Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BERGERAK DAN BERUKHUWAH

Assalamualaikum..... kaifa haalukum jamiian...
Ikhwati fillah rohimakumulla saya minta maaf sebesar-besarnya baru dapat hadir sekarang. Thayib saya dapat amanah untuk mengisi kajian dengan tema 'bergerak dan berukhuwah...'

Dua kata yang sesungguhnya sangat akrab di telinga kita. Yang kita sesungguhnya adalah penegasan dan ketulusan. Benarkah kita sadar sedang bergerak dan tulus berukhuwah? Karena pada dasarnya tabiat kehidupan adalah gerak hanya saja untuk kenapa kita bergerak dan untuk apa kita bergerak. Bahkan ketika kita sudah sering menyatakan gerak kita dalam barisan dakwah ini, penting sekali kita terus membangun kesadaran dan ketulusan ini karena bisa jadi di tengah perjalanan kita terjebak rutinitas atau, nauzubillah, penyimpangan.

Kesadaran untuk apa kita bergerak, mengapa kita bergerak dan apa yang menjadi ghoyah kita, inilah yang sesungguhnya sangat menentukan kualitas dan kontinyuitas gerak kita. Khususnya disaat-saat yang cukup berat yang kita alami. Kita di titik ini sesungguhnya akan tamak, mana gerak yang didukung kesadaran dan ketulusan dan mana yang tidak. Intinya adalah, kemenangan kita dalam dakwah adalah terletak pada gerak kita. Betapapun beratnya tantangan dan tekanan, jika hal ini terus membuat kita bergerak  sesuai kondisi dan situasi, sesungguhnya inilah kemenangan dakwah. Justeru sebaliknya, kekalahan telak kita adalah manakala gerak itu berhenti walaupun kita berada di puncak kemenangan dan kekuatan.

Rasulullah saw, saat kematiannya sedang mengutus pasukan Usamah untuk berperang. Beliau juga yang berpesan, "Jika kalian tahu besok datang kiamat, sedangkan di tangan kalian terdapat benih, maka tebarkanlah.."

Apalagi tabiat dakwah ini menjelaskan kepada kita, satu capaian akan membuka lebih banyak peluang tantangan, begitu seterusnya maka tak ada alasan untuk berhenti bergerak. Jadi intinya... dakwah boleh tertekan, terhimpit, tertolak, bahkan dibantai dan dibunuh tapi dakwah tak boleh berhenti bergerak... !! Kemudian kaitannya dengan ukhuwah inipun perkara dasar dan prinsip bergerak tanpa ukhuwah, semu, sebagaiman berukhuwah tanpak bergerak dalam dakwah adalah palsu.

Para Nabi dengan kenabiannya dan kemuliaannya, tidak berdakwah seorang diri. Mereka butuh pendamping, teman, pendukung, apalagi kita. Bahkan Rasulullah saw menamakan para pendampingnya sebagai sahabat, mereka tidak dikatakan murid, pengikut, atau lainnya, tapi sahabat. Menggambarkan kedekatan yang dalam, ukhuwah yang hangat dan begitulah kenyataannya. Perbedaan pendapat boleh terjadi, ketersinggungan mungkin sekali, tapi ukhuwah tidak boleh mati. Apalagi sampai menghentikan gerak.

Ingatlah kisa Musa yang belajar dengan Khidr. Nabi Musa tidak setuju dengan apa yang dilakukan Khidhr (sebelum diberitahu latarbelakangnya) Nabi Musa kritik namun sambil kritik, toh dia tetap berjalan mengikuti Khidr tidak mutung di tengah jalan. Betapa kita saat ini membutuhkan kedewasaan dalam bersikap, tulus memberikan masukan dan nasehat, penuh akhlak dan yang lebih penting tidak merukan ukhuwah dan menghentikan langkah. Sering kita terjebak dalam dua sikap keliru, enggan memberi nasehat atau masa bodoh, atau sebaliknya, memberi nasehat tapi berujung merusak ukhuwah dan menghentikan langkah.

Maka ketika Rasulullah saw mengirim Muaz bin Jabal dan ABu Musa Al-Asy'ari di antara pesannya adalah "Wa an tathowa'aa walaa takhtalifaa..." hendaknya kalian bekerjasama dan jangan berselisih.
Wallahu a'lam

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 03 September 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Pengurus Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala