Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , » Lari dari Medan Perang (Desersi) Salah Satu Dosa Besar

Lari dari Medan Perang (Desersi) Salah Satu Dosa Besar

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 17, 2015



Assalamu'alaikum, alhamdulillah, sehat semua nanda?kita sampai mana ya membahas dosa besar? Apakah sihir  dan durhaka sudah dibahas?
Naam... coba kita lanjutkan sedikit lagi materinya..pertanyaan boleh meliputi semua materi tentang dosa besar ya... dll.

Lari dari Medan Perang (Desersi)

15. Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). 

16. Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah meraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. (8. Al Anfaal : 15-16)

Dari ayat di atas dapat diambil beberapa ibrah sebagai berikut:

Seorang mu’min yang berjihad di jalan Allah wajib menanggung penderitaan karena sebenarnya umur ada di tangan Allah.
Lari dari medan tempur merupakan dosa besar karena dapat mendatangkan bahaya bagi tentara Islam dan kaum muslimin. 

Rasulullah bersabda, "Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan…" yang salah satunya adalah lari dari medan perang.
Boleh lari dari medan perang jika merupakan strategi untuk mengecoh musuh, bergabung dengan pasukan lain, dan dalam keadaan darurat.
Pertolongan ada di tangan Allah, maka wajib bagi setiap mu’min untuk bertawakal kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal.

Persaksian Palsu

Allah dan rasul-Nya mensejajarkan persaksian palsu dengan syirik.
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan yang dusta. (22. Al Hajj : 30)

Dan dalam hadits, Rasulullah bersabda, "Pada hari kiamat, tidak akan bergeser kedua kaki orang yang bersaksi palsu sehingga wajib baginya neraka" (HR Ibnu Majjah dan Hakim).

Orang yang bersaksi palsu berarti telah melakukan beberapa dosa besar sekaligus:

1. Dosa menipu
Rasulullah bersabda, "Seorang mu’min bisa diberi watak apa saja kecuali khiyanat dan dusta" (HR Al-Bazar dan Abu Ya’la).

2. Dosa berbuat aniaya kepada orang yang mendapatkan hukuman karena persaksian palsunya, sehingga ada seseorang yang diambil hartanya, direndahkan martabatnya, dan dihilangkan nyawanya tanpa haq.

3. Dosa berbuat aniaya kepada seseorang yang mendapatkan keuntungan karena kesaksian palsunya, sehingga orang tersebut masuk neraka. 
Rasulullah bersabda. "Barang siapa yang mendapatkan harta saudaranya tanpa haq, karena keputusan saya, maka hendaknya jangan ia mengambilnya, karena aku memberikan kepadanya sepotong api neraka’ (Muttafaq ‘alaih).

4. Dosa menghalalkan apa-apa yang diharamkan dan dijaga oleh Allah, baik berupa harta, harga diri maupun darah.


Maraji’
Arba’in Nawawi, Imam Nawawi
Kitab Riyadhus Shalihin, Musthafa Al Bayanuni

Tanya jawab
1. Assalamualaykum ustadz,  maksud menghalalkan apa2 yanng diharamkan dan dijaga oleh Allah,  baik berupa harta, harga diri maupun darah apa ya? mohon penjelasannya ustadz

Jawab: 
Secara umum mwnghalalkan yang haram adalah menghukumi sesuatu halal padahal Allah tlah mengharamkannya dengan tegas, misalnya judi, zina, miras, riba...
Namun yang dimaksud dengan keterangan di atas adalah, akibat persaksian palsu maka sesuatu yg haram menjadi halal, misalnya...
seseorang bersaksi palsu di depan hakin bahwa seseorang itu mencuri, padahal tidak. Maka secara tdk langsung dia telah menghalalkan kehormatan si tertuduh

2. 7 dosa besar itu apa aja ustad.? Afwan data hilang semua kemaren..

Jawab: 
"Tidakkah aku ceritakan kepadamu tentang dosa-dosa yang besar (3x). Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah’. Beliau bersabda, ‘Yaitu menyekutukan Allah, durhaka pada orang tua -pada waktu itu beliau bersandar kemudian duduk, kemudian bersabda- demikian juga persaksian palsu dan ucapan palsu’. Beliau selalu mengulang-ulangnya sehingga kami berkata, ‘Andaikan beliau diam’" (HR Bukhari Muslim).

"Beliau bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan (7 dosa besar)’. Mereka berkata, ‘Apa saja, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, berpaling dari medan perang, dan menuduh keji wanita mu’minat baik-baik’" (HR Bukhari Muslim).

3. Mengenai memakan harta anak yatim ustad, ketika seorang anak sudah mampu bekerja dan menghidupi dirinya sendiri, namun memang sudah tidak memiliki ayah, itu kan bukan termasuk yatim ya ustad... Nah kebetulan si anak ini memiliki banyak adik, yg hampir tiap bulan mendapat uang sedekah dari kerabat alm. ayah si anak,  bagaimana hukumnya ketika si anak ikut makan uang tersebut ust, jazakallah khoyr..

Jawab: 
Yang dimaksud dengan makan anak yatim, adalah memakan harta anak yatim yang dia belum cukup dewasa dan paham dalam mengelola hartanya tersebut

4. Kalau kasusnya seperti diatas ustadz?

Jawab: 
nomor 3 itukan si anak sudah bekerja, artinya dia sudah paham haknya...
dia sdh dianggap mampu mengelola hartanya, mau diinfaqkan semuanya pun terserah dia

5. Jika si anak tinggal satu rumah dengan adik-adiknya dan makan bersama mereka bagaimana ustadz?!

Jawab: 
ya asal si anak ikhlas dan sewajarnya dia ikhlas...ya ga apa

6. Ustad kalo misalnya begini, orang kerja diluar negeri jadi tki itukn 1 rumah ga boleh ma sodaranya ato anaknya.. kalo bawa anaknya diaku orang lain gimana hukumnya ustad? Itu termasuk apa..
Peraturan bekerja disanakan ga blh satu rumah/majikn dg kerabatnya.. nah kerabatnya itu diakui/dicatatkn sbg orang lain bukan sodara. Itukan bohong ustad, Apa itu termasuk kesaksian palsu? termasuk gmn itu?
Jawab
Ya, berbohong seperti itu selain juga tak baik, juga membahayakan di dunia, karena melanggar aturan yang ada.





kita akhiri ya shalihah dengan Doa Kafaratul Majelis :

Bissmillahirrahmanirrahim...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Aamiin ya rabbal alamiin

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kajian Online Hamba الله SWT 2015

Hari,tanggal: Selasa, 17 Maret 2015
Narasumber: Ustadz Doli D Sanusi
Tema: Dosa Besar (lanjutan)

Notulen: Rima
Editor : Ana Trienta

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment