Home » , » ADAB MUSLIM/MUSLIMAH BERGAUL DALAM ISLAM

ADAB MUSLIM/MUSLIMAH BERGAUL DALAM ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, September 17, 2015

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin


Adab erat kaitannya dengan perilaku. Biasanya adab berhubungan dengan latar budaya seseorang. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana seseorang harus memperhatikan masalah adab maupun mengetahui budaya yang ada di sekitarnya. Budaya yang berbeda dapat menyebabkan kesalahpahaman antar sesama.

Dalam lembar sejarah Islam, kita mengetahui bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan para sahabatnya tentang tatakrama, mulai memberi salam, makan hingga berkunjung ke tempat orang lain. Rasulullah juga mempersiapkan salah seorang sahabatnya bila akan diutus menjadi duta ke suatu wilayah dengan menyuruhnya memperhatikan perilaku dan budaya yang berlaku disana. Oleh karena itu kita mengenal duta Islam pertama yaitu Mus’ab bin Umair. Beliau diutus untuk mempersiapkan hijrahnya Rasulullah SAW. Keberhasilan Mus’ab ini dapat dilihat dari masuknya seluruh masyarakat Madinah menyambut seruan itu dan bahkan menanti-nanti kedatangan Rasulullah SAW untuk tinggal bersama mereka. Selanjutnya terbukti bahwa penduduk Madinah menjadi penyokong utama da’wah Rasulullah SAW di kemudian hari.
Sebagai seorang muslim, adab dan perilaku dapat menjadi alat untuk berda’wah. Oleh karena itulah adab dan perilaku kita merujuk kepada Rasulullah SAW, karena dialah yang menjadi panutan umat Islam. Adab juga merupakan hasil dari pemahaman dan pengamalan kita terhadap nilai-nilai Islam yang kita ketahui. Dari lembar siroh kita dapat mengetahui bahwa kemuliaan akhlaq dan perilaku ini dapat melunakkan hati bahkan mengajak seseorang masuk ke dalam Islam dengan kesadarannya sendiri. Kisah seorang wanita yahudi yang selalu meludahi Rasulullah SAW setiap akan sholat ke Masjidil Haram kemudian tergerak hatinya masuk Islam karena Rasulullah SAW-lah yang pertama menjenguknya ketika dia sakit. Dari adab inilah cahaya Islam terpancar. Keutamaan dan kemuliaan Islam akan bersinar melalui adab-adab yang dimiliki umatnya.

Adab ketika akan bertemu dengan orang lain

1.Adab berpenampilan

Rasulullah SAW memberikan nasehat bagaimana seorang muslim berpenampilan: “Sesungguhnya kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian (sesama muslim), maka perbaikilah kondisi perjalanan kalian, perindahlah pakaian kalian sehingga keadaan kalian seakan-akan wangi dalam pandangan manusia karena Allah tidak menyukai kejorokan dan sikap jorok.” (HR. Abu Daud).

Rasulullah SAW juga memberi peringatan bagi seseorang yang tidak memperhatikan penampilannya ketika akan bertemu dengan orang lain, sabdanya: “Rasulullah datang berkunjung kepada kamikemudian beliau melihat seorang laki-laki yang pakainnya kotor lantas beliau bersabda, “Apakah orang ini tidak mendapatkan sesuatu untuk mencuci pakaiannya.” (HR. Imam Ahmad dan Nasa’i)

2.Adab menjaga kebersihan mulut

Masalah pakaian dan bau mulut ternyata bagian perhatian yang perlu dijaga. Rasulullah bersabda, “Kalau sekiranya aku tidak khawatir memberatkan umatku, maka pastilah akan aku perintahkan kepada mereka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali hendak wudhu.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memakan bawang merah, putih dan kurats (sejenis makanan yang meninggalkan bau yang menyengat), maka janganlah ia sekali-kali ia mendekati masjid. Malaikat merasa terganggu apa-apa yang mengganggu anak Adam.” (HR. Muslim) 

Bahkan bagi setiap laki-laki disunnahkan mandi dan memakai minyak wangi sebelum pergi sholat jum’at. Untuk kondisi sehari-hari Rasulullah mencontohkan bagaimana ia selalu menjaga kebersihan dan keharuman badannya. Dalam hal ini Anas bin Malik ra. berkata, “Aku tidak pernah sama sekali mencium ambar dan mistik (aroma wewangian) yang lebih wangi dari yang tercium dari tubuh Rasulullah SAW.” (HR. Muslim)

3.Menjaga kebersihan rambut dan badan

Rasulullah SAW memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menjaga rambut mereka. Sabdanya, “Siapa-siapa yang memiliki rambut maka hendaklah ia menghormatinya.” (HR. Abu Daud). Maksud menghormati disini ialah membersihkannya (mencuci rambut), menyisirnya, memakaikan wewangian dan memperindah bentuk dan penampilannya.

Dalam hal membersihkan badan secara keseluruhan, Rasulullah SAW mengingatkan batas minimalnya. “Adalah merupakan hak atas seorang muslim ketika mandi dalam seminggu, agar sehari daripadanya ia membasahi kepala (keramas) dan badannya.” (mutafaqu’alaih)
Hadits diatas mengingatkan kita untuk membersihkan kepala kita dalam sepekan sehingga kepala dan kulit kepala kita bersih dan wangi sebagaimana tubuh kita.

Adab pergaulan sehari-hari

1. Adab meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain

Islam sangat menghargai privacy seseorang. Oleh karena itu seorang muslim ketika akan berkunjung hendaklah memperhatikan masalah ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendatangi rumah-rumah itu dari depan melainkan dari samping-sampingnya. Maka minta izinlah dan jika diizinkan bagi kalian maka masuklah, kalau tidak mendapat izin pulanglah.” (HR. Thabrani)

2. Mengucapkan salam
 
“Apabila salah seorang kalian sampai pada suatu majelis maka hendaklah ia mengucapkan salam, sebab bukanlah yang pertama lebih berhak dari yang terakhir.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi ia berkata hasan)

3. Adab dalam majelis
 
- Hendaklah salah seorang mereka duduk di tempat yang mereka dapatkan di majelis tanpa merasa kurang dihormati/diremehkan. (HR. Abu Daud)
- Tidak boleh dua orang yang sedang berbicara disela, kecuali dengan izin dari keduanya. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
- Bila majelis itu penuh dan tidak ada tempat bagi yang baru datang maka Rasulullah menyuruh mereka untuk melonggarkan dan merapatkan diri agar orang tersebut dapat tempat. (HR. Al Khamsah)
- Jika majelis tersebut bersifat khusus dan membicarakan masalah khusus, maka Rasulullah melarang orang lain bergabung dalam majelis tersebut.
- Diantara adab majelis adalah hendaknya tidak menempati tempat duduk seseorang yang meninggalkannya sementara ada keperluan. (HR. Muslim)
- Hendaknya dua orang tidak berbisik-bisik tanpa meminta izin dari orang ketiga karena akan membuat orang ketiga itu sakit hati/sedih. (HR. Bukhari dan Muslim)

4.Adab Makan

- Membaca basmalah
- Makan dengan tangan kanan
- Memakan dari sisi yang depan
- Tawadhu ketika makan
- Tidak boleh mencela makanan
- Tidak meniup makanan yang masih panas
- Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan

5.Adab Minum

- Minum dengan tangan kanan
- Minum sambil duduk
- Berdo’a sebelum dan sesudah makan
- Mendahulukan orang di sebelah kanan
- Diharamkan makan dan minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak

6.Tata cara makan dan minum di tempat orang lain

- Datang karena diundang
- Tidak membawa orang yang tidak diundang
- Menjaga harga diri
- Berdo’a untuk pemilik hidangan
- Bersegera pulang setelah menghadiri acara (tidak berlama-lama)

7.Dalam pergaulan sehari-hari ada beberapa yang perlu diperhatikan:

- Mengucapkan dan menjawab salam
- Berjabat tangan (hanya untuk sesama jenis)
- Khalwah tidak diperkenankan karena menimbulkan fitnah

*Referensi :  
  -Musthofa Muhammad Thahan, Pribadi Muslim Tangguh
  -Ziyad Abbas (ed.) Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial
  -Muhammad Ali Hasyimi, Apakah Anda Berkepribadian Muslim
  -Isnet, Urgensi Akhlaq 1
  -Materi Training Manajemen Da’wah Muslimah,   “Peran Muslimah dalam Da’wah”


TANYA JAWAB

1. Assalamualaikum, SAyA mau tanya apakAh ada adab ketika kita berada di rumah sendiri (rumah ortu)? Misal: saya sudah 1 tahun meninggalkan rumah, apakah ketika mau masuk rumah harus dapat izin dari orangtua? Syukron.
Jawaban: 
Biasanya orangtua pasti mengizinkan, tapi alangkah baiknya apabila sebelum tinggal lama lagi dirumah orangtua kita izin terlebih dahulu, sebagai tanda hormat kita kepada orangtua.

2. Materi diatas dijelaskan kita boleh salaman dengan sesama jenis aja. Apakah ada pendapat lain dari para mujtahid? Bagaimana hukumnya bersalaman dengan laki-laki yang sudah tua renta atau sama sepupu?
Jawaban: 
Kemurahan (diperbolehkan) berjabat tangan dengan wanita tua yang sudah tidak punya gairah terhadap laki-laki, demikian pula dengan anak-anak kecil yang belum mempunyai syahwat terhadap laki-laki, karena berjabat tangan dengan mereka itu aman dari sebab-sebab fitnah. Begitu pula bila si laki-laki sudah tua dan tidak punya gairah terhadap wanita.

Hal ini didasarkan pada riwayat dari Abu Bakar RA bahwa beliau pernah berjabat tangan dengan beberapa orang wanita tua, dan Abdullah bin Zubair mengambil pembantu wanita tua untuk merawatnya, maka wanita itu mengusapnya dengan tangannya dan membersihkan kepalanya dari kutu.2
Hal ini sudah ditunjukkan Al-Qur’an dalam membicarakan perempuan-perempuan tua yang sudah berhenti (dari haid dan mengandung), dan tiada gairah terhadap laki-laki, dimana mereka diberi keringanan dalam beberapa masalah pakaian yang tidak diberikan kepada yang lain:

“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (an-Nur: 60)

Dikecualikan pula laki-laki yang tidak memiliki gairah terhadap wanita dan anak-anak kecil yang belum muncul hasrat seksualnya. Mereka dikecualikan dari sasaran larangan terhadap wanita-wanita mukminah dalam hal menampakkan perhiasannya.

“… Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita …”(an-Nur: 31)

3.Tentang adab ketika bertamu, apa ada jam tertentu untuk bertamu ustadzah? Lalu jika tamu keenakan ngobrol sampai larut malam, cara mengingatkan dengan baik bagaimana ya ustadzah? Syukron.
Jawaban: 
Sebaiknya tidak sampai larut malam, jika ada pembicaraan yang penting hendaknya disampaikan dulu kepada tetangga terdekat rumah bahwa akan ada tamu untuk membicarakan hal yg penting. Kalau tidak ada pembicaraan penting sebaiknya tamu diminta pulang. Tuan rumah harus tegas sehingga tamu juga tahu diri.

4.Afwan mau memperjelas lanjutan pertanyaan saya diatas. Berarti tidak boleh ya kalau salam dengan spupu yang laki-laki, suami dari bibi, dan lain-lain, apapun alasannya?
Jawaban: 
Iya Mbak, tapi biasanya kalo sepupu itu sudah menjadi teman main sejak kecil, akan agak susah menolak salamannya. Kecuali kalo sepupu kita sudah fahim hukum bersalaman dengan anyg bukan mahrom.

5.Benar ustadzah, jadi bagaimana caranya, agar bisa menghindari salaman dengan sepupu, bagi tips nya dong ustadzah.
Jawaban: 
Sepupu kita ajak belajar Islam juga. Atau kalo tidak bisa ya gapapa salaman. Tapi ujungnya saja dan tanpa disertai nafsu. Wallahu a'lam

6. Ada lagi, apa yang harus kita lakukan ketika kita mengikuti majelis ilmu yang pesertanya lumayan  banyak. Sampai suara pemateri tidak terdengar sampai di belakang. Dan orang sekitar kita sudah mulai cerita karena tidak mendngar suara pemateri, apakah tidak apa-apa meninggalkan majelis ilmunya?
Jawaban: 
Tidak apa-apa, lain kali datang awal ya Mba Asfa biar dapat duduk didepan.

7. Saya mau tanya, boleh tidak jika seorang muslimah menampakkan auratnya di depan wanita non muslim? Jika boleh, sampai mana batasan yang boleh dilihat? Jika tidak, bagaimna wanita yang di make-up oleh wanita non muslim? (secara tidak langsung mereka melihat rambut muslimah tersebut).
Jawaban: 
Tidak boleh mba, yang boleh dilihat muka dan (telapak) tangan, kalo bisa nyari orang muslim untuk make-up kita karena sekarang banyak juga salon-salon khusus muslimah. Salon wanita saja tidak cukup, karena belum tentu yang punya dan pegawainya orang islam. Yang boleh salon muslimah, wallahu a'lam.

8.Bagaimana jaga aurat kalau saudara non mahram yang sering datang kerumah. Kalau pake kerudung bisa, tapi kalau kaki gimana? Masa iya dirumah pake kaos kaki?
Jawaban: 
Kaki juga aurat, jadi sebaiknya tetap pake kaos kak
i
9.Ustadzah saya mau tanya, beberapa bulan ini kan saya itu dikejutkan dengan info beberapa teman ikhwan dunia maya itu ternyata penyuka sesama jenis, bahkan mendominasi , di situ di grup whatsapp pecinta bulutangkis, awalnya saya terkejut saya pelan-pelan memberi nasihat , tapi mereka malah seperti menularkan itu kepada ikhwan yang normal, saya sudah mengingatkan beberapa kali tapi tetap saja ustadzah, dan akhirnya saya nyerah dan memutuskan tali silatuhrahmi sama mereka, mereka bukannya makin sadar malah makin menjadi jadi , jadi saya pikir dari pada saya di fitnah yang tidak-tidak saya mundur akhirnya untuk mengawasi memereka dan menasihati mereka, sikap saya sudah benar belum ustadzah?
Jawaban: 
Kalo mereka susah dinasihati dan kita ajak kembali ke jalan yang benar tidak mau gapapa kalo kita putuskan pertemanan dengan mereka (jika khawatir kita ikut2an).

10. Orang yang menutup auratnya tapi masih menampakkan sedikit auratnya misalnya bagian kaki (tdk pakai kaos kaki) dengan orang yang masih lebih banyak menampakkan auratnya , misal tidak memakai khimar, atau bahkan memakai baju terbuka, apakah kiranya dosanya sama? Karena sama2 terlihat auratnya walaupun porsinya berbeda.
Jawaban: 
Masalah dosa urusan Allah Ta'ala, tapi kalau menurut syariat bahwa wanita yang sudah baligh wajib menutup auratnya, dan batasan aurat wanita adl seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan, dan berdosa apabila tidak melaksanakan perintah agama.

Jazakumullahu khairan katsiran atas ilmunya hari ini ,,
Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri pribadi dan nanda semua, bisa diamalkan untum orang-orang di sekitar kita

Baiklah nanda kita tutup kajian kita hari ini dengan istigfar sebanyak2nya dan hamdallah serta do'a kafaratul majelis

Do'a kafaratul majelis 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
اسْتَغْفِــــرُ اللّــــهَ الْعَظِــــيْم
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
آمــــــــــــــــــ­ين يَا رَبَّالعَالَمِين

Maha Suci Engkau yaa Allah dan dengan memujiMU aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau Aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMU
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Nanda M116 Kajian Online Hamba الله
Rabu, 27 Syawal 1436H/12 Agustus 2015
Narasumber: Ustadzah Tribuana
Tema: Adab Muslim/Muslimah Bergaul Dalam Islam
Notulen: Lily
Admin: Asri & Sari
Editor : Ana Trienta

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!