Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

DIMANA MENCARI KEBAHAGIAAN SEJATI?

Dalam kehidupan manusia, banyak sekali orang yang melupakan makna kebahagian hakiki. Sebagian dari mereka tak kenal lelah mencari harta sebanyak-banyaknya. Atau bekerja memburu karir, jabatan atau juga mengejar berbagai kenikmatan yang hanya bisa dinikmati sebatas hidupnya didunia, dan kebahagiaan itupun hanya akan dapat dinikmati dari sedikit waktu hidupnya. Karakteristik dasar dari kenikmatan duniawi adalah selalu melalaikan dan membuat manusia berada dalam kondisi perbudakan baik oleh jin ataupun nafsunya sendiri.

Apa kira-kira yang memicu keadaan seperti ini. Tentu semua ada sebabnya bukan?
Mari sejenak kita bertafakur, berfikir dengan hati jernih dan mendalam tentang kondisi diri kita yang dari waktu ke waktu selalu menghadapi pertarungan antara beramal yang sejalan dengan petunjuk Agama ataukah yang dilarang. Kondisi ini akan selalu datang dan memenuhi sepanjang waktu hidup kita. Beruntunglah, jika kita mampu berfikir dan menetapkan hati memiliki arah dan tujuan hidup untuk mencapai kebahagiaan kehidupan akhirat. Dengannya hati dan prilaku kita akan terus bisa kita kendalikan oleh keimanan sehingga akan senantiasa mengarah kepada  perbuatan (prilaku atau amal) yang menyebabkan turunnya rahmat Allah subhanahu wata'alaa.


Dan disinilah sesungguhnya kita akan menemukan kebahagiaan sejati itu. Yakni saat diri kita puas dan merasa bahagia ketika telah melakukan suatu perbuatan yang dirihdoi Allah. Apapun bentuk perbuatan itu, yang jelas kita mengetahui bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan yang akan memghasilkan buah yang baik yakni pahala dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta'alaa. Dan akan merasa gelisah apabila tidak dapat melakukan sebuah amal sholih atau perbuatan baik yang menjadi kesempatannya namun terlewatkan. Adapun bagi seseorang hatinya buta, tidak dapat melihat kebenaran dan cahaya hidayah maka dirinya, dalam kesehariannya tidak memiliki kepedulian dengan urusan keadaan amalnya. Baginya tidak melakukan amal baik tak menyesal, dan melakukan maksiatpun tak merasa bersalah. Hati yang seperti inilah yang dikatakan lalai, dan berpotensi menjadi obyek perbudakan jin dan syetan. 

Jika mereka (jin yang bertabiat syetan) masuk kedalam dirinya maka akan memperindah segala perbuatan buruk hingga ia tertarik dan gemar melakukannya. Dibuatnya berbagai bentuk ibadah dan perbuatan baik, tidak menarik, kuno dan memberatkan untuk dilakukan. Selalu ada alasan penolakan untuk melakukannya. Panggilan-panggilan kebaikan sulit menembus hatinya. Karena cahaya hidayah telah redup dan bahkan kegelapan meliputi sepanjang waktunya. Na'udzubillahi mindzalik.

Jika terjadi kondisi seperti ini maka dia akan sulit membedakan mana kebahagiaan dan mana saat dia berada dalam kesesatan. Baginya kebahagiaan adalah hal-hal dan perbuatan yang mampu memuaskan dirinya, walau sesaat. Yang membuat hatinya bahagia ketika apa menjadi ambisinya tercapai walaupun hakikatnya menurut ukuran Agama tidak ada nilainya atau bahkan akan berakibat kehinaan bagi dirinya.

Jadi... Perhatikan bahwa :
Ukuran kebahagiaan akan sangat berbeda bagi seseorang yang memiliki orientasi dan tujuan kebahagiaan akhirat dengan mereka yang hanya sebatas mengejar kebahagiaan duniawi. Faktor utama pembeda ini adalah ada tidaknya, dalam dangkalnya "ilmu dan iman" yang ada pada dirinya.

Ketika seseorang Berilmu dan hatinya penuh dengan Keimanan maka dia akan memiliki bashiroh, cahaya kebaikan yang memancar dari hati, ucapan dan prilakunya sebagai pantulan dari keyakinanan atas kabar gembira yang akan dia dapatkan akibat keimanan dan amal sholihnya itu. Dan setiap Muslim hendaknya memiliki kepekaan dan juga faham akan hal ini sehingga dia bisa mengukur dirinya dimanakah dia berada. Apakah pada posisi pribadi yang penuh kelalaian ataukah yang selalu terjaga pada kebaikan dan ketaqwaan kepada Robbnya. Sehingga pada gilirannya diapun akan sadar dan benar-benar bisa membedakan hati yang mati dan yang hidup. Bahkan juga akan merasakan perbedaan atas kebahagiaan yang sejati dan mana yang bukan. Tipu daya syetan akan lemah dihadapannya karena dalam dirinya telah diperkaya dengan cahaya kebaikan yang menyebabkan turunya perlindungan dan penjagaan dari Robbnya.

Demikian materi singkat ini. Semoga bisa difahami dan menjadi bahan renungan kita disiang hari ini. Billahi taufiq wal hidayah

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Endria🌴
Jakarta, 25 Agustus 2015.
14.45 wib

TANYA JAWAB


Pertanyaan M02

1. Bagaimanakah kiat-kiat menjaga agar hati senantiasa hidup, dan selalu respon terhadap kebaikan dan sensitif terhadap hal-hal yang cenderung menjerumuskan/menjauhkan dari cahaya?
 بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. Dengan menghidupkan Sunnah2Rasul, dari yang sederhana. 
Misal :
- makan dan minum memakai tangan kanan. Mulailah makan dengan membaca basmallah.
- banyak mengucap istighfar dimanapun berada.
- meningkatkan kwalitas sholat, usahakan agar lebih khusyu'.
- rajin membaca Al Qur'an dan mempelajari terjemahannya dan tafsirnya.
- rajinlah mempelajari hadist2 Rasulullah saw.
- rajin menjalankan sholat2 sunnah.
- banyak merenungkan ayat2 Allah.
- menjaga sholat Tahajud.
- bergaul dengan orang2 yang suka dengan ilmu dan mengerjakan amal sholih.
- banyak melangunkan lafaz dzikir dimanapun sedang berada.

Itu diantaranya jika dilakukan secara istiqomah insyaAllah akan membuka tabir cahaya hidayah.


Pertanyaan M03

1. Adakah kiat khusus untuk dapat bahagia dunia akhirat?
Jawab


بسم الله الرحمن الرحيم. Menuntut ilmu, terutama pelajari Al Qur'an dan Hadist kemudian segera mengamalkannya. Jadi kalo dalam bahasa Al Qur'an anti bisa buka Surah Al Bayyinah. Dan juga banyak dari Ayat-ayat Al Qur'an yang menjanjikan bagi seorang hamba yan BERIMAN DAN BERAMAL SHOLIH .. Maka tak perlu ada rasa kesedihan baginya. Karena jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat sudah ditangannya. Untuk beramal sholih itulah kita perlu menuntut ilmu agar bisa melakukan berbagai jenis ibadah dan juga menjauhi apa-apa yang dilarang Allah. Dijamin insyaAllah kita akan menemukan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia dan di akhirat. Waallahu a'lam bishowwab


Pertanyaan M04

1. Dulu kehidupan saya memang seperti budak dunia, rasanya pekerjaan yang saya kerjakan gak ada habisnya, sibuk kesana kesini terbang kemana-mana. Kadang pulang rumah udah malam, capek dan gak sempat ngurus lagi suami dan anak-anak. Jabatan dan karir saya melesat cepat tapi saat di puncak karir itu saya merasakan kehampaan luar biasa terasa betapa capek dan lelah saya selama ini mengejar karir sampai puncak tapi begitu sampai gak ada nikmatnya sama sekali walau tunjangn karir lumayan.. akhirnya saya mundur dari posisi tersebut dan jadi staf biasa justru rasanya hidup lebih tenang dan gak diburu-buru kerja dan pertanggungjawaban lagi tapi namanya hidup yaa cobaan datang, suami dan anak menjauh dan kini saya seperti hidup sebatang kara saya sadar itu salah saya menyia-nyiakan cinta mereka selama bertahun-tahun saya merasa saya mendapatkan karma atas apa yang sudah saya lakukan pada mereka kadang saya putus asa dan tergiur lagi untuk mengejar karir tapi semangat untuk brburu udah hilang saya gak tau.. ini hukuman dan karma atas apa yang saya lakuin selama ini atau Allah mau mnguji iman saya sekuat apa saya menghadapi cobaan ini..
Jawab
بسم الله الرحمن الرحيم. Alhamdulillah semoga Allah selalu menambahakan hidayah kepada anti.. Aamiin. Ukhti ... Pertama saya sampaikan bahwa tidak ada namanya hukum karma di dalam Islam. Jadi apa yang menimpa diri kita jika itu suatu beban kesengsaraan maka :
Pertama, Sebagai teguran Allah agar kita segera kembali dan lebih dekat kepadaNya.
Kedua, Adzab yang didahulukan, karena Allah ingin membersihkan diri kita dari kotoran2 dosa masa lalu.
Ketiga, Karena murni Allah ingin menguji diri kita apakah kembalinya kita ke jalan yang benar adalah benar-benar suatu bentuk kesungguhan kita menuju Allah atau hanya niat yang tidak dibarengi dengan keimanan.

Ketiga bentuk alasan diatas bisa saja terjadi pada diri seseorang , yang jelas dari ketiga alasan tersebut kita harus khusnudzon kepapa Allah bahwa itu semua ditimpakan kepada kita karena Allah inginkan kita menjadi lebih baik dalam beragama dan mendekat kepadaNya. Jangan kita menjadi orang tidak diperdulikanNya. Berbagai kesuksesan diberikannya tetapi tetap membuatnya jauh dari Allah ini namanya Istijroj, suatu bentuk ketidak pedulian Allah terhadap dirinya. Karena semakin banyak nikmat yang dilimpahkan yang harusnya dia syukuri , memang ketika di dunia tampak sukse tetapi itu sebenarnya adalah azab yang ditunda. Kelak di akhirat akan ditimpakan. Na'udzubillahi mindzalik.

Saran saya. Banyak-banyaklah istighfar kapan saja dan dimanapun kita berada. Banyak-banyaklah merenung dan mengembalikan segala sesuatu dengan melibatkan Allah dalam pikiran kita. Sadar bahwa Dia mengawasi dan memperhatikan kita selalu. Bangunlah malam untuk sholat tahajud. Mohonlah pertolongan kepada Allah untuk memperbaiki segala urusan dunia dan akhirat anti. Baarokallahu fiik.. Aamiin


2. Kita seringkali mendapatkan kesenangan, tapi belum tentu kebahagiaan. Bagaimana caranya agar kita bahagia dengan keadaan kita apa adanya ?
Jawab
بسم الله الرحمن الرحيم. Jika suatu kebaikan atau kesenangan baik berupa materi maupun non materi tidak bisa membuat bahagia penerimanya, bisa ada beberapa kemungkinan.
Pertama, 
Mungkin harapan dia lebih dari itu. Sehingga yang dia trima tidak dirasa cukup dan tidak membahagiakan.
Kedua, 
Karena terkait dengan keberkahan. Sesuatu keberkahan dari rizki yang datang adalah sangat ditentukan oleh bagaimana cara mendapatkannya dan juga bagaimana selama ini dia berahlaq kepada Allah. Jika dia memiliki hubungan yang dekat dengan Allah maka insyaAllah setiap kebaikan walaupun sedikit akan membuatnya puas dan bahagia. Dia akan bergegas untuk bersyukur kepada Allah dia ingat bahwa kebaikan atau rizki tsb adalah pasti Allah lah yang menghadirkan untuk dirinya. Inilah gambaran tentang rizki yg berkah. Lain jika dia tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Allah maka seberapa pun besar rizkin kebaikan yang dia trima tidak akan bisa membuatnya puas dan bahagia. 
Oleh sebab itu penting sekali kita segera membangun hubungan yang dekat dengan Allah apakah dengan meningkatkan kekhusyuk'an sholat kita, tilawah kita, dzikir2 kita dll.
Waallahu A'lam bishowwab.

Pertanyaan M09

1. Seseorang yang berorientasi kebahagiaan akhirat tidak pernah terluka ketika ada yang melukai Perasaan nya karena berarti Itu tambahan pahala, tidak berusaha hati ketika ditimpa musibah karena berarti dosanya berkurang dan pahala sabarnya bertambah Apakah seperti itu ustadzah? Tapi sulit ya untuk sampai di tahap itu, apakah ada kiat-kiat sederhana untuk mencapainya?
Jawab
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. MasyaAllah... Apa yang ukhti sampaikan itu benar. Begitulah gambaran sebuah perasaan ihlas. Dia merasakan berbagai ujian yang datang silih berganti. Tetapi dia yakin bahwa ujian-ujian tersebut adalah datang dari Allah untuk menguji keimananya. Dia sadar bahwa musibah dan keadaan kurang menguntungkan yang menimpa dirinya adalah sangat tidak nyaman dirasakannya, tetapi dia sadar bahwa itu semua adalah ketetapan Allah bagi dirinya yang pasti jika kita sabar menerimanya istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepadaNya maka Dia akan melimpahkan kasih dan sayangNya. Semua itu harus menjadi motivasi diri yang tak pernah pudar didalam hati seorang yang beriman. Sehingga cahaya hidayah Allah akan tetap bersinar dihatinya. Hal inilah yang akan menjadi sebab turunnya belas kasih Allah dan kecintaannya hingga Dia akan selalu menambah hidayahNya agar si hamba ini tetap dalam kebaikan hingga akhir hayatnya dan bisa melihat dengan wajahNya. Keadaan sulit untuk mencapai kondisi keimanan seperti itu adalah wajar, tetapi bukan mustahil untuk dicapai. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah ketika kita (setiap) mendapat sesuatu ilmu maka camkan baik-baik. Gerakkan hati untuk merenungkan, tafakur (pikirkan) - kemudian ajak raga kita untul melaksanakan ilmu tersebut.

Jangan menjadi orang yang banyak belajar, setelah nendapat ilmu kemudian hanya disimpan rapi didalam hati. Sedikit diamalkan dan enggan mendakwahkannya. Ini penyakit hati yang ditanamkan oleh syetan. Dengannya syetan membuai kita bahwa kita telah banyak ilmu, tak perlu menambahnya dan meredam hati untuk segera melaksanakan atau mengamalkan ilmu tadi, dalam kondisi seperti ini syetan biasanya akan sangat betah membuai hati hingga dia lalai atas ilmu-ilmunya. Padahal setiap ilmu yang kita miliki kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya. Apakah sudah diamalkan dan didakwahkan atau tersimpan rapi didalam rak-rak di hati kita.

Itulah diantara tips untuk membangun jiwa yang kokoh. Yang peka terhadap amal sholih baik amalan fisik maupun amalan bathiniah (keimanan).  Jika hal itu kita terapkan dan kira bangun dalam diri kita, maka insyaAllah sifat Sabar, Ihlas dan Istiqomah akan terbentuk didalam diri Pribadi kita. InsyaAllah.


2. Kalau menyampaikan ilmu agama apa harus ngamalkan ilmunya dulu. Saya terus terang priahtin dengan porno garfi n porno aksi gimana cara yang tepat untuk memberi nasehat terutama di medsos
Trimksih
Jawab 
بسم الله الرحمن الرحيم. Setiap ilmu yang kita dapat harus kita amalkan segera dan kita sampaikan kepada orang lain. Tidak harus semua ilmu kita amalkan baru kita sampaikan.
Memang benar tentang wabah perusakan moral  akibat pornografi sudah sangat menghawatirkan. Oleh karena itu kita sebagai hamba Allah yang cibta kepada sesama Muslim sebaiknya melakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka. Setidaknya doakan mereka. Dan jangan berhenti untuk menasihati. Menurut pengalaman dari binaan saya yang saat ini sedang saya tangani. Kerusakan moral akibat pornografi ini ternyata ada keterlibatan jin yang merasuki diri seseorang yang selalu membisikkan untuk melihat Pornografi itu. Jadi dibuatnya seperti suatu bentuk kecanduan. Tetapi insyaAllah problem seperti ini bisa kita tolong dengan izin Allah jika pelakunya benar ingin sembuh dan kembali menajdi manusia yang mulia. Silahkan referensikan kepada saya jika ada akhwat yang kecanduan pirnografi atau masturbasi , lesbi dlsb. Semoga Allah menolong kita semua... Aamiin


Pertanyaan M11

1. Tidak setiap muslim memiliki kepekaan&pemahaman yang sama merubah kebahagian hakiki, yaitu akherat.
a. Bagaimana tuk menumbuhkan&mengubah paradigma pikiran kita bahwa hidup itu tidak hanya sekedar kerja&kerja?
Jawab
Dengan menyadari bahwa sesungguhnya diri kita ini diciptakan oleh Allah untuk tujuan hanya beribadah kepadaNya. Jadi semasa manusia hidup didunia apapun yang dia lakukan harus dengan niat karena mengharap ridho Allah dan mengikuti aturan syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu a'alihi wassalam. Diluar paradigma itu maka bisa dikatakan dia belum menemukan arah jalan dan  tujuan hidup yang benar oleh karena itu mustahil dia mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Yang ada dia akan menghabiskan usianya dengan disibukkan oleh urusan dunia semata. Ketika kesibukan dunia melalaikannya dari menyembah dan mentaati Allah maka syetanlah yang akan masuk kedalam pikiran kita dan melalukan perbudakan dengan segala caranya hingga si manusia ini benar2 lupa dengan urusan kehidupan akhiratnya. Maka dibuatnya sibuk bekerja dan bekerja dengan berbagai ambisi yang tiada habisnya. Dan hal ini akan bisa berlangsung sampai manusia menemui ajalnya.  Na'udzubillahi mindzalik. Betapa ruginya dia. Oleh karena itu mari kita segera kembali kepada Al Qur'an. Pelajari dari cara membacanya, memahami maknanya dan mengamalkannya serta mendakwahkannya semampu kita. Dengan demikian insyaAllah hidayah akan turun kepadanya dan akan membukakan matanya untuk bisa melihat perbedaan-perbedaan secara nyata bagaimana kehidupan yang diridhai Allah dan bagaimana pula yang dimurkaiNya.


Wallahu'alam bishowwab.

b. saling mengingatkan antara keluarga itu hal yang mungkin agak sulit. Boleh kah saya mengingatkan/menasehati kebaikan dengan sikap yang tegas&keras? Karena dengan kelembutan belum mempan. Sedangkan saya merasa kalo tidak sekarang kapan kit aakan berubah. Sedangkan usia itu rahasia ilahi. Yang saya kawatirkan kita tidak sempat tuk merubah itu. Gimana tuh ustdz?
Jawab
بسم الله الرحمن الرحيم. Didalam ajaran Agama kita ada suatu dalil yang memerintahkan kepada kita apabila kita menemui sebuah kemungkaran maka perangilah dengan tiga cara :
Pertama adalah dengan Tangan kita, yang dimaksud adalah power atau kekewangan yang kita punya jika ada. 

Kedua adalah dengan lisan kita. Nasihati dengan bijak dan penuh kelembutan. Berikan tauladan yang baik dan nasihat-nasihat yang bermanfaat. Serta bersabarlah.

Ketiga adalah dengan hati kita, yakni jika kita tidak bisa melakukan apa-apa maka kita harus melawannya dengan hati kita artinya dengan sikap tidak setuju atas Perbuatan mungkar itu.

Silahkan nasihati keluarga anti dengan baik dan bijak, beri contoh yang baik dan istiqomahlah serta jangan lupa untuk mendokanya agar Allah memberinya hidayah.
Waallahu musta'an.

Pertanyaan M15

1. Ketika dalam Kehidupan nyata seorang bukan dituntut untuk bekerja oleh suaminya, tapi atas kemauan sendiri, dengan begitu anaklah yang menjadi bukan korban tapi kurang kasih pendamping dalam kehidupan seorang anak ini, jadilah anak ini dengan segala apapun yang diminta dipenuhi semua,tapi anak ini tumbuh dengan mandiri terpaksa, ditinggal pergi pagi dengan keadaan beliau masih tidur ketika pulang anak sudah tidur.Dalam keadaan ini mungkin anak enjoy aja karena mau berbuat apapun ga ada yang ngelarang ..kasus ini ada dilingkungan saya ustadzah, anak ini mengaji ditempat kami, ketika kita ajarin mengaji, malas-malasan, ogah-ogahan. Pernah saya bertanya, kok ga mau belajar jawabnya ngapain saya harus belajar toh semua sudah punya untuk apa pinter ngaji, sekolah ujung-ujungnya kerja dipabrik juga kayak ibu,bapak saya, jadi anaknya itu kalo saya bilang super" aktif sampai kewalahan kadang kalo waktu saya samperin ibunya saya bilangin bahwa anaknya rada susah kalo diajari, itu dia oragnya no coment, -Pertanyaannya...apakah ini yang dikategorikan anak bahagia dengan dunianya dan juga orang tuanya bahagia dan enjoy dengan dunia kerjanya? Bagaimana sikap kami terhadap tetangga kami ini? Dengan harapan anak kami tidak terwarnai dengan tingkah anak tersebut karena rumah berhadapan.jazakillah ya ustadzah...
Jawab 
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Astaghfirllah... Pertanyaan tersebut diatas sempat menyentak hati saya sebagai seorang ibu. Untuk semua yang ada di majelis ilmu ini harus menjadikan gambaran ini sebagai pelajaran.
Ukhti penanya yang Semoga dirahmati Allah ta'ala. Jika kita kembali memperhatikan apa inti dari tulisan saya diatas, maka penekanan tentang standart atau ukuran kebahagiaan yang benar adalah sesuatu yang menggambarkan bertemunya ujung perasaan kedekatan dan pengharapan atas ridho Allah tercurah kepada dirinya. Apapun bentuknya itu.... Apakah dalam bentuk ketika dia sedang berdzikir, apakah karena dia telah berinfaq dengan ihlas, dia telah berbuat baik kepada orang yang sedang membutuhkan pertolongan, mendakwahkan Agama Allah, ataupun ketika dia telah melakukan ibadah maghdoh seperti sholat, puasa, zakat dlsb. Jadi kebagiaan hakiki selalu memiliki arah dan tujuan, jika tidak maka ujung-ujungnya pasti akan terjebak pada kebahagiaan semu. Apa yang disuguhkan oleh dunia ini berbagai keindahan dan kenikmatan yang menggiurkan hati manusia JIKA tidak membuahkan rasa syukur, takut dan taat kepada Allah maka akan rasa itu bukanlah kebahagiaan yang sejati. Karena sifatnya hanya sesaat, sedikit waktu rasa nikmatnya, tidak abadi dan berujung pada tuntutan pertanggungjawaban kepada Allah kelak di akhirat. Adapun megenai kondisi anak yang ditanyakan, waallahu a'laam. Jika memang keadaannya seperti itu maka kelak akan sangat berat tuntutan bagi kedua orang tuanya di akhirat.

Anak adalah amanah. Orang tua berkwajiban tidak hanya mengusahakan pertumbuhan fisiknya saja yang baik. Tetapi didikan moral dan terutama keimanannya harus sudah mereka berikan sejak anak masih dalam usia dini. Jika waktu itu terlepas, artinya orang tua tidak memberi perhatian yang semestinya hingga anak tumbuh dengan wawasan yang liar maka kondisi seperti ini akan sangat mudah untuk jin/syetan masuk dan "mendidiknya". Syetan benar-benar akan memandunya untuk mengikuti cara berfikir mereka yang sesat. Karena jin tentu tak tampak oleh orang tuanya maka secara fisik ketika anak tampak sehat maka orang tua tak akan merasa khwatir. Padahal secara psikis dan religiusnya kondisi ruh anak tersebut kering. Saaangat sangat perlu bimbingan kedua orang tuanya sebagai penanggunjawab pertama atas pertumbuhannya.

Bagi anti yang bertetangga coba terus usahakan untuk menasihatinya semampu anti dan doakan terus agar Allah menyelamatkan dia dari kehancuran masa depannya. Orang tuanya jika memungkinkan untuk dilaporkan keadaan anaknya maka akan lebih baik semoga mereka sadar dan segera memperbaiki keadaannya. Sesungguhnya hal-hal dan kondisi seperti inilah yang membuat keprihatinan kita semua. Oleh karena itu saya mengajak antuna jama'ah HA untuk aktif mendakwahakan ilmu dan berbagai kebaikan yang berdasar pada ajaran dan nilai-nilai Al Qur'an dan Hadist. Rajinlah menuntut ilmu dan amalkan ilmu itu serta segera dakwahkan apa saja yang baik yang kita terima. Agar kita biaa segera menyumbangkan upaya perbaikan atas umat ini khususnya kaum Muslimin agar mereka segera kembali kepada Agama dalam mengarungi kehidupannya sehari-hari.
Allahu a'lam bishowwab.

Pertanyaan M16

1. Assalammu'alaikum, iman itu memang naik turun, kita sudah sering mendengar jika ada masalah bukalah Alqur'an, in sya Allah akan mendapat jawabannya, yang menjadi pertanyaan kadang manusia ingin langsung mendapat jawaban atas permasalahan yang dihadapi, terus bagaimana cara kita memahami jawabannya berdasarkan alqur'an?
Jawab
بسم الله الرحمن الرحيم. Tentu jawaban dari Al Qur'an tidak akan selalu kita temui dalam bentuk letter leg sehingga langsung bisa kita fahami bunda. Diantara sekian banyak dari fungsi Al Qur'an adalah sebagai petunjuk hidup manusia. Jika kita mendapat masalah kemudian kita lari ke Al Qur'an artinya adalah kita kembalikan bagaimana Al Qur'an memberi penjelasan terhadap suatu hukum atau berupa tuntunan, perintah dan peringatan-peringatan. Banyak diantaranya berupa seruan langsung atau juga Allah berikan dalam bentuk kisah-kisah yang syarat dengan hikmah (pelajaran berharga). Jadi untuk mempelajarinya harus dengan mempelajari tafsirnya. Tidak bisa kita langsung memahaminya berdasarkan kemauan kita sendiri. Walaupun ada juga ayat-ayat yang sudah langsung bisa difahami maksudnya. Tetapi yang jelas bagi seorang Mukmin yang ingin mempelajari Qur'an maka Allah sudah menjanjikan bahwa Allah memudahkan Qur'an untuk dipelajari dan difahami. Kemudian jika Ayat Qur'an digunakan dengan cara yang tidak semestinya ini yang tidak boleh. Demi kemuliaannya. Jika kita kita ingin mendapatkan solusi dari Al Qur'an atas problematika kita maka kita cukup kembali kepada Qur'an dengan cara :
- membacanya secara rutin. Baiknya menghatamkannya 1 kali dalam 1 bulan, berarti 1 juz per hari.
- mempelajari dan berusaha memahami maknanya.
- mengamalkan nilai-nilai yang dikandungnya.
- kemudian mendakwahkannya.
InsyaAllah dengan intensive berinteraksi dengan Al Qur'an maka Allah akan memberikan solusi dari segala permasalahan kita.
Waallahu a'lam bishowwab

Pertanyaan M19

1. Assalamu'alaykum ustadz, afwan mau bertanya.. Bagaimana seharusnya atau apa rumusnya supaya kebutuhan dunia dapat kita raih tanpa melupakan kebutuhan akhirat, demi mencapai kebahagian? Dan satu lagi..ustadz, bagaimana hukumnya orang yang habis membaca al-qur'an, tak lama kemudian menyetel musik keras-keras, dengan dalih dunia akhirat bisa diraih ? Syukron ustadz...
Jawab
Wa'alaikumssalam warohmatullah... بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Ukhti penanya yang semoga dirahmati Allah. Yakini peringatan Allah dan juga janji-janjiNya. Diantaranya adalah ketika seorang hamba memilih mendahulukan kebahagiaan dunianya daripada urusan akhiratnya, maka dia akan diberikan kebahagiaan itu sebagian saja sedangkan kelak diakhirat dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Akan tetapi jika dia mendahulukan atau memilih orientasi, arah dan tujuan hidupnya untuk meraih kebahagiaan akhiratnya dengan mengikuti petunjuk Al Qur'an dan Hadist Rasulullah. Maka Allah menjajikan akan memberi kebagiaan yang sempurna baginya di dunia dan dia Akhirat dia akan dibalasi dengam kebahagiaan yang jauh lebih baik.

Jadi disini masalahnya mungkin tinggal keyakinan kita terhadap Allah. Khusudzonlah kepada Allah. Berfikirlah bahwa seberapa saja bagian rizki dunia yang kita terima setelah kita berusaha adalah pemberian yang terbaik dari Allah yang pasti sudah diukur oleh Allah, seberapa yang bisa tetap menjaganya agar menjadi hamba yang selamat. Bayangkan juga jika kita diberi rizki yang berlimpah dengan segala keadaan yang serba cukup tetapi Allah mencabut nikmat iman dan rasa taqwa dari hati kita .. Tentu ini adalah musibah besar bagi diri kita. Mulailah kita merenung dan terua bersyukur kepada Allah atas segala karuniaNya. Terutama karunia iman dan islam. Karena musibah yang terbesar bagi diri seorang Muslim adalah bukan jika dia menjadi fakir tetapi ketika dia semakin jauh dari Agamanya - maka itulah yang harus kita minta agar tidak terjadi pada diri kita.

Untuk masalah musik setelah membaca Al Qur'an.  Hal ini tentu saja sangat tercela dan merugikan diri sendiri ya. Karena dalil yang benar adalah ketika kita berbuat salah maka segeralah mengikutinya dengan perbuatan baik, karena sesungguhnya setiap perbuatan baik akan menghapus perbuatan buruk (dosa).  Sedangakan ketika kita selesai beribadah (membaca Qur'an) harusnya bertambah syukur karena oleh Allah telah diberikan kesempatan untuk melakukan amal ibadah. Dan juga banyak ucapkan tasbih dan istighfar sebagai rasa syukur itu dan harapan agar jika dalam ibadah kita ada yang salah atau kurang maka kita mohonkan Allah mengampuni dan tetap menerimanya. Lhaaah kalo yang kita lakukan setelah ibadah justru maksiat .. Bagaimana kira-kira kondisi seperti ini ya? Tentu sangat bertentangan dengan yang semestinya bukan. Selain itu silahkan mencari referensi hadist yang shohih dari internet atau sumber lain, tentang bagaimana hukum mendengarkan musik. Disana akan kita temui dalil-dalil yang mengharamkannya. Selain itu juga di dalam al Qur'an juga dengan bahasa yang lembut Allah melarang kita orang yang beriman mendengarkan musik karena hal itu termasuk yang melalaikan diri kita dari mengingat Allah subhanahu wata'alaa. Sedikit tambahan juga bahwa salah satu sumber masuknya syetan kedalam diri seseorang adalah dari Musik. Waallahu a'lam bishowwab.

Pertanyaan M20

1. Assalamualaikum ustadzah dan semua jama'ah. Hal yang paling sulit adalah memanage hati. Terkait hal tersebut adalah menata niat dalam setiap amal kadang amal yang terlihat seperti mengejar dunia jika dengan niat yang benar (untuk ibadah) akan tercatat sebagai amal akhirat begitu juga sebaliknya ibadah akhirat jika karena salah niat, maka tidak akan mendapat apa-apa selain pandangan dunia. Naudzubillah. Mohon bimbingan dan penjelasan  bgaimana agar selalu bisa mmbersihkan hati dan menata niat? 
Jawab
Wa'alaikumusslam warohmatullah. Benar sekali ukhti. Sebelum kita melaksanakan setiap amal ibadah maka persiapkan amalan hati kita yakni yang berupa Niat. Karena niat adalah kunci utama apakah sebuah amal akan diterima atau tidak oleh Allah. Dalam kehidupan kita manusia jebakan syetan sangat banyak meliputi hampir sepanjang waktu hidup. Hal ini harus selalu kita sadari. Syetan berada didalam aliran darah tubuh kita. Mereka selalu siap menyesatkan kita dan mencoreng amal-amal ibadah kita dengan riya', ujub, sombong, iri dan berbagai bisikan sesat hati lainya. Ini adalah penyakit hati yang disemikan oleh syetan kepada hati manusia yang tipis imanya, sedikit ilmunya dan tidak memiliki perhatian terhadap kehidupan hari akhirat.

Menjaga hati memang tidak mudah...
- Perlu ilmu yang banyak dan shohih. 
- Perlu Niat yang kuat untuk melakukan perbaikan diri hingga benar-benar berubah menjadi pribadi yang sholih dan mulia dimata Allah.
- Perlu pembuktian Niat tersebut diatas dengan melakukan amalan-amalan sholih yang utama. Diantaranya adalah DZIKRULLAH .

Berdzikir kepada Allah adalah amalan yang sangat utama untuk mengawali sebuah perubahan menjadi yang lebih baik. Didalam dzikir ini termasuk didalamnya adalah melazimkan ISTIGHFAR. Agar fungsi pensucian jiwa kita berlangsung terus menerus. Kemudian juga melangunkan kalimat-kaliamat Tauhid dan lafadz-lafadz dzikir lainnya. Kemudian juga Interaksi Dengan Al Qur'an adalah diantara cara kita melakukan penjagaan ruhiyah kita hingga kebersihan hati terjaga dan kepekaan terhadap maksiat diri terkontrol serta ringannya jiwa dan raga untuk melakukan amal-amal ibadah akan terpatri dalam diri kita. Jika kondisi seperti ini terus dijaga maka in syaAllah bisikan syetan yang selalu berusaha merusak amal-amal sholih kita akan semakin jauh dari diri kita.
Waallahu a'lam bishowwab.

2. Assalamu'alaikum Ustadz, adakah doa yang bisa diamalkan agar hati kita senantiasa lurus, istiqomah dan selalu terkunci dari perbuatan buruk dalam artian selalu sensitif untuk bisa tahu teguran Allah swt ketika kita lupa berbuat dosa!?jika kita sudah menyadari kesalahan  diri kita yg mungkin bisa dikatakan termasuk dosa besar dalam takaran hukum islam dan aturan Allah Swt menjadikan diri merasa  dirundung dosa yg teramat menjatuhkan semangat hidup,bagaimana kita tahu pertaubatan kita diterima Tuhan ya?trmksh..
Jawab


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
(QS. Ali Imran: 7)


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbiy ‘Ala Diinik

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)


اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik

Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.”
(HR. Muslim)

Itu doa-doa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penanya.
Adapun untuk mengetahui taubat kita ditrima atau tidak mungkin paling gampang adalah dengan melihat apakah diri kita sudah mulai istiqomah dalam melaksanakan amal-amal ibadah atau tidak. Jika sudah mantab dalam beribadah baik dari sisi kwalitas ( niat yang lurus semata karena Allah dan terjaga kekhusyu'annya ) - maupun dari sisi kwantitasnya (seringnya melakukan ibadah tersebut) maka kita akan mendapatkan keadaan hati yang sakinah dan qona'ah. Demikian diantara indikasi taubat kita ditrima Allah ta'ala...
Waallahu a'lam bishowwab.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 08 September 2015
Narasumber : Ustadz Endria Sari Hastuti
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta
Editor : Peni Sapta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda