Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Kisah Juraij dan Do'a jelek Orang tuanya

#MUKADDIMAH#
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya
..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

#MATERI#
Kisah Juraij dan Do'a jelek Orang tuanya
Ada kisah menarik yang bisa diambil pelajaran akan ampuhnya do’a jelek seorang ibu pada anaknya, yaitu pada kisah Juraij. Jika tahu demikian, sudah barang tentu seorang anak kudu memuliakan orang tuanya. Jangan sampai ia membuat orang tuanya marah, sehingga keluar kata atau do’a jelek yang bisa mencelakakan dirinya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ”Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَكَلَّمَ مَوْلُوْدٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدٍ إِلاَّ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ [وَسَلَّمَ] وَصَاحِبُ جُرِيْجٍ” قِيْلَ: يَا نَبِيَّ اللهِ! وَمَا صَاحِبُ جُرَيْجٍ؟ قَالَ: “فَإِنَّ جُرَيْجًا كَانَ رَجُلاً رَاهِباً فِي صَوْمَعَةٍ لَهُ، وَكَانَ رَاعِيُ بَقَرٍ يَأْوِي إِلَى أَسْفَلِ صَوْمَعَتِهِ، وَكَانَتْ اِمْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِ الْقَرْيَةِ تَخْتَلِفُ إِلَى الرَّاعِي، فَأَتَتْ أُمُّهُ يَوْمًٍا فَقَالَتْ: يَا جُرَيْجُ! وَهُوَ يُصّلِّى، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ – وَهُوَ يُصَلِّي – أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَّانِيَةَ، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَالِثَةَ فَقَالَ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. فَلَمَّا لَمْ يُجِبْهَا قَالَتْ: لاَ أَمَاتَكَ اللهُ يَا جُرَيْجُ! حَتىَّ تَنْظُرَ فِي وَجْهِ المُوْمِسَاتِ. ثُمَّ انْصَرَفَتْ فَأُتِيَ الْمَلِكُ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ وَلَدَتْ. فَقَالَ: مِمَّنْ؟ قَالَتْ: مِنْ جُرَيْجٍ. قَالَ: أَصَاحِبُ الصَّوْمَعَةِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: اِهْدَمُوا صَوْمَعَتَهُ وَأْتُوْنِي بِهِ، فَضَرَبُوْا صَوْمَعَتَهُ بِالْفُئُوْسِ، حَتىَّ وَقَعَتْ. فَجَعَلُوْا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ بِحَبْلٍ؛ ثُمَّ انْطَلَقَ بِهِ، فَمَرَّ بِهِ عَلَى الْمُوْمِسَاتِ، فَرَآهُنَّ فَتَبَسَّمَ، وَهُنَّ يَنْظُرْنَ إِلَيْهِ فِي النَّاسِ. فَقَالَ الْمَلِكُ: مَا تَزْعُمُ هَذِهِ؟ قَالَ: مَا تَزْعُمُ؟ قَالَ: تَزْعُمُ أَنَّ وَلَدَهَا مِنْكَ. قَالَ: أَنْتِ تَزْعَمِيْنَ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: أَيْنَ هَذَا الصَّغِيْرُ؟ قَالُوْا: هَذَا فِي حُجْرِهَا، فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَنْ أَبُوْكَ؟ قَالَ: رَاعِي الْبَقَرِ. قَالَ الْمَلِكُ: أَنَجْعَلُ صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: مِنْ فِضَّةٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَمَا نَجْعَلُهَا؟ قَالَ: رَدُّوْهَا كَمَا كَانَتْ. قَالَ: فَمَا الَّذِي تَبَسَّمْتَ؟ قَالَ: أَمْراً عَرَفْتُهُ، أَدْرَكَتْنِى دَعْوَةُ أُمِّي، ثُمَّ أَخْبَرَهُمْ
“Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij” Lalu ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?” Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).
(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur.” Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.
Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari Juraij”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.” Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.
Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?” Juraij balik bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya, “Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”
Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?” Juraij menjawab, “Tidak perlu”. “Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij menjawab, “Bangunlah seperti sedia kala.” Raja lalu bertanya, “Mengapa engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”
(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]
Pelajaran dari Kisah Juraij
》1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat. Baca artikel: Keutamaan Belajar Islam.
》2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah do’a yang mudah diijabahi. Lihat kisah Juraij di atas, ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.
》3- Bukti do’a jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.
》4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih lagi berbakti pada ibu.
》5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.
》6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak. Baca artikel:Memiliki Sifat Zuhud.
》7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.
》8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.
》9- Do’a ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.
》10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.
》11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting bertabrakan, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.
》12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka. Baca pula artikel: 1 Kesulitan Mustahil Mengalahkan 2 Kemudahan.
》13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Mu’tazilah yang menolak adanya karomah tersebut.
Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.

#Referensi:
Syarh Shahih Al Adabil Mufrod lil Imam Al Bukhari, Husain bin ’Uwaidah Al ’Uwaisyah, terbitan Maktabah Al Islamiyah, cetakan kedua, tahun 1425 H.
Rosysyul Barod Syarh Al Adabil Mufrod, Dr. Muhammad Luqman As Salafi, terbitan Darud Daa’i, cetakan pertama, tahun 1426 H.

@ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul, 19 Rajab 1434 H

#REKAP TANYA-JAWAB#
1. Ustadz berarti klu sholat wajib dan panggilan orang tua yg di gugurin apa?
Jawab:
Dlm kitab fiqih ttg ibadah sholat ada beberapa tips ttg hal itu....jika tempatnya dekat hendaknya mengeraskan bacaan hingga didengar ortu dan mengetahui bhwa anaknya sedang sholat...
Pada intinya yg perlu diperhatikan adalah jgn sampai ibu kita mengeluarkan doa yg buruk ini juga pelajaran penting ttg menjadi ibu....
Ada kisah lain ketika ibu marah thd anak lalu mendoakannya keren bingits deh klo kata anak sekarang....
Blio marah namun doanya luar biasa thd anaknya "Semoga engkau menjadi imam besar masjidil haram"  dan benarlah ia menjadi imam besar masjidil haram...
----------------------------------
2. Nah seandainya ada orang tua yg buat kesel dan tdk mau di atur akhirnya si anak kan emosi, apa sikap kita ustadz
Jawab:
sy bingung apakah maksutnya saat org tua sdh tua dan berada dalam perawatan kita? Klo iya inget ayat ini ya
QS Al Isra ayat 23
( 23 )   Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Jadi khusushon mba rina tetap bersabar ya dgn kondisi ortu yg spt itu....saatnya kita menunjukkan bakti kepada blio-blio....barokallahu....
----------------------------------
3. Apabila dl sblm ibu kita meninggal kita pernah buat nangis beliau krn mgkn suka curhat mslh kk ipar yg kurang di sukai , bgmn cara kita ingin minta maaf
Jawab:
jadilah dan niatkan mnjadi anak yg sholeh/hah mulai sekarang. Dan lakukanlah aktivitas anak sholeh/ah dgn selalu mndoakan mereka di setiap kesempatan berdoa (termasuk d waktu dan tempat mustajabnya doa)
----------------------------------
4. Dan apakah klu ada orang tua sll mendoakan anaknya yg jelek2 apakah itu sll di ijabah ustadz kdg kala orang tua sdkit2 buat kesel jg heehe
Jawab:
salah satu doa yg diijabah Allah adalah doa ibu utk anak2nya...
----------------------------------
5. Boleh ya ustadz sy bertanya lg nanti jwb gpp mumpung inget... Nah apabila ayah kita di akhir tuanya itu pikun atau melakukan ibadah yg tdk sesuai tuntunan nabi dan berzikir yg asal2 di karenakan dlm fikirannya sll setan di rumah kami, dan km udh ke dokter psikolog ternyata ayah km mengalami penyakit tua yaitu dimensia dan kita udh menasehati tp tdk di dengar yg sy mau tanyakan : apakah ibadah yg dilakukan oleh ayah sy itu adl sesat dan apakah sbg anak hrs gmn krn utk menasehati jg tdk bs yg ada ayah emosi dan mengungkit atau mengusir, ustadz mohon jwb syukron agar km sbg anak hrs gmn
Jawab:
secara hukum org yg pikun/lupa bahkan gila tidak terkena hukum....jd tugas kita sbg anaknya bersabar  sebagaimana mereka dl bersabar menghadap tingkah kita yg mungkn lucu tp kadang makan hati....
----------------------------------
6. Oya ustadz apakah seorang ibu yg sdh meninggal akan tau siapa anaknya yg suka mendoakan,
Jawab:
Birulwalidai
O ya tuk yg ibu sdh meninggal krn jaminannya begitu dr nabi....
Di hadist ttg bila wafat anak adam maka terputus semua amalnya kecuali 3 hal yakni shadaqoh jariyah, anak yg sholeh (yg mendoakan ortunya) & ilmu yg bermanfaat....
Jd pointnya tugas utamanya mendoakan ortunya.....tau khan ya doa buat ortu.
----------------------------------
7. Tp ayah sy di bil pikun jg gak semua kejadian masa lampau ingat, ayah sy sll beralustrasi bahwa dia ada bicara jd gak berhenti2 berbicara hehe, jd kadang km ksh obat penenang dr dokter biar ayah sy istirahat apakah itu sama ustadz
Jawab:
Krn tdk ada istilah mantan anak atau ortu ya...jadi seburuk2nya kondisi ortu tetep aja blio adalah ayah/bapak kita
----------------------------------
8. Iya ustadz robbifirli ... ya? Ustadz sy ko pernh denger di radio bahwa gak ada nash bahwa mengirimkan al fateha buat ortu meninggal tdk ada , apa bener pernyataan spti itu
Jawab:
sy pribadi jg blm menemukan nash scr jelas ttg hal itu. Hanya ada keutamaan atau fadhoil dr al-fatihah
Ada istilah tawasul bil amal (berdoa dgn perantaraan amal) jadi kita membaca alfatihah sebagai amal agar doa dikabulkan. (Lihat kitb madarijus salikin 1/24)
----------------------------------
9. tanya ustadz jika ada orang tua yg kafir dan selalu memarahi dan mengajak anak untuk ikut dijalan nya gmn sikap sbg anak? dlm hal ini orang tua sangat keras
Jawab:
Silahkan lihat d QS lukman : 15
Cukup jelas kok
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15) 
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
----------------------------------
10. aq penasaran dulu apakah Rasulullah jg diasuh paman yg muslim jg atau kakek yg muslim jg?kalau tdk bagaimana sikap Rasullah kepada beliau?
Jawab:
Paman dan kakeknya Rasul Non muslim dan ketika nabi mendoakannya Allah menurunkan QS At-taubah : 113
Silahkan buka quran terjemahannya ya.
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (١١٣)
113. Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka jahanam.
----------------------------------
11. ustadz gmn hukumnya mendoakan orang tua yg sudah meninggal dgn tahlil
Jawab:
Hukumnya boleh kok asal yg melakukan doa anaknya, tahlil itu kalimat thoyyibah dan Allah suka dipuji
(Tawasul bil amal)
12. Afwan ustadz, saya belum jelas dibagian jika orang tua mendo'akan yg jelek2 bahkan menangis marah karena kita tdk mau mengikuti bagaimana?
Jawab:
Ya mba fenny selama permintaannya tdk tuk bermaksiyat doa pasti makbul tp jika tuk bermaksiyat nanti dl....
Sbg contoh kisah sahabat mus'ab bin umair atau saad bin abi waqqosh yg di demo/boikot ibunya  tuk kembali ke agma nenek moyang tp tdk diikuti oleh blio2...
Afwan nanda sekalian krn da jadwal offline ana cukupkan dl ya...
Semoga bermanfaat...
Yukk reguk keindahan islam dgn mengkajinya dengan benar dan mengamalkannya sepenuh hati..
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
#PENUTUP#
Jazakumullahu khairan katsiran atas ilmunya hari ini ustadz..
Mari kita tutup majelis ilmu kita pd malam hari ini dgn membaca hamdallah, istighfar sebanyak2 nya serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
=================================
Rekapan Kajian Online Hamba الله
Selasa, 26 Syawal 1436/11 Agustus 2015
Narasumber: Ustadz Cipto
Tema: Kisah Juraij dan Do'a jelek Orang tuanya
Grup Nanda: 107
Notulen: Sari
Admin: Tira & Sari