Home » , , » MENGENAL BENTUK-BENTUK LAIN REZKI

MENGENAL BENTUK-BENTUK LAIN REZKI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, August 26, 2015

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Rabu, 26 Agustus  2015
Narasumber : Ustadz Syahrowi
Rekapan Grup Bunda M04 (Purwanti)
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti

MENGENAL BENTUK-BENTUK LAIN REZEKI

Akhwahtifillah... Rohimakumullah....

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ 

Puji syukur kehadirat  Allah SWT atas nikmat dan karunianya sehingga kita diberi kemampuan mengikuti diskusi online bersama.. 

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Nabi besar Muhammad
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , keluarganya, sahabatnya dan in syaa Allah sampai kepada kita semua yang hadir pada kajian hari ini. Aamiin.

Ahlan wasahlan bihudzurikum kepada ustadz Syahrawi Munthe yang sudah hadir dan berkenan mengisi Materi siang ini.. semoga materi yang akan disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua.. aamiin..

Terima kasih bunda dan ukhti sholehah calon bidadari surga atas kehadirannya pada siang hari ini.

Untuk memulai acara ini mari kita melafadzkan Basmallah dan doa ..


:
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

ﺭَﺿﻴﻨﺎُ ﺑﺎﻟﻠّﻪ ﺭَﺑَّﺎً , ﻭَ ﺑﺎ ﻹِ ﺳْﻼﻡِ ﺩِﻳْﻨﺎً , ﻭﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ ﻧَﺒِﻴَّﺎً ﻭَﺭَﺳُﻮْﻻً, ﺭَﺏِّ ﺯِﺩْﻧﺎ ﻋِﻠْﻤًﺎ ,
ﻭَﺍﺭْﺯُﻗﻨﺎْ ﻓَﻬْﻤًﺎ , ﺁﻣﻴﻦ ﻳﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ

“Rodhiinaa Billaahirobbaa Wabil Islaamidiinaa
WabiMuhammadin Nabiyyawwarosuulaa Robbi zidnaa
ilman warzuqnaa fahman, Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin”

Kami ridho Alloh sebagai Tuhan kami Dan agama Islam itu sebagai agama kami, Dan Nabi Muhammad itu sebagai Nabi dan Utusan Alloh
Ya Alloh, tambahkanlah ilmu pengetahuan kami dan berilah kami kefahaman, Ya Alloh kabulkanlah do’a kami ini.

Aamiin yarobbal'alamiin

Assalamu'alaykum wr wb, 
Semoga Allah memberikan keberkahan pada setiap rezeki yang kita dapatkan. Sholawat dan salam tetap tercurah kepada junjungan alam Rasulullah SAW. 
InsyaAllah tema materi kita adalah "Mengenali Bentuk-Bentuk Lain Rezeki"

Rezeki maknanya, pemberian dari Allah. Setiap mukmin tak perlu merasa takut diperlakukan zalim diakhirat, tak usah khawatir akan dikurangi pahalanya. 

Allah SWT  dalam firman-Nya : 
"Pada hari kiamat, wajah-wajah manusia terlihat letih, merunduk di hadapan Tuhan Yang Maha hidup lagi Maha Pengatur. Sungguh celaka orang yang berbuat syirik sampai matinya. Karena itu, siapa saja yang beramal shalih atas dasar keimanan, dia tidak akan merasa takut diperlakukan zalim di akhirat dan dikurangi pahalanya."
(Qs. Thaahaa [20]:111-112)

Ada enam kiat amal shalih yang mudah kita amalkan atas izin Allah Ta’ala. Siapa saja yang bisa meraihnya, sesungguhnya hal itu merupakan rezeki, pemberian dari Allah SWT untuknya.

Sesungguhnya syukur itu rezeki, sabar juga rezeki, taubat, istighfar, doa, dan infak, mendermakan harta yang dikaruniakan Allah, juga merupakan rezeki.

Perhatikanlah, tidak semua orang pandai bersyukur. Jika diri ini bisa mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan pada kita, maka sesungguhnya kita telah mendapatkan rezeki syukur.

Begitu juga halnya sabar, tidak semua orang mampu untuk bersabar atas segala yang menimpanya,bersabar atas segala ujian yang menerpa dirinya. 

Ketahuilah, jika kita bisa bersabar atas cobaan dan ujian yang menimpa, sungguh hal itu merupakan rezeki dari AllahTa’ala.
Bertaubat, kembali kepada Allah ketika sedang ada masalah sudah lazim dilakukan siapa pun juga. Tetapi bertaubat tanpa ada sebab apa-apa kecuali hanya untuk menggapai ridha-Nya merupakan sesuatu yang luar biasa.

Allah terima siapa pun yang datang mengetuk pintu rumah-Nya, Allah tak mungkin menolak hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Ketahuilah, sesungguhnya taubat juga merupakan rezeki dari Allah untuk hamba-Nya. Manusia tak pernah lepas dari melakukan dosa ataupun kesalahan. Istighfar pun menjadi solusi untuk siapa pun yang ingin meminta ampunan dari Rabbnya, Allah SWT. 

Istighfar, tidak semua orang mampu untuk konsisten memperbanyak istighfar setiap harinya, tetapi ketika kita mau beristighfar, ketahuilah bahwa hal itu merupakan rezeki yang Allah beri untuk kita. Demikian pula doa, banyak sekali manusia yang tidak pandai berdoa, tidak tahu apa yang ingin diminta dari Sang Pencipta alam semesta, bingung, mau minta apa ya? Jika kita  pandai berdoa, suka meminta pada-Nya, senang mengadukan segala hal kepada-Nya, ketahuilah bahwa hal itu merupakan rezeki dari AllahTa’ala. 

Ketika kita mendermakan sebagian harta demi meraih ridha dan cinta AllahTa’ala, ketahuilah hal itu adalah rezeki yang kita  dapat dari Dia,Allah Ta’ala. Lihatlah sekitar kita, banyak orang yang memiliki harta lebih banyak , lebih kaya, lebih dan lebih. Tapi sangat sulit untuk mengeluarkannya, memberikannya pada orang yang membutuhkan. Untuk dirinya saja tidak cukup, apalagi untuk orang lain yang tidak ada hubungan apa-apa dengannya. 

Dalam kitab Tafsir Bahrul ‘Ulumkarya As-Samarqandi (2/236), AbuHurairah RA pernah berkata: Siapa saja yang diberi rezeki enam hal, dia tidak akan terhalangi dari mendapatkan enam hal. Pertama, siapa yang diberi rezeki syukur, dia tak terhalang untuk mendapat nikmatdan rahmat tambahan dari Allah Ta’ala.

.…  
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ  … 

"Jika kalian bersyukur, sungguh Aku akan menambah rahmat kepada kalian…”
(Qs. Ibrahim [14]: 7)

Kedua, siapa yang diberi rezeki sabar, dia tak terhalang untuk mendapat pahala.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“… Sungguh orang-orang yang bersabar menghadapi penindasan kaum kafir kelak akan diberi pahala yang sempurna tanpa batas di akhirat.”
(Qs. Az-Zumar [39]: 10)

Ketiga, siapa yang diberi rezeki bertaubat, dia tak terhalang untuk diterima oleh AllahTa’ala

.
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ 

“Allah Maha Menerima taubat para hamba-Nya…”
(Qs. Asy-Syura [42]: 25)

Keempat, siapa yang diberi rezeki beristighar (memohon ampun), dia tak terhalang untuk mendapat ampunan AllahTa’ala

.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Hendaklah kalian mohon ampun kepada Tuhan kalian dari kekafiran dan dosa-dosa kalian. Tuhan kalian itu senantiasa Maha Pengampun.”
(Qs. Nuh[71]: 10)

Kelima, siapa yang diberi rezeki pandai berdoa, dia tak terhalang untuk dikabulkan doa-doanya.…

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permintaan kalian…”
(Qs. Ghaafir [40]: 60)

Keenam, siapa yang diberi rezeki suka berderma, dia tak terhalang untuk mendapat gantinya yang lebih baik dari AllahTa’ala.…

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ 

“… Harta apapun yang kamu dermakan, pasti Allah akan memberikan gantinya didunia dan di akhirat…”
(Qs. Saba` [34]: 39)

Maka, agar wajah tak terlihat letih kelak di hadapan Allah, mari kita jauhi syirik dan perbanyak amal shalih saat kita di dunia. Siapa saja yang beramal shalih atas dasar keimanan, dia tidak akan merasa takut diperlakukan zalim di akhirat dan dikurangi pahalanya.

Wallahu'alam.

TANYA JAWAB

Q : Ustadz, apabila ada orang yang mendapatkan rezeki dana pensiun dan telah berniat mengajak saudaranya (adik & kakak) untuk pergi umroh, sementara dia tau kalo salah seorang adiknya itu lebih membutuhkan uang untuk kebutuhan pokok, apakah yang paling utama d berikan? Umroh itu ato memberi kan uangnya untuk kebutuhan pokok?
A : Jika sudah menjadi nazar, sebaiknya ditunaikan saja nazarnya. Jika baru niat saja, bisa melihat skala prioritas. Mana yang lebih afdhol. Jika pergi umroh, namun kehidupan sehari-hari terancam, sebaiknya diutamakan memenuhi kebutuhan pokok. Karena lebih banyak maslahatnya.  Wallahu'alam 

Q : Ustadz,bersyukur atas rezeqi  yang diberikan Alloh dalam bentuk apapun itu termasuk zuhud?
A : Zuhud maknanya secara umum adalah hamba lebih meyakini rezeki yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada ditangannya . Hal ini tumbuh dari bersih dan kuatnya keyakinan, karena sesungguhnya Allah telah
menanggung dan memastikan jatah rezeki setiap hamba-Nya sebagaimana firman-Nya,

ﻭَﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻷﺭْﺽِ ﺇِﻻ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺭِﺯْﻗُﻬَﺎ ( ٦ )

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya [Huud: 6].

Bersyukur atas apa yang Allah berikan (menerima apa adanya) disebut dengan qona'ah. 
Wallahu'alam

Q : Ustadz..pagi-pagi setelah subuh saatnya malaikat Mikail membagikan rezeki. Kalau saat itu kita tertidur, apakah berarti dia tidak mendapat tezeki di hari tsb? Klo tiap hari habis subuh tidur lagi, berarti dia luput terus?
A : Terkait dengan makruhnya tidur setelah subuh karena turunnya rezeki pada saat tersebut, Ibnu Qayyim menjelaskan :
“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tsb  hingga matahari terbit.
Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
Jadi usahakan setelah subuh jangan tidur lagi ya 

Q : Assalamualaikum..ustad mau bertanya..misalkan ada teman saya ingin meminta diberi keturunan kepada allah swt (termasuk rezeki). Adakah amalan khusus agar doanya segera di beri keturunan??
A : Keturunan adalah amanah yang Allah titipkan kepada siapa yang Dia kehendaki. Amanah itu adalah rahasia Allah kepada siapa akan dititipkan.  Amalan khusus untuk mendapatkan keturunan sepertinya tidak ada. Jikapun amanah itu belum Allah berikan, mintalah dengan sungguh-sungguh, sebab Allah Maha Mendengar doa dari hambaNya. 
Wallahu'alam

Q : Assalamualaikum ustadz...mau nanya tadz...apa boleh kita berdoa sama Allah meminta ingin memiliki anak perempuan yang sholeh, trus klu boleh apakah ada doa nya ustad?
A : Iya boleh saja. Tetapi doa itu harus sebanding dengan ikhtiar. Jika ingin anak yang shalih, sebaiknya kita juga harus jadi orang shalih . 
Wallahu'alam

Q : Assalamualaikum ustadz... Kan dalam beribadah misalnya bershodaqoh itu harus ikhlas, trus bagaimana hukumnya jika bershodaqoh tapi mengharapkan balasan yang lebih berupa rezeki (uang, kesehatan, dsb) seperti yang diajarkan salah seorang ustadz di tv?

A :  Jika semua dibalas di dunia secara tunai, maka orang tidak akan mengejar akhirat lagi. Karena setiap amalan akan tampak balasannya langsung. Dan rasanya tidak begitu, karena sesungguhnya pahala dan balasan yang Allah berikan di akhirak kelak akan lebih baik dari apa yang diamalkan. Apa yang ditayangkan di tv menurut saya hanya sugesti saja. Supaya kita rajin berinfaq. 
Wallahu'alam

Terima kasih, Bunda semua, semoga Ilmu yang kita dapatkan  bermanfaat dan berkah.. 

Kita tutup Majelis hari ini dengan do'a, 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Mohon maaf untuk semua kekurangan dan semua yang tidak berkenan dihati..

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!