Puasa

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 3, 2015

Assalaamu'alaikum wr wb
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Hati ini kita akan mengkaji satu artikel dr Ustadz Abdullah Haidir
Oleh Ustadz Abdullah Haidir, Lc.Syarah Bulughul Maram,
Bab Puasa (1);Puasa Sehari Dua Hari Sebelum Ramadan Dan Pada Yaumusysyak (Hari Meragukan)Hadits no. 650.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ:قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم:لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ, إِلاَّ رَجُلٌ كَانَيَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, “Jangan kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari. Kecuali seseorang yang berpuasa dengan puasa tertentu, maka hendaklah dia berpuasa.” (Muttafaq alaih)

Pemahaman dan Kesimpulan:Para ulama menyimpulkan bahwa hadits ini mengandung pemahaman larangan berpuasa sebelum bulan Ramadan sehari atau dua hari, jika tujuannya hanya kehati-hatian saja (khawatir kalau Ramadan sudah masuk sementara diatidak tahu).Dikecualikan dari larangan ini adalah orang yang telah terbiasa berpuasa pada hari itu, seperti puasa Senen Kamis, puasa pertengahan bulan.
Atau dia memiliki kewajiban puasa yang harus dia lakukan, seperti puasa qadha,kafarat atau nazar.
Berdasarkan ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (إلا رجل كان يصوم صوما فليصمه) “Kecuali seseorang yang berpuasa dengan puasa tertentu, maka hendaklah dia berpuasa.”Di antara hikmah pelarangan dalam hadits ini adalah;
Tidak boleh melakukan suatu ibadah yang telah ditentukan waktunya, sebelum waktunya telah masuk dengan jelas.
Ibadah yang sudah ditentukan dengan jelas bilangan dan jumlahnya, tidak boleh ditambah dan dikurangi.Hendaknya ada jeda yangjelas antara ibadah wajib dan ibadah sunah jika jenisnya sama. Sebagaimana dalam shalat Fardhu, hendaknya ada jeda dengan shalat rawatib yang dilakukan sebelum dan sesudahnya.Hadits ini juga memberi isyarat bahwa tidak selamanya sikap ihtiyath (hati-hati) itu baik. Khusunya ihtiyat yang bersifat memberatkan dan dapat mengaburkan pengamalan ibadah.Hadits no. 651
وَعَنْ عَمَّارِ بْنِيَاسِرٍ – رضي الله عنه – قَالَ: مَنْ صَامَ اَلْيَوْمَ اَلَّذِي يُشَكُّ فِيهِفَقَدْ عَصَى أَبَا اَلْقَاسِمِ صلى الله عليه وسلم  (وَذَكَرَهُاَلْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا, وَوَصَلَهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ,وَابْنُ حِبَّانَ(
Dari Ammar bin Yasir, radhiallahu anhu, dia berkata, “Siapa yang berpuasa pada hari yang diragukan (yaumusysyak), maka dia telah bermaksiat kepada Abul-Qasim, shallallahu alaihi  wa sallam.”Bukhari meriwayatkan hadits ini dengan cara ta’liq/mu’allaq, sementara perawiyang lima (Ahmad, Abu Daud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah) menyambung sanadnya. Dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
Catatan:
Hadits mu’allaq (معلق) adalah hadits yang tidak disebutkan rangkaian perawi pada awal sanadnya. Dalam hal ini Bukhari dalam Kitab Shahihnya ketika mencantumkan hadits ini tidak menyebutkan perawinya di awal sanadnya.

Pemahamandan Kesimpulan:Yang dimaksud ‘Hari yang meragukan (yaum syak)’ adalah hari tanggal 30 bulan Sya’ban. Apabila menjelang maghrib tanggal 29 bulan Sya’ban, hilal Ramadan tidak dapat terlihat karena mendung atau terhalang sesuatu, maka hari tanggal 30 nya disebut hari syak (meragukan), apakah sudah masuk Ramadan atau belum? Sebab ketika itu tidak jelas, apakah hilal Ramadan sesungguhnya telah terbit, namun tidak terlihat karena mendung atau sebab lainnya, atau dia memang benar-benar tidak muncul.

Maka pada hari itu dihitung sebagai hari ketigapuluh bulan Sya’ban. Seseorang tidak boleh berpuasa dengan niat puasa sunah ataupuasa Ramadan. Kecuali, sebagaimana disebutkan hadits sebelumnya, orang yang terbiasa puasa sunah pada hari itu atau yang memiliki kewajiban puasa.Yang dimaksud dengan Abul-Qasim dalam hadits ini adalah Rasulullah shallallahualaihi wa sallam.
Al-Qasim adalah putera Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari perkawinannya dengan Khadijah yang meninggal sejak kecil.

Begitulah seterusnya kuniyah beliau dikenal.Hadits ini mengandung kaidah fiqih yang cukup dikenal, yaitu (اليَقِينُ لاَ يُزَالُبِالشَّكِّ) “Yang telah diyakini tidak dapat dihilangkan dengankeraguan.” Bulan Sya’ban sudah diyakini keberadaannya sejak sebelumnya, sedangkan Ramadan masih diragukan kedatangannya. Maka, selagi kedatangan bulan Ramadan masih diragukan, hukumnya kembali kepada yang masih diyakini, yaitu bulan Sya’ban yang tidak diwajibkan berpuasa padanya
.Kasus yang sering dicontohkan para ulama terkait kaidah ini adalah bahwa jika seseorang telah berwudhu di rumah, lalu dia pergi ke suatu tempat, setibanya di sana timbul keraguan pada dirinya,apakah wudhunya batal atau tidak? Maka dia pilih yang telah diyakini bahwa wudhunya tidak batal. Karena yang diyakini adalah bahwa dirinya telah berwudhu, sedangkan batalnya masih diragukan.Hadits ini menguatkan hadits sebelumnya untuk tidak berpuasa sehari (atau dua hari) sebelum Ramadan karena kehati-hatian.

REKAP PERTANYAAN

1 Ustazd❓. Kalau puasa bayar hutang mepet bulan ramadhan boleh.. H-7 misalnya.😄
1➡ Terlarang puasa di hari syak, yaitu dua hari di akhir syaban menjelang ramadhan, sesuai materi di atas.
Mengakhirkan bayar puasa ya boleh saja, namun harap diingat bahwa ajal kita tidak ada yg tahu, kuatir juga meninggalkan hutang puasa ramadhan.
kemudian, kitapun tak tahu kapan akan ada halangan entah sakit atau kerepotan kerepotan lainnya.
Sebaiknya adalah segera saja dilaksanakan secepatnya.
wallahualam
❓di negara kita tercinta ini, awal ramadhan dan awal syawal seringkali berbeda2 antara suatu kelompok dgn yg lain,  siapakah yg hrs kita ikuti? Apakah yg lbh menenangkan hati kita? Walaupun tdk sama dgn pemerintah? Tidak bisakah di ambil kata sepakat? Kenapa? Bingung ustadz 😰
2➡ Fatwa yang terkuat adalah berpuasa bersama sama ummat, aehingga mengikuti fatwanpemerintah insya Allah lebih maslahat
3 Pak ustadz.. kalo disini nisfu sya'ban membaca 3x  surat yassin sholat sunnah 2rakaat.. dzikir 1000x dan pada membawa air putih tuk di doa kan lalu di bw krmh...
3➡ Sebagaimana dibahas di atas bahwa tidak ada ibadah khusus pada malam nishfu syaban, akan lebih utama laksanakan saja ibadah ibadah yg sudah tak di pertentangkan kesunnahannya..
puasa ayaumul bidh, qiyamul lail baik sendiri ataupun berjamaah, dzikir yg biasa kita baca pagi petang atau banyak istighfar di waktu akhir malam, tilawah quran tanpa mengkhususkan harus surat ini dan itu
4🙋apa bila seseorang makan sahur,kemudian muadzin mengumandangkan adzan..
Apakh kita wajib mengeluarkn makanan yg ada di mulut?
4➡ Ya.
Dan sebaiknya selesaikan makan 10, 15 menit sebelum adzan...siap siap utk ibadah shalat subuh berjamaah, banyak istighfar di waktu jelang adzan...
5 apa hukum orang yg berbuka di sebabkn karna sakit yg terus menerus tak kunjung sembuh..
5➡ Kalau sakit yg tak bisa puasa, maka dia todak wajib, silakan saja membayar fidyah jika mampu...:-D
sakit yg tetus menerus sehingga tak bisa juga membayar puasa di luar ramadhan....
6 apa hukumny memakai obat obatan seperti tetes mata,telinga,hidung saat shaum?
6➡ Boleh, asal jangan sampai masuk ke tenggorokan dan lambung... ga mungkin kan ngobatin hidung cairannya segelas...:-D
6➡ Boleh, asal jangan sampai masuk ke tenggorokan dan lambung... ga mungkin kan ngobatin hidung cairannya segelas...:-D
7Satu lagi 🙋 apa hukumny seseorang apabila dia bermimpi basah di siang hari saat shaum.. Apakh puasany batal👏
7➡ Tidak batal, mandi junub saja..puasanya dilanjut,
8 Kalau  puasa syawal itu ada hadist yg sohih ga ya? Puasa 7hari setelah idul fitri.. ☺.
8➡ Puasa bulan syawal sunnah, ada dalilnya.
Namun bukan 7 hari, melainkan 6 hari...bisa dilaksanakan tanggal 2 - akhir bulan syawal...:-D
9Misalkan pd saat bln ramadhan bangun kesiangan (ngga sahur) tp dlm keadaan hadas besar...! Bgmn hukumnya apa kah g blh berpuasa..?
9➡ Mandi Junub, kemudian shalat sunnah qobla subuh, Shalat Subuh....lanjut shaum...
🔟 Satu lg... kadang kala suka lupa niat puasa dimalam hari dan bangun dlm keadaan tdk sahur....? Bgmn puasanya yg tanpa niat terlebih dahulu....
🔟➡ Ya lanjut saja, Niat oleh sebagian besar ulama cukup dalam hati, dan tidak ada ucapan khusus, bahkan untuk puasa sunnah, boleh pagi hari asalkan sebelum makan minum lalu memasukan niat puasa sunnah.

Utk Ramadhan kan dari sekarang saja kita sudah berniat untuk berpuasa
tentu saja, ketika bunda malam menyiapkan sahur...disana sudah jelas ada niat kan? Lanjut saja shaum bunda....
Doa kafaratul majlis
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ُ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

==============================
REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH GRUP M10
Hari/tgl: Rabu 3 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Doli
Materi: Puasa
Admin : Rahmi

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT