Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH

CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, August 18, 2015

Kajian Online WA  Hamba الله SWT



CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH

Sebagai pengantar yuuk kita buka
QS. Ali 'Imran ayat 103 :
“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan  hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Ajaran kepada orang-orang mukmin dan janji Allah terhadap mereka
QS. At Taubah ayat 71 :
“ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sahabat Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
"Ada tiga perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang, dia akan morasakan manisnya iman. Yakni Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada kecintaannya terhadap sesuatu yang lain, mencintai orang lain semata-mata hanya karena mencari keridhaan Allah, dan takut kembali ke jalan kufur sebagaimana dia takut dirinya di masukkan ke dalam siksa neraka." (HR. Bukhari).
Di dalam riwayat lain diketengahkan:
"Ada tiga perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang, dia akan merasakan enak dan manisnya iman. Yakni Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada kecintaannya terhadap sesuatu yang lain, mencin­tai dan membenci orang lain semata-mata hanya karena mencari keridhaan Allah, dan lebih merasa senang dimasukkan dalam bara api daripada harus menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat Am Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
"Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan berfiman: "Di manakah orang-orang yang saling memadu kasih . karena mencari keridhaan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan kepada mereka sebuah perlindungan (tempat bernaung) dimana pada hari ini tidak ada tempat bernaung kecuali tempat yang Aku sediakan," (HR. Muslim).

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi SAW telah bersabda:
"Ada tujuh orang yang akan mendapatkan perlindun-gan Allah pada hari kiamat dimana pada hari itu tidak ada tempat berlindung kecuali perlindungan Allah. Yakni penguasa yang adil, pemuda yang tampil kreatif lagi dinamis dalam menegakkan peribadatan kepada Allah, orang yang senantiasa merindukan peribadatan di dalam masjid, dua orang yang sating memadu kasih karena mencari keridhaan Allah hingga mereka berpisah dan bertemu semata- mata karena Allah, orang yang diajak berzina oleh seorang wanita yang cantik molek lagi terhormat tetapi dia menolak karena takut kepada Allah, orang yang bersedekah dengan rahasia sehingga ibarat tangan kanan memberikan sedekah sementara tangan kirinya tidak mengetahui, dan orang yang berdzikir kepada Allah di tengah keheningan malam hingga berlinang air mata karena takut kepada adzab Allah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sahabat Ibnu Umar ra berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
"Di antara hamba-hamba Allah ada sekelompok manusia yang mereka bukan nabi dan bukan pula syuhada', tetapi mereka mendapatkan kemuliaan di sisi Allah sejajar dengan para nabi dan para syuhada'." Lalu para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, khabarkanlah kepada kami siapakah mereka itu?" Jawab Rasulullah: "Mereka adalah sekelompok orang yang saling memadu kasih karena Allah, bukan karena motivasi kekerabatan maupun materi. Demi Allah, wajah mereka bersinar bagaikan cahaya, bahkan mereka adalah cahaya di atas cahaya. Mereka tidak merasa takut ketika umat manusia dilanda perasaan takut" Lalu Rasulullah saw membaca ayat: "Dan ingatlah, bahwa para kekasih Allah tidak akan pernah dilanda perasaan takut dan tidak pernah pula dilanda perasaan sedih." (HR. Abu Dawud).

Sahabat Abi Umamah berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
"Barangsiapa cinta dan marah .karena Allah, memberi sesuatu dan mencegah sesuatu karena Allah, maka berarti dia telah memiliki keimanan yang sempurna." (HR. Abu Dawud).

Sahabat Anas RA berkata, bahwa ada seorang lelaki mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah: "Ya Rasulallah, kapan hari kiamat datang?" Jawab Rasulullah: "Apakah yang engkau persiapkan untuk menghadapi hari kiamat?" Jawab lelaki itu: "Tidak ada sesuatu pun yang dapat aku jadikan bekal kecuali kecintaanku kepada Allah dan Rasul-Nya." Lalu Rasulullah bersabda: "Engkau bersama orang yang engkau cintai." Selanjutnya sahabat Anas berkata: "Kami belum pernah merasakan arti kebahagiaan yang luar biasa kecuali ketika mendengar sabda Rasulullah: "Engkau bersama orang yang engkau cintai." Lalu sahabat Anas berkata pula: "Aku sangat mencintai Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar bin Khathab, dengan harapan diriku bisa bersama mereka (di dalam sorga)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat Aisyah berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
"Syirik lebih tidak kelihatan daripada setitik debu yang berada di atas batu halus pada malam nan gelap gulita. Perbuatan syirik yang paling minim adalah tertarik pada suatu perbuatan maksiat, dan membenci suatu perbuatan baik. Bukankah agama Islam itu hanya terdiri dari cinta dan benci? Bukankah Allah SWT telah berfirman: "Katakanlah (Muhamad): Apabila kamu mencin­tai Allah, maka ikutilah ajaran-ajaranku, tentu Allah akan mencintaimu." (HR. Hakim, dan menurutnya hadis ini shahih sanadnya).

Silahkan jika ada yang hendak didiskusikan....

TANYA JAWAB

Q : Jika sudah akan melangsungkan pernikahan tapi dtengah jalan batal trus kita sedih,ada rasa sakit itu termasuk dalam kategori bukan cinta karena Allah stadz?
A : Hmmh itu masih dalam batas yang manusiawi kok selama tidak keterusan dan selalu "baper" kata anak sekarang (diBAwa PERasaan)... Segera "move on" aja ya...

Q : Ustadz.. diatas dikatakan.. mencintai Allah SWT dan Rasululloh.. Saya sangat ingin bisa mencintai Alloh SWT dan Rasululloh.. saya sedang belajar sedikit-sedikit.. tapi di perjalann saya, saya merasa banyak sekali godaan, ustadz .. gimana cara mentamengi godaan tersebut ustadz? Ciri-ciri kita sudah mencintai Alloh SWT dan Rasululloh itu bagaimana ustadz?..
A: Harus !! cinta kepada Allah dan rasulNya mendapat prioritas utama....Godaan adalah sunatullah menjalaninya sebagai ujian dan pembuktian cinta kita tsb.... Membentenginya dengan Taqwa (mudah diucapkan dan  insya Allah bisa dilaksanakan.  Cirinya adalah ketika kita sudah bisa mendahulukan perintah dan LaranganNya serta menjalankan Sunah RasulNya diatas kepentingan yang lain....apalagi hawa nafsu....

Q : Iya ustadz.. apalagi godaan hawa nafsu.. cara efektifny bagaimana ya ustadz agar kita bisa mengalahkan hawa nafsu kita, berat sekali ustadz .. sering mengulangi hal-hal yang dilarang oleh Alloh SWT.. bila sudah tidak melakukannya terus melakukan.. terkadang seperti it ustadz... astagfifullah...
A : Semakin berat godaan semakin terang dan jelas jalan yang ditempuh. Ujian paling berat itu ujian para nabi lalu para ulama lalu orang-orang yang menjalankan islam secara benar....Sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang selalu mengiringinya dengan taubat, istighfar dan amal sholeh.

Q : Apakah benci karena Allah boleh sampe memutuskan silaturahmi ? Ato hanya sebatas apa kita benci karena Allah?
A : Meletakkan benci dan cinta karena Allah tentu tetap sesuai koridor syar'i. Rasul melarang klo sampai memutus silaturahmi.

Q : Ustadz mau nanya.... jika kita pernah gagal dalam rencana menikah, pastinya kita mrasakan kesedihan yang begitu berat apalagi hari H sudah ditentukan sanak famili tetangga teman  sudah tau semuanya pastinya kita semakin down...naah pertanyaannya apakah kita boleh memutuskan silaturahmi dengan dia bahkan kluarganya dia...jikalau tidak sperti itu perasaan sakit hati itu slalu ada dan tak trkendalikan...mungkin hanya cara kita menjauh dari khidupan dia agar kita bisa move on..... cara menjauh sperti ini...apakah dinamakan memutus tali silaturrahim ustadz..afwan...
A : Jadi tetap biasa saja...sakit hati karena hal ini masih manusiawi...marah batasnya hanya 3 hari setelah itu biasa aza lah...berat memang apalagi klo deketan....ikhlas dalam hal ini menjadi sebuah kata yang sederhana tapi akan dahsyat dan syarat makna...
Klo udah gak jadi nikah ya jangan deket-deketan bukan muhrim haram loh....nah menjauh dengan tujuan tetap menjaga aturan syar'i seperti itu boleh....tapi tidak jika tujuannya tuk memutus silaturahmi....ini dalilnya dasar banget hadist pertama dalam kitab arbain....innamal a'maluu bin niyah dst ...

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Selasa,  18 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Cipto
Rekapan Grup Nanda M105 (Dyah)
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti




Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment