Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

VIRUS - VIRUS UKHUWAH

Berikut virus-virus ukhuwah diringkas dari buku dengan judul yang sama. Sahabatku dan saudaraku yang dirahmati Allah, Rasullullah Saw bersabda
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, kecuali yang paling besar cintanya diantara keduanya adalah yang lebih mulia.”
Mari kita kenali virus-virus ukhuwah ini, agar kita selamat dari serangannya
1. Tamak akan kehidupan dunia.
2. Lalai menjalankan ibadah dan melanggar tuntunan agama.
3. Tidak santun dalam berbicara.
4. Sikap tidak peduli.
5. Mengadakan pembicaraan rahasia.
“Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (QS.Al Mujaadilah:8-9).
6. Keras kepala, enggan menerima nasihat dan saran.
7. Sikap sombong dan kasar.
8. Enggan memaafkan.
9. Mudah dihasut.
10. Membeberkan rahasia.
11. Mengikuti prasangka.
12. Ikut campur masalah pribadi orang lain.
13. Egois dan tidak memiliki empati.
14. Menghitung-hitung kebaikan
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir[168].” (QS.Al Baqarah:264).
15. Enggan membela sahabat ketika disebutkan aibnya.
16. Tidak setia dan meninggalkan sahabat.
17. Mengingkari janji dan kesepakatan.
18. Selalu dan terus menerus berkeluh kesah, membicarakan kesusahan dan keresahan.
19. Terlalu cinta.

Inilah beberapa virus yang bisa merusak sehatnya ukhuwah diantara orang beriman. Semoga kita mendapatkan pertolongan Allah
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS.Al Hujuraat:10).
Wallahua'lam

TANYA
Pak ustadz bagaimana jika sahabat nya itu malah menyuruh kita tuk melakukan apa yang Allah larang, berkata kasar, dan lebih mengejar kehidupan dunia. Apakah salah jika sahabat/orang seperti itu kita jauhkan? Sudah memberi nasihat, tapi yang ada kita di bilang sok suci dan dia merasa apa yang dia lakukan itu benar. Baiknya bagaimana jika menghadapi sahabat yg seperti itu pak?
Jawab
Sabar
betul, kudu sabar seperti yang dibilang ust Kholid. Kadang kita terlalu mencintai sahabat sampai-sampai melebihi kadar yang dibolehkan syariat, seperti perkataan imam Ali r.a.: Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja; siapa tahu – pada suatu hari kelak – ia akan menjadi orang yang kaucintai. Terlalu mencintai tidak baik bagi kesehatan hubungan, baik persahabatan maupun pernikahan apalagi sampai mengalahkan cinta kepada Allah dan RasulNya.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda 
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala