Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » AGARA PERNIKAHAN TAK MERENGGUT SEPARUH AGAMA (Parenting : Sesi Pra Nikah)

AGARA PERNIKAHAN TAK MERENGGUT SEPARUH AGAMA (Parenting : Sesi Pra Nikah)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 4, 2015

Image result for pra nikah
السلام عليكم ورحمة الله وبر كا ته
بسم الله الرحمن الرحيم
ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا..
ﻭ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ؛ ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭ ﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ، ﻳﺤﻴﻰ ﻭ ﻳﻤﻴﺖ ﻭ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ ﻭ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﻤﺮﺟﻊ ﻭ ﺍﻟﻤﺼﻴﺮ ..
ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺳﻮﻟﻪ ، ﺑﻠﻎ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻭ ﺃﺩﻯ ﺍﻷﻣﺎﻧﺔ ، ﻭ ﻧﺼﺢ ﺍﻷﻣﺔ ﻭ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻐﻤﺔ ، ﻭ ﺟﺎﻫﺪ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺭﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺎﻩ ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ..
أما بعد....

Karena sejatinya parenting adalah sebuah penerapan program yg terintegrasi sejak seseorang berencana/ siap membangun rumah tangga. Semoga manfaat.
Tema hari ini lebih banyak bahas tentang parenting persiapan pra nikah dan juga pasca nikah.
"Agar pernikahan tak merenggut separuh Agama"

Nabi S.A.W bersabda:
“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separuh lainnya.”
(HR. Baihaqi).

Ada sebuah ungkapan: “Sayang sekali ya. Setelah nikah kok malah jadi sangat jarang ke masjid. Tidak terlihat lagi di majelis ta’lim”
Dan ada juga ungkapan lain: “Alhamdulillah. Setelah menikah, shalat tahajudku semakin rajin, membaca Al Qur’an semakin rajin”

Dua ungkapan ini adalah dua kemungkinan yang akan dialami oleh seseorang yang telah menikah. Semakin meningkat amal ibadah setelahnya ataukah malah semakin jauh dari sajadah setelah menikah?

Dalam hadits di atas sangat jelas bahwa:
#SEBUAH PERNIKAHAN AKAN MENGHANTARKAN SESEORANG MENDAPATKAN SEPARUH AGAMANYA ADALAH MANAKALA SEPASANG SUAMI-ISTRI TERSEBUT SHALIH/SHALIHAH

Dan bagaimana jika keduanya atau salah satunya tidak shalih? Tentu yang akan terjadi bisa SEBALIKNYA.
Jika salah satu atau keduanya (suami-istri) tidak shalih maka PERNIKAHAN BISA MERENGGUT SEPARUH AGAMA DARI SESEORANG.

Tidak sedikit seorang lelaki yang ‘pensiun’ dari dakwah karena memiliki istri yang selalu menghalangi dakwah suaminya. Banyak diantara kaum akhwat yang kehilangan kesempatan menghadiri majelis-majelis ilmu karena mendapat suami yang over protective.

Mari berbagi tips agar pernikahan tidak merenggut separuh amal agama kita.
1) Bagi yang masih jomblo, utamakanlah keshalihan pribadi diatas kemewahan dan kerupawanan, sucikan segala proses menuju pernikahan, sejak ta'aruf hingga ke pelaminan. Niatkan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah, bukan 'pelampiasan'.

#setelah menikah:
2) Bicarakanlah EKSPEKTASI, Visi dan Misi keluarga dengan pasangan. Termasuk di dalamnya penerapan pola asuh yang tepat bagi anak-anak, regulasi dalam rumah tangga, dll.

3) Buatlah agenda ibadah/dakwah wajib masing-masing dan atas kesepakatan bersama.

4) Biasakan saling mendoakan/minta didoakan atas untuk tercapainya hajat masing-masing.

5) Saling mengevaluasi amal yaumi masing-masing,Saling terbuka dengan segala aktifitas/agenda.

6) Saling menjaga/mengingatkan agar tidak menerima rezki yang subhat/haram.

7) Aktifkan diri hadir di majelis ta’lim (minimal sebulan sekali)

Bergaullah dengan orang-orang shalih (ulama).
“Kesempurnaan cinta berawal dari saling menerima dan menguatkan dalam menyongsong ridho dari sang Penguasa Alam Semesta”
"Seseorang setiap hari ditemani seekor harimau karna ia memiliki istri durhaka"
(Irsyaadul 'ibaad, hal.93)

---Masyhuri Az Zauji---
##KomunitasParentingOBK##
OBK (OrangtuaBerkemampuanKhusus)
FB: Grup OBK
BB: 7E949DDF
WA: 085249502884

Tanya Jawab
1. Saya mau tanya ustadz, ada si fulanah akan taaruf dengan si fulan, si fulan ini sholeh baik, dan memang aktif dalam kegiatan dakwah, si fulan memang dari dulu sudah aktif dalam dakwah, sedangkan si fulanah ini, anak yang biasa aja, dan baru belakangan ini belajar merangkak terjun dalam aktifitas dakwah, pasangan yang akan taaruf ini memang memiliki visi yg sama, cuma si fulanah ini merasa minder dengan keadaannya sekarang, sebab dia merasa, kemampuan dia jauh dari si fulan, gimana mohon pencerahannya ustadz. Jazakillah khoirr ustadz.
Jawab:
Tidak ada alasan minder. Karena jodoh itu bukan kita atau dia yang ngatur. Yang menundukkan hati seseorang pada kita itu bukan karena siapa dan apa yang kita bawa,
Be optimize!!!
2. Ada lagi ustadz, ada fulanah baru taaruf kurang lebih dua bulan, dan dalam bulan ke tiga nanti dia akan dikhitbah terus masuk jenjang pernikahan, sekarang ini statusnya taaruf tetapi keduanya memang sudah berkomitmen untuk menikah, tiba-tiba si fulanah ini mendapat tawaran kerja, tapi harus diiringi kuliah lagi, fulanah ini minta izin sama si calon, si fulan tak berkenan, karena setelah menikah nanti fulanah akan dibawa ikut ketempat suaminya, sedangkan tempat suaminya jauh sama tmpt kerja si fulanah, menurut ustadz gimana ya, apa yang seharusnya patut dibuat oleh si fulanah?
Jawab:
Melobi si ikhwan dengan cara maksimal dan benar sesuai ketentuan. Jika tidak ada kecocokan dalam hal ini dan kemudian dirasa bermasalah di kemudian hari, maka masing-masing tahu langkah apa selanjutnya. Cari yang lain atau salah satu mengalah. Jika harus ada mengalah, si akhwat yang lebih utama mengalah. Allahu a'laam.
3. Ustadz, saya mau tanya, ciri-ciri laki-laki yang benar-benar mau taaruf tidak hanya pacaran itu yang gimana? Syukron. Jazakalloh.
Jawab:
Gak pacaran, aktif di pengajian, gak sering-sering ta'arufan
4. Assalamualaikum pak Ustadz, mohon penjelasan lebih rinci, bagaimanakah ciri-ciri wanita sholehah? maturnuwun.
Jawab:
Rajin menuntut ilmu, terjaga shalat (wajib) di awal waktu, bakti pada orangtua dan suami, menjaga pandangan dan auratnya, lembut tutur katanya, banyak lagi lainnya
5. Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya, bagaimana cara ta'aruf yang baik, saya kenal dengan seseorang dan beliau berniat menikahi saya, bagaimana saya bisa mengetahui karakternya, karena bertemu pun jarang sekali.
Jawab:
1. ikhlaskan hati
2. tetap berhuznuzzon (pada Allah dan juga pada calon)
3. gali informasi dari teman dekat, yang satu pengajian, keluarga jika memungkinkan
6. Ustadz, afwan nambah pertanyaan begini ustadz, ada teman saya si fulanah dia dikenalkan pada fulan oleh X, tapi si X juga tidak paham sifatnya karena si Fulan tinggalnya diluar kota, si fulan mengutarakan niatan untuk menikahi si fulanah, status si fulan sudah punya anak dan telah cerai 2tahun, si fulan sampai melakukan pindah kerja agar bisa dekat dengan fulanah, dan langsung minta ijin pada orangtua fulanah, fulan dan fulanah belum pernah bertemu, bagaimana si fulanah ini harus bersikap untuk mngetahui keseriusan dan sifatnya ustadz?
Jawab:
Hampir sama dengan sebelumnya (Bisa ditanyakan lagi jika kurang jelas).
7. Ustadz, nambah lagi pertanyaannya,  pertanyaan apa sajakah yang perlu ditanyakan ketika taaruf ?  Jazakallah
Jawab:
1. siapkah antum menjadi imam keluarga?
2. siapkah antum membimbing saya menuju syurga?
3. siapkah antum berbagi cinta antara: Allah dan RasulNya, dakwah dan keluarga? dan lain lain.
8. Cara menjalani pernikahan LDR dan istri tidak dibolehkan bekerja?
Jawab:
1. jaga ikhlas, syukur dan husnuzzon
2. terus jaga komunikasi tiap hari
3. dekatkan figur Ayah pada anak-anak, agar minimal ayah hadir secara emosi
4. buat anggaran belanja yang efektif
5. buat beberapa kesepakatan dengan anak untuk membuat regulasi bersama di rumah.
Allahu a'laam

Wa 'afwaa minkum...
Wassalamu 'alaikum...
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon  dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kajian Online Hamba اللهSWT M114Nanda
Rabu, 4 Maret 2015
Parenting (Ustadz Masyhuri)
Notulen : Amalia Ulil
Admin : Iswatun dan Imas
Editor : Riski Ika Wati

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment