Beberapa Ciri Wanita Yang Tidak Mencium Bau Surga

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, September 22, 2015


Bismillahirrahamnirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
 
 
Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua dan kelak memasukkan kita ke surgaNya. Sholawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah SAW.

Insya Allah materi kajian kita hari ini adalah "Beberapa Ciri Wanita yang Tidak Mencium Bau Surga"

Setiap muslimah pasti menginginkan ridha Allah dan menjadi penghuni surga. Sayangnya, tidak semua orang bisa masuk kedalamnya. Bahkan, ada 6 golongan wanita yang bukan saja tidak bisa masuk surga, bahkan mereka tidak bisa mencium bau surga. Semoga para bunda  tidak masuk didalamnya. Aamiin

Siapa saja mereka? Inilah keenam golongan wanita yang tidak bisa mencium bau surga.

1. Wanita yang menyemir rambutnya, khususnya dengan warna hitam

Kita patut waspada. Menyemir rambut di zaman sekarang seakan-akan adalah hal biasa. Ingin terlihat lebih muda, ingin terlihat lebih cantik, tidak sedikit wanita yang kemudian menyemir rambutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dengan warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)

2. Wanita yang minta cerai tanpa suatu alasan

Perceraian dihalalkan dalam Islam, sebagai solusi “terakhir” ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dan hanya membawa kesengsaraan bagi suami istri. Namun, dalam kondisi normal, ketika wanita minta cerai tanpa alasan, maka ia diharamkan masuk surga. Bahkan tidak bisa mencium bau surga.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)

3. Wanita yang berpakaian tapi telanjang

Kelompok wanita ini tidak dijumpai Rasulullah di zamannya. Mereka berpakaian, tetapi pada hakikatnya telanjang. Para ulama menjelaskan, mereka berpakaian tetapi tipis, bahkan mendekati tembus pandang. Mereka berpakaian tetapi pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk-luku tubuh dan menggoda kaum laki-laki. Kelompok ini juga mendapatkan ancaman tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bagu surga.

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)

4. Wanita yang mengaku keturunan orang lain

Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh agama. Seorang wanita yang mengaku-aku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia dijauhkan dari surga dan mendapat ancaman tidak dapat mencium bau surga. Islam juga melarang seseorang dinisbatkan (bin atau binti) kepada orang tua angkatnya.

مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad; shahih)

5. Wanita yang sombong

Sombong adalah pakaian Allah. Hanya Allah yang berhak sombong karena Dialah pemilik dan penguasa segalanya. Adapun manusia yang sombong, ia tidak dapat masuk surga dan tidak dapat mencium bau surga. Bahkan, meskipun kesombongannya kecil, seberat biji zarrah :

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi.” (HR. Muslim)

6. Wanita yang menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi

Mempelajari ilmu agama, ilmu syariat, ilmu akhirat, adalah aktifitas mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan diperintahkan. Namun, jika ilmu agama dicari untuk tujuan duniawi, maka ancamannya sungguh mengerikan. Tidak bisa mendapatkan bau surga.

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا

“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)

Demikian 6 wanita yang tak bisa mencium bau surga. Semoga bunda semua Allah hindarkan dari golongan tersebut, dan dikelompokkan pada golongan ahli surga.Amiin

Wallahu'alam




*****TANYA – JAWAB*****
 
1. Tanya ustadz, bagaimana jika kita menyemir rambut bertujuan untuk menyenangkan hati suami? juga tidak menggunakan warna hitam? syukron ustadz

JAWAB : Kalau merujuk ke hadist yang ada di materi maka yang tidak di bolehkan adalah menyemir rambut warna hitam. Selain warna hitam berarti boleh, misal coklat, merah, kuning atau pink.

2. Ustadz, apakah kalau kita bangga akan anak-anak kita melihat merek tumbuh sesuai keinginan kita, seperti belajar agama, ngaji ,tapi bangganya untuk diri sendiri dengan bersyukur pada Alloh, tidak diungkapkan ke orang lain, apakah itu termasuk sombong juga ustadz..karena kita bangga akan kepunyaan kita yang merupakan titipan Alloh..jazakallah ustadz

JAWAB : InsyaAllah itu bukan merupakan kesombongan. Sombong itu identik dengan ujub, angkuh dan riya. Rasulullah menyebutkan bahwa sombong adalah merendahkan orang lain atau menolak kebenaran. Jika kita senang dan bahagia atas apa yang Allah berikan, bukanlah bagian dari sombong kecuali jika dibalik itu kita menjadi lebih hebat dari orang lain. Wallahua'lam

3. Assalamu alaikum Ustadz, mau tanya. Kalau seorang wanita meminta cerai kepada suaminya karena dia menyadari bahwa kehadirannya dari awal pernikahan hingga sekian tahun tidak disenangi oleh keluarga suami, gimana ustadz. Padahal si istri juga sudah berupaya semaksimal mungkin agar dia bisa dterima sepenuhnya.

JAWAB : Perceraian adalah sesuatu yang Allah tidak suka. Sekalipun memang dibolehkan. Jika kehadiran wanita tersebut memang tidak diterima di kelurga suaminya, cobalah diskusi dengan suami sebab walinya adalah suaminya. Agar suami bisa menjembatani atau mencari solusi agar wanita tersebut diterima di keluarganya. Sesungguhnya suami itulah yang harus bertanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut karena ia yang membawa istrinya dalam keluarga besarnya. Wallahu'alam

4. Assalamu'alaikum Ustadz ,mau tanya definisi sombong itu bagaimana, syukran

JAWAB : Wa'alaykumussalam. Sombong itu kata Rasulullah adalah merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.  Wallahua'alam

5. Ustadz, apakah anak yang di adopsi karena diterlantarkan ayah kandungnya, kemudian dia tau siapa ayahnya ketika hampir menikah, sedangkan ayahnya memiliki akhlak & perilaku buruk dalam keseharian dikhawatirkan membatalkan pernikahan sehingga tidak di publis? jaxkh keberadaan ayahnya, apa itu termasuk tidak mengakui nasab & terancam tidak mencium bau surga

JAWAB : Setahu saya,  bagaimanapun kondisi ayahnya selama masih hidup dan tau keberadaannya, maka tetap saja yang bisa menikahkannya adalah ayah kandungnya. Perpindahan wali tidak boleh serta merta hanya karena tidak suka pada orangtuanya. Itulah sebabnya adopsi dalam Islam, harusnya anak tersebut harus tetap diperkenalkan dengan orangtuanya selagi masih hidup. Wallahu'alam

6. Assalamualaikum Ustadz, yang termasuk menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi itu seperti apa ?

JAWAB : Wa'alaykumussalam. Seharusnya kan ketika menuntut ilmu itu ya untuk kemaslahatan ummat, misal ilmu syari'ah, ternyata digunakan untuk keuntungan pribadi dengan dalil-dalil. Menggunakan ayat-ayat yang tidak sesuai dengan makna ayat tersebut. Misal tentang riba yang sudah jelas haram, tetapi membuat analogi terbalik sehingga tiba pada pendapat tidak haram. Alasan klasik misalnya : bunga dan bagi hasil sama saja. Jadi ilmu yang dipelajari yang seharusnya untuk menegakkan agama, malah untuk tujuan dunia semata. Wallahu'alam

7. Assalamu'alaykum Ustadz, berpakaian yang bener itu seperti apa?

JAWAB : Wa'alaykumussalam. Berpakaian yang benar adalah berpakaian sesuai syari'ah. Menutup aurat. Wallahu'alam

8. Ustadz, pertanyaan ke-1. apakah mencantumkan nama suami di belakang nama istri (biasanya untuk akun media sosial) juga termasuk poin no. 4 ? Sedangkan niatnya bukan untuk bernasab?
pertanyaan ke-2. Apakah boleh misal dengan pasangan memanggil ayah atau bunda? Dan panggilan sejenisnya? Karena saya pernah baca bahwa kita tidak boleh memanggil suami atau istri dengan sebutan-sebutan "mahram" jadi yg benar adalah ayah fulan. Bunda fulan begitu. Benarkah itu ustadz?

JAWAB :
1. Memang jika ditanya biasanya setiap wanita yang mencantunkan nama suaminya dibelakang namanya, jawabannya bukan untuk nasab. Tetapi hal ini tidak dibolehkan.  
2. Tentang panggilan abi atau ummi, ini sebanarnya hanya faktor kebiasaan saja. Supaya anak-anak mengikuti panggilan tsb. Jika berdua saja suami istri, panggil namanya juga boleh, atau panggilan sayang, dll. Wallahu'alam




Semoga ilmunya bermanfaat untuk kita semua. Baiklah kita tutup kajian ini dengan istigfar sebanyak-banyaknya dan hamdallah serta do'a kafaratul majelis.

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”



Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
===============================================

Rekapan Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Grup M4 Ummi

Rabu, 18 Dzulqo'dah 1436 H / 2 September 2015 M
Narasumber : Ustadz Syahrawi Munthe
Tema : Beberapa Ciri Wanita Yang Tidak Mencium Bau Surga
Nama Notulen : Anita
Nama Admin : Bunda Mien dan Bunda Fitri Rosemaya
Editor : Athariyah

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!