Cintailah Suamimu

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, September 8, 2015



بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah.. AamiiN

Berikut ini materi kajian yang akan kita bahas, dengan tema "Cintailah Suamimu".


Cintailah Suamimu, karena :
1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu kamu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
3. Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.
4. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
5.  Suamimu berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.
"Cintailah Suamimu..."


*****TANYA - JAWAB*****
1. Mau tanya. Saya pernah denger, jika seorang suami memukul istrinya itu sama saja dengan talak, itu bener ya ?
JAWAB : Memukul tidak sama dengan talak

2. Ustadz, mau tanya mana yang harus lebih di dahulukan memberi nafkah orang tua (khususny ibu) atau untuk istri ?
JAWAB : Mana yang didahulukan, memberi nafkah istri atau ibu. Yang ideal, keduanya harus didahulukan. Jika terpaksa, ibu didahulukan

3. Ustadz , mau tanya mungkin agak melenceng topik. Bagaimana cara seorang akhwat menjemput jodoh? Kemudian jika seorang akhwat ada ketertarikan dengan ikhwan, dan ingin memilihnya untuk menjadi suami apakah pantas ? Dan apa yang harus dilakukannya? Sedangkan kita juga tidak tau apakah ikhwan tsb ada ketertarikan dengan akhwat itu. Terima kasih
JAWAB : Jalan mendapat jodoh :
- Berdandan yang islami, tidak asal-asalan, tidak menor
- Memiliki ketrampilan untuk bekal hidup dan selalu mempelajarinya. Apakah sekolah umum, ketrampilan masak, menjahit dll. Terus dikembangkan jangan pernah berhenti.
- Lemah lembut, santun, indah dan nyaman diajak berteman.
- Ikut organisasi dan bergaul, tidak menutup diri
- Memperbanyak doa, wirid, puasa, shalat sunah
- Yakin Allah akan memberi jodoh terbaik 

~ Jika wanita tertarik dengan lelaki :
- Tidak memaksa diri dengan mengatakan "harus dia jodohku"
- Shalat istikharah dan puasa
- Mencari jati diri si lelaki untuk mengetahui lebih dalam. Bisa lewat teman atau penyelidikan dll
- Jika sudah mantap, minta tolong orang lain untuk mendekati dan menanyakan kesediaan si lelaki.
- Jika dia iya, segera dilanjutkan khitbah dan nikah
- Jika dia bilang tidak, yakinlah jodoh di tangan Allah

4. Mau tanya ustadz, bagaimana jika suami tidak pernah sholat. Bagaimana dengan hukum pernikahannya ?
JAWAB : Jika suami tidak shalat, maka hukum pernikahannya sah jika telah terpenuhi syarat sah & rukun nikah. Dan untuk kesempurnaannya, istri tidk boleh lelah mengajak suami shalat dengan segala macam cara

5. ustadz, mau tanya. Bila suami dalam keadaan marah kepada istrinya kemudian menyebutkan "kuceraikan kau" apakah itu termasuk sudah jatuh talak kepada sang istri?
JAWAB : Secara hakikat, jatuh talak 1. Tapi secara kenegaraan belum, harus diselesaikan di pengadilan

6. Bagaimana psikologi seorang pria apabila di tolak seorang perempuan yang di idamkannya?
Apakah termasuk kategori yang cepat move on?
JAWAB : Jika lelaki ditolak wanita, reaksinya tidak sama, tergantung rasa yang dibangun si lelaki terhadap wanita. Kalau membangun rasanya berlebihan, maka susah baginya untuk move on. Tapi kalau membangun rasanya biasa, maka cepat untuk move on

7. Bagaimana sebaiknya menentukan pilihan dalam mencari suami? Lalu bila seorang pelamar belum masuk pada kriteria kita, bagaimana cara menolak yang baik?
JAWAB :
Menentukan pilihan suami :
- Milikilah kriteria calon suami dengan ukuran yang islami serta utuh. Jangan terpukau dengan satu sisi. Misal : tampan saja, ngaji saja, akhlaq saja
- Jangan terlalu banyak membangun mimpi yang berlebihan sehingga tidak realistis. Misal : yang tampan, mandiri, kaya, sholih, sayang istri dll
- Berilah kesempatan waktu & akal kita bicara. Kalau manis, jangan tergesa ditelan, kalau pahit, jangan tergesa dimuntahkan
- Masukan dr banyak pihak scr proporsional & obyektif perlu mjd pertimbangan
- Sebelum menikah peganglah prinsip "terima aku apa adanya". Sehinggs tidak usah malu dengan kekurangan atau kemiskinan
- Setelah menikah berprinsip "aku siap berubah untuk menyenangkan kamu"
- Minta ijin kepada Allah dengan istikharah

8. Bagaimana ustad kalau kita menyukai ikhwan yang belum pernah kita ketemu, tapi ngerasa sudah bertemu sebelumnya (jadi kayak berasa udah kenal lama, tapi belum pernah ketemu langsung hanya lewat perantara kayak dunia maya melalui suatu komunitas ) ?
JAWAB : Hati-hati dengan pertimbangan yang tidak rasional, seperti merasa sudah kenal padahal belum. Yang seperti ini berpeluang besar mudah tertipu

9. Ayat Quran yang mana yang dapat digunakan sebagai doa agar  dapat memiliki suami yang taat pada Allah?
JAWAB : Doa ,Qur'an Surat Al Furqan ayat 74

10. Bila seumpama belum mantab sehabis istikharah, bagaimana cara menolak yang sesuai tuntunan rosul?
JAWAB : Cara menolak yang baik tidak seketika, tapi ada jeda waktu. Tapi jangan terlalu lama ,paling lama satu bulan

11. Ustadz, ketika memilih calon suami, selain agama apakah akhlak dari ikhwan tsb tetap jadi prioritas juga? Misal dalam sisi agama (ibadah) sudah cukup baik namun jika ada akhlaknya yang kurang sreg, apakah boleh menolaknya?
#karen ada hadist yang pernh saya baca mengatakan jika datngg seorang laki-laki yang baik agamanya datang untuk melamar wanita dan jika di tolak maka akan terjadi fitnah di dunia dan akhirat...(mhn maaf jk redaksiny ad yg kurang lngkap)
#maksud dari fitnah dunia dan akhirat, contohnya seperti apa ya ustadz?
JAWAB : Hadits yang dimaksud bukan ditujukan untuk akhwat, tapi untuk wali akhwat.
Maksud hadits itu : Jika anak putrinya sudah cocok dengan sang ikhwan, dan wali juga sudah tahu agama & akhlak sang ikhwan baik, maka nikahkan. Jika tidak, akan muncul fitnah & kerusakan. Sementara untuk akhwat, boleh menolak lamaran ikhwan. Menolak karena tidak cocok wajahnya, boleh. Menolak karen tidak cocok penampilan, boleh. Intinya : Boleh.

12. Apakah dalam islam dibenarkan melakukan mahabbah pada akhwat/ikhwan yang diinginkan?
JAWAB : Kecenderungan kepada lain jenis itu wajar. Justru kecenderungan yang sangat kuat kepada lain jenis bisa menjadi alasan untuk menikah.Kalau cinta, biarlah hadir setelah nikah

13. Ustadz, sejauh mana seorang anak boleh menolak ikhwan yang dipilh atau dijodohkan kedua orangtua. Kadang kita sebagai akhwat takut jika membakang atau pilihan kita salah dsb dan satu lagi ustad terkait taaruf yang baik seperti apa, apakah dengan tukar cv dsb itu mewakilkan seseorang dan bagaimna kita bisa melihat orang itu baik atau tidak, kadang wanita banyak pertimbngan, Dan ustad sekrang konteks mapan lebih di sandangkan pada wanita ketimbang laki-laki dan setiap apa yang dekat dengan saya atau taaruf banyak ikhwan yang bertanya strata atau kerja apa,,zaman sekarang  banyak laki-laki dalam bahasa kasarnya pengen di beli itu saya lihat yang terjadi di masyarakat. Bagaimana menanggapi fenomena ini pak ustad, terkait kemapanan.
JAWAB :
- Wanita punya hak sepenuhnya untuk menolak
- Supaya tidak takut salah pilih, lihat di atas (jawaban sebelumnya)
Ta'aruf yang baik adalah :
- Tidak khalwat baik di sosmed atau di darat
- Tidak menampakkan aurat
- Tidak saling merayu
- Tidak mendekati zina
- Tidak zina
Selain itu .... Boleh
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Baiklah kita cukupkan dulu kajian kita sampai disini. Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membeca istighfar, hamdallah serta do'a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


=================================================

Rekapan Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Group Nanda M116

Selasa, 24 Dzulqaidah 1436 H / 8 September 2015 M
Narasumber: Ustadz Endri
Tema: Cintailah Suamimu
Notulen: Sari
Admin: Asri & Sari
Editor : Athariyah

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!