing dg org lain. Yg perlu kita perhatikan dan persiapkan adalah amal kita utk bekal akhirat nanti...
✋Ustadza penyakit stres / gila itu bisa menurun ya ke sanak saudara?
👉Secara genotip tidak tetapi ada faktor fenotif nya. Maka itu harus segera di obati. Terapi ruqyah syariyyah pilihan yg baik. Sebagai upaya preventif dengan dzikir pagi dan petang serta doa perlindungan dari Allah. Yang tak kalah penting slalu syukur dan ridho dg ketetapan Allah...

✋ustadzah....apakah efek secara psikologis bagi anak2  usia SD yg sejak dari pagi sampai sore padat dg pelajaran dan les tambahan
pas malam dirumah mengerjakan PR dan belajar kembali...
👉waduuh... Pastinya lelah fisik dan psikis. Apalagi itu karena " paksaan " orang tua. Yg harusnya mereka bnyk bermain sesuai usianya tetapi malah sudah melampaui semua. Toh dlm bermain ini pun bnyk hal yg dpt dipelajari. Permainan yg edukatif dan penuh hikmah. Adanya full day school di sekolah2 tidak dlm sistem yg kaku. Murid belajar full tetapi dg suasana yg menyenangkan dan.suasana penuh kekeluargaan. Hal ini utk menjembatani bnyknya waktu luang anak2. Mk pun di sekolah full day ini jarang ada pr. Kalau pun ada tugas utk pekan berikutnya dg melibatkan peran orang tua di rumah (sekedar share pengalaman di full day school).  Terlalu luang waktu juga tidak baik tetapi terlalu padat juga jangan. Yang seimbang keduanya. Atau hampir seimbang...Dan peran orang tua menciptakan kehangatan sgt ptg bagi anak2 yg sedang lelah dari sekolahnya ini... Memperkaya jiwa nya dan memberikan motivasi kembali
✋Ttg definisi gila (majnun) kan ada dua jenis. Nah yg dikatakan "pena diangkat dr org gila sampe dia sembuh", itu definisi gila yg mana? Klo dlm pemahaman saya definisi gila yg no 1 ya? Apkah btul?
Krn klo utk yg no 2 mungkin itu lbh tepatnya dikatakan bodoh (jahil) bukan gila. Kan ada ungkapan (klo ga salah hadist) bhw org yg cerdas adalah org yg mempersiapakn akhiratnya. Jd  pastinya pena tidak diangkat dr org yg melalaikan akhirat demi mengejar dunia (definisi gila yg ke 2).
👉Afwan bun, betul. Yg mendapat "keringanan" ibadah adlh definisi yg pertama.
Baik jenis pertama maupun kedua sama2 perlu pengobatan. Dalam pandangan psi islam sendiri lebih berbahqya yg definisi dua ini. Cth: lbh bahaya orang yg korupsi dibandingkan dg afwan orang krg 'sehat' di jalanan.
Wallahu'alam...
Syukran ya bunda2 ats diskusi nya hr ini...
Ana tutup dulu ya kajiannya
Alhamdulillah
Baiklah kita tutup dng Doa Kafaratul Majelis :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.  

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT