Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

FITRAH MANUSIA

Hasil gambar untuk fitrah manusia
Assalamu'alaykum..ummahat shalihah...
Bagaimana kabar iman hari ini? Sudah bisa dimulai ya...?
Kita awali dulu majelis online pagi kita dengan membaca basmallah bersama.
Bismillahirrahmanirrahim...

Segala puji hanyalah milik Allah, Rabb penguasa alam semesta yang dengan ijinnya semua yang sulit jadi mudah karena Dialah yang menggerakkan hati,fikiran dan fisik kita. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam kebaikan. Shalawat serta salam tak bosannya kita sampaikan pada tauladan terbaik ummat ini,Rasulullah salallahualaihi wa sallam.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang fitrah manusia. Manusia terlahir dalam keadaan fitrah(suci, bersih).

Allah berfirman dalam surah Al A'raaf ayat 172 yang berbunyi: 
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak anakn Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka(seraya berkata):'Bukankah Aku ini tuhanmu? Mereka menjawab: 'Betul (Engkau tuhan kami),kami menjadi saksi' (Kami lakukan yang demikian itu) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: 'sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang yang lengah terhadap ini (keEsaan tuhan)."

Fitrah kita berfungsi sebagai antena/radar untuk menerima segala hal yang baik/sinal dari Allah.
Oleh karenanya diberikan manusia itu 3 potensi dasar yaitu ruh, akal dan jasad agar ketiganya dioptimalkanuntuk memperoleh sinyal dari Allah. Apa saja sinyal sinyal Allah itu???
Diantaranya adalah hidayah dan hikmah. Jika fitrah kita tertutupi maka akan susah mendapat hidayah dari Allah.

Beberapa hal yang dapat menutupi cahaya fitrah kita, antara lain:
1. Internal
2. Eksternal
1. Yang termasuk faktor internal yaitu:

a. Kegiatan atau aktivitas yang sia sia
Alhamdulillah ya ummahat sekalian,Allah masih memperkenankan kita berada dilingkaran orang orang shalih,salah satunya dengan bergabung di grup kajian HA ini,manfaatkanlah baik baik...pahami setiap apa yang disampaikan disini&bersegeralah untuk mengamalkannya,sebelum hidayah&hikmah dicabut oleh Allah dari kita. Naudzubillah tsumma naudzubillah

b. Bi'ah (lingkungan)
Yang dimaksud lingkungan disini dimulai dari keluarga,teman,masyarakat sekitar,lingkungan kerja,sekolah dll
Pandai pandailah dalam bergaul,in syaa Allah hati yang bersih bisa membedakan mana teman yang mengajak pada kebaikan dan mana teman yang menjerumuskan. Seseorang yang terbiasa mengikuti kata hatinya,in syaa Allah petunjuk Allah akan selalu bersamanya

c. Hawa nafsu dan syaithan
"Terangknalah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?"(Al Furqon:43)

Hal senada juga ada dalam surat Al Jatsiyah(45) ayat 23 (tolong ditadaburi ya ummahat).

Dalam surat Al Hijr iblis berkata"Ya tuhanku oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat,pasti aku akan menjadikan merekamemandang baik(perbuatan maksiat) dimuka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya

Jadi ummahat shalihah...jangan pernah pede dengan amalan amalan yang sudah kita lakukan,selain belum tentu diterima ada peran serta syaitan dalam setiap amalan. Hanya orang orang yang mukhlis yang tidak bisa digoda oleh syaithan
Semoga Allah memperkenankan kita menjadi hambaNya yang mukhlisin...aamiin..

2. Faktor eksternal,adalah terkait informasi tentang Islam yang tidak kita terima secara global dan menyeluruh.

Semenjak kita tahu apa itu agama,yag diajarkan secara turun temurun oleh keluarga kita ya melulu terkait ibadah,kita disuruh sholat,dingajikan,terkadang hanya sebatas yang kita terima secara turun menurun saja yang kita pahami tentang Islam.

Padahal Islam itu sangat luas dan mencakup semua sisi kehidupan,tidak ada Islam yang hanya menyuruh hambaNya untuk ibadah saja,menuntut ilmu saja,berdoa saja ,akan tetapi Islam menuntut kita untuk mentadabburi ilmu Allah agar peran kita sebagai khalifatul fil ard.

Ada beberapa hal yang menjadikan nikmat iman&islam hilang dari diri kita yaitu memelihara sikap egois&tidak pernah mensyukuri terhadap apapun yang Allah berikan selama ini.

Agar dapat kembali terwarnai oleh nilai-nilai Islam maka kita harus mendengarkan kata hati kita serta senantiasa menyirami dan menumbuhkan fitrah kita dengan ilmu dan amalan sholih kita, agar peran kita sebagai khalifatul fil ard dapat terlaksana sesuai dengan kehendak-Nya pada manusia.

Wallahua'lam bish showab.

Semoga bermanfaat.


TANYA JAWAB

1. Mau tanya ustadzah, jika suami bekerja jauh diluar kota dan istri beserta anaknya tidak bisa diajak, lebih baik mana, tinggal bersama keluarga (mertua maupun kluarga sendiri) tetapi merasa tidak nyaman atau tinggal sendiri bersama anak yang masih usia 2 tahun?
Jawab:
bagaimana kesepakatan sama suami Umm? Apakah memang harus tinggal sama mertua? Jika memang nyaman sendiri itu lebih baik karena setelah rumah tangga sebaiknya kita bisa hidup mandiri,kecuali ada pertimbangan lain.wallahua'lam

2. Assalamu'alaikum wrwb ustadzah, saya mau bertanya, didalam masyarakat kita tentunya sebisa mungkin harus pandai bergaul, sama siapapun kita bergaul kita tentunya bisa menilai mana yang layak jadi teman atau bukan. Saya ada problem di ustadzah setelah kita suka ketemu, ngobrol ama warga, kita bisa menilai mana yang layak dijadikn teman, sahabat, bukan berarti saya paling sempurna dalam hal ini. Yang sangat-sangat mengganjal dalam pikiran saya,saya serba salah,mau selalu gabung saya terwarnai oleh tingkah mereka, karena kalau diperhatikan saat beli sayur aja ada aja yang dirumpikan inilah, itulah. Makanya saya bergabung seperlunya saja, tidak juga menggurui mereka. Carar saya undang ustadzah/ustadz yang materinya yang berhubungan dengan kejadian-kejadian sehari-hari yang saya lihat dari kehidupan sehari-hari dilingkungan, tapi  kayak tobat sambal, lagi-lagi.
Kalau saya tidak keluar rumah dibilangin juga pantasan si-anu anaknya putih-putih jarang keluar rumah sih, ada saja kata-kata yang membuat saya tidak nyaman. Karena saya sendri tidak usil sama mereka. Mohon solusinya ustadzah, jazakillah ya ustadzah..
Jawab:
Tindakan yang Ummi lakukan sudah bagus. Jika kita belum bisa mewarnai lingkungan kita, maka jangan sampai kita yang terwarnai apalagi dalam hal-hal yang tidak sesuai syari. Tetap berlaku baik pada mereka, doakan mereka dan ingat bahwa kita hidup tidak untuk mengharapkan penilaian manusia,sebaik apapun kita pasti kita tidak bisa memuaskan semua pihak (kisah lukman hakim). Jadi lebih baik sibuk dengan bertanya tentang amalan kita daripada sibuk dengan kata kata orang

Tambahan aja:
2 permasalah diatas juga saya alami,konkrit yang saya lakukan:
Permasalahn pertama:
Karena pertimbangan birul walidain mengingat mertua sudah sepuh maka saya tinggal dirumah sendiri tapi jaraknya tidak begitu jauh sama mertua,in syaa Allah jika kita bisa menempatkan diri, akan mudah diterima oleh siapapun,dimanapun. Suami juga kerjanya diluar pulau,2 minggu sekali baru pulang
Permasalahan kedua
Dilingkungan tempat tinggal sekarang, karena ibu ibu nya banyak dirumah,setiap kalia ada tukang sayur selalu diberhentiin,tujuannya bukan untuk belanja tapi banyak membicarakan oranglain,yang saya lakukan adalah ketika saya butuh belanja maka saya belanja sambil menyapa mereka, setelah belanja selesai ya sudah langsung pulang dan keseharian yang saya lakukan adalah tetap menyapa mereka bertemu dimanapun kita, untuk masalah diomomgkan dibelakang nantinya biarlah menjadi urusan mereka sama Allah, yang terpenting niatan kita baik dan tidak pernah mengganggu tetangga.
3. Assalamualaikum, mau nanya mbak bagaimana ya sikap kita terhadap orang yang telah memfitnah kita ? Trus kita terlanjur cerita ke teman dan saudara bahwa kita difitnah sama si A. Kita yang difitnah jadi tambah juga ya mbak dosanya/ gimana ? Nyesel banget cerita ke orang lain mbak. Waktu tau saya difitnah langsung emosi jadi cerita sama orang lain, tapi sekarang jadi nyesel banget, gimana ya mbak ? Apa saya harus minta maaf sama yang ngefitnah saya karena udah ngomngin dia atau bagaimana ya ?
Jawab:
In syaa Allah kemarin materi kajian link kita sudah cukup bisa menjawab pertanyaan bahwa memaafkan jauh lebih baik dan disukai Allah. Terkait keterlanjuran menceritakan pada orang lain, banyaklah beristigfar dan ikuti kata hati kita. Penyesalan yang dirasakan sekarang menandakan bahwa hati Ummi masih bersih,tidak mau ternoda oleh dosa. Jika kata hati dirasa meminta maaf terhadap pemfitnah adalah jalan keluar supaya tenang, maka segeralah melakukan hal tersebut. Cukup Allah sebagai tempat cerita terbaik bagi kita,karena Dia akan memberikan solusi terbaik bagi kita.wallahua'lam
Kita tutup Kajian dengan membaca Istigfar, Doa Kafaratul majlis,
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ُ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.  ْ

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kajian Online Hamba ALLAH SWT M15 (HA29&HA30)
Hari / Tgl : 19 Agustus 2015/ 04 Zulqaidah 1436 H
Narasumber : Ustadzah Tribuana
Materi : SI (Fitrah Manusia)
Admin : Bd Saydah & Bd Nining
Editor : Ana Trienta