Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Menjaminkan Diri kepada Allah

:: Embun Pagi ::

Kamis, 10 September 2015

Menjaminkan Diri kepada Allah

-Bunda Rochma Yulika (Pengurus Kajian Online Hamba Allah)-


Menjaminkan Diri Kepada Allah

Kehidupan yang kita jalani ini tak lain milik Allah. Kita sebagai hamba wajiblah menaati segala perintah Nya. Kadang memang terasa berat namun, bila kita melakukan karena cinta kepada pasti kemudahan kan kita dapatkan.

Rencana Allah memang tak selalu indah menurut pandangan kita. Juga bukan yang terbagus. Rencana Allah itu selalu yang terbaik. Sayangnya kita sebagai manusia tak mampu melihat misteri yang ada di depan. Namun keyakinan dan berprasangka baik pada setiap ketetapan Allah itu yang kita wajib lakukan.

Menjaminkan diri kepada Allah tak lain seperti halnya mewakafkan diri kita untuk mengabdi pada Nya, memperjuangkan din Nya, serta rela berkorban demi tergaknya kalimatullah di muka bumi ini.

Dalam An Nahl : 97 dikatakan,"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami berikan kepadanya belasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan."

Ada beberapa jaminan yang akan kita dapatkan kala kita telah menjaminkan diri kepada Allah.

1. Ketenangan jiwa kan didapat kala kita banyak dzikir.
Dzikir adalah sumber kehidupan bagi hati, jalan terbukanya hati, bahkan dzikir merupakan jalan terbukanya kemudahan.

Ibnu Taimiyah menasihati,"Aku tak kan kuat menjalani kehidupan sepanjang hari tak kan kuat sebelum sarapan ini."

Yang dimaksud "sarapan ini" adalah dzikir. Dzikir itu kekuatan kita. Dan kekuatan itu berawal di pagi hari.

Ibnul Qayyim menyebutkan, "Aku mendengar Ibnu Taimiyah berkata,"Dzikir bagi hati seperti air dengan ikan. Bagaimana keadaan ikan jika ia ditinggalkan air?"

Maka hubungan hamba bukan sekedar bermunajat saja pada pagi dan sore, namun mengingat Allah kapan saja dan dimana saja juga dalam keadaan apapun. Suka duka, sedih gembira.

2. Perlindungan dan Rasa Aman kita dapatkan dengan Tawakal.
Berserah diri kepada Allah akan melahirkan rasa aman dan terlindungi.

Manusia pada dasarnya itu faqir. Tak punya apa-apa. Hanya Allah yang ia punya. Namun mereka tak menyadari akan hal itu. Kala harta meninggalkan kita, anak, suami atau kerabat juga teman misalkan meninggalkan kita, tak sedikit pun Allah kan meninggalkan kita.

Hidup manusia berbatas. Semua rasa, peristiwa kan datang silih berganti. Dan tugas kita hanya menyikapinya dengan sabar dan syukur dalam setiap keadaan.

3. Mendapatkan kemudahan bila kita menjadi manusia yang bertaqwa.
Taqwa adalah jalan menuju hidayah, petunjuk dan istiqamah dalam menjalankan agama Allah, seperti yang diperintahkan oleh Nya.

Ketaqwaan pada Allah Azza wa Jalla adalah modal kekayaan inspirasi, sumber cahaya, dan karunia yang melimpah..

Hikmah yang akan hadir ketika Taqwa tersimpan dalam diri kita:

1. Karunia berupa cahaya yang akan menerangi perjalanan manusia
2. Jalan keluar yang menentramkan batin walau besar dan rumit problema yang dihadapi
3. Menjadi manusia yang selalu hati-hati dan senantiasa waspada dalam menapaki perjalann hidup ini.
4. Menumbuhkan Furqan, yakni mampu membedakan antara yang haq dan bathil.

Taqwa lahir sebagai konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh. Taqwa hanya dimiliki oleh siapa saja yang berusaha menggenapkan ketaatannya pada Allah Aza wa Jalla.

Taqwa itu kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut yang terus menerus, selalu waspada dan hati-hati.

 4. Mendapat kemenangan dengan kesungguhan dan jihad menegakkan agama Allah.
Allah telah menentukan, bahwa kemenangan dan pertolongan Nya sangat dekat bila kita sebagai hamba mampu menjalani sebab-sebabnya.

Dan Allah sebagai Rabbul asbab, telah menjelaskan sebab-sebab sampainya kemenangan dan pertolongan ada dalam kitab Nya.

Hal yang paling penting adalah dari sampainya pada sebab itu, yakni adanya kesungguhan untuk berjuang menegakkan kebenaran dan mampu menjalani segala kaidan yang ditetapkan.

Al Izzatu Lillahi Wahdah

Keyakinan modal utama.....
Doa penopangnya.........
Usaha jalannya.....
Tawakkal untuk hasil akhirnya 

“Hakekat iman tidak akan terbukti kesempurnaannya dalam hati seseorang sampai ia menghadapi benturan. Karena di sinilah seseorang melakukan mujahadah sebagaimana seseorang melakukan bersungguh-sungguh kepadanya untuk menghalanginya dari keimanan."

Kesuksesan hanya akan sampai kepada mereka yang senantiasa memaksimalkan seluruh potensi dan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
Kesuksesan tidak akan bersanding dengan orang yang hanya setengah-setengah dalam melakukan usaha apalagi malas malasan.

Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bisa bertahan lebih lama. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bekerja dan terus bekerja. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang mengerti saatnya bekerja keras dalam mencari penghidupan maupun mengambil kesempatan berkiprah di jalan dakwah ini.

Jalan mana yang kau pilih Saudaraku......?
Sesungguhnya hidup manusia berada di persimpangan jalan, yakni jalan kebenaran yang akan mengantarkan perjumpaan dengan sang Maha Pencipta.
Sedang jalan kedua, jalan kesesatan yang akan menjerumuskannya ke lubang kesengsaraan, yakni masuk ke neraka.  

Sahabat surgaku...
Hidup ini hanya sebentar maka jangan biarkan tertukar
Hidup ini hanya selintas makan jangan biarkan diri tergilas
Hidup ini sangat sesaat jangan biarkan jiwa kita tersesat

5. Mendapat pahala dan ketegaran lantaran kesabaran.
Sabar adalah kekuatan menahan dan meredam.

 RAHASIA BERSABAR

Seseorang mampu bsabar krn ia MENGETAHUI adanya konsekwensi yg baik jika ia bersabar & ada akibat yg buruk jika ia tidak sabar. Seorang buruh rela bsabar bekerja keras karena tahu di akhir bulan ia akan digaji. Seorang karyawan bersabar dimarahi atasannya karena ia tahu kalau ia tidak sabar dimarahi, ia akan lebih dimarahi lagi.

Rahasia Bersabar

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Demikianlah, orang2 mulia mampu bersabar krn tahu balasan dari sabar adl sesuatu yg tak terhingga, yaitu kebahagiaan di akhirat.

"Tidak ada seorangpun yg bersabar thdp kesulitan hidupnya kecuali aku akan mjadi penolongnya nanti di hari kiamat" (HR Muslim)

Dalam ikhtiar harus ada sabar
Meski diri harus terkapar, bangkitlah segera untuk tegar
Dan Ketika dosa mengakar sertai selalu dengan istighfar

Dalam setiap usaha harus ada doa
Meski lelah menyesakkan jiwa jalani dengan lapang dada
Dan ketika raga didera derita tetaplah istiqamah di jalanNya

Dalam hidup harus ada semangat
Agar jiwa tak mudah berkarat
Jangan mudah gentar meski beban hidup terasa berat
hingga menjadi jiwa-jiwa yang selamat

Dalam dakwah harus ada amanah
Meski harus berlelah niatkan semua karena bagian dari ibadah
Dan ketika harus bersusah payah, yakinlah semua kan berupah.

Div BBnA-HA/A/ 05/ 10/IX/2015

==========================================

Follow us

twitter : @kajianonline_HA
fb : KAJIAN ON LINE-HAMBA ALLAH
Web : www.hambaAllah.net

Ayo kirim karyamu

Akhwat :
Tuwuh+6281290734391
Ana +6287788217444

Ikhwan :
Ridho+6289623801053
Jaka+6285716479466

®Post by
:: EmbunPagi
www.HambaAllah.net