Home » , » DIARE PADA ANAK

DIARE PADA ANAK

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 25, 2015


REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH GRUP M10

Hari/tgl: Senin, 25 Mei 2015
Narasumber: dr. Norma
Materi: Diare pada anak
Admin: Rahmi
Editor : Shofie

Bismillahirrahmanirrahiim,,

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakaatuh,,
Selamat siang Bunda, siang yang cerah alhamdulillah.

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat, dan nikmat waktu luang. Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita keistiqomahan untuk selalu mentauhidkanNya, mencari ilmuNya yang luas, dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya.

Bunda, kajian kesehatan hari ini, kita mulai ya. Semoga tidak mengganggu jam istirahat Bunda sekalian.

Bismillahirrahmanirrahim,,
Pada sesi kesehatan kali ini, saya ingin membahas tentang diare dan penatalaksanaannya pada anak. Mengapa saya spesifikkan pada anak? Karena anak-anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa, anak-anak bukanlah versi mini dari orang dewasa. Plus, orang dewasa dapat mengetahui kapan ia merasa badannya tidak enak, sehingga ia bisa segera mencari pertolongan. Sementara anak-anak/balita, selain tidak bisa mengeluhkan apa yang sedang mereka rasakan, seringkali orangtua tidak tahu, kapan atau apa saja tanda atau gejala yang ada pada anak, merupakan tanda yang mengharuskan orang tua membawanya ke dokter untuk diperiksakan. Ok Bunda, kita lanjutkan ke materi tentang diarenya ya.

Diare merupakan salah satu keluhan yang sering terjadi pada anak/balita, bahkan orang tua. Namun, tidak semua orang tua tau kapan anaknya dikatakan menderita diare. Menurut sebagian orang, bila tidak cair, berarti tidak diare. Bunda sekalian, menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO), seseorang dapat dikatakan mengatakan diare, bila:
1. Frekuensi BAB lebih dari 3x sehari
2. Terjadi perubahan konsistensi tinja atau feses, apakah itu hanya menjadi lembek, atau bahkan menjadi cair.

Namun, seorang anak sudah dapat dikatakan diare, sekalipun BAB dalam sehari kurang dari 3x, bila terjadi perubahan pada konsistensi feses,atau tinja. Jadi, konsistensi jauh lebih diutamakan daripada jumlah yang dikeluarkan.
Ada beberapa penyebab mengapa balita/anak megalami diare, diantaranya: karena tidak cocok dengan susu yang diminum (laktose intoleran), makanan/minuman yang dikonsumsi kurang bersih (baik dari segi pengolahan makanan/minuman, dari peralatan yang digunakan, atau kondisi tangan yang tidak higienis), infeksi bakteri, infeksi virus, dll.

Ketika anak/balita mengalami diare, apa yang harus kita lakukan:

1. Perhatikan hal tersebut di bawah ini ketika anak terserang diare:
- Frekuensi buang air besar (BAB)
- Lamanya diare terjadi (berapa hari)
- Apakah ada darah atau lendir dalam tinja
- Apakah ada muntah
- Apakah sebelumnya ada riwayat pergantian susu formula (pertama kali menggunakan sufor atau baru mengganti merk sufor).
- Lebih banyak cairan/ampas. Bila lebih banyak cairan, apa warna cairannya (seperti cucian beras/biasa).
- Apakah sedang ada wabah kolera di area tempat tinggal?
- Apakah ada riwayat mengkonsumsi antibiotik sesaat sebelum diare
- Apakah balita nampak lebih pucat, dan menangis lebih keras daripada biasanya, yang disertai ada benjolan di area perut yang sebelumnya tidak pernah ada.

Dengan menginformasikan hal di atas, Bunda secara tidak langsung membantu dokter mencari penyebab diare yang terjadi pada anak Bunda, sehingga turut pula membantu dokter menentukan terapi yang tepat untuk anak Bunda.
2. Nilai derajat dehidrasi pada anak.
Semua anak dengan diare, harus diperiksa apakah ia menderita dehidrasi (kekurangan cairan) atau tidak. Akan lebih baik, seandainya Bunda sekalian dapat sekaligus mengklasifikasikan status dehidrasi pada anak Bunda, apakah ia termasuk dalam :

(a) dehidrasi berat,
(b) dehidrasi ringan sedang atau
(c) tanpa dehidrasi.

Karena hal ini akan berpengaruh pada penanganan awal, dan jenis pengobatan yang sesuai.

Bagaimana menilai Derajat dehidrasi pada anak?
Kita hanya bisa melihat dari sikap/perilaku anak, dan tanda fisiknya, seperti berikut.

 Dehidrasi berat
Bila terdapat 2 atau lebih dari tanda di bawah ini:
- Letargis/kesadaran berkurang
- Mata cekung
- Cubitan kulit perut kembalinya sangat lambat (>2 detik)
- Tidak bisa minum atau malas minum

 Dehidrasi Ringan-sedang
- Rewel, gelisah
- Mata cekung
- Minum dengan lahap, haus
- Cubitan kulit kembali lambat

✅  Tanpa dehidrasi
Tidak terdapat cukup tanda untuk diklasifikasikan sebagai dehidrasi ringan atau berat
➡ Setelah Bunda tau, dan bisa mengkalsifikasikan derajat dehidrasi anak Bunda, Bunda bisa mengambil langkah selanjutnya, apa itu? Menentukan akan membawa anak Bunda ke dokter atau tidak. Apakah Bunda boleh merawat sendiri anak Bunda? Boleh. Tapi, ada syaratnya, yaitu, bila tidak didapatkan tanda-tanda dehidrasi pada anak Bunda, alias anak Bunda masuk dalam klasifikasi ke-3.

Bila anak Bunda masuk dalam kategori ke-2, atau malah masuk kategori 1, naudzubillahi min dzalik, maka ada baiknya anak Bunda dirawat inapkan di rumah sakit. Agar cairan yang keluar bisa segera digantikan secara adekuat (cukup) melalui infus.
Untuk yang masuk dalam kategori 3, bagaimana cara perawatan di rumah?
Ini penjelasannya:

1. Beri cairan tambahan.

Selama anak diare, terjadi peningkatan hilangnya cairan dan elektrolit (natrium, kalium dan bikarbonat) yang terkandung dalam tinja cair anak. Dehidrasi terjadi bila hilangnya cairan dan elektrolit ini tidak diganti secara adekuat (cukup), sehingga timbullah kekurangan cairan dan elektrolit.

Berikan ASI lebih lama dan lebih banyak, bila anak masih dalam masa pemberian ASI eksklusif. Bisa ditambahkan dengan cairan lain apabila setelah minum ASI, payudara kosong, tapi anak masih nampak kehausan.

Cairan tambahan yang dapat diberikan : air matang atau oralit dengan menggunakan sendok.

Pada anak yang tidak mendapat ASI Eksklusif, beri satu atau lebih cairan berikut:
(a) larutan oralit,
(b) cairan rumah tangga (seperti sup, air tajin, dan kuah sayuran),
(c) air matang.

❗❗Perlu dicatat oleh Bunda sekalian, larutan oralit yang diminumkan, sebaiknya yang sudah berupa sachet (dibeli di apotek), karena pembuatan cairan oralit yang dibuat mandiri dengan melarutkan gula-garam dalam air, dapat beresiko semakin meningkatkan dehidrasi pada anak, apabila komposisinya tidak tepat❗❗
 Anjuran jumlah cairan yang diberikan:

- Untuk anak usia <2 tahun, 50-100 ml setiap kali anak BAB
- Untuk anak usia 2 tahun atau lebih, 100-200 ml setiap kali anak BAB

Jika anak muntah setelah diberikan cairan, berhenti terlebih dahulu dan tunggu selama 10 menit; lalu beri larutan oralit lebih lambat (misalnya 1 sendok setiap 2 – 3 menit)

- Jika kelopak mata anak menjadi bengkak, hentikan pemberian oralit dan beri minum air matang atau ASI.

- Terus susui anak kapan pun anak ingin. Hal ini juga penting untuk dicatat. Karena hal paling bahaya pada kasus diare bukanlah apa penyebab diarenya, melainkan jatuhnya anak dalam kondisi dehidrasi. Kekurangan cairan yang berlebihan dapat menyebabkan kematian pada anak. Mayoritas kematian anak saat diare adalah karena kekurangan cairan.
2. Beri tablet Zinc selama 10 hari.

Zinc merupakan mikronutrien penting untuk kesehatan dan perkembangan anak. Zinc hilang dalam jumlah banyak selama diare. Penggantian zinc yang hilang ini penting untuk membantu kesembuhan anak dan menjaga anak tetap sehat di bulan-bulan berikutnya. Telah dibuktikan bahwa pemberian zinc selama episode diare, mengurangi lamanya dan tingkat keparahan episode diare dan menurunkan kejadian diare pada 2-3 bulan berikutnya. Berdasarkan bukti ini, semua anak dengan diare harus diberi zinc, segera setelah anak tidak muntah.

 Jumlah asupan zinc yang dianjurkan:
- Di bawah usia 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari
- Usia 6 bulan ke atas : 1 tablet (20 mg) per hari

Harus diberikan minimal selama 10 hari.

 Cara pemberian tablet zinc
- Pada bayi: larutkan tablet zinc pada sendok dengan sedikit air matang, ASI perah atau larutan oralit.
- Pada anak-anak yang lebih besar: tablet dapat dikunyah atau dilarutkan
3. Lanjutkan pemberian minum/makan.

Selama diare, penurunan asupan makanan dan penyerapan nutrisi dan peningkatan kebutuhan nutrisi, sering secara bersama-sama menyebabkan penurunan berat badan dan berlanjut ke gagal tumbuh. Pada gilirannya, gangguan gizi dapat menyebabkan diare menjadi lebih parah, lebih lama dan lebih sering terjadi, dibandingkan dengan kejadian diare pada anak yang tidak menderita gangguan gizi. Lingkaran setan ini dapat diputus dengan memberi makanan kaya gizi selama anak diare dan ketika anak sehat.
4. Kunjungan ulang/kontrol ke dokter jika terdapat tanda berikut ini:

- Anak tidak bisa atau malas minum atau menyusu
- Kondisi anak memburuk
- Timbul demam
- Terdapat darah dalam tinja anak
- Bila tidak didapatkan salah satu tanda diatas, namun anak juga tidak menunjukkan perbaikan dalam 5 hari.
5. Terakhir, perlu diingat, tidak semua diare membutuhkan antibiotik. Biarkan dokter yang memutuskan perlu atau tidak anak Bunda diberikan antibiotik, sekaligus menentukan jenis antibiotik yang diberikan bila memang dibutuhkan.

REKAP PERTANYAAN
1.beberapa waktu lalu anak saya sedang tidak enak badan... saya kasih minuman hangat seperti teh hangat atau air hangat tapi tidak lama kemudian langsung memuntahkan apa yang sudah masuk....
Sebenarnya asupan apa yang baik diberikan pada anak yang sedang muntah2 hingga ia tidak dehidrasi ?

 Jawab:
sebenernya materinya dluar konteks. Tapi, ndak apa2, semoga bisa bermanfaat tidak sampai anak dehidrasi.
Ketika anak muntah berulang, tanpa ad diare, sebaiknya perlu dicari tau penyebabnya terlebih dahulu. Karena ad kondisi muntah biasa karena kondisi lambung, ntah itu sering telat makan, atau iritasi krn makanan (sambal, asam, dll). Atau dsebabkan penyakit dluar lambung. Seperti misalnya gangguan spincter lambung, atau ad obstruksi empedu, dll.
Kita anggap saja krn permasalahan lambung biasa.
Muntah berulang menyebabkan kondisi lambung dalam keadaan kosong, tidak terisi makanan. Dalam kondisi ini, lambung menjadi lebih sensitif. Karena itu, minuman yg sifatnya iritatif sebaiknya tidak diberikan. Seperti teh, kopi, jahe, dll. Dan berikan minuman secara bertahap, sedikit2. Jangan langsung bnyak. Suapkan dengan sendok.
Minuman hangat tidak apa2, asal jangan air panas. Juga baiknya jangan yg dingin.
Muntah itu adalah suatu proses yg full effort. Usaha tubuh utk mengeluarkan isi lambung. Yg secara otomatis, otot2 lambung akan menjadi lebih kaku, istilah mudahnya, kram. Krn itu, pengisian secara cepat, atau pemberian dg suhu ekstrim akan meningkatkan ketidaknyamanan pada perut, yg akhirnya malah semakin memicu lambung mengeluarkan isi perutnya
Asupan air mencegah dehidrasi tdk hanya dr minuman saja, bisa juga dr makanan. Seperti sup, kuah2 yg lain, atau buah.
Utk makanan, baiknya berikan makanan yg halus dlu Bunda. Klo anak tdk suka bubur, bisa dberi nasi tim.
Buah2an juga baiknya jangan langsung diberikan utuh,, krn lambung akan bekerja keras utk menghaluskannya. Jadi, baiknya dbikin jus saja. Utk mengurangi beban lambung.

2. ketika anak saya diare, saya langsung bawa ke dokter dan disuruh ganti sufor yg non laktose, setiap kali anak saya diare selalu disuruh ganti, apakah memang sufor tdk cocok? ada yg menyarankan ganti susu kedele, tapi apakah susu kedele bisa mencukupi gizi spt sufor, apalagi ada rumor susu kedele tdk bagus utk anak laki2,  benarkah? Syukran Ustdzh

Jawab:
 seperti yg saya jelaskan d atas Bunda, penyebab diare ad bermacam2. Bisa jadi, memang krn tidak cocok sufor yg mengandung laktosa (laktose intoleran), tapi bisa jg krn yg lain. Kalo memang tidak cocok dg laktosa, baiknya dganti dg susu yg non laktosa. Harganya relatif lebih mahal. Bisa juga menggunakan kedelai.
Tapi kalau penyebab diarenya bukan intoleran laktosa, berkali kali mengganti susu pun tidak akan berpengaruh thd diarenya.
Susu kedelai isinya memang tidak sama dg sufor yg lain, tapi tidak apa2 Bunda, msg2 produk sudah diestimasi kebutuhannya sesuai yg dianjurkan. Dan biasanya ad kandungan2 lain yg ditambahkan, tidak murni hanya ekstrak kedelai. Bunda cek saja d isi kandungannya. Seandainya Bunda merasa kurang sreg, bisa ditambahkan vitamin utk anak Bunda.

Kita tutup dgn doa kafaratul majelis
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

ُ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!