Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

PELAJARAN DARI KISAH NABI ADAM AS (part I)

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 26 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Ahabba
Rekapan Grup Bunda M18 (Puji)
Tema : Risalah Nabi
Editor : Rini Ismayanti


PELAJARAN DARI KISAH NABI ADAM AS (part I)

Risalah (misi) yang dikehendaki Allah swt dari Adam as adalah menjadi khalifah di bumi

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman keppada para malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'." (Al-Baqarah : 30)

Pada ayat ini penyebutan Adam saja cukup untuk mewakili anak keturunannya

Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan:
"Tampak bahwa Allah swt tidak mengiginkan Adam as semata, karena jika hanya Adam as yang dimaksud tidak layak malaikat mengatakan:
"… Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah?..." (Al-Baqarah: 30). Sedangkan maksud malaikat adalah bahwa ada diantara keturunan Adam yang melakukan perbuatan tercela itu."

Khalifah ini menurut pendapat yang lebih kuat adalah amanah dari Allah swt dalam menghukum dengan adil diantara hamba-hamba-Nya. Adapun penopang-penopang (muqawwimat) khalifah ini adalah:
1. Memiliki ilmu tentang sifat-sifat kesempurnaan Allah swt, sehingga keyakinan ini mengantarkan kepada semuarukun iman
2. Menerapkan hukum-hukum Allah swt dalam setiap permasalahan, dengan bahasa lain: memakmurkan bumi sesuai manhaj Allah swt, menyebarkan manhaj ini dan melindunginya dari makar musuh dan permainan yang sia-sia

Dengan risalah seperti ini, Adam as dan anak cucunya benar-benar diuji dengan ujian yang berat.

"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (Al-Mulk: 2)

Allah swt telah mengambil janji dari anank-anak Nabi Adam as untuk beribadah hanya kepada-Nya dan meninggalkan penyembahan terhadap setan sejak mereka masih berada di alam roh, dan mereka berikrar setia dengan janji tersebut. Namun setelah keluar kedunia, mereka terbagi menjadi kelompok-kelompok yang setia yaitu orang-orang yang beriman dan kelompok yang menghianati perjanjian yaitu orang-orang kafir. Oleh karena itu Allah swt mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab Allah kepada manusia untuk menjadi hujjah atas mereka.

"(mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (An-Nisa:165)

Kemudian, Allah swt memperingatkan manusia sejak awal dari musuh terbeaar mereka, yaitu iblis, sebagaimana Dia juga memperingatkan kepada mereka dari tipu daya dunia. Lalu Allah swt menyeru manusia secara tegas untuk istiqamah dan bertakwa dan pemperingakan mereka dari kekafiran

"Maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada,Nya dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya." (Fushilat:6)

Akan tetapi, mereka tetap dalam kondisi demikian,  yaitu ada yang beriman dan ada yang kafir.

wallahu a'lam

TANYA JAWAB

Q : Apa Presiden saat ini bisa disebut Khalifah?
A : Tidak. Karena kita sekarang bukan jamaah islam tapi jamaah dari jamaah islam. Kholifah adalah orang yang memimpin jamaah seluruh dunia.

Q : Jika bukan, lalu bagaimana cara agar kita punya khalifah?
A : Islamisasi pribadi, keluarga, masyarakat baru negara. Itulah kenapa kita butuh tarbiyah sepanjang hayat, mengikuti tarbiyah rutin pekanan misalnya. Dalam rangka untuk mengislamisasikan pribadi-pribadi kita. Dari pribadi yang islami akan lahir keluarga yang islami. Dari keluarga yang islami akan terbentuk masyarakat yang islami. Dari masyarakat yang islami akan terbentuk negara yang islami. Semua itu butuh proses serta waktu yang panjang..
Syarat menjadi khalifah adalah harus taat kepada Allah dan taat kepada rosul, menegakkan hukum secara adil dan menjadikan al qur'an dan sunnah rosul sebagai sumber hukum. Lihat QS. Annisa' ayat 59


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ