Ketik Materi yang anda cari !!

QUWWAH AL HAQ (KEKUATAN KEBENARAN)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, June 24, 2015

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan,dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

QUWWAH AL-HAQ (Kekuatan Kebenaran) 
Allah adalah sumber kebenaran. Dialah Yang Maha Kuat. Ada dua kekuatan Allah SWT, pertama di alam dan kedua di dalam perkataanNya. Kekuatan Allah di alam merupakan kekuatan kauniyah. Kekuatan ini berlaku bagi alam dan semua manusia tak terkecuali , baik kafir (ashabul batil) maupun mukmin (ashabul haq). Kekuatan Allah di alam mengikat kepada semua makhlukNya tidak terkecuali seperti rezeki yang diberikan, kehidupan berupa air, oksigen, hujan, panas dan sebagainya. Sementara kekuatan Allah didalam perkataanNya merupakan kekuatan firman-firman Allah yang hanya diperuntukkan bagi orang mukmin (ashabul haq).

Antara ashabul haq dengan ashabul batil selalu bertentangan karena ada perbedaan antara yang haq dengan batil. Pertempuran ini pasti akan menjadikan Islam sebagai pemenang karena bagaimanapun Allah yang mempunyai Islam sedangkan kita sebagai pendukung dan penolong saja. Pada hakikatnya kebatilan dibawa oleh ciptaan Allah juga, sehingga semua ketentuan berada pada kehendak Allah SWT.

Yang dapat menyelamatkan manusia dari kehinaan dan sikap mengekor yang saat ini menimpa umat Islam adalah dengan cara membangun kekuatan Islam. Dengan Islam maka kezaliman, kegelapan, dan kehancuran akan dapat diatasi dengan mendapatkan nikmat Islam. Kekuatan Islam hanya dapat dibangun dengan iman kepada Allah. Bangunan Islam tidak mungkin dapat dikokohkan pilar-pilarnya kecuali jika orang beriman memiliki keyakinan yang utuh dan kehendak yang kuat. Meyakininya bahwa ia mendapatkan amanah yang ada ditangannya semua adalah milik Allah. Kekuatan muncul pada diri umat Islam karena orientasi hidupnya hanya untuk mencari ridho Allah dengan menyingkirkan segala bentuk ketidakrelaan kepada Allah. Kebatilan membawa kita kepada egoisme dan kesombongan diri, pemikiran dan pemandangannya yang tidak berdasarkan Islam akan membawa kepada suatu kelemahan.

Kondisi umat Islam di seluruh dunia pada saat ini mengalami krisis dan kelemahan. Hal ini disebabkan karena mereka mendukung sesuatu selain Allah dan tidak mengamalkan nilai-nilai agung dari Islam sehingga mereka terjerumus kepada kehinaan dan kerendahan. Sesungguhnya Islam adalah minhaj satu-satunya yang akan memberikan sesuatu sesuai dengan fitrah. Islam yang menyelaraskan langkah-langkah dalam inovasi material dengan langkah-langkah dalam keagungan spiritual. Musuh-musuh Islam mengenal betul bahwa musuh mereka satu-satunya adalah Islam. Oleh karena itu mereka sangat serius dalam menghancurkan generasi yang agung ini, sebab, generasi ini menghalangi dari tujuan imperialistik sebagaimana Islam menghalangi mereka dari tindakan kejahatan dan penuhanan diri di muka bumi. Oleh karena itu pula mereka membuat konsepsi dan cara yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama ini agar konsepsi tersebut menjadi pengganti agama yang hanif ini.

AL HAQ
Tidak ada sumber kebenaran selain dari Allah SWT, keyakinan inilah sumber penting bagi kekuatan mukmin. Kekuatan lahir dari kebenaran bukan dari kebatilan.
QS. Al Baqarah : 147
QS. Yunus : 32
QS. Al Hajj : 62

AL QUWAA
Allah Maha Kuat, kekuatanNya dapat diambil dari kekuatan qauliyah (Al Quran) dan kekuatan qauniyah (alam kebendaan). Di dalam Al Quran terdapat petunjuk Illahi dalam semua bidang kehidupan. Al Quran mentarbiyah umat sehingga lahirlah muslim dan mukmin yang kuat. Al Quran juga mentarbiyah masyarakat untuk membangun kekuatan dalam semua aspek kehidupan.
QS. Al Mujadalah : 21
QS. Az Zariyat : 58
QS. Gaafir : 3

➡ Al Quwwah Al Qauliyah
QS. Al Baqarah : 147
QS. Al An'am : 115
QS. Yunus : 36

➡ Al Quwwah Al Kauniyyah
QS. Ar Ruum : 8
QS. Al An'am : 73
QS. Ad Dukhan : 38-39
QS. Al Mukminun : 115
QS. Al Anbiya : 35

➡ Jaa'a Al Haq Wa Zahaqa Al Bathil (Datang Kebenaran dan Lenyap Kebatilan)
QS. Al Isra : 81
QS. Al Anfal : 8
QS. Al Anbiya : 18
QS. Ar Rad : 17

➡ Liyuzhhirahu 'Alaa Ad-Diin Kullih (Agar DimenangkanNya atas Semua Ad-Din)
Inilah tujuan Islam diturunkan oleh Allah SWT, sebagai huda dan din yang haq untuk dimenangkan oleh Allah, mengatasi seluruh sistem atau din yang lain.
QS. Al Fath : 28
QS. At Taubah : 33
QS. Ash Shaff : 9

Ahmad dan Ath Thabrany mentakhrijkan dari Tamin Ad Dary r.a, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,"Agama ini akan menyebar seperti menyebarnya malam dan siang dan Allah tidak abaikan di desa dan di kota melainkan Allah SWT akan memasukkan agama ini ke sana dengan krmuliaan orang yang mulia dab kehinaan orang yang hina. Itulah kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada Islam dan para pemeluknya, dan itulah kehinaan yang dengannya Allah SWT menghinakan kekufuran". (HR. Ahmad dan Ath Thabrany)
Wallahu a'lam bishshowwab

TANYA JAWAB

Pertanyaan M01

1. Batas dharurot seperti apa ya tadz, misal bangun rumah, nguliahin anak boleh gak pinjem bank konven karena kalo ke bank syariah angsurannya hrs lebih cepet dan jatuhnya perbulan lebih banyak kalo diitung untuk biaya hidup keseharian ga cukup tapi kalo ke konven jangka bisa lama, angsuran tidak terasa berat?
Jawab
Tidak ada alasan darurat untuk mencari pinjaman di bank. Karena dalam kondisi darurat, kaum muslimin bisa terbantukan dengan adanya zakat dan sedekah. Untuk urusan usaha dan bisnis, masih ada seribu alternatif yang halal, tanpa harus melibatkan riba.

Pertanyaan M02

1. Ustadzah bagaimana cara membentengi anak-anak kita dengan aliran-aliran yang tidak benar, mengingat sekarang banyak aliran sesat seperti syi'ah yang mengaku islam. Kadang-kadang sebagai orang tua ada rasa kekhawatiran. Makasih sebelumnya
Jawab
Pertama dengan banyak berdoa agar anak kita terhindar dari paham-paham yang sesat yang kedua kita jelaskan kepada anak-anak kita tentang adanya paham-paham sesat tersebut sehingga apabila mereka diajak oleh golongan-golongan yang sesat tersebut mereka tidak mau karena sudah tahu alasannya. Ketiga kita dan keluarga kita harus terus belajar Islam yang 'benar' sehingga pemahaman kita yang baik terhadap agama menghindarkan kita dari hal-hal yang buruk. Keempat belajar Islam kepada Alim Ulama bukan mbah goggle. Wallahu a'lam

2. Mohon ma'af,, saya kok merasa mendidik anak zaman sekarang berat ya (arus informasi, pergaulan dlsb bukan hanya materi), jadinya saya berfikir untuk ga punya anak terlalu banyak karena takut tidak bisa mendidiknya jadi anak sholih/sholihah, khawatir tanggungjawabnya di akhirat nanti (saya salah ya Ust, bagaimana sebaiknya?) Yang kedua masalah televisi Ust, sebenarnya saya tidak ingin anak-anak nonton tv, cukup vcd saja banyak mudhorotnya menurut saya tapi untuk hal ini suami masih belum sependapat Ust alhamdulillah suami saya sholih tapi ya itu masih suka nonton acara olahraga (di channel OR), sama kaya anak laki-laki saya. Acaranya mungkin gpp Ust tapi kan kadang ada iklan yang menurut saya ga pantes ditonton. Sampai sekarang belem ketemu jalan keluarnya, karena ayahnya nonton, anaknya jadi ikutan, gimana ya Ust?
Jawab
Ada tulisan Ust Ahzami yang mungkin bisa kita jadikan renungan

Tafsir Kehidupan
Dr. Ahzami Samiun Jazuli

Pendidikan Anak antara Idealita dan Realita
Qur'an sangat memperhatikan pendidikan, maka dalam Al qur'an banyak berisi tentang pendidikan, aturan-anak yang berhubungan dengan pendidikan terutama pendidikan pada anak. Pendidikan Anak, meliputi :

a. Anak-anak harus mempunyai ilmu
Ilmu dalam Al Qur'an : setiap ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita. Maka ayat pertama yang turun tentang ilmu, iqro (al alaq 1-5). Dalam Islam tidak ada dikotomi ilmu agama dan umum, jika ada hanya pembagian saja agar mempermudah. Kita dilarang mengikuti sesuatu yang tidak tau ilmunya

• Idealitanya : Maka semua dilakukan benar, karena anak-anak kita berilmu.
=> Realitanya : sebagian anak-anak kita tidak faham dengan ilmu

Bagaimana anak seorang muslim bisa memahami al qur'an, as sunnah dll, kalo anak-anak kita satu pekan hanya mendapatkan pelajaran agama 2 jam, karena ilmu agama adalah ilmu dasar yang harus dimiliki.

b. Al Amal
Anak-anak didikan kita harusnya mencintai amal, "amilin"

Amal : maksudnya adalah secara luas
Mereka mengamalkan apa yang mereka ketahui dalam tiap pendidikan yang mereka tempuh
"Kami (para shahabat), tidak pernah melewatkan 10 ayat kecuali kami mengamalkannya"

• Idealitanya, ketika anak-anak kita di tiap marhalah, maka dia mendapatkan ilmu dan mengamalkannya, dan tiap bertambah ilmunya maka bertambahx amal
=> Realitanya : semakin tinggi tingkat pendidikan malah amalnya sedikit dan banyak bicaranya. Dan itu yang kita takutkan, banyak pemimpin-pemimpin yang banyak bicara dan sedikit kerja, hal ini menyebabkan kehancuran, padahal seharusnya banyak bekerja dan sedikit bicara. Islam adalah agama kerja, maka harusnya anak-anak kita menjadi generasi yang amaliyun. Namun fenomenanya, anak-anak yang sudah baligh namun belum bisa mencari nafkah

• Idealitanya : ketika sudah baligh, anak cepat dalam membangun kedewasaan dengan mencari nafkah
=> Realitanya : banyak anak yang sudah baligh, namun masih tergantung pada orang tua
Maka anak harus dilatih untuk mandiri, orang tua tetap harus berbuat baik pada anak, namun jangan sampai kebaikan orang tua membuat anak tidak memiliki tanggung jawab. Maka jangan sampai ketika anak-anak kita menjadi pemimpin dia tidak mandiri, ketika ada masalah malah membebani rakyat yang dipimpinnya, misal dengan banyak meninggalkan hutang

c. Al Quuwah
Anak-anak kita dalam pendidikan mestinya menjadi anak yang qowii (kuat)
"Mukmin yang kuat lebih dicintai Alloh dibanding mukmin yang lemah"

• Sudahkah anak kita qowii aqidahnya?
• Sudahkah anak kita qowii jasadnya? Bagaimana anak-anak kita kuat kalo makanannya dari bahan-bahan yang kotor? Dari bahan-bahan yang rusak? Tidak bergizi?

• Idealitanya : anak-anak kita kuat aqidahnya, sehingga tidak mudah terusak, kuat jasadnya
=> Realitanya : masih ada anak-anak yang mudah rusak aqidahnya, lemah fisiknya karena narkoba yang membuat mereka rusak. Agar anak kuat, maka kedua orang tua, guru, masyarakat ikut mengawasi perkembangan anak-anak kita

d. Al Iffah
Idealnya anak itu afif (terjaga kehormatannya)

At Tahrim :6
Maka kita diperintahkan untuk waspada, menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Maka mestinya yang ditakuti bagi orang tua adalah anak-anak yang tidak selamat dari api neraka, bukan takut tidak lulus walo lulus itu penting.

• Idealnya : anak-anak kita anak-anak yang afiif, menjaga kehormatannya, menjaga aqidahnya. Maka akan terlahir pemimpin yang terjaga aqidahnya, bersih ucapannya, terjaga kehormatannya.
=> Realitanya : ada anak-anak yang tidak menutup aurotnya, menggunakan pakaian minim, mengancam temannya, sesama pelajar merampas barang pelajar yang lain, sesama pelajar membunuh pelajar yang lain, sesama pelajar memperkosa pelajar lain.. Na'udzubillah

Maka penting dalam berbicara, Alloh memerintahkan "qoulan sadida"
Qoulan sadida (benar dan tepat) => maka kita tidak mendengar lagi anak-anak berkata yang jorok, tidak mengancam keselamatan orang lain. Maka penting kita merenung tentang tarbiyatul aulad

e. Munadhimin
Anak yang kenal nidhom (disiplin/peraturan) disiplin kapan melakukan ini dan itu. Namun realitasnya kondisi anak-anak kita tidak ideal, maka peer kita masih banyak. Maka jangan sampai pendidikan anak-anak kita menjadi sisa-sisa, sisa waktu, sisa dana, sisa program
Astaghfirullah..

Tarbiyah bukan segalanya, namun segalanya dimulai dari tarbiyah. Maka pendidikan harus ideal, sesuai dengan realitas manusia dan kemanusiaan, bukan realitas yang dibikin-bikin oleh hawa nafsu manusia. Maka semoga ini bisa membangun generasi bangsa. Jangan berbuat kejahatan dalam dunia pendidikan. Ketika idealisme tidak sesuai dengan realitas yang ada => musykilan (problematika)

📌 anak adalah cerminan tingkahlaku orangtuanya
📌 kalo ingin anak kita sholih maka orangtua harus sholih dulu
📌 contohlah bagaimana Rasulullah mendidik anak
Wallahu a'lam

3. "kalo ingin anak kita sholih maka orangtua harus sholih dulu" Mau nanya, kalau pasangan kita masih belum maksimal untuk menjadi panutan anak-anak, bagaimana caranya ya?
Jawab
Dengan terus belajar menjadi orangtua sholih dan tidak malu mengakui kesalahan

Pertanyaan M03

1. Terkait dengan tujuan Islam diturunkan Allah SWT. Kan kita tau bahwa bangsa Yahudi adalah kaum yang dilaknat oleh Allah SWT, tapi kita tau bahwa saat ini bangsa yang paling maju dalam segala aspek adalah Yahudi. Nah, keruntuhan yahudi itu dimulai dari apa ya? Terus, orang Yahudi juga kan ada yang beragama Islam, apakah mereka tehindar dari kutukan Allah tersebut?
Jawab
Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”.  (QS.  Al-Isra’: 7)

Pertanyaan M04

1. Bagaimana hukumnya memberi sedekah kepada pengemis yang menjadikan itu sebagai profesi, menurut ayat qauliyah &  ayat qauniyah
Jawab
Menurut ayat kauniyah tidak baik, karena membuat orang malas dan tidak mempunyai izzah (harga diri), dan memang tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Menurut hadits

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ، وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَالْيَدُ الْعُلْيَا اَلْمُنْفِقَةُ. وَالسُّفْلَى اَلسَّائِلَةُ

Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ (أَوْ خَيْرُ الصَّدَقَةِ) عَنْ ظَهْرِ غَنِىٍّ. وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى. وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

Hadits riwayat Hakim bin Hizam Radhiyallahu’anhu: Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya).

2. Menurut ilmu tasawuf manusia harus berprasangka baik kepada Allah karena semua yang terjadi atas kehendak Allah, terus sejauh mana manusia diperkenankan untuk berusaha?
Jawab
Sejauh dia mampu dan sekuat dia berusaha, Allah melihat proses bukan hasil
Wallahu a'lam

Pertanyaan M05

1. Kondisi umat Islam di seluruh dunia pada saat ini mengalami krisis dan kelemahan, karena mereka mendukung sesuatu selain Allah dan tidak mengamalkan nilai-nilai agung dari Islam sehingga mereka terjerumus kepada kehinaan dan kerendahan. Pertanyaan : contohnya seperti apa di dalam kehidupan sehari-hari/sekarang ini? syukron
Jawab
Mendukung sistem selain yang diberikan Allah, contohnya antara lain riba, masih banyak kaum muslim yang masih menggunakan sistem riba dalam proses keuangan, perniagaan dan muamalah, masih banyak sistem yang tidak sesuai dengan aturan Allah tapi masih digunakan oleh kaum muslim

2. Kalau pengajuan kredit dengan cara gadai barang seperti emas di bank syariah untuk tambahan modal gimana?
Jawab
Gadai diperbolehkan dalam agama Islam baik dalam keadaan safar maupun mukim. Hal ini berdasarkan dalil Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijma’ (konsensus) para ulama. Di antaranya:

a. Al-Qur’an:
Firman Allah

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).” (QS. Al-Baqarah: 283)

Di dalam ayat tersebut, secara eksplisit Allah menyebutkan “barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)”. Dalam dunia finansial, barang tanggungan biasa dikenal sebagai jaminan atau obyek pegadaian.

b. Al-Hadits:

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo (kredit) dan beliau menggadaikan kepadanya baju besi.” (HR Bukhari II/729 (no.1962) dalam kitab Al-Buyu’, dan Muslim III/1226 (no. 1603) dalam kitab Al-Musaqat).

عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – قال : لَقَدْ رَهَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – دِرْعًا لَهُ بِالْمَدِينَةِ عِنْدَ يَهُودِىٍّ ، وَأَخَذَ مِنْهُ شَعِيرًا لأَهْلِهِ

Anas Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menggadaikan baju besinya di Madinah kepada orang Yahudi, sementara Beliau mengambil gandum dari orang tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga Beliau.” (HR. Bukhari II/729 (no. 1963) dalam kitab Al-Buyu’).

Pertanyaan M06

1. Bertanya  bun, jika Islam sebagai kekuatan kebenaran, maka kenapa aturan Islam tidak di pake dalam negeri kita yang mayoritas umat  Islam? justru Islam di kalahkan oleh sekularisme....terimakasih.
Jawab
Karena negara kita bukan negara yang berlandaskan islam meskipun mayoritas warga negaranya beragama islam. Masih banyak hukum islam yang tidak kita gunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Sekularisme berkembang krn umat islam di indonesia mulai jauh dari Kitabullah dan Sunnah

Pertanyaan M07

1. Assalamu'alaikum ustad, saya punya masalah dalam keluarga. Keluarga saya suka sekali meminjam uang dibank. Saya udah bilang bahwa ini haram, tapi tetap saja diambil, dengan alasan ga ada cara lain, buat modal. Lalu gimana dengan saya ustad saya tidak mendukung keluarga untuk tidak mengambil, tapi suara saya lemah, karena saya sendiri.. Saya bingung ustad saya pengen jadi manusia yang lebih baik menurut islam dan menjauhi yang munkar, tetapi suami malah tetap keukeuh minjam uang kebank. Apakah saya harus pisah dengan suami, tapi gimana anak-anak sya? Tapi kalo saya disitu saya pasti makan harta riba. Mohon pencerahan nya ustad. Wassalam
Jawab
Syekh Yusuf Qardhawi dalam fatwanya pernah menguraikan hal ini. Dia memastikan bahwa interaksi keuangan dengan bank konvensional adalah haram. Sebagaimana yang telah disepakati oleh lembaga-lembaga ilmiah islamiah bahwa hal tersebut adalah riba yang haram. Namun, mengenai seorang yang menganggap dirinya berada dalam kondisi darurat dan harus mendapatkan uang melalui pinjaman, apakah hal tersebut dapat diperbolehkan? Terkadang seseorang menganggap hal seperti ini adalah suatu keburukan yang tak dapat dihindarinya dan terpaksa ia lakukan untuk memperoleh apa yang ia tetapkan untuk dirinya. Ia menganggap kondisi dan alasannya itu sebagai keadaan darurat yang memperbolehkannya melakukan muamalah dengan riba, baik dalam menerima maupun memberi. Benarkah bahwa kondisi seperti itu sudah merupakan kondisi darurat? Ada suatu kaidah yang tidak diperselisihkan lagi, yaitu "bahwa kondisi darurat mempunyai hukum tersendiri menurut syarat. Misalnya, kondisi darurat memperbolehkan seseorang memakan bangkai, darah, dan daging babi ketika kelaparan, sebagaimana dijelaskan di dalam Alquran. Tetapi dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas. Karena itu, para fukaha menetapkan kaidah lain sebagai penyempurna, yaitu apa yang diperbolehkan karena darurat, maka ia diukur sesuai dengan kadar keperluannya. Kalau tidak begitu (yakni kalau melebihi kebutuhan yang tak dapat dihindari itu) berarti ia telah sengaja melanggar dan melampaui batas. Jadi bunda tidak harus memutuskan berpisah dengan suami tapi sebaiknya dimusyawarahkan dengan suami bagaimana kalo pinjamnya dialihkan ke bank syariah karena sekarang sudah ada bank syariah. Wallahu a'lam

2. Tanya ustadz, "Kekuatan Islam hanya dapat dibangun dengan iman kepada Allah"
sama-sama beriman kepada Allah, contoh kecilnya di Indonesa, ada 2 aliran, Muhammadiyah dan NU, ini sering berselisih. bagaimana bisa kuat kalo pahamnya alirannya berbeda?
Jawab
Rasulullah Muhammad SAW diutus oleh Allah bukan hanya untuk bangsa arab saja, melainkan untuk seluruh manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah :
Artinya : “Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua”, ….. (Q.S. Al A’rof {7} : 158 )
Dalam perkembanganya, agama Islam diterima oleh masyarakat yang berbeda suku, bangsa dan budaya. perberbedaan pengetauan dan pemahaman masing-masing suku dan bangsa, mendorong munculnya beberapa aliran dalam agama. Dalam bidang figh terdapat empat madzhab yang sangat populer yaitu ; madzab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Keempat madzhab tersebut masing-masing mempunyai banyak pengikutnya, termasuk bangsa Indonesia. Dalam aqidah terdapat aliran Jabariyah, qodariyah dan Asy’ariyah, dalam organisasi kemasyarakatan Islam ada Nahdlotul Ulama’, Muhamadiyah, Persis dan lain sebagainya. Perbedaan paham tersebut adalah merupakan dinamika umat Islam, sehingga islam benar-benar menjadi rahmatan lil ’alamin. Perbedaan paham bukan menjadi penyebab permusuhan dan perpecahan umat. Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya “ perbedaan pendapat pada umat-Ku hendaknya menjadi rahmat”. Dan Allah SWT berfirman :
Artinya : “ Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku”. ( Q.S. Al Anbiya’ {21} : 92 ).
3. Ustadz berarti selama memakai bank syari'ah boleh ya ustadz pinjam atau nabung, transfer ke bank syari'ah?? Karana ini negara indo negara yang menggunakan hukum islam, semuanya berhubungan dengan bank, dagang juga nabungnya juga dibank, sedang tidak ada lembaga yang tidak pyur pinjam segitu, kembali juga segitu. Bagaimana itu ustadz? 
Jawab
In syaAllah boleh bunda arina

4. Mertua saya kan sekarang lagi sakit di ICU,  suami saya punya adek perempuan yang sudah berumah tangga, karena ada suatu hal suaminya ngambek, adek perempuan suami saya itu ngga boleh jaga ibunya dan waktu pulang ngga pamit, kalau keadaan nya seperti itu boleh ngga ngelawan suami ?
Jawab
Ketaatan kepada suami adalah dalam hal yang ma'ruf. Apabila suami memerintahkan kepada perbuatan bid'ah atau maksiat, maka tidak ada ketaatan dalam hal ini. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq."
[HR. Ahmad (1/131, Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah berkata dalam ta’liqnya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad: “Isnadnya shahih.”]

Besarnya hak seorang suami terhadap istrinya, digambarkan dalam sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

لاَ يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلَحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا، وَاَّلذِي نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ كَانَ مِنْ قَدَمِهِ إِلَى مَفْرَقِ رَأْسِهِ قَرْحَةً تَجْرِي بِالْقَيْحِ وَالصَّدِيْدِ، ثُمَّ اسْتَقْبَلَتْهُ فَلحسَتْهُ مَا أَدّّتْ حَقَّهُ

"Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut, niscaya ia belum purna (belum dianggap cukup) menunaikan hak suaminya."
[HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu Nu’aim dalam Ad-Dala’il (137). Lihat catatan kaki Musnad Imam Ahmad (10/513), cet. Darul Hadits, Al-Qahirah].
Wallahu a'lam bishshowwab

Pertanyaan M08

1. Apakah ada doa untuk anak agar mudah dibimbing?
Jawab
Dalam quran surat ibrahim ayat 40 bisa kita jadikan doa kita

(رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ)

Pertanyaan M09

1. Apa hal yang bisa kita lakukan dimulai dikeluarga kita agar benar benar nilai nilai Islami menjadi satu SOP dalam berumah tangga? Karena suami/istri/anak adalah ujian bagi kita. Apalagi cita cita sakinah mawaddah warahmah jannah sangat ingin dicapai. Karena dari keluargalah akan terbentuk masyarakat yang mengaplikasikan nilai nilai islami. Wawlahuallam
Jawab
Dari awal sebelum berumah tangga harus ada tujuan keluarga, setelah menikah tujuan keluarga dikomunikasikan dengan pasangan dan dilaksanakan bersama antar suami dan istri agar tujuan keluarga tercapai

2. Jika melihat sepak terjang kaum kuffar di Indonesia saat ini hampir sama atau mungkin lebih parah dari tahun 70-an. Merek sangat kompak, Contoh jumlah Anak yang mereka miliki rata-rata 3 orang, sedangkan kita masih banyak yang jumlah anaknya hanya 2 atau 1 dengan alasan kualitas lebih penting dari kuantitas. Mereka juga kompak dengan partai yang mereka pilih, presiden dll dan kadang menggunakan jum'at Islam untuk mencapai tujuannya untuk menguasai dan mengkafirkan negeri Ini. Adakah yang bisa dilakukan ustadzah?
Jawab
Yang bisa kita lakukan adalah berdakwah dengan dimulai dari keluarga kita dulu kemudian kepada masyarakat. Dakwah bisa diawali dengan yang ringan dan mudah 

Pertanyaan M10

1. Assalamu' alaikum, maaf bantu saya yaaa. Gini saya kan guru TPQ yang sudah terlanjur ngomong ke santri, kalo yang belum di sunat jangan jadi muadzin dulu yaa. eh orang tua anak kaga terima  karena niat saya kasih motivasi ke santri mau di sunat tolong bantu jawab ya  ustadzah di tunggu jawabannya Jazakumullah
Jawab
Langkah awal antum minta maaf kepada kedua orangtua santri bahwa maksud awal antum adalah untuk memotivasi santri dan jelaskan bahwa kejadian tersebut karena semata-mata kekhilafan antum bukan yang lain

Alhamdulillah kajian hari ini berjalan dengan baik
Kurang lebihnya saya mohon maaf

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 24 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Tribuana
Tema : Syakhsyiah Islamiyah
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment