Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

DAHSYATNYA FITNAH WANITA

Sesungguhnya wanita merupakan fitnah terbesar bagi kaum laki-laki. Bukti yang nyata, kita lihat di zaman sekarang betapa banyak lelaki yang begitu mudah tergoda dengan para wanita. Dan syaithan benar-benar menjadikan para wanita sebagai sarana untuk menjerat kaum lelaki. Terjadilah banyak perzinahan dan hubungan gelap yang diharamkan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Dan hal ini telah diingatkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dari dahulu. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا, وَاتَّقُوا النِّسَاءَ, فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ, كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

"Takutlah kalian kepada dunia dan takutlah kalian kepada wanita." (HR. Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudriy)


Kita tahu bahwasanya fitnah wanita merupakan bagian dari fitnah dunia. Akan tetapi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhususkan penyebutan fitnah wanita. Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan kenapa mengkhususkan penyebutan fitnah wanita. Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah karena wanita."  (HR. Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudriy)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam juga bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"Tidak pernah aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi para lelaki yang lebih dari fitnah wanita." (HR. Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid)

Sungguh fitnah wanita adalah fitnah yang paling berbahaya bagi kaum lelaki. Bahwasanya lelaki diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memiliki hasrat kepada wanita, tunduk kepada wanita. Sampai-sampai Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

المرأةُ عَوْرةٌ، فإذا خَرَجَت استَشْرَفَها الشَيطانُ

"Sesungguhnya wanita itu 'aurat dan jika dia keluar dari rumahnya maka syaithan sudah mengincarnya." (HR. Tirmidzi)

Kenapa syaithan mengincarnya? Karena syaithan ingin menjadikan para wanita sebagai sarana untuk menjebak para lelaki, untuk menjauhkan para lelaki dari agama mereka. Dijadikanlah para wanita:

√ senang berhias
√ mengumbar aurat mereka
√ sebagai hiasan dimana-mana
√ wanita menjadi pajangan


Itu kenyataan yang kita lihat dimana-mana. Karena memang suatu pemandangan yang sangat dicintai para lelaki. Syaithan mengerti hal ini. Dan syaithan menjadikan wanita sebagai sarana yang sangat mudah untuk menjerumuskan para lelaki. Terlebih lagi, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda dalam haditsnya:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ 

"Aku tidak pernah melihat makhluq yang kurang akalnya dan kurang agamanya namun lebih mampu menundukkan seorang lelaki yang tegas, seperti kalian, wahai para wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)

Benar, wanita makhluq yang lemah akan tetapi dengan kelemahannya tersebut, dengan manjanya tersebut bisa begitu mudah menjatuhkan seorang laki-laki yang tegas. Karena memang wanita merupakan fitnah terbesar bagi para lelaki. Oleh karenanya, ini nasihat bagi para wanita dan juga para lelaki. Para wanita jangan sampai jadi bahan dan sarana yang dimanfaatkan oleh iblis dan syaithan untuk menggoda para lelaki. Dan para lelakipun harus berhati-hati, jangan terpengaruh dan jangan terjebak pada jebakan-jebakan iblis yang telah menjadikan para wanita sebagai fitnah.

Sungguh, Allāh Subhānahu wa Ta'ālā telah menyebutkan contoh yang sangat luar biasa yang Allāh abadikan dalam Alqurān tentang kisah Nabiyullāh Yusuf 'alayhissalām yang tegar dihadapan fitnah wanita. Yang Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menjadikan kisah ini sebagai contoh nyata yang pernah dialami Nabi Yusuf 'alayhissalām.

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā berfirman:

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ .يوسف ٢٣

"Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal dirumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, 'Marilah mendekat kepadaku.' Yusuf berkata, 'Aku berlindung kepada Allāh, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik'." (QS. Yusuf: 23)


Maka wanita permaisuri itupun mulai merayu Nabi Yusuf untuk berzina. Kemudian dia menutup pintu-pintu yang ada agar tidak ada yang melihat mereka tatkala berzina. Kemudian sang wanita berkata, "Kemarilah engkau, mari kita melakukan perzinahan." Akan tetapi Nabi Yusuf 'alaihissalām dengan begitu tegarnya bisa melepaskan dirinya dari fitnah wanita permaisuri yang sangat cantik jelita tersebut.

Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Al-Jawābul Kāfi dan juga Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di di dalam tafsirnya menyebutkan beberapa ujian yang sangat berat yang dialami Nabi Yusuf tatkala berhadapan dengan rayuan permaisuri tersebut. Diantaranya: Nabi Yusuf 'alayhissalām adalah lelaki yang gharib (asing). Asalnya beliau tinggal di Palestina kemudian berpindah ke negeri Mesir. Dan kita tahu bahwasanya lelaki yang asing kalau hendak bermaksiat di negeri orang lebih berani daripada bermaksiat di kampung sendiri. Adapun kalau bermaksiat dikampung sendiri dia akan malu jika ketahuan, malu juga bagi keluarganya dan kerabatnya. Nabi Yusuf masih sangat muda tatkala itu. Kita tahu besarnya gejolak syahwat seorang yang masih muda. Yang merayu adalah sang wanita terlebih dahulu. Lelaki terkadang malu merayu sang wanita tetapi tatkala wanita yang mulai merayu maka mudahlah tersungkur seorang lelaki. Siapa wanita yang merayu Nabi Yusuf ini? Adalah wanita yang sangat cantik jelita, seorang permaisuri raja. Selain cantik, dia juga telah menghias dirinya, sehingga kecantikan di atas kecantikan. Ini ujian yang luar biasa. Sang wanita telah mengunci seluruh pintu, tidak ada yang melihat. Dan kita tahu bagaimana kondisinya jika seorang hendak bermaksiat dan tidak ada yang melihat. Dia akan lebih mudah bermaksiat karena tidak malu, karena tidak ada yang melihat dia. Ini ujian-ujian berat yang dialami Nabi Yusuf 'alayhissalām. Akan tetapi Nabiyullāh Yusuf 'alayhissalām tegar dalam menghadapi ujian tersebut. Kenapa? Karena dia takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Kata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā: 

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ .يوسف ٢٤

"Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih."(QS. Yusuf: 24)

Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menyelamatkan Nabi Yusuf 'alayhissalām karena Nabi Yusuf 'alayhissalām adalah orang-orang yang ikhlash. Dan Nabi Yusuf pun segera lari meninggalkan tempat tersebut. Tidak ada yang menjamin Nabi Yusuf 'alayhissalām akan tegar terus dihadapan maksiat tersebut, maka dia segera meninggalkan tempat maksiat tadi. Oleh karenanya, jika anda dihadapkan pada fitnah wanita, jika anda dirayu oleh seorang wanita yang cantik jelita dan kaya raya, ingatlah bagaimana Nabi Yusuf 'alayhissalām digoda dengan godaan yang lebih berat dari yang anda hadapi. Akan tetapi karena Nabi Yusuf berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan mengingat keagungan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan takut akan adzab Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, maka dia meninggalkan tempat maksiat tersebut. Dia meninggalkan rayuan wanita tersebut. 

Hendaknya kita ingat akan hari akhirat bahwasanya kenikmatan yang kita dapatkan dengan cara yang haram, dengan berhubungan yang tidak benar dengan wanita yang tidak halal bagi kita, maka ingatlah bahwa kita hanya mendapatkan nikmat sesaat. Setelah itu kita akan mendapatkan siksaan yang terus menerus, yang pedih yang akan dirasakan oleh seseorang yang bermaksiat kepada Allāh, yang melakukan perzinaan, yang melakukan hubungan gelap dengan wanita yang tidak halal baginya. Allāh mengancam mereka (orang-orang yang berzina) di akhirat kelak, mereka akan diadzab di alam kubur sebelum diadzab di neraka Jahannam.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menjauhkan kita dari fitnah wanita. Dan semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menegarkan iman kita tatkala kita dihadapkan dengan rayuan dan godaan wanita yang tidak halal bagi kita.

Wahai para wanita, janganlah anda mau dimanfaatkan oleh iblis, jangan anda mau dijadikan perangkap iblis untuk menjerat para kaum lelaki. Ingatlah setiap aurat yang anda buka yang dilihat oleh para lelaki akan dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā dan akan menambah beratnya adzab anda pada hari kiamat kelak. Semakin banyak mata yang melihat aurat yang anda umbar maka semakin berat pula adzab yang anda rasakan di akhirat kelak.

Oleh karenanya, begitu mengerikan bagaimana kondisi para artis, para wanita yang menjadi bintang iklan, yang mengumbar aurat mereka, terpajang ditelevisi dan iklan-iklan yang dilihat oleh jutaan orang. Maka sungguh pedih adzab yang akan mereka rasakan jika mereka tidak bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Setiap mata yang menikmati aurat yang terumbarkan tersebut akan memperberat adzab anda di hari kiamat kelak.

Kemudian wahai para lelaki, jauhkanlah diri anda dari fitnah wanita. Tundukkanlah pandanganmu karena Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Ingatlah bahwa Allāh Subhānahu wa Ta'ālā: 

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ .غافر ١٩

"Dia mengetahui (pandangan) Mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." (QS. Ghafir: 16)

Mengetahui pengkhianatan pandangan mata anda meskipun tidak ada yang melihatnya. Tatkala anda melirik wanita yang tidak halal bagi anda maka ketahuilah bahwa akan dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā. Kemudian jauhilah tempat-tempat maksiat, jangan menjebakkan diri anda dalam tempat-tempat bermaksiat. Sungguh fitnah wanita bukan fitnah yang ringan, tapi fitnah yang luar biasa, fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Dan sekali lagi ingatlah, kalau anda telah terjebak dalam fitnah wanita, kemudian anda merasakan sedikit kenikmatan/kelezatan, dibalik kelezatan tersebut akan ada adzab yang pedih yang berkepanjangan di alam kubur sebelum di akhirat kelak.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'ālā menegarkan iman kita untuk tegar tatkala diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, tatkala dihadapkan dengan fitnah wanita sehingga kita bisa selamat dari fitnah wanita. Dan semuanya tidak akan bisa kita lakukan kecuali jika kita berdo'a dan mendapat taufiq dari Allāh Subhānahu wa Ta'ālā.
والله تعالى أعلم. 
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم. 
و السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Materi BiAS
____________________________
TANYA JAWAB

Pertanyaan M109

1. Ustadz ijin bertanya, ajakan yang paling jitu buat ajak saudara, teman untuk berjilbab gimana ya stadz? Sudah seringkali di ajak, dijelasin juga surah an nur dan al ahzab tapi mereka jawab dengan alasan klasik "mau perbaiki hati n perilaku dulu"
Jawab
Masalah aurat dan masalah hati dua hal yang berbeda. Aurat itu perintah dari اللّهُ Ta'ala walaupun hati nya baik atau hatinya jelek.

Pertanyaan M110

1. Ustadz setiap ucapan yang wanita utarakan itu bisa berujung fitnah terus bagaimana cara berkomunikasi sama lawan jenis?
Jawab
Sesuai dengan apa yang ingin disampaikan saja. Nda usah berlebihan atau sesuatu yang melenceng dari yang ingin disampaikan

2. Ustadz, kalau misalnya seorang akhwan/ikhwat yang bekomunikasi dengan sms/ tlf apa diperbolehkan dan terkadang sms/tlf bisa timbul rasa yang tidak semestinya dan katanya sie cuma berteman, apa itu diperboleh kan ustadz?
Jawab
selama tidak ada tujuan yang hanya sekedar ngalor ngidul ya nda boleh. Setan itu lebih pintar dan halus dalam menggoda manusia. Jangan pernah berkata bahwa ini kan hanya dengar suara saja. Justru komunikasi juga adalah pintu masuk setan untuk memperdaya manusia dan akhirnya terjerembab. Bukankah banyak yang bunuh diri gara gara pernah berakhir dari pembicaraan di telfon?

Pertanyaan M111

1. Ada hadits yang bilang kalau perempuan itu memakai minyak wangi dan tercium wanginya oleh lelaki lain, maka wanita itu telah berzina. Lalu bagaimana jika ada yang bermasalah dengan keringat , bagaimana ?
Jawab
ada parfum yang tidak berbau. Banyak sekarang yang jual

2. Kalau seorang wanita pernah berzina, lalu dia menyesal, dan melakukan solat taubat, apakah dia akan tetap di siksa di neraka?
Jawab
in sha اللّهُ tobatnya diterima sama اللّهُ Ta'ala. Masalah siksaan serahkan semuanya kepada اللّهُ Ta'ala. Dan berdoa agar dibebaskan dari siksaan di neraka

3. Ustadz kalau seandainya justru dari pihak ikhwan yang menghendaki kita untuk tidak berhijab dan keluarga juga setuju kira" harus bagaimna ya ustazah cara menjelaskannya bahkan  bilang "gpp karena memang sudah adat desa" dan mereka takut ana ikut dharul khadis katanya 
Jawab
loooohhh...? Mau ikut adat atau mau ikut اللّهُ ....?

Pertanyaan M112

1. Ustadz, mau tanya, apakah kita salah jika membiarkan teman belum berhijab? Ada ketakutan mereka akan menuntut kita di hari akhir tetapi ketika diingatkan di dunia mereka tidak senang, mohon tanggapannya
Jawab
inti dari agama adalah nasehat. Jika kita sudah memberikan nasehat, maka gugur kewajiban kita

2. Assalammu'alaikum. Apakah kaki dan tangan termasuk aurat wanita? Terimakasih
Jawab
kaki iyaa. Telapak tangan tidak.

Pertanyaan M113

1. Ustadz izin bertanya, bagaimana kiat kita sebagai akhwat agar tidak sampai menjadi fitnah dunia tersebut? Adakah dosa untuk kita sebagai akhwat jika kita tidak berniat menarik perhatian ikhwan, namun ikhwan tersebut tertarik melihat kita?
Jawab
Bertingkah laku lah sesuai syariat atau mencontoh Istri Nabi ﷺ . Jika semua tingkah laku dan semuanya sudah sesuai syariat dan masih ada yang menggoda, bukan salah kita lagi.

2. Assalamualaikum kalo masih bisa bertanya. Saya mau tanya, saya pernah denger dari ibu saya, ada anak seorang kyai perempuan, di perkosa sampai hamil, padahal perempuan itu juga menutup auratnya, nah itu bagaimana tadz? Padahal kan perempuan disuruh menutup seluruh auratnya agar terhindar dari kejadian seperti itu. Dan bagaimana pandangan islam terhadap kasus tsb?
Jawab 
sudah takdir اللّهُ memang terjadi demikian. Maka tugas kita adalah bersabar akan hal tersebut.

Pertanyaan M115

1. Berkaitan dengan menampakan aurat. Mahram berdasarkan pertalian darah itu kan di Al-Qur'an hanya Ayah-Ibu, Kakak-Adik kandung, susunan ke atas Kakek-nenek dst, ke bawah cucu dst, kakak-adik nya orangtua (paman-bibi), keponakan, lalu kalau misal kita menampakan aurat pada anaknya paman-bibi, itu tidak boleh ?
Jawab
kalau dalam jalur mahrom ya boleh. Pelajari dulu mahromnya dan jika sudah diketahui, maka tidak mengapa mengunakan hijab sebatas yang diperbolehkan.

2. Begini, terkadang susan sendiri kalau dekat sama papa kandung suka malu kalau berpakaian yang baju pendek ataupun celana, nah kalau kita dekat ayah berpakaiannya bebas itu gimana? Kalau kita bukan mahram ga boleh mengumbarkan aurat, nah contohnya kalau ada seorang anak ketemu bapak tiri nya anak itu berpakaian kayak gitu (baju pndk,dll) initnya kurang sopan, itu gimana ? Kan bkan mahran?
Jawab
yang boleh terlihat sesama mahrom adalah batas dengkul kebawah dan batas pusar keatas. Kalau ayah tiri ya mahrom karena pernikahan. Berpakaian saja sepantasnya.

Pertanyaan M116


1. Bagaimana cara koordinasi yang baik dengan ikhwan yang disitu misal kita diamanahi korwat sedangkan beliau korwan, jika disitu korwan terlalu dekat dengan akhwat bagaimana cara kita untuk menasehatinya? Agar tidak terjadi fitnah
Jawab
Jangan bertemu hanya berdua saja. Bawa teman dari pihak akhwat ataupun pihak ikhwan. Asalkan jangan berdua saja

2. Apa hukumnya berdiskusi dengan ikhwan untuk kepentingan yang bukan dilandasi nafsu.  Seperti pekerjaan, kuliah, dll.. Apa tidak diperbolehkan berdiskusi dalam satu tempat yang sama?

Jawab
Boleeehhh. Sekali lagi bahwa jangan hanya berdua saja. Ajak salah satu teman diantara keduanya. Ketika nanti ada pertanyaan, ga bisa focus dong. Coba lihat kalau diruang kelas sekolah atau kampus, belajarnya juga sama sama dan berjamaah bukan.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 10 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono 
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 2