Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , » MENJADI CERMIN TERBAIK DALAM KEBERSAMAAN

MENJADI CERMIN TERBAIK DALAM KEBERSAMAAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, August 31, 2015

Oleh: Rochma Yulika
Ijinkan saya memulai materi dengan menukil sebuah ayat

"إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌۭ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ   

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS. AL HUJURAT:10)

Saudaraku, mari bercermin, berapa banyak noktah yang menodai kita dalam kebersamaan di jalan ini? Sebuah perjalanan panjang yang kita tempuh bersama-sama, pasti menyisakan debu dan kotoran pada diri kita. Meski kadarnya berbeda-beda. Tapi di jalan ini kita memang saling membutuhkan. Dan di jalan ini, kita harus terus berjalan seiring. Kita satu sama lain memerlukan orang yang bisa memberikan keberanian dan mengusir ketakutan karena kesendirian. Kita, satu sama lain saling memerlukan orang yang bisa meluruskan kesalahan, lalu saling memberi rambu-rambu perjalanan. Kita semua sangat memerlukan kehadiran pendamping yang shalih, teman yang bisa saling membantu bak dua telapak tangan yang saling membersihkan, satu sama lain.

Bayangkanlah, saudaraku, bahwa kita masing-masing adalah salah satu dari dua telapak tangan itu. Jika dalam perjalanan duniawi, Rasulullah memerintahkan kita untuk memiliki teman, jelas perjalanan ukhrawi lebih perlu lagi. Kita lebih membutuhkan teman dalam bekerja di jalan Allah, berupaya melakukan amal shalih, memberikan hak-hak manusia dan berdakwah di jalan Allah. Orang yang menyendiri dalam melakukan amal-amal ini, akan ditemani syaitan. Dan setiap kali terjadi pertambahan jumlah orang yang menemaninya, semakin sulitlah syaitan menguasainya, dan semakin tertutuplah celah-celah untuk syaitan.

Ada sebuah nasihat dr ibnul Qoyyim Al Jauzi. Ukhuwwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah. Jadi jika ukhuwwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada Nya. Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhububungan kita dengan bumi.

Dalam sebuah kutipan ada yang mengingatkan pada kita. "Sebesar cintamu pada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu. Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu. Sebesar kesibukanmu pada Allah, sebesar itu pula orang lain sibuk untukmu.  ''kutipan Al Mughirah'' begitu juga dalam Ayat Al quran.

Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman. Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. Saat kebaikan justru melukai. Sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah. Tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspai jebakan setan hingga melemahkan keimanan.

Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengingatkan: 
"Wahai Ikhwan, sungguh aku sama sekali tak khawatir jika seluruh dunia bersatu untuk melibas kalian. Sebab dengan izin Allah, kalian lebih kuat daripada mereka. Tapi aku khawatirkan 2 hal menimpa kalian:

1. Aku khawatir kalian melupakan Allah, hingga Allah membiarkan kalian.
2. Atau kalian melupakan ikhwah-ikhwah, hingga akhirnya satu sama lain saling memperdayai."

Ibnu Abbas ra menasihati kepada kita,"Mengunyah garam dalam sebuah jama'ah masih lebih baik dari pada memakan puding dalam perpecahan."

Mari kita jaga ukhuwah karena Allah. Jangan pernah kita rusak dengan segala kesalahfahaman tanpa adanya tabayun atau klarifikasi terlebih dahulu. Semua hanya karena Allah. Semua hanya karena Allah....
Kholas. Jazakumullah ahsanul jaza
Mohon maaf bila khilaf

TANYA JAWAB

Pertanyaan M102

1. Kalau misalnya kita menghindari kontak dengan orang yang sering berbicara sesuka hati, supaya tidak terjadi perselisihan. Apakah itu diperbolehkan?
Jawab
Menghindar itu boleh selama kita sadari jika bertemu malah jadi masalah. Hanya saja jangan terlalu kentara. Dan sikap baik harus selalu dijaga

Pertanyaan M103

1. Saat mengembaan amanah dakwah kemudian tersibukan dengan amanah tersebut hingga terkadang ketika ibadah masih suka keinget. *apalagi kalo lagi dikejar deadline*. Harus bagaimana umi? Terkadang suka takut amal ini bernilai kosong..
Jawab
Harus ada sikap tawazun. Seimbang antara yang satu dengan yang satunya. Dalam beramal ga bisa semua kita harus jalani namun semua disesuaikan dengan kondisi masing-masing kita. Kadang juga harus dipaksa lama-lama terbiasa. Jalani saja sembari mohon pertolongan pada Allah

Pertanyaan M106

1. Ane punya salah satu teman bunda yang *afwan* kalo memilih teman agak pemilih dia hanya maw punya teman yang lebih  punya ilmu agama lebih bagus dan hanya berteman itu2 aja tanpa maw berteman dengan org lain/ awam dengan alasan takut makin menurun iman nya klo temenan sama org2aya gthu ,,klo menurut saya kurang setuju soalnya kita sesama muslim harus saling menyayangi dan mengingatkan satu sama lain tanpa memandang siapa pun dia siapa taw dari sifat temen kita kurang baik bisa menjadi baik,,,klo menurut bunda menyikapi hal ini bagaimana??
Jawab
Memilih teman yang baik itu harus. Tapi ketika ada teman yang kurang baik kita harus hormati. Memang beda berteman biasa atau khusus. Kita boleh memilih yang shalih untuk ingetin kita. Tapi jangan jauhi bila ada yang masih kurang baik deket sama kita siapa tahu jadi lahan pahala


2. Assalamu'alaikum, ustadzah. Kalau ada teman yang salah paham ke kita tanpa tabayun dulu kepada kita. Tapi teman kita itu langsung membenci kita dan malah membicarakan keburukan kita kepada teman yang lain, akibatnya teman yang lain juga ikut membenci kita. Bagaimana ustadzah??
Jawab
Kita usaha tabayun kenapa seperti itu. Jika memang susah tugas kita tetap berbuat baik. Faahsinu.... Maka berbuat baiklah seperti halnya Allah berbuat baik padamu. Allah tidak tidur kok sayang. Jadi lakukan saja yang terbaik dan jadi cermin yang terbaik

3. Umm mau tanya, sebagai orang yang masih minim sekali pengetahuan agamanya, saya kadang suka minder kalo misal mau gabung atau sekedar ngajak ngobrol orang yang menurut saya pengetahuan agamanya lebih banyak. Padahal kadang itu cuman ketakutan saya sendiri saja. Bagaimana ya umm cara yang efektif buat menanggulangi rasa minder kayak gitu?? Jazaakillah umm.
Jawab
Munculkan sikap percaya diri. Sadari bahwa sebaik apapun orang pasti ada kekurangan. Begitu juga kita harus sadari bahwa kita sekurang apa pun ada kelebihan. Dan dari situlah bisa saling mengisi. Gali terus potensi diri hingga ketemu tuh apa yang jadi nilai lebih dari kita


Pertanyaan M107

1. Bagaimana kita menyikapi/menghilangkan rasa suudzhan pada teman yang sekarang sudah jarang bertemu, jarang menyapa dikarenakan jauh dan semenjak dia berkeluarga dan kita terpisah (sudah tidak satu sekolah/kampus) jadi jarang komunikasi?
Jawab
Jaman sekarang kan teknologi IT makin maju ya jalin hub baik lewat apa saja. Sapa baik-baik. Kita usahakan selalu berpikir positif karena hal yang negatif akan merugikan kita. Tanya kabar dll. Atau sesekali waktu usahakan bertemu pas misal di kota dimana dia tinggal

2. Kemudian bagaimana kita menyikapi teman yg kurang simpati terhadap sesama?
Jawab
Hati itu milik Allah. Tugas kita sesama muslim adalah saling menasihati tapi jika sulit doakan dia. Atau cari siapa yang disegani dan dekat untuk ajak bicara.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 31 Agustus 2015
Narasumber : Ustadzahah Rochma Yulika
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 1

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment