Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » Keutamaan Dan Tujuan Membaca Al Qur'an

Keutamaan Dan Tujuan Membaca Al Qur'an

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 2, 2015


Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .

Berikut ini akan kita bahas secara singkat mengenai "Keutamaan Tilawah (membaca) Al-Qur’an dan Ahdaf (tujuan) membaca Al-Qur’an". Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.


  • Keutamaan Tilawah Al-Qur’an
1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
    a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
        Allah SWT berfirman,

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾

“Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)
 

    b. Menuntun ke jalan yang lurus.

       Allah SWT berfirman,


إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا ﴿٩

“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).

    c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya

Allah SWT berfirman,


لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴿٤٢

“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).

2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.

Rasulullah SAW bersabda:


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.

Rasulullah SAW bersabda,


اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).

4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.

Sabda Nabi SAW,


الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an  dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.”  (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.) 
 
5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.

Sabda Nabi SAW,


مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)

6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.

Sabda Nabi SAW,


إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab). 
 
7. Turunnya rahmah dan sakinah

Sabda Nabi SAW,


مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ وَيَتَعَلَّمُونَ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah). 
 
8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi) 
 
9. Bukti hati yang terjaga/melek.

Rasulullah SAW bersabda,


إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ

“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
 


  • Ahdaf (Tujuan) Tilawah Al Qur’an
1. Ibadah
Allah SWT berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴿٥٦﴾

“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah SWT berfirman,

لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ﴿١١٣﴾
“Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).” (QS. Ali Imran: 113)

2. Tsaqofah

Allah SWT berfirman,


وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴿٨٩﴾

“Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Nahl: 89)


Referensi: Riyadhushshalihin



*****TANYA – JAWAB*****

1. Ustad tsaqofah artinya ?
JAWAB ➡ Pengertian TsaqofahTsaqafah menurut arti bahasa di dalam kamus Al-Muhith, ia berasal dari kata tsaqufa yang berarti pandai dan cepat di dalam memahami sesuatu atau mahir.  Menurut arti istilah, terdapat perbedaan ungkapan di dalam memberi definisi tsaqafah, namun yang mendekati kebenaran, sebagai berikut:
a.Pengetahuan yang didapat dengan jalan belajar (talaqqi) atau temu muka dengan guru dan penyebarannya secara istinbath.
b.Tsaqofah merupakan konsep pemikiran dan pandangan hidup atau suatu ideologi tentang alam semesta,  manusia dan kehidupan.
c.Tsaqofah merupakan konsep pemikiran dan pandangan hidup tertentu yang telah membentuk pola pikir dan perilaku suatu masyarakat.Masing-masing masyarakat atau bangsa memiliki tsaqafah (pandangan hidup) atau way of live yang  berbeda-beda sesuai perbedaan ideologi dan pemikiran yang mereka yakini.


Tsaqafah islamiyah berarti seluruh konsep pemikiran dan pandangan hidup berdasarkan ajaran/aqidah Islam tentang alam semesta, manusia dan kehidupan. Jadi, seorang muslim di dalam memandang fenomena dan realita kehidupan harus berlandaskan Aqidah Islam. Oleh sebab itu, ketika terjadi pe-ristiwa gerhana matahari pada masa Rasulullah n, banyak orang yang mengaitkan dengan kematian Ibrahim, putra Nabi, maka beliau n langsung naik mimbar dan berkhutbah untuk meluruskan kekeliruan tersebut,إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَشِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ دِحَيَاتِهِ.“Sesungguhnya matahari dan bulan bagian dari tanda-tan-da kekuasaan Allah, dan tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang.” (H.R. Al-Bukhari)Rasulullah  menolak dan membantah dengan tegas bahwa gerhana matahari ada kaitannya dengan kematian putranya sebab keyakinan atau pandangan seperti itu bertentangan de-ngan aqidah Islam.Seluruh gaya hidup, pola pikir dan perilaku seorang mus-lim harus berpijak pada ajaran dan aqidah Islam, dan tidak boleh bertolak-belakang. Seorang muslim dilarang meniru dan mengambil tsaqafah ideologi agama lain sebab tsaqafah berkaitan erat dengan aqidah, di dalam pembentukan kepribadian. Maka ketika Umar datang membawa secarik tulisan Taurat lalu berkata, “ Wahai Rasulullah, ini ada secarik tulisan Taurat.” Maka beliau diam kemudian Umar membacanya, tiba-tiba muka beliau berubah lalu Abu Bakar berkata,” Cela-kalah kamu, tidakkah engkau melihat wajah Rasulullah?” Lalu Umar melihat ke arah wajah Rasulullah dan berkata,” Aku berlindung kepada Allah dari murka Allah dan murka Rasul, kami rela Allah sebagai Robb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.” Maka Rasulullah n ber-sabda,
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ بَدَا لَكُمْ مُوْسَى فَاتَّبَعْتُمُوْهُ وَتَرَكْتُمُوْنِيْ لَضَلَلْتُمْ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيْلِ وَلَوْ كَانَ حَيًّا وَأَدْرَكَ نُبُوَتِيْ لاَتَّبَعَنِيْ.“

Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, jikalau Musa berada di tengah-tengah kalian lalu kalian mengikutinya pasti kalian akan tersesat dari jalan yang lurus, seandai-nya beliau masih hidup dan mendapati kenabianku, pasti beliau akan me-ngikutiku.”(H.R. Ad Darimi)


2. Ustadz, maksud dari point 6 Pada sabda nabi SAW, " dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini" maksudnya apa ya ustadz? Apa jika dalam suatu daerah sudah tidak ada lagi yang mmbaca al-qur'an maka akan terkena azab?
JAWAB ➡ Artinya jika umat ini mulia karena melaksanakan, berlandaskan al quran. Sebaliknya akan jatuh dan hina karena meninggalkan Al Quran.


3. Bukankah taurat juga kitab dari Allah juga ya Ustadz ?
JAWAB ➡ Ya demikian juga zabur dan injil... Namun syariat sempurna dibawa oleh penutup para Nabi, yaitu Muhammad SAW dengan Al Quran..
satu satunya kitab yang tak ada keraguan dan bebas dari tangan tangan jahil, di jamin keasliannya langsung oleh Allah SWT.
 

Kajian kita tutup ya bunda....semoga kajian hari ini bermanfaat bagi kita semua.
Jazakillah khayran ustadz atas materi yang disampaikan.
~~~~~~~~~~~~~~
 
Kita tutup dg membaca hamdalah dan doa kafaratul majelis..

Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.                             
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
===============================================
Rekapan Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Group M11

Rabu, 18 Dzulqodah 1436 H / 2 September 2015 M
Pemateri : Ustadz Doli
Tema : Keutamaan & Tujuan Membaca Al Qur'an
Admin : Ummu Euis & Imah
Notulen : Imah
Editor : Athariyah

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment