Ketik Materi yang anda cari !!

QURBAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, August 20, 2015

Ibadah qurban dlm terminology syar’i disebut udhiyah. Karenanya, hari rayanya disebut Idul Adha. Berqurban disyariatkan dalam Islam. Perintahnya terdapat dalam Al-Quran, hadits dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Umumnya para ulama (jumhur ulama) berpendapat bahwa hukum qurban adalah sunah muakadah. Artinya sunah yang sangat ditekankan pelaksanaannya. Sebagian ulama seperti Abu Hanifah bahkan menganggapnya wajib bagi yang mampu. Dalam Al-Quran terdapat dalam surat AL-Kauftsar, ayat 2

فصل لربك وانحر

Dalam hadits,

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Siapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan dekat tempat shalat kami.” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi)

Para ulama berbeda pendapat tentang derajat hajits ini antara yang menyatakan shahih dan dhaif. Namun yang jelas  Rasulullah saw  selalu mengamalkannya. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmizi, Rasulullah saw selama menetap di Madinah sepuluh tahun, beliau selalu berkurban. Bahkan dalam riwayat Muslim, beliau berkurban saat beliau sedang safar. Berbeda dengan zakat harta, berkurban tidak membutuhkan nisab tertentu sehingga seseorang dianjurkan berkurban. Bahkan para ulama membolehkan seseorang berkurban dengan berhutang terlebih dahulu, selama dia memiliki kemampuan untuk melunasinya. Berkurban pun bukan kewajiban sekali seumur hidup, seperti haji, tapi perintah yang diajurkan setiap tahun jika mampu.

Dengan apa berkurban dan apa kriterianya?

Berkurban disyariatkan dengan hewan yang digolongkan sebagai al-an’am, yaitu: Onta, Sapi dan kambing, baik domba atau kambing jawa. Tidak dapat diganti dengan hewan lain. Adapun kerbau, dia dibolehkan untuk berkurban. Disebutkan Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah bahwa para ulama memasukkan kerbau ke dalam sapi sebagai satu jenis.

Kurban juga tak bisa diuangkan. Ini agak berbeda misalnya dengan zakat fitrah, meskipun pendapat jumhur ulama harus dengan bahan makanan pokok, namun abu Hanifah membolehkannya mengeluarkan dalam bentuk uang, karena melihat maqashid syariah (tujuan syariat) yaitu membahagiakan orang fakir di hari lebaran. Sedangkan berkurban lebih ditekankan pada aspek pengagungan serta membesarkan syiar Allah. Karena Menyembelih merupakan salah satu bentuk ibadah yang khusus hanya boleh dilakukan karena Allah, tidak boleh kepada selainnya. Satu ekor kambing berlaku untuk satu orang. Satu ekor onta dan sapi untuk tujuh orang dibagi sama. Atau sepertujuhnya.

Berkurban dengan seekor kambing lebih baik dibanding berkurban dengan sepertujuh sapi. Berkurban dengan seekor sapi lebih baik berkurban dari seekor kambing. Seseorang yang berkurban, dapat menyertakan ahlul baitnya… orang-orang yang ada di dalam rumahnya. Maka dia dapat niatkan bahwa kurban ini adalah untuk dirinya dan seluruh penghuni yang ada di rumah. Intinnya, satu rumah, satu hewan kurban.

Adapun kriteria hewannya, dari jenis umur, jika kambing, apabila domba usia setengah tahun, sedangkan kambing jawa usia setahun, adapun sapi usia 2 tahun, onta usia 5 tahun.

Penting diperhatikan di sini kelayakan usia hewan kurban. Jangan hanya terpaku dengan harga murah, tapi tidak memenuhi kriteria usia. Sebelum membeli hewan qurban tanyakan terlebih dahulu kriteria hewannya. Selain memenuhi kriteria usia, hewan kurban pun harus memenuhi kriteria kesehatan. Hewan kurban tidak sah jika picek, atau matanya buta sebelah, kakinya pincan, sangat kurus atau sakit. Hewan kurban yang ideal adalah yang paling baik, mahal, tubuhnya mulus, bertanduk dan bulunya dominan warna putih. Jika kambing, lebih utama domba.

Rasulullah saw dalam hadits riwayat Bukhari Muslim diriwayatkan berkurban dengan dua ekor domba jantan, bertanduk dan berbulu putih. Lebih bagus lagi jika kambing tersebut dibeli jauh-jauh hari dan kemudian dia upayakan diberi pakan yang baik hingga gemuk. Diriwayatkan bahwa para sahabat berusaha menggemukkan hewan kurbannya.

Waktu pemotongan dan teknis pembagian.

Waktu pemotongan kurban adalah pada hari Idul Adha setelah shalat Id. Karena itu, shalat Idul Adha sunah dipercepat, agar segera dilakukan penyembelihan hewan kurban. Masa pemotongan terus berlaku hingga akhir hari tasyriq tanggal 13 Zulhijah, sebelum matahari terbenam. Disunahkan orang yang berkurban Menyembelih sendiri hewan kurbannya. Namun jika ingin mewakilkannya kepada orang lain juga tidak mengapa. Disunahkan dia hadir pada saat pemotongan tersebut.

Bagi yang sudah niat berkurban, jika telah masuk tanggal 1 Zulhijah diilarang mencabut rambut, memotong kuku atau mengelupas kulitnya hingga hewan kurbannya disembelih, berdasarkan hadits Rasulullah saw yang khusus melarang masalah ini. Para ulama berbeda pendapat tentang larangan ini antara haram dan makruh. Namun dihindari lebih hati-hati. Jika sengaja dilanggar, hendaknya dia bertaubat dan tidak ada konsekwensi apa-apa.

Soal pembagian hewan kurban sunahnya adalah sebagian dimakan oleh yang berkurban, berdasarkan firman Allah Taala surat Al-Hajj 28 dan 36. Sebagian lagi disedekahkan kepada fakir miskin, atau dihadiahkan kepada orang kaya atau disimpan.  Jadi kurban memang penekanannya aspek ibadahnya dan mengagungkan syiar Allah. Tidak dibolehkan menjual bagian dari daging kurban atau menjadikannya sebagai upah. Akan tetapi jika daging kurban itu sudah dibagikan, lalu orang yang dibagi menjualnya, itu tidak mengapa. Wallahu a’lam.

TANYA JAWAB

1. Qurban apa boleh sistem arisan / tabungan?
Jawab
Boleh saja kalau kuat bayar. Hanya saja mestinya tak membuat dia menunda kurbannya tahun depan jika memang mampu tahun ini...

2. Qurban yang dikalengkan itu hukumnya gimana? Karna baginya sepanjang tahun tak hari qurban saja?
Jawab
Itu dapat masuk dalam bab menyimpan daging kurban yang dibolehkan, tidak mengapa in syaAllah apalagi jika dinilai maslahatnya lebih baik....

3. Tadi qurban tidak bisa diuangkan,  kalau qurban melalui lembaga setor uang saja?
Jawab
Maksudnya kurban tidak bisa diuangkan adalah tidak dibelikan kambing untuk disembelih. Tapi uangnya diberikan langsung sebagai kurban. Kalau kita serahkan kepada seseorang atau lembaga sebagai wakil kita untuk membelikan dan menyembelih hewan kurban itu tidak mengapa

4. Qurban baiknya di lingkungan sendiri atau bisa ke tempat lain yang lebih membutuhkan
bagi yang baru haji,  baiknya qurban di Arab atau di tanah air?
Jawab
Bagi yang berhaji berkurban lebih baik di kampung halamannya. Berkurban lebih utama di tempat sendiri. Sekali lagi kurban esensinya adalah Ibadah dan syiar tapi kalau mau disalurkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan, baik juga.

5. Ustad jadi niat kurban itu satu untuk sekeluarga. Tidak perseorangan ya? Kalau di kampung saya suami istri berdua kurban gitu ustad. Kadang ada yang diniatkan untuk anaknya
Jawab
Berkurban asalnya perseorangan, tapi dapat mengikutserkan keluarga. Cukup bapaknya atau suami yang berkurban, lalu niatkan ini kurban untukku dan keluargaku. Begitulah yang dipraktekkan Rasulullah saw. Masuk didalamnya isteri, anak, bapak dan ibu. Jika mereka dalam satu rumah.

6. Ustad pembagian dagingnya berarti dibagi 2 gitu ustad? Atau bagaimana.. Setahu saya tahun kemarin yang kurban dapat bagian 1/3 nya. Itu di daerah saya pembagiannya seperti itu
Jawab
Pembagian hewan qurban sifatnya fkeksibel bisa dibagi semua bisa dimakan semua. Lihat mana baiknya saja. Hewan kurban bukan harta zakat....

7. Kalo belum di aqiqah apa kurban dulu atau aqiqah dulu ustad?
Jawab
Masalah aqiqah dan kurban juga fleksibel sifatnya karena keduanya sunah. Para ulama juga berbeda pendapat dalam masalah ini. Jika anaknya baru lahir aqiqah lebih utama, karena waktunya tidak terulang. Jika sudah dewasa belum aqiqah sebaiknya qurban saja. wallahua'lam...

8. Tanya tentang larangan jika niat berqurban. Apakah dilakukan oleh seluruh keluarga / hanya nama yang akan berqurban ?
Jawab
Larangan tersbebut hanya berlaku bagi yang berkurban secara langsung. Keluarganya tidak berlaku larangan tersebut.

9. Ustadz saya masih penasaran dengan kata di masjid jika kita berqurban pahala nya untuk alm/a bpk/ibu maksudnya gimana ya stadz?
Jawab
Berkurban atas nama orang yang sudah meninggal, umumnya di bolehkan para ulama. Karena ini Ibadah maal/harta yang boleh di peruntukkan untuk yang sudah meninggal seperti sodaqah. Akan tetapi yang utama adalah berkurban untuk diri sendiri. Sedang bagi yang sudah wafat. Didoakan karena tidak ada riwayat nabi saw berkurban untuk yang sudah wafat.....

10. Tadi ustadz bilang kurban 1 ekor kambing lebih baik dari 1/7 bagian sapi. Padahal rata-rata kalo 1/7 bagian sapi dagingnya lebih banyak daripada daging 1 ekor kambing sehingga bisa dibagikan kepada lebih banyak orang. Lebih baiknya ditinjau dari segi apa ya ustadz? Tks.
Jawab
Itu pendapat sejumlah ulama merujuk kepada perbuatan Rasulullah saw yang selalu berkurban dengan kambing. Di sisi lain berkurban esensinya adalah ibadah dan syiar bukan masalah banyak atau sedikitnya daging. Menyembelih seekor sapi dengan menyembelih 7 ekor kambing lebih syiar 7 ekor kambing.... Wallahu a'lam

11. Ustadz, katanya kalo kita niat berqurban sampai dengan hewannya dipotong, kita ga boleh potong kuku, itu kenapa ya? Adakah haditsnya? Qurban lebih baik dirumah/lingkungan terdekat tapi yang makan orang-orang kaya atau lebih baik dikampung orang yang membutuhkan?
Jawab

عن أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قال : «إذا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أحدكم أَنْ يُضَحِّيَ فلا يَمَسَّ من شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شيئا» .رواه مسلم

Dari Ummu Salamah, sesungguhnya Nabi bersbda, "Jika masuk sepuluh hari zulhijjah, dan ada di antara kalian yg ingin berkurban, maka janganlah dia mencabut rambut dan kulitnya" (HR. Muslim)

Dalam redaksi yang lain ada tambahan "Jangan potong kukunya."
Qurban di kediaman atau di tempat lain yang lebih membutuhkan masing-masing ada keistimewaannya. Silakan dipilih mana yang lebih cocok bagi kita

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis,20 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc 
Tema : fiqh
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment