Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Hasil gambar untuk takdir
Kajian Online Hamba Allah M106
Selasa, 12 Mei 2015
Pembahasan : SI, Iman kepada Hari Akhir
Narasumber : Ustadz Syaikhul Muqorobbin
Admin : Mey
Editor : Ana Trienta


Kajian utama saya ambil dari situs muslim.or.id, dengan penyesuaian.
Iman kepada hari akhir hukumnya wajib dan kedudukannya dalam agama merupakan salah satu di antara rukun iman yang enam.
Dalam banyak hadits, sering sekali Allah Ta’ala menggandengkan antara iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir, ini menunjukkan pentingnya kedudukan iman kepada hari akhir. Orang yang tidak beriman dengan hari akhir tidak akan beramal, karena seseorang tidak akan beramal kecuali dia mengharapkan kenikmatan di hari akhir dan takut terhadap adzab di hari akhir.

Disebut hari akhir karena pada hari itu tidak ada hari lagi setelahnya, saat itu merupakan tahapan yang terakhir dari kehidupan manusia.
Keimanan yang benar terhadap hari akhir mancakup tiga hal pokok yaitu mengimani adanya hari kebangkitan, mengimani adanya hisaab (perhitungan) dan jazaa’ (balasan), serta mengimani tentang surga dan neraka.
Selain itu, keimanan pada hari akhir termasuk juga mengimani segala peristiwa yang akan terjadi setelah kematian seperti fitnah kubur, adzab kubur, dan nikmat kubur.

1. Mengimani Adanya Hari Kebangkitan

Hari kebangkitan adalah hari dihidupkannya kembali orang yang sudah mati ketika ditiupkannya sangkakala yang kedua.
Allah Ta’ala berfirman,
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَآءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

“Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al Anbiyaa’:104)

Hari kebangkitan merupakan kebenaran yang sudah pasti. Ditetapkan oleh Al Quran dan As Sunnah. Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ - ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (QS. Al Mukminun:15-16)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda :
يحشر الناس يوم القيامة حفاة عراة غرلا

“Pada hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak disunat” [H.R Muslim 2859]

2. Mengimani Adanya Hari Perhitungan dan Pembalasan

Termasuk perkara yang harus diimani berkenaan dengan hari akhir adalah mengimani adanya hari perhitungan dan pembalasan. Seluruh amal perbuatan setiap hamba akan dihisab dan diberi balasan. Hal ini juga telah ditetapkan oleh Al Quran dan As Sunnah.
Allah Ta’ala berifrman,

إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَّابَهُمْ - ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم

“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.” (QS. Al Ghasiyah:25-26)

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَاحَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiyaa’:47)

Telah shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salaam, beliau bersabda,

ومن هم بحسنة فلم يعملها كتبت له حسنة فإن عملها كتبت له عشرا ومن هم بسيئة فلم يعملها لم تكتب شيئا فإن عملها كتبت سيئة واحدة
“Barangsiapa yang berniat melakukam suatu kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah telah menulisnya sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan, bahkan sampai kelipatan yang lebih banyak lagi. Sedangkan barangsiapa yang berniat melakukan keburukan, lalu mengerjakannya, maka Allah hanya akan menulisnya satu keburukan saja“ [H.R Muslim 162].

3. Mengimani Adanya Surga dan Neraka

Hal lain yang harus diimani seorang muslim adalah tentang surga dan neraka. Keduanya merupakan tempat kembali yang abadi bagi makhluk. Surga adalah kampung kenikmatan yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala bagi orang-orang yang beriman. Sedangkan neraka adalah hunian yang penuh dengan adzab yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang kafir.
Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اْلأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ - وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni’matan. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka”(QS. Al Infithaar:13-14)

4. Surga dan Neraka Sekarang Sudah Ada

Ahlus sunnah telah sepakat bahwa keduanya merupakan makhluk Allah yang telah ada sekarang. Hal ini bertentangan dengan keyakinan mu’tazilah dan qodariyah yang lebih mengedepankan akal mereka. Adapun dalilnya adalah firman Allah,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran:133)

Tentang neraka Allah berfirman,

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir”
(QS. Ali Imran:131)

Diriwayatkan juga bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Sidratul Muntaha, kemudian melihat dan masuk ke dalam surga. Hal ini terjadi ketika beliau Isra’ Mi’raj.

5. Penciptaan Surga dan Neraka Sebelum Penciptaan Makhluk

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَيَائَادَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلاَ مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَتَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS. Al A’raf: 19)

6. Surga dan Neraka Kekal Abadi

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud:108)

Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Datanglah suara berkumandang :Wahai ahli surga, sesungguhnya kamu sekalian akan sehat dan tak pernah sakit. Kamu sekalian akan menjadi muda belia dan tak pernah tua lagi. Dan kalian pun akan hidup dan tak akan pernah mati.” [H.R. Muslim 2837, At Tirmidzi 3246, dan Ahmad 319].

7. Mengimanai Fitnah, Adzab, dan Nikmat Kubur

Dalil perkara ini sangat gamblang dan jelas. Allah Ta’ala menerangkannya di banyak tempat dalam Al Quran. Demikian pula penjabaran dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang masalah ini sangat banyak dan mencapai derajat mutawatir.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَوْتَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلاَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

“…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.”  (QS. Al An’am: 93).

Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba jika telah dimakamkan di kuburnya, dan sahabat-sahabatnya (yang mengiring jenazahnya) telah pulang, maka sungguh dia akan mendengar suara langkah sandal mereka. Kemudian dua orang malaikat mendatanginya dan mendudukkannya. Dua orang malaikat tersebut berkata kepadanya,
‘Apa yang dulu Engkau katakan tentang orang ini –yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-?’
Adapun orang beriman, maka dia akan menjawab, ’Aku bersaksi bahwa dia (Muhammad) adalah hamba dan utusan-Nya.’
Maka dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempat dudukmu di neraka. Sungguh Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga.’ Maka dia melihat dua-duanya sekaligus.
Adapun orang munafik dan orang kafir, maka ditanyakan kepada mereka, ‘Apa yang dulu Engkau katakan tentang orang ini –yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-?’
Maka mereka berkata, ‘Aku tidak tahu. Aku dulu mengatakan apa yang dikatakan oleh kebanyakan manusia.’
Malaikat berkata, ‘Engkau tidak tahu dan Engkau tidak mengikuti.’ Malaikat kemudian memukulnya dengan palu dari besi, dia pun berteriak sampai-sampai didengar oleh makhluk yang berada di atasnya, selain jin dan manusia”

(HR. Bukhari no. 1374)

Hasil dari Keimanan yang Benar
Keimanan yang benar akan memberikan hasilnya dalam kehidupan sehari-hari kita, di antaranya :
Merasa senang dan bersemangat dalam melakukan kataatan dengan mengharapkan pahalanya kelak di ahri akhir.
Merasa takut ketika melakukan kemaksiatan dan tidak suka kembali pada maksiat karena khawatir mendapat siksa di hari akhir.
Hiburan bagi orang-orang yang beriman terhadap apa yang tidak mereka dapatkan di dunia dengan mengharapkan kenikmatan dan pahala di akhirat.

Semoga Allah meneguhkan iman kita sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari akhir nanti.  Wallahu 'alam

Tanya Jawab
1. Assalamu'alaikum ustadz, mau tanya, pernah dengar seburuk-buruk orang adalah yang merasakan hari kiamat . Apa itu benar ustadz?? Syukran
Jawab: 
dalam hadis disebutkan;
Tidak akan tiba hari Kiamat hingga Allah mengambil orang orang baik dari penduduk bumi, sehingga yang tersisa hanyalah orang orang yang jelek, mereka tidak mengetahui yang baik dan tidak mengingkari yang munkar (shahih bukhari)
bdasarkan hadis tersebut, ulama mengatakan bahwa di antara manusia terburuk adalah manusia yang tersisa saat hari kiamat di antara hikmahnya adalah; Allah menyayangi orang2 beriman, sehingga tidak ingin mereka merasakan kesengsaraan kiamat. Wallahu a'lam
2. Assalammu'alaikum wr wb. Pak ustadz mau nanya. Kira2 berapa lama waktu yang akan kita jalani di akhirat nanti setelah dibangkitkan (pada saat perhitungan seluruh amal perbuatan, sebelum diputuskan masuk neraka/surga)? Apakah tergantung berat timbangan amal kita atau bagaimana.. atau ada satuan waktu yg khusus?
Jawab:
Waalaykumussalam wrwb.
Allahu a'lam, dalam suatu hadis ada keterangan bahwa perbedaan waktu hisab orang kaya dan orang miskin bisa sampai 500 tahun. Maka tentunya proses di akhirat jauh lebih lama dari itu.

3. Assalamu'alaikum ustad, menurut hadist diatas. Berarti waktu hisab orang kaya dan orang miskin beda ya ustad. Jadi yg membedakan bukan hanya amalannya saja ustadz? Syukran.
Jawab:
orang kaya lebih lama dihitung amalnya karena harta yg harus dipertanggungjawabkan lebih banyak drpd orang miskin.
hisab di sini maksudnya dihitung.

4. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Uztad mau nanya, yang mati sekarng ini yang amalannya baik dan buruk sudah berada di tempat yg mereka dapatkan dan semua apa yang dijanjikan Allah mereka sudah menerimanya dan bagai mana nantinya di hari kiamat apakah janji Allah itu akan diulang lagi pada mereka" dari awal semula merka meninggal dunia? Pahamkan maksud saya ustadz?
Jawab:
mereka yang beramal buruk dan sudah meninggal maka sekarang ini menghadapi azab kubur, sedangkan yang beramal baik akan mendapat nikmat dalam kubur di hari perhitungan nanti, yang beramal buruk bisa saja diampuni atau mendapat syafaat. jadi hisab (perhitungan) yang sebenarnya akan dilakukan di Yaumul Hisab nanti.wallahu a'lam
5. Afwan ustad, Soal amanah, Misal kita lupa tdk menyampaikan amanah dan itu sangat tdk disengaja apakah itu termasuk dosa besar tadz.,
Jawab:
Allah mengampuni sesuatu yang tidak disengaja atau dikarenakan lupa. asal kita tidak memudah2kan untuk terlupa
6. Satu lagi ustadz, Misal kita dititipi pesan tpi kita tdk bilang"Iya" atau kita tdk mau menyampaikan apakah itu jg termasuk amanah yg harus disampaikan?
Jawab:
kalau tidak bilang "iya" atau bahkan kita tidak mau, secara umum itu tidak termasuk titipan yang wajib disampaikan.
7. ustad sblmnya makasih atas ilmunya..bertambah lagi pemahaman kita smoga kita digolonglan dengan orang2 yang dicintai Allah aamiin....ustadz, ana mau nanya tapi ini di luar konteks kajian malam ini...kira2 apa hukumnya wanita yang sholat di mesjid? niat dia sholat di mesjid hanya untuk menjaga agar sholat tepat waktu,kira2 pandangannya gmn ya?
Jawab:
hukum wanita solat di masjid boleh, tidak ada yang melarangnya. dan setiap langkah wanita ke masjid tetap akan diganjar keutamaan sbagaimana laki2 yg ke masjid.tapi sebaik2 sholat wanita adalah di rumahnya.wallahu a'lam
8. Uztad, Pernah satu hari sya berada dikampung nenek bersama tunangan saya dan saya berkata ama dia sya juga mau ikut sholat berjamaah kemasjid dan kebetulan Masjid nya dekat dengn rumah nenek ..tapi dia menjawab sebaiknya u sholat dirumah saja ..apakah itu termasuk larangan yg harus sya taati..?
Jawab:
tidak ada kewajiban taat pada tunangan,bila suami yg berkata, baru ditaati. Hubungan dengan tunangan pada dasarnya sama dengan hubungan dengan non mahram. tidak ada kewajiban taat, tidak boleh berduaan, dll. Segala sesuatunya baru berubah jika sudah akad nikah.
9. pertanyaan konyol si tad, Tad apa pada saat sakaratul maut itu sakit sekali tad? Sampai sampai ketika sakaratul maut rosululloh pernah berbicara kalo rasa sakitnya biar Beliau yg merasakan umat Ku jangan..
Tp mey pernah liat saat kakek mau meninggal.. beliau tidak merintih tapi lebih diam
Jawab :
Allahu a'lam. Allah Maha berkehendak, ada yg Allah kehendaki sakaratul mautnya terasa sakit, ada yg tidak.
yg terasa sakit tidak selalu bermakna ia banyak dosa, dan yg tampak tenang bukan selalu berarti ia orang soleh.

10. Kalau tidak berkeringat waktu sakaratul maut gimana uztadz?
Jawab:
Sakaratul maut bisa berkeringat atau tidak berkeringat. Kedudukan kesolehan seseorang tdk dipastikan hanya dengn sakaratul mautnya.
11. Tidak bisa dipastikan juga ya tad kalo berkerigat itu tidak sholeh dan yang berkeringat itu sholeh ya tad?(Perumpamaan) 
Jawab;
Tidak bisa hanya karena keringatnya saja. karena banyak faktor terkait kesolehan seseorang.
12. Uztad knp bnyk orng berkata setiap orng meninggalkan itu ada sebab. ? Jarang yg bilang itu udah qadah dan qadar?
Jawab: 
Saya rasa banyak juga yang menganggap kematian itu adalah takdir. jika ada yg bersikukuh bahwa kematian itu karena sebab semata, mungkin mereka blm memahami konsep takdir.
 
Wallahu a'lam

 اَلْحَمْدُلِلّهِ

استِْغفرُ اللَـــﮧ واُتوِب اليِه

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                           

  ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ