Ketik Materi yang anda cari !!

Kehilangan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 9, 2015


Assalaamu'aaikum Warahmatullah Wabarakatuh ^^

Apa Kabar Hati hari ini?
Apa Kabar Iman hari ini?
Semoga selalu dalam naungan-Nya :)
 

Kali ini Kajian Mengenai Kehilangan, terdengar menyedihkan kah? yuk Simak :)

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Pengertian
Kehilangan dan berduka merupakan bagian integral dari
kehidupan. Kehilangan adalah suatu kondisi yang terputus atau terpisah atau memulai sesuatu tanpa hal yang berarti sejak kejadian tersebut. Kehilangan mungkin terjadi secara bertahap atau mendadak, bisa tanpa kekerasan atau traumatik, diantisispasi atau tidak diharapkan/diduga, sebagian atau total dan bisa kembali atau tidak dapat kembali.
 
Ada lima fase kehilangan yaitu :
  1. ▶ 1. Fase Pengingkaran (denial)
    Reaksi pertama individu yang mengalami kehilangan adalah syok, tidak percaya atau menolak kenyataan bahwa kehilangan itu terjadi, dengan mengatakan "Tidak, saya tidak percaya bahwa itu terjadi", " Itu tidak mungkin". Bagi individu atau keluarga yang mengalami penyakit terminal, akan terus menerus mencari informasi tambahan. Reaksi fisik yangterjadi pada fase peenginkaran adalah letih, lemah, pucat, mual, diare, gangguan pernapasan, detak jantung cepat, menangis, gelisah, tidak tahu berbuat apa. Reaksi tersebut cepat berakhir dalam waktu beberapa menit sampai beberapa tahun.
  1. ▶. 2. Fase Marah (anger)
    Fase ini dimulai dengan timbulnya kesadaran akan kenyataan terjadinya kehilangan. Individu menunjukkan perasaan yang meningkat yang sering diproyeksikan kepada orang yang ada di lingkungannya, orang orang tertentu atau ditujukan kepada dririnya sendiri. Tidak jarang menunjukkan perilaku agresif, bicara kasar, menolak pengobatan, dan menuduh dokter dan perawat yang tidak becus. Respon fisik yang terjadi pada fase ini antara lain, muka merah, nadi cepat, gelisah, susah tidur, tangan mengepal.
  1. ▶. 3. Fase Tawar Menawar (bergaining)
    Apabila individu telah mampu mengungkapkan rasa marahnya secara intensif, maka ia akan maju ke fase tawar menawar dengan memohon kemurahan Tuhan. Respon ini sering dinyatakan dengan kata-kata " Kalau saja kejadian ini bisa ditunda maka saya yang akan sering berdoa" Apabila proses berduka ini dialami oleh keluarga maka pernyataan sebagai berikut sering dijumpai "Kalau saja yang sakit bukan anak saya".
  1. ▶4 . Fase Depresi (depression)
    Individu pada fase ini sering menunujukkan sikap antara lain menarik diri, tidak mau bicara, kadang- kadang bersikap sebagai pasien yang sangat baikdan menurut, atau dengan ungkapan-ungkapan yang menyatakan keputusasaan, perasaan tidak berharga. Gejala fisik yang sering diperlihatkan adalah menolak makan, susah tidur, letih, dorongan libido menurun.
  1. ▶5. Fase Penerimaan
    Fase ni berkaitan dengan reorganisasi perasaan kehilangan. Pikiran selalu terpusat kepada objek atau orang hilang akan mulai berkurang atau hilang, individu telah menerima kenyataan kehilanganbyang dialaminya, gambaran tentang objek atau irang yang hilang mulai dilepaskan dan secara bertahap perhatian beralih pada objek yang baru. Fase menerima biasanya dinyatakan dengan kata-kata "Saya betul-betul menyayangi baju saya yang hilang tapi baju saya yang baru manis juga," atau "Apa yang dapat saya lakukan agar saya dapat cepat sembuh?".
Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi kehilangan,
tergantung:
  1. 1. Arti dari kehilangan
  1. 2. Sosial budaya
  1. 3. kepercayaan / spiritual
  1. 4. Jenis kelamin
  1. 5. Status social ekonomi
  1. 6. kondisi fisik dan psikologi individu
  1. 7. Usia


Tipe Kehilangan
Kehilangan dibagi dalam 2 tipe yaitu:
  1. ▶ Aktual atau nyata
    Mudah dikenal atau diidentifikasi oleh orang lain, misalnya amputasi, kematian orang yang sangat berarti / di cintai.
  1. ▶. Persepsi
    Hanya dialami oleh seseorang dan sulit untuk dapat dibuktikan, misalnya; seseorang yang berhenti bekerja / PHK, menyebabkan perasaan kemandirian dan kebebasannya menjadi menurun.
Jenis-jenis Kehilangan
Terdapat 5 katagori kehilangan, yaitu:
  1. ▶Kehilangan seseorang seseorang yang dicintai
    Kehilangan seseorang yang dicintai dan sangat bermakna atau orang yang berarti adalah salah satu yang paling membuat stress dan mengganggu dari tipe-tioe kehilangan, yang mana harus ditanggung oleh seseorang. Kematian juga membawa dampak kehilangan bagi orang yang dicintai. Karena keintiman, intensitas dan ketergantungan dari ikatan atau jalinan yang ada, kematian pasangan suami/istri atau anak biasanya membawa dampak emosional yang luar biasa dan tidak dapat ditutupi.
  1. ▶Kehilangan yang ada pada diri sendiri (loss of self)
    Bentuk lain dari kehilangan adalah kehilangan diri atau anggapan tentang mental seseorang. Anggapan ini meliputi perasaan terhadap keatraktifan, diri sendiri, kemampuan fisik dan mental, peran dalam kehidupan, dan dampaknya. Kehilangan dari aspek diri mungkin sementara atau menetap, sebagian atau komplit. Beberapa aspek lain yang dapat hilang dari seseorang misalnya kehilangan pendengaran, ingatan, usia muda, fungsi tubuh.
  1. ▶Kehilangan objek eksternal
    Kehilangan objek eksternal misalnya kehilangan milik sendiri atau bersama-sama, perhiasan, uang atau pekerjaan. Kedalaman berduka yang dirasakan seseorang terhadap benda yang hilang tergantung pada arti dan kegunaan benda tersebut.
  1. ▶Kehilangan lingkungan yang sangat dikenal
    Kehilangan diartikan dengan terpisahnya dari lingkungan yang sangat dikenal termasuk dari kehidupan latar belakang keluarga dalam waktu satu periode atau bergantian secara permanen. Misalnya pindah kekota lain, maka akan memiliki tetangga yang baru dan proses penyesuaian baru.
  1. ▶Kehilangan kehidupan/ meninggal
    Seseorang dapat mengalami mati baik secara perasaan, pikiran dan respon pada kegiatan dan orang disekitarnya, sampai pada kematian yang sesungguhnya. Sebagian orang berespon berbeda tentang kematian.
Sebenarnya tidak ada cara baku dalam mengahadapi rasa kehilangan ini. Rasa kehilangan adalah persoalan pribadi dan tentunya membutuhkan cara secara pribadi pula dalam mengatasi persoalan ini. Namun demikian setidaknya ada beberapa cara dalam mengatasi rasa
kehilangan dan kesedihan karena kehilangan.
  • ▶ biarkan diri kita sejenak hanyut dalam luapan perasaan dan emosi ketika kehilangan. Emosi dan rasa sedih itu perlu pelampiasan. Namun ingat, kita juga harus melepasknnya dengan cara yang tepat. Mungkin menagis atau berbagi dengan orang lain adalah salah salah satu caranya. Dan yang paling penting, jangan biarkan diri kita terlalu lama dalam kondisi ini. Sepuluh menit saja mungkin cukup, setelah itu lemparkan rasa kehilangan dan kesedihan itu jauh-jauh dari diri kita. Lalu tatap masa depan!
  • ▶ selalu melihat sebuah peristiwa dari sisi positifnya. Setidaknya dengan selalu berfikir positif dan melihat sebuah pristiwa dari sisi positifnya kita telah berusaha mengahadirkan energi positif ke dalam diri kita. Kehilangan yang awalnya menyakitkan jika dipandang dari sisi positifmungkin akan jadi sesuatu yang bisa membuat kita bisa belajar agar lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan.
  • ▶yakinkan diri kita bahwa Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemapuan kita. Setiap hamba di muka bumi ini tentu tidak akan luput dari ujian dari Allah. Dan salah satu bentuk ujian itu adalah kehilangan. Jika kebetulan kehilangan itu mengahmpiri kita, berarti Allah menilai kita sanggup untuk menerima ujian tersebut sebagai sarana naik kelas menjadi seorang hamba Allah yang lebih baik. Yakinlah setelah kesulitan itu pasti akan ada kemudahan. Dan ini adalah janji Allah yang telah termaktub dalam Al-quran. Tidak usah bersedih dan hanyut dalam kesedihan.
  • ▶ yakin bahwa Allah maha Pengasih dan Maha Penyayang. Firman Allah yang termaktub dalam surat al-Fatihah yang berbunyi,”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang” memberikan kekuatan kepada kita agar kita tidak berputus asa dan larut dalam kesedihan jika dilanda persoalan kehidupan, termasuk rasa kehilangan. Ayat ini memotivasi kita agar senantiasa berjuang, karena masih banyak rahmat dan nikmat Allah yang bisa kita raih di atas bumi ini.
  • ▶ jangan menyalahkan diri sendiri apalagi menyalahkan Allah dalam persoalan kehilangan. Jangan sampai kita menyalahkan diri sendiri dengan kehilangan yang melanda kita, karena hal itu hanya akan membuat kita makin terpuruk dalam jurang kesedihan. Kita juga jangan sampai menyalahkan Allah dalam masalah rasa kehilangan ini, karena hal itu akan memicu kita menjadi hamba yang mudah berputus asa dari nikmat dan karunia Allah.
  • ▶ jangan fokuskan pikiran pada rasa kehilangan, tapi lihatlah berapa banyak nikmat dan Karunia Allah yang telah kita terima. Pernahkan kita merenungkan berapa banyak nikmat dan karunia Allah yang telah kita terima selama hidup di dinia ini? Ketika kita diuji olehAllah dalam bentuk kehilangan sesuatu yang kita cintai, maka ingatlah masih banyak nikmat Allah yang lain yang patut kita syukuri. Berhentilah bersedih, lalu bersyukurlah!
  • ▶ perbanyaklah berdoa dan mengingat Allah, Rabb Yang Maha Berkehendak. Karena dengan memperbanyak mengingat Allah dan memasrahkan diri kepada-Nya adalah cara terbaik untuk menumbuhkan rasa kesabaran, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima kenyaataan hidup. Ingatlah, tidak ada kejadian yang terjadi di bawah kolong langit Allah ini tanpa hikmah, dan kehilangan merupakan bagian dari proses perubahan kehidupan kita.

Sekali lagi, selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, setidaknya dengan merenungi beberapa hal di atas ada pelajaran yang dapat kita ambil dari sebuah persoalan kehilangan itu antara lain, Belajar menjadi pribadi yang lebih menghargai keberadaan sesuatu, belajar memanfaatkan waktu dengan baik dan optimal, menyadari bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna, serta belajar ikhlas menerima kenyataan hidup berupa kehilangan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

*****************Tanya Jawab*****************
  1. 1. gmna cara mengatasi kehilangan percaya diri atau minder yg berlebih ?

    Jawab:
    Setiap org punya kelemahan tetapi jg punya kelebihan. takkan mungkin manusia hanya punya kekurangan,, byk contoh org yg cacad scr fisik pun punya kelebihan dlm hal yg lain.

    klo kehilangan PD kita telusuri apa yg menyebabkan PD kt hilang. kemudian kita berusaha tuk memperbaikinya klo pun tdk bisa kita cari apa kelebihan kita dan kita gali dan kita trus belajar mempertahankan kelebihan atau bahkan menambahnya.

    ingat Allah menciptakan manusia dgn sebaik2 nya wuju, jd kita hrs bersyukur & memanfaatkan demi kebaikan apa yg kita punya. yakin kan diri kita bisa krn kt masih punya Allah .
     
  2. 2. Tanya umi, bgmn mngatasi kehilangan kepercyaan dr phk lain, bisa ortu/kelg/org lain... mis kita mlk kesalahan & sdh mengakui n minta maaf meski mgk bs dimaafkan kdg msh ada anggapan ga bs dipercaya.. seakan2 akan mlk kesallahan lg.. gmn ya mi

    Jawab:
    Membangun suatu kepercayaan adalah hal yg tdk mudah.
    Yg pertama dilakukan adalah meminta maaf &  berdamai dgn diri sendiri. Mengakui klo kita salah dan berusha memperbaiki diri .

    Kemudian kita tunjukkan / buktikan klo yg skrg kita omongkan benar adanya. Dimulai dari hal terkecil lambat laun kepercayaan sedikit demi sedikit akan timbul.

    Dan bersabarlah. Beri klg ukhti waktu utk menerima dan melihat perubahan dari mbak. Kepercayaan timbul melalui proses waktu & hal yg nyata.
     
  3. 3. Bagaimana sikap kita menghadapi penyepeleaan dr orng lain dan bisa bangkit lalu buktikan kesuksesaan ?

    Jawab:
    kita saring kritikannya , kita koreksi bener tdk apa yg diungkapkan mrk. klo bener adanya kita berlapang dada menerima tuk dijadikan koreksi. klo tdk bener ato memang utk mengintimidasi kt biarkan sj jgn hiraukan nanti menguras energi kita. dan selalu kita berupaya tuk menjadi lbh baik , fokus dgn apa yg kita kerjakan. dan yg plg penting selalu luruskan niat. apapun yg kita lakukan niatkan krn Allah. kesuksesan yg kt dpt bila hanya utk pembuktian pd manusia akan sia2 belaka. tapi bila tujuan kita ridho Allah...kita akan mendapatkan sgl kebaikan. Allah Maha Adil takkan ada yg terlewat sekecil apapun usaha kita
     
  4. 4. Assalamualaikum mi, bagaimana caranya agar kita bisa ikhlas kalau kehilangan sesuatu??

    Jawab:
    dalam al quran sdh disebutkan setiap muslim pasti akan mendapatkan ujian . dan ikhlas serta sabar adalah hal yg mudah dikatakan tp sulit dijalani tp bukan berarti tdk bisa . Di balik suatu kehilangan, apa yang tersembunyi? Allah itu lebih bijaksana, lebih mulia, lebih agung dan lebih memiliki kekuasaan. Maka hendaknya kita pasrah sepasrah-pasrahnya terhadap segala takdir-Nya; takdir hukum alam maupun kodtrat-Nya. Karena kita memang tidak akan mampu memahami batas dari kebijaksanaan-Nya.

    Oleh sebab itu, ditinjau dari sisi ini, maka jawaban pertanyaan tersebut di atas adalah: Allah itu lebih bijaksana, lebih mampu dan lebih agung adanya. Seorang mukmin pasti mendapatkan cobaan. Dan cobaan Allah yang terlihat mengganggu dirinya itu pada dasarnya memiliki dua keuntungan besar:

    ➡ Keuntungan
    pertama, menguji keimanan si mukmin tersebut. Apakah imannya teguh, atau mudah bergoncang. Mukmin yang tulus imannya akan tabah menghadapi takdir dan ketentuan Allah. Ia akan mengharap-harap pahala dari takdir tersebut, sehingga ujian itu menjadi ringan ia rasakan. Dikisahkan bahwa ada seorang Ahli Ibadah wanita yang diberi cobaan dengan jarinya yang terluka atau buntung, namun ia tidak sedikitpun mengeluh, dan tidak tampak kekecewaan di wajahnya. Ada orang yang bertanya kepadanya tentang sikapnya itu, maka ia menjawab: "Manisnya pahala cobaan ini membuatku lupa akan pahitnya menahan kesabaran dalam menghadapinya." Seorang mukmin memang selalu mengharap pahala dari Allah dan bersikap pasrah kepada- Nya dengan sedalam-dalamnya. Itu adalah satu keuntungan.

    ➡Keuntungan kedua,
    bahwasanya Allah Subhanahu waTa'ala amat memuji orang-orang yang tabah dan memberitahukan bahwa Dia selalu bersama mereka, Dia akan memberikan pahala sempurna kepada mereka tanpa batas. Ketabahan adalah satu tingkat yang tinggi, yang hanya dapat dicapai dengan bersabar menghadapi berbagai cobaan. Bila seseorang mampu bersabar, maka ia akan memperoleh derajat tinggi tersebut yang mengandung pahala besar tersebut. Allah menguji kaum mukminin dengan berbagai cobaan berat agar mereka memperoleh pahala bagi orang-orang bersabar tersebut. Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai orang yang paling beriman dan bertakwa serta paling takut kepada Allah juga merasakan sengsara sebagaimana orang biasa. Beliau juga merasakan beratnya sakaratul maut. Semua itu diperuntukkan agar beliau mendapatkan pahala kesabaran secara maksimal. Karena beliau adalah orang yang paling bersabar. Dengan penjelasan ini semua, menjadi jelas bagi kita hikmah kenapa Allah memberi cobaan kepada seorang mukmin dengan berbagai musibah tersebut. Adapun kenapa Allah memberikan kesehatan dan rezeki kepada para pelaku maksiat, orang-orang fasik dan pembuat keonaran, serta melapangkan jalan buat mereka, maka yang demikian itu adalah istidraj (semacam tipuan) dari Allah kepada mereka hingga mereka terlena. Diriwayatkan dengan shahih bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

    "Dunia itu adalah penjara seorang mukmin dan Surga bagi orang kafir." Mereka memperoleh berbagai kenikmatan sebagai kenikmatan yang diberikan dalam kehidupan dunia mereka saja. Sementara di Hari Kiamat nanti mereka akan memperoleh ganjaran dari perbuatan mereka.

    ======================
    hari/tqnggal: rabu, 9 sep 2015
    Ustz. Tri setyorini
    Tema: kehilangan
    Nanda M111

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment