Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

HUKUM MEMAKAI MAKE UP TAMBAHAN DALAM ISLAM

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di Jannah-Nya.
 Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabatnya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah. Aamiin
Mudah-mudaham setiap huruf yang kita baca bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah SWT. 
Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.

Di awal pengajian ini mari kita sama-sama untuk menata niat, menguatkan niat dan melandasi langkah kita dengan niat ikhlas karena Allah Swt. Pada kesempatan inipun mari kita sama-sama hadirkan hati dan pikiran untuk mencari ilmu, serta setelah berakhirnya  majlis ta'lim ini senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dibawa kepada keuarga kita  dan bisa menguatkan keimanan dan membuahkan amal shaleh.
Amin ya robbal 'alamin...
Mari kita buka kajian kita  sore ini dg membaca ummul quran....Alfatihah..
1:1 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيم
1:2 الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
1:3 الرَّحمـنِ الرَّحِيم
1:4 مَـالِكِ يَوْمِ الدِّين
1:5 إِيَّاك نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِين
1:6 اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
1:7 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّين

Hukum memakai make up tambahan dalam islam
Di antara perintah bagi wanita adalah untuk berdiam di rumah dan tidak berhias seperti kelakuan orang jahiliyyah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat,
ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).
Yang dimaksud dengan ayat ini adalah hendaklah wanita berdiam di rumahnya dan tidak keluar kecuali jika ada kebutuhan. Dan di antara kebutuhan adalah mengerjakan shalat. Sedangkan yang dimaksud berhias seperti tingkah laku orang Jahiliyyah adalah jika seorang wanita ke luar di hadapan laki-laki.
Disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, wanita yang disebut berdandan ala jahiliyah yang pertama adalah berdandan yang dilakukan oleh wanita dengan berpendampilan cantik di hadapan para pria dan ini terjadi sebelum Islam.
Sedangkan dalam Islam, yang boleh ditampakkan disebutkan dalam ayat,
ﻭَﻻَ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31). Lihat Tafsir Al Jalalain , hal. 433.

Jika seorang wanita memakai make-up, bedak tebal, eye shadow, lipstick , maka itu sama saja ia menampakkan perhiasan diri. Inilah yang terlarang dalam ayat (yang artinya), “ Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31).

Ditambah lagi jika wanita memakai parfum atau wewangian. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﺍﺳْﺘَﻌْﻄَﺮَﺕْ ﻓَﻤَﺮَّﺕْ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻟِﻴَﺠِﺪُﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺭِﻳﺤِﻬَﺎ ﻓَﻬِﻲَ ﺯَﺍﻧِﻴَﺔٌ
“ Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur .” (HR. An Nasa’i no. 5129, Abu Daud no. 4173, Tirmidzi no. 2786 dan Ahmad 4: 414. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih . Sanad hadits ini hasan kata Al Hafizh Abu Thohir)

Kecantikan wanita seharusnya hanya untuk suaminya atau ia hanya boleh bercantik di rumahnya, bukan diobral di luar rumah. Karena setiap wanita yang menyenangkan hati suami dipuji dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
ﻗِﻴﻞَ ﻟِﺮَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻱُّ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺴُﺮُّﻩُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﻈَﺮَ ﻭَﺗُﻄِﻴﻌُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺨَﺎﻟِﻔُﻪُ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎﻟِﻬَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “ Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “ Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih ).
Ini semua demi kemaslahatan wanita dan tidak menimbulkan godaan atau fitnah bagi yang lain ketika di luar rumah.
Semoga bermanfaat, hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
Demikian materi yg dapat bunda sampaikan. Afwan jika ada salah kata. Jazakillahu khair

TANYA JAWAB
1. Assalammualaikum ustadzah, bagaimana jika memang memakai lipgloss/lipstick tipis tIdak berniat untuk menggoda hanya agar bibir tidak terlihat pucat atau hitam karena akan bertemu orang apakah hal tersebut juga tidak boleh?
Jawaban: Wa'alaikumsalam, silahkan nanda. Asalkan tujuan dan niatnya supaya tidak pucat dan pecah2 bibirnya.

2. Assalamuallaikum bunda. Ada yang mengatakan, menghitamkan bagian katup mata adalah sunnah. Apakah benar?
Jawaban: Dibolehkan bagi wanita berhias dengan memakai celak (eye shadow) di kedua matanya jika berada di antara wanita, dan di depan suaminya atau di hadapan para mahram. Adapun di depan lelaki yang bukan mahram, tidak boleh menampakkan wajahnya atau kedua matanya dalam keadaan bercelak. 

Berdasarkan firman Allah Subhaanahu:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (para wanita), maka mintalah dari belakang hijab. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS. Al Ahzab: 53).

Tidak mengapa wanita menggunakan burqa yang menampakkan kedua mata atau salah satunya, namun tidak boleh dalam keadaan bercelak di hadapan lelaki ajnabi. Yang dimaksud dengan ajnabi adalah para lelaki yang bukan mahram bagi si wanita, seperti adik ipar, paman suami, anak paman (sepupu), anak bibi (sepupu), atau yang lainnya, baik Muslim maupun kafir. Sunnah memakai celak mata namun bukan eye shadow.

3. Ustadzah, apakah betul memakai high heels adalah kebiasaan orang jahiliyah, bagaimana jika kita memakainya untak menambah rasa percaya diri karena memiliki badan yang tidak tinggi?
Jawaban: 
HUKUM Muslimah MEMAKAI SEPATU BERHAK TINGGI (HIGH HEELS, WEDGES)
Menggunakan sepatu bertumit tinggi atau berhak tinggi (high heels) tampaknya sudah menjadi tren dan suatu keumuman yang terjadi di kalangan para wanita, bahkan wanita muslimah sekalipun. Tidak hanya para model di catwalk atau para bintang film yang tengah beraksi di red carpet saja, tapi di kantor, di jalan-jalan, di pusat perbelanjaan, di sekolah, bahkan di tempat kajian pun banyak wanita muslimah yang menggunakan sepatu atau sandal tinggi ini. 
Ada yang memakai model high heels (sepatu atau sandal yang bagian tumitnya saja yang tinggi), ada pula yang menggunakan wedges yaitu sepatu atau sandal yang bersol tebal, jadi tingginya merata di bagian bawah sepatu. Lalu, sebenarnya, bagaimana hukumnya dalam Islam memakai sepatu berhak tinggi ini? menggunakan sepatu berhak tinggi tidak boleh karena wanita yang menggunakannya beresiko untuk terjatuh dan membahayakan diri saat berjalan dengannya. Sedangkan agama kita memerintahkan untuk menjauhi bahaya.
Dalil :
وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Al-Baqarah: 195
Serta firman Allah Ta’ala,
وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” An-Nisa`: 29
Menggunakan sepatu berhak tinggi pun memiliki resiko terhadap kesehatan. Seperti terjadinya pembengkakan pembuluh darah di kaki, degenerasi persendian kaki, rusaknya tendon achilles, perubahan postur tulang belakang, dsb. Maka sesuatu yang sifatnya mencelakakan diri atau membahayakan diri sendiri itu hukumnya tidak diperbolehkan.

Dan selain itu, menggunakan sepatu berhak tinggi itu umumnya membuat cara berjalan wanita menjadi berbeda, yaitu lebih berlenggak-lenggok atau menjadikan betis yang indah jadi terlihat dan menjadikan wanita nampak lebih tinggi. Maka ini termasuk dalam kategori tabarruj, sekaligus memiliki unsur penipuan. Padahal, para wanita muslimah dilarang menampakkan perhiasannya kecuali pada mahram atau orang-orang yang berhak untuk melihat keindahan dirinya.

Dalil :
وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ
Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam. An-Nur: 31

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” HR. Muslim
Kebiasaan menggunakan sepatu berhak tinggi ini adalah salah satu kebiasaan wanita Yahudi dan Nasrani. Wanita-wanita mereka menggunakan sepatu berhak tinggi ini untuk berhias dan menampakkan kecantikan mereka untuk memikat pandangan laki-laki. Maka sudah selayaknya seorang wanita muslimah menjaga dirinya dari hal-hal yang meniru (tasyabbuh) orang-orang kafir dan jahiliyah.
Dalil :
وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُوٰلَىٰ
dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu... (Al-Ahzab : 33)
Maka Kesimpulannya adalah, menggunakan sepatu berhak tinggi baik itu model high heels maupun wedges dgn niat untuk mempercantik diri atau Tabarruj itu tidak diperbolehkan oleh syariat. Karena  meski sepatu wedges itu resiko terjatuh atau terpelesetnya lebih kecil daripada sepatu high heels, dan bagi sebagian orang menilai dari sisi kesehatannya lebih baik dibandingkan sepatu high heels, namun tetap termasuk dalam kategori tabarruj dalam memakainya.
4. Assalamu'alaikum ustadzah bagaimana dengan muslimah yg menjadi model kecantikan suatu produk atau yg lainnya dimana ia senantiasa menggunakan make up dan kecantikannya dilihat khalayak. Apakah itu termasuk menimbulkan godaan atau fitnah?
Jawaban: Benar. Yang jelas seperti itu banyak pasang mata laki-laki non mahram yang melihatnya.
5. Ustadzah, bagaimanakah hukumnya orang yang mewarnai rambut agar menutupi uban di rambutnya? Ada yang mengatakan boleh asal tidak menyerupai warna rambut asli orang yang bersangkutan.
Jawaban: Boleh asalkan bukan warna hitam.
6. Bunda berarti tidak dibolehkan ya memakai higheel, saya suka memakai higheel karena pendek kalau tidak memakai higheel gamisnya terlalu menyapu jalan, pakai higheel juga masih kepanjangan.
Jawaban: Di syukuri saja nanda apa yg Allah berikan kepada kita.
 7. Bunda kalau misal suami kita tinggi terus biar bisa menyeimbangkan gimana hukumnya? Bukan untuk mempercantik diri?!
Jawaban: Harusnya suami menerima apa adanya fisik istrinya. Apa yg Allah berikan pada kita.
 8. Kalau pake heellsnya cuma 3 cm boleh tidak bunda?
Jawaban: Tetap high hells
 9. Kalau misal suami menyuruh kita pintar berdandan dimana pun (tidak hanya di dalam rumah) karena menurutnya sudah selayaknya wanita pintar berdandan. Bagaimana hukumnya bunda?
Jawaban: Boleh asalkan tidak berlebihan.
 10. Bunda memang suami menerima apa adanya kita, tapi terkadang kita tidak percaya diri dan ingin membuat suami bahagia, serta untuk menyeimbangkan tinggi kita dengan suami, hukumnya apa memang tidak diperbolehkan?
Jawaban: Kalau suami menerima kita kenapa kita tidak percaya diri. Bukankah suami menerima kita apa ada nya.
11. Bunda kalau kita memakai make up, hanya berniatan untuk menambah kepercayaan diri, boleh tidak? Pakainya tidak berlebihan bunda, hanya krem dan bedak baby.
Jawaban: Boleh sayang.
12. Bunda, kalau kita memakai alis mata, hanya berniat utk menambah kepercayaan diri, boleh tidak? Soalnya alis matanya bulunya dikit jadi kurang percaya diri, pakainya tipis gk tebal.
Jawaban: Hukumnya menebalkan alis tetap haram. Karena tidak menerima pemberian Allah.
13. Bunda apa memakai minyak wangi hanya cuma sekedar untuk meningkatkan kepercayaan diri apa tidak boleh bunda?
Jawaban: Niatnya bukan untuk kepercayaan diri namun agar pakaian tidak apek.Parfum pun harus tanpa alkhohol


Jazakumullahu khairan katsiran atas ilmunya hari ini.
Semoga ilmunya bermanfaat untuk diri pribadi dan nanda semua, bisa diamalkan untum orang-orang di sekitar kita.Baiklah nanda kita tutup kajian kita hari ini dengan istigfar sebanyak-banyaknya dan hamdallah serta do'a kafaratul majelis
Do'a kafaratul majelis 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
اسْتَغْفِــــرُ اللّــــهَ الْعَظِــــيْم
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
آمــــــــــــــــــ­ين يَا رَبَّالعَالَمِين

Maha Suci Engkau yaa Allah dan dengan memujiMU aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau Aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMU Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rekapan Kajian Online Hamba الله
Selasa, 19 Syawal 1436H/04 Agustus 2015
Narasumber: Ustadzah Pristia

Grup Nanda: 116
Notulen: Lily
Admin: Asri & Sari
Editor : Ana Trienta