Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

EMPAT SIKAP MANUSIA TERHADAP SETAN

Setan atau iblis sebenarnya berasal dari golongan jin, pada dasarnya ia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah swt. Sebagaimana firmannya,
”Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”(adz-dzaariyaat: 56)
Penyebutan setan dari golongan jin terdapat dalam firman Allah,
”Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat,’ sejudlah kamu kepada Adam!’ maka merekapun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu?sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.” (al-Kahfi: 50)
Di dalam Al-Qur’an, Allah swt. Mengemukakan sikap-sikap yang ditunjukan oleh manusia terhadap setan. Hal ini menunjukan kepada kita bagaimana seharusnya kita bersikap kepadanya agar dapat mewujudkan kehidupan yang baik di dunia ini,sehingga membawa kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

1. SEBAGAI SAUDARA

Ada manusia yang menjadikan setan seperti saudara sehingga dia memiliki sifat-sifat yang sama dengan setan, misalnya melakukan tabdzir, yakni menggunakan atau membelanjakan harta untuk sesuatu yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah swt. Berfirman,
”Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”(al-Israa’: 26-27)
2. SEBAGAI PEMIMPIN DAN PELINDUNG

Dalam kehidupan ini, manusia membutuhkan pemimpin, namun kita tidak boleh sembarangan memilih pemimpin, karena akan amat disayangkan bila manusia menjadikan setan atau orang-orang yang berwatak setan sebagai pemimpin. Allah swt. Berfirman,
”Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”(an-Nahl: 99-100)
3. SEBAGAI KAWAN

Dalam kehidupan ini, manusia membutuhkan kawan yang dapat menghibur di kala duka, membantu di kala susah dan menemaninya di kala sepi, bahkan memecahkan persoalan saat menghadapi masalah. Oleh karena itu, manusia seharusnya menjadikan orang-orang yang baik dan saleh sebagai kawan. Allah berfirman,
”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”(at-Taubah: 119)
Jadi, amat disayangkan bila manusia menjadikan setan atau orang-orang yang berwatak setan sebagai kawan dekatnya, akibatnya merebaklah berbagai kejahatan yang disebarluaskan oleh setan Allah swt. Berfirman,
”Dan diantara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat, (tentang setan), telah ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.”(al-Hajj: 3-4)
4. SEBAGAI MUSUH

Sikap terbaik yang harus ditunjukan manusia terhadap setan adalah menganggap dan menjadikannya sebagai musuh yang harus diperangi dan diwaspadai setiap saat. Allah swt. Berfirman,
”Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”(al-Baqarah: 208)
Di samping itu, seruan Allah swt. untuk Memperlakukan setan sebagai musuh tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman, tetapi juga kepada seluruh umat manusia. Allah swt. berfirman,
”Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”(al-Baqarah: 168)
Wassalamualaikum

Tanya
Ust. Kaspin kenapa ya setan seringkali menang padahal udah istighfar dan memohon. Apa karena belum maksimal ya?
Jawab
Iya
Kan hidup adalah proses...pertarungan nya juga sampe wafat. Jadi tetap sabar dan istqomah.

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 22 September 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala