Home » , , , , » HYPNOSIS Sebagai Salah Satu Cara Untuk MeReparasi Jiwa

HYPNOSIS Sebagai Salah Satu Cara Untuk MeReparasi Jiwa

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 2, 2015






Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.. 
Kajian kali ini mengenai Hypnosis sebagai salah satu cara untuk meReparasi jiwa, bagaimana caranya?
yuk Simak :)
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..

Aamiin

Hypnosis sebagai salah satu cara untuk meReparasi Jiwa
Kita sebagai manusia tentunya tidak lepas dari berbagai kesalahan, baik kesalahan itu di sengaja ataupun tidak,setiap kesalahan tentunya akan menimbulkan bekas didalam hati dimana biasanya berdampak pada suasana hati yang tidak tenang. Ketidak tenangan hati akan berpengaruh pada jiwa. Jiwa akan menjadi gelisah, resah, dan bahkan bisa memunculkan rasa ketakutan atau phobia yang berujung pada mental kita. Pensikapan kita  terhadap semua itu, dikembalikan pada diri kita sendiri. Bagaimana kita bersikap dan mencari solusi dari permasalahan yang ada menandakan kebesaran hati dan jiwa kita dalam menghadapi problematika kehidupan. Jika kita menganggap sesuatu itu sederhana maka sederhana pula kita akan menemukan solusinya, demikian juga kalo kita memandang sesuatu itu berat maka berat pula mencari solusinya dan semua itu pada dasarnya hanya berdasar pada pola pikir kita atau sudut pandang kita terhadap masalah.
Lalu apa hubungannya hypnosis dengan reparasi jiwa ?
Jika kita sedang menghadapi suatu masalah, efek pertama yang dirasakan tentunya ada pada jiwa atau mental kita. Yang paling umum  terjadi adalah munculnya kegelisahan dan rasa takut yang mendalam pada diri kita. Ketika itu terjadi dalam waktu yang lama dan kita tidak mempunyai filter atas rasa itu maka secara otomatis otak kita akan  menyimpan informasi itu ke memori bawah sadar kita. Semakin tersimpan kedalam maka pengaruh terhadap jiwa atau mental kita juga semakin besar sehingga  pada saat seperti itu kita perlu me-reparasi  jiwa (membenahi  mental ) kita agar bisa kembali tetap tenang dan bisa berfikir jernih untuk memperlancar semuanya.
Sebaga praktisi di bidang hypnosis maka saya memberikan solusi bahwa salah satu  cara  terbaik untuk me-reparasi jiwa  kita adalah melalui SELF HYPNOSIS.
Apa itu SELF HYPNOSIS ?
Bagi anda-anda yang mungkin pernah ikut training ESQ atau mungkin yg pernah ikut acara MUHASABAH , maka itu adalah salah satu contoh dimana kondisi kita sedang pada kondisi  terhipnotis, dimana para trainer mampu mengajak kita untuk mengakses dan berbicara dengan fikiran bawah sadar kita untuk mau mengeluarkan semua masalah dan beban fikiran yg selama ini tersimpan dan menjadi beban jiwa kita.

Maka dampak yg keluar biasanya berupa rasa haru, tangisan, rasa penyesalan, dan sebagainya dimana setelah itu semua terjadi maka kita akan merasakan jiwa yang tenang, rasa plong, rasa ringan, dan sebagainya.
Bagaimana cara2 melakukan SELF HYPNOSIS ?
Self hypnosis pada dasarnya akan meningkatkan kesabaran kita, dengan hati yang sabar jiwa kita akan tenang dan akan lebih mudah untuk untuk berfikir jernih dan tidak mudah emosi maka kita akan dapat mengambil keputusan dengan bijaksana.
Untuk dapat menjadi seperti itu membutuhkan tahapan-tahapan agar jiwa kita terasah dengan baik. Cara kita merasa adalah sesuatu yang secara kumulatif membentuk mental kita. Dari emosi ini pula kita menemukan sumber tenaga jiwa, yaitu berupa kemauan dan tekad, sesuatu yang kita butuhkan untuk bertindak. Jika pikiran adalah akar karakter, maka mental kita adalah batangnya; disinilah kekuatan dan kelemahan karakter ditentukan. Dari sifat mental, seseorang mendapat salah satu dari dua nama ini; berkepribadian kuat atau berkepribadian lemah. Maka, cara kita merasakan sesuatu akan menemukan kuat - lemahnya dorongan jiwa untuk melakukannya. Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. Tindakan yang harmonis akan mungkin lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis. Jadi, mental adalah jembatan dimana pikiran kita berjalan menuju tindakan. Jembatan itu akan runtuh, jika dilalui oleh benak yang sarat pikiran yang melebihi kemampuan jiwa mewadahinnya. Jika yang sebaliknya terjadi, hidup seseorang akan kehilangan efisiensi dan efektifitas. 

Langkah - langkah aplikatif untuk memperbaiki cara kita merasa atau mentalitas kita dapat dirumuskan secara sederhana seperti dibawah ini :
Reparasi/Terapi Jiwa = Pengarahan + Penguatan + Kontrol + Doa
Penjelasan dari rumus diatas :
Pengarahan dalam bahasa hypnosis dikenal sebagai Introduction  berarti bahwa perasaan – perasaan kita harus diberi arah yang jelas, yaitu arah yang akan menentukan motifnya. Misalnya mengapa seseorang harus bergembira atau bersedih. Setiap perasaan harus mempunyai alasan lahir yang jelas. Itu hanya mungkin jika perasaan dikaitkan dengan pikiran kita.
Penguatan atau dlm bahasa hypnosisnya deepening berarti kita harus menemukan sejumlah sumber tertentu yang akan menguatkan perasaan itu dalam jiwa kita. Terkait dengan unsur keyakinan, kemauan, dan tekad yang dalam yang memenuhi jiwa, sebelum kita melakukan suatu tindakan.
Kontrol dalam bahasa hyposis disebut dengam suggesting atau sugesti  berarti kita harus memunculkan kekuatan tertentu dalam diri yang berfungsi mengendalikan semua warna perasaan diri kita.
Doa atau Terminating dalam bahasa hypnosisnya  berarti bahwa kita mengharapkan adanya dorongan Ilahiyah yang berfungsi membantu semua proses pengarahan, penguatan, dan pengendalian bagi mental kita. 
Dari rumusan tersebut kita bisa menjabarkan dalam sembilan langkah yakni :  
Langkah I
Berusahalah untuk menghadirkan Allah dalam kesadaran kita, dan rasakan bahwa kita lah yang paling bertanggungjawab dihadapan-Nya atas diri kita sendiri. Saat kita merasakan adanya kontrol dari Allah secara langsung terhadap diri, kita akan menemukan kekuatan tertentu untuk mengendalikan diri dalam melawan godaan kerendahan untuk melakukan kemaksiatan.  

Langkah II
Kuatkan rindu untuk dapat bertemu dengan Allah pada tempat tertinggi didalam surga. Jangan sekedar bermimpi masuk surga. Akan tetapi, bermimpilah untuk masuk ke tempat tertinggi dalam surga sehingga kita berpeluang melihat langsung wajah Allah. Jika rindu tidak terbatas, kita akan merasakan bahwa dorongan batin itu telah muncul dalam diri, sehingga memberi kekuatan untuk melakukan kebaikan. 
Langkah III
Pertajam mata hati dan nurani, agar Ia dapat menangkap setiap gejala dosa sejak dini. Jika kita sensitif terhadap dosa, kita akan menemukan sifat rasional dan nurani. Ini akan membuat kita senantiasa berorientasi masa depan dan selalu terdorong untuk melakukan ibadah - ibadah murni sebagai sumber air nurani. 
Langkah IV
Tenang. Itulah yang harus kita usahakan melekat dalam diri dalam segala situasi kejiwaan dan peristiwa kehidupan. Kita akan menjadi lebih tenang jika kita mau; selalu diam (tidak berbicara kecuali sangat penting), mampu menahan marah, dan tidak berharap atau terpengaruh dengan komentar dan perhatian orang lain. Sebab, orientasi kita adalah kebenaran, bukan pengakuan.  

Langkah V
Jangan mudah terpengaruh oleh orang lain, baik dengan sanjungan mereka, apalagi kritikan mereka. Berusahalah untuk konsisten dengan nilai dan prinsip sendiri. Untuk itu harus ada rasa percaya diri dan berusaha menghindari semua tindakan yang tidak beralasan, hal ini akan memberikan orisinalitas kepribadian.  

Langkah VI
Kuatkan daya tahan kita terhadap berbagai tekanan hidup dan perubahan – perubahan lingkungan sosial , ekonomi, politik , dan kehidupan secara umum. Untuk itu, kita harus belajar  menunda kebutuhan  - kebutuhan sesaat, khususnya yang bersifat biologis, lakukan puasa dan selalu bertawakal kepada Allah.  
Langkah VII
Belajarlah mencitai orang lain dengan cara yang kuat dan jujur. Untuk itu belajarlah memperhatikan memberi dan berkehendak baik pada orang lain.  

Langkah VIII
Berusahalah mempertahankan kegembiraan dan kelapangan jiwa anda setiap saat. Berusahalah mempertahankan keceriaan wajah anda, gunakan cara yang baik dalam berkomunikasi, dan belajarlah memahami orang lain lebih banyak.  

Langkah IX
Hindari diri anda dari kekosongan dan kehampaan.  Jangan sampai akal kosong dari ilmu, jiwa kosong dari iman, dan fisik kosong dari perilaku yang baik. Kekosongan jiwa berarti membuka pintu bagi setan untuk masuk secara bebas.  
Kenali diri anda, berikan therapi terbaik untuk jiwa anda, dan perbaiki atau reparasi jiwa anda jika sudah mulai melenceng dari tujuan hidup  anda.


Salam MANTAB MULIA, Bermanfaat, Bermartabat, Mulia ...!!!
˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°REKAP TANYA-JAWAB˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°

  1. 1.  السلام عليكم
    Afwan Ust. Agus, sy ingin bertanya..
    Apakah setiap org bisa melakukan hypnosis? Serta apakah bisa seseorang belajar hypnosis secara mandiri?
    Mhn penjelasannya. Syukron ust.


    Jawab:Allah telah memberikan kelebihan kepada setiap hambanya dengan akal dan fikiran. Pada dasarnya setiap hamba yg akal dan fikiran tidak terganggu dapat melakukan hypnosis krn ini murni ilmu yang bisa dipelajari secara ilmiah.

    Bagaimana dengan belajar secara mandiri, pada prinsipnya bisa tetapi dalam setiap ilmu baik itu ilmu dunia atau akhirat akan lebih baik jika berguru atau tholabul ilmi kepada mereka2 yang sdh terlebih dahulu belajar dan punya pengalaman didalam bidang tersebut. Karena apa? bisa jadi tingkat pemahaman keilmuan seseorang didasarkan pada pengalaman dari para pelakunya.


    Gak papa, kajian ini sdh bisa kita mulai sampai nanti mungkin pukul 21.00 secara bersama2 kita akhiri ...


    Krn bisa jadi jam2 seginibanyak diantara member group baru  mulai pulang kantor,pulang kampus, pulang beraktivitas, dsb sehingga belum sempet membuka WA.

     
  2. 2. ustadz.. ana mau bertanya...
    Bagaimana cara pengendalian rasa takut yg sudah tertanam dibawah alam bwah sadar kita.sudah mencoba muhasabah diri, dan belajar sabar..

    Tp pd saat2 tertentu yg  tertanam dialam bawah sadar itu muncul.. dan dlm fikiran kita cuma pasrahkan pd Allah..


    sudah benarkah pemikiran yg seperti itu tadz..?


    Jawab:
    Rasa takutnya karena apa ukhti ?

    Kalo rasa takut terhadap sesuatu dan itu berlebihan serta menganggu baik fisik maupun psikis maka perlu dilakukan theraphy penyembuhan.
    Dalam hypnosis dikenal dengan nama hypnoyheraphy.

    Dengan Muhasabah diri bisa menguranhi rasa takunya tetapi jika akar masalah belum bener2 ditemukan maka rasa takut itu tetep akan muncul. Yang diperlukan pengendalian emosinya ukhti terhadap rasa takut itu.

     
  3. 3. Misalnya takut nikah gitu tadz..
    Karena pemikiran yg takut gagal dan tidak mampu menghadapi masalah2 yg ada didalamnya..
    Mgkin krna baground keluarga yg brokenhome..

    untuk memghilangkannya tdk cukup dgn muhasabah dirikah tadz..?


    Jawab:
    Nah, kalo masalah sudah seperti itu maka perlu theraphy, krn hal semacam itu sudah bener2 tertanam di fikiran bawah sadar dan selalu akan membebani fisik dan psikis. Dan ketakutan semacam itu bukan lagi ketakutan yang wajar. Muhasabah tidak cukup tidak menyentuh pada akar masalah sesungguhnya.

    Insya Allah dengan hypnotheraphy permasalahn semacam itu bisa diatasi. Dengan self hypnosis bisa tetapi anti harus sdh belajar bagmn teknis self hypnosis.

     
  4. 4. Bgaimana teknis belajarnya ustadz?
     
  5. 5. Assalamualaikum ustdz sy mengalami trauma dan phobia dari masa kecil sampai sekarang pernah terlintas dipikran sy untuk ke pskiater tp saat itu pula hati kecil sy mengatakan kalo sy itu tidak sakit sy masih punya Allah saat itu sy bsq tenang sejenak tp hal yg sama ketakutan* datang lagi dan lagi apa yg harus sy lakukan ustadz ?
    Maaf jadi curhat

    Jawab 4 & 5dan beberapa pertanyaan yg senada :
    Pelatihan Hypnosis dan Hypnotherapi ada Training khususnya, bagi antuna yg juga tergabung di Komunitas ODOJ, Insya Allah dalam 2 bulan kedepan akan trainingnya.

    Sedangkan bagi semua yg merasa mengalami trauma, phohia, atau ketakutan2 yg berlebihan akan sesuatu, Insya Allah hisa dilakukan theraphy dengan hypnosis.

    Sekali lagi hypnosis hanyalah salah satu cara yg bisa digunakan untuk reparasi jiwa, masih banyak metode lain yg juga bisa digunakan sebagai bengkel ruhani bagi kita semua.

    Untuk yang mengalami phobia, trauma, atau apapun jenisnya saran ana lbh baik segera temuin sahabat, rekan atau siapapun juga yg bisa mentheraphy jiwa krn jika tidak semuanya akan mempengaruhi fisik dan psikis kita, dan juga bisa berdampak pada keturunan2 kita.

Waallahu a'lam.
Afwan, jawabannya sampai malam banget, krn ana bener2 free dijam2 sepwrti sekarang.
Mohon maaf menggangu istirahat antuna semua....

˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°PENUTUP˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°˚°◦o◦°

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭


Artinya:
Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

==================
Rekapan Kajian Online Hamba الله
Rabu, 17 Dzulqoidah 1436H/02  September 2015
Narasumber: Ustadz Agus Pitoyo
Tema: Hypnosis sebagai salah satu cara untuk meReparasi Jiwa
Grup Nanda: 116
Notulen: Sari
Admin: Asri & Sari

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!