Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MENJEMPUT HIDAYAH DI BULAN DZULHIJJAH

بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. Didalam hitungan tahun Hijriyah, ada 4 bulan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'alaa.  Tiga diantaranya berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram. Adapun satu bulan lainnya yang terpisah adalah Rajab.


Pada bulan-bulan mulia tersebut, pahala yang akan diberikan oleh Allah berlipat ganda bagi yang melakukan suatu kebaikan. Demikian pula balasan keburukan juga akan lilipat gandakan dosanya.
Allah ta'ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram (mulia). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri dalam bulan yang empat itu” (QS. at-Taubah: 36)

Apabila kita merasa tak mampu maksimal dalam perbanyak amal kebaikan dibulan Dzulhijjah ini, maka seyogyanya kita berjuang untuk menahan dari segala pikiran dan perbuatan yang hanya akan berakibat bertambahnya beban dosa kita. Mari kita manfaatkan moment berharga ini sebagai peluang menuai kasih dan ridho Allah dengan merencanakan secara serius target-target urusan akhirat kita. Keislaman kita semata-mata merupakan karunia Allah semata sehingga wajib disyukuri dalam bentuk penghambaan yang semakin sempurna.

Sikap yang mencerminkan penghambaan ini diantaranya adalah :
- memelihara keimanan dan 
- melazimkan pelaksanaan amal-amal sholih baik diwajibkan maupun yang disunnahkan. 

Inilah hal yang sangat vital bagi seorang Muslim untuk menuju kedudukan Mukmin. Target utama yang sebaiknya dihusung dibulan mulia ini adalah rencana-rencana besar yang dapat menjadi sebab turunnya tambahan Hidayah Allah kepada diri kita.  Diantaranya adalah 3 hal berikut :

1. Hijrah
2. Mujahaddah
3. Istiqomah

Mari kita mulai renungkan satu per satu dari 3 jenis target mulia tersebut.
____________
🔳 HIJRAH 🔳
____________


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah : 218)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia." (QS. Al-Anfal : 74)

Hijrah ada beberapa kali disebutkan didalam Al Qur'an. Sebagai suatu perintah yang tentu didalamnya mengandung makna yang sangat dalam untuk kemaslahatan kehidupan dunia dan akhirat manusia. Dari 2 Kalimatullah diatas jika kita perhatikan akan dapat ditarik sebuah pengertian sederhana bahwa Hijrah adalah sebuah  perintah Allah bagi orang yang sudah beriman kepadaNya.

HIJRAH secara ungkapan sederhana bisa diartikan sebagai langkah untuk melakukan sebuah perubahan dari sebuah kondisi yang kurang baik menuju yang lebih baik. Atau meninggalkan segala hal yang buruk (dilarang oleh Agama) atau meninggalkan kondisi yang tidak kondusif untuk menjadikan dirinya taqwa menuju keadaan yang lebih baik, lebih positif dan yang jelas-jelas menuntun dirinya menjadi seorang hamba yang bertanggung jawab terhadap keislamannya dan konsisten dalam mematuhi segala hukum dan aturan yang ada pada Agamanya.

Oleh karena itu setiap langkah Hijrah harus memenuhi kaidah utama, yakni :
"Harus dilakukan atas dasar niat dan tujuan mencari ridho dan rahmat Allah semata. Dan untuk tujuan mendapat curahan maghfirah (ampunan) Allah atas dirinya."
___________________
🔳 MUJAHADDAH 🔳
___________________

Bersungguh-sungguh !
Dari kedua ayat Al Qur'an yang telah disebutkan terdahulu juga mengisyaratkan bahwa pada setiap perintah Hijrah maka Allah selalu menyertainya dengan perintah Jihad. Istilah Jihad ini dalam level pembahasan yang sederhana bisa dimaknai sebagai upaya bersungguh-sungguh dalam menuju jalan-jalan yang diridhoi Allah ta'ala.

Dalam perjalanan Hijrah seorang Muslim, setelah ia menancapkan Azzam (niat yang kuat) untuk berhijrah (baca: berubah), maka ia dituntut untuk melakukan pembuktian atas niat tersebut. Dan diantara yang paling penting adalah tentang kesungguhan. Yakni dimulai dari perubahan pola pikirnya yang selalu didasarkan atas keimanan hati menuju jalan-jalan yang diridhoiNya dan dibuktikan dengan perbaikan atas prilaku-amaliyahnya. Untuk mencapai tingkat kesungguhan yang ideal, tak jarang ia akan dihadapkan dengan berbagai ujian yang berat. Dari sini akan semakin tampaklah perjuangan dan kesungguhannya untuk mewujudkan niat hijrahnya. Oleh karena itu dalam setiap langkah Hijrah, seorang Muslim untuk menumbuhkan semangat perjuangannya harus memiliki mental ruhiyah yang selalu dipenuhi oleh rasa Cinta, Takut dan Harap kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Seorang yang berhasil dalam berhijrah akan terlihat pada kesungguhannya dalam usahanya mendasari seluruh aspek kehidupannya dengan kembali kepada jalan Islam. Apakah itu dalam aspek kehidupan  ketika ia berkeluarga, ketika bermuamalah dengan orang lain (seperti : berbisnis, bergaul) dlsb. Pola pikirnya tidak lagi terdikotomi bahwa Agama adalah hanya untuk urusan ibadah murni nya saja seperti Sholat, Zakat, Puasa dst.

Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam Surat Al Baqoroh ayat 208 :

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ)

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."
________________
🔳 ISTIQOMAH 🔳
________________

Setelah mantap dalam mengarungi perjuangan Hijrah yang dipenuhi dengan semangat Mujahaddah, maka hal terakhir yang terpenting adalah bagaimana seorang Muslim memelihara semua perjuangan mulia itu agar menjadi tabiat dirinya hingga akhir usianya.
Istiqomah akan mudah terbangun ketika seseorang menupayakan keberadaan hal-hal utama berikut :

1. Melazimkan Dzikrullah.

Karena dengan berdzikir kepada Allah maka seseorang akan selalu mengikatkan hatinya dengan Allah. Dan ketika hati selalu terjaga dalam mengingat Allah maka ia akan selalu memperhatikan ahlaqnya dan selalu menjaga ketaatannya kepada Allah. Rasa diawasi oleh Allah akan selalu menghiasi dirinya hingga senantiasa terjaga dari pebuatan-perbuatan tercela. Inilah yang mendorongnya untuk menerapkan semangat hijrahnya secara istiqomah.


Amal-amal dzikir ini yang paling utama adalah menegakkan Sholat dan melazimkan Qiro'atil Qur'an. Selain itu adalah melafadzkan kalimat-kalimat dzikirullah yang memiliki keutamaan yang sangat besar, yakni seperti bertasbih, bertahmid dan juga tahlil serta doa dan dzikir-dzikir yang dilazimkan oleh Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam pada pagi dan petang hari.

2. Melazimkan Shaum.

Shaum atau Puasa adalah sungguh memiliki keutamaan yang sangat besar untuk penjagaan istiqomah seorang Mukmin. Karena dengan Shaum hampir segala bentuk nafsu yang memicu kita untuk bertindak maksiat akan bisa terkendali.


3. Rajin Menuntut Ilmu Agama.

Ilmu adalah ibarat kekuatan pemberat seseorang atas segala amal sholihnya. Kwalitas sebuah amal adalah terletak dari keihlasan dan dasar ilmu yang dimiliki oleh pelakunya. Hingga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda bahwa seorang Mukmin yang sedang menuntut ilmu (Agama) maks baginya dibukakan oleh Allah jalan kemudahan menuju Syurga. Adapun ilmu yang wajib dipelajari oleh seorang Muslim diantaranya adalah:
  • Yang terkait dengan Aqidah: Termasuk termasuk mempelajari apa saja pembatal keislaman kita.
  • Tentang Halal Haram. Kemudian tentang Al Qur'an (apakah bagaimana cara bacanya dan memahami maknanya).
  • Ilmu tentang Fiqh Ibadah.
  • Ilmu Tafsir Qur'an dan Hadist Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.
Serta masih banyak lagi ilmu yang menjadi penyangga amal kita sehingga dapat menegakkan jiwa Taqwa kepada Allah ta'alaa.

4. Mencari Lingkungan yang Sholih.

Penjaagan menuju istiqomahnya hati antara lain juga sangat ditentukan oleh lingkungan dimana kita bergaul. Oleh karena itu telitilah pergaulan kita. Apakah orang-orang yang bersahabat dengan kita adalah orang-orang yang sholih yang selalu memberi menginspirasi kesholihan.  Ataukah yang justru menjauhkan kita dari Hidayah Allah.

5. Memanfaatkan Kekuatan Doa.

Menjadi seorang hamba yang baik dan utama yang hidupnya selalu berada didalam naungan Hidayah Allah, tentu harus dimohonkan kepada Sumber dan Pemberi Hidayah dan Kebaikan itu sendiri. Karena doa adalah sumber kekuatan dan pengikat hubungan yang kuat antara seorang hamba dan Robb nya. Doa juga merupakan cermin dari bentuk penghambaan yang afdhol. Karena inti dari ubudiah adalah penghambaan dan didalam aktivitas doa. Ungkapan kebutuhan perolongan dan pengakuan betapa lemahnya diri sang hamba dihadapan Tuhannya adalah sikap yang ideal untuk disebuah penghambaan. Oleh karena itu manfaatkan baik-baik setiap moment berdoa.

Demikian kiranya bahasan terkait bagaimana kita merencanakan penataan diri kita untuk menjadi lebih baik. Mari kita manfaatkan bulan Dzulhijjah ini sebagai Starting Point untuk berusaha MERENUNGI, MENITI dan MEMOHON atas Hidayah kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
Akhiru kalam ...
Billaahi taufiq wal hidayah.

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

TANYA JAWAB

Pertanyaan M01

1. Assalamualaikum wr wb, mengenai berqurban Bun, bagaimana sebenarnya menurut pandangan islam jika di suatu kantor memaksakan untuk melaksanakan ibadah qurban tapi uangnya berasal dari uang perjalanan dinas fiktif bukan dari pribadi.
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Ibadah Qurban adalah ibadah yang sangat besar nilainya disisi Allah. Dan Allah tidak nerima ibadah hambaNya yang berasal dari niat yang tidak ihlas karenaNya dan juga dari harta yang haram. Waallahu a'lam bisahowwab.

Pertanyaan M04

1. Ustadzah, mau bertanya tentang puasa arafah, dimana puasa ini sangatlah utama di bulan Dzulhijah ini, jika saya masih punya hutang puasa romadhon, bagaimana hukumnya ya?
Jawab : 
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Waktu untuk membayar hutang puasa Ramadhan masih lama sayang. Silahkan puasa sunnah Arafah dulu insyaAllah tak apa.

Tips menyambut Hari Arafah ;
📖 Tips Menyongsong Hari Arafah: Rabu, 9 Dzulhijjah 1436H / 23 September 2015M.
👉 Selami jadwal berikut, lalu praktekkan pada hari ‘H’ nya.
  • Tidurlah lebih awal di malam Arafah untuk saving energy, persiapan ibadah penuh pada Allah SWT.
  • Bangun sebelum subuh. Makan sahur secukupnya sambil berniat puasa Arafah.
  • Lakukan shalat Tahajjud minimal 4 rakaat. Berdoa dikala sujud untuk kebaikanmu dunia-akhirat. Jangan lupa teteskan air mata. Kalau ngga bisa, paksain aja nangis. Moga Rahmat & Ampunan Allah SWT turun untuk mu di malam itu. Tutup tahajjudmu dengan shalat witir.
  • Jelang subuh manfaatkan waktu tersebut dengan beristigfar sehingga engkau termasuk golongan orang yang beristigfar dikala sahur (وبالأسحار هم يستغفرون)
  • Siap-siap shalat subuh. Menjelang azan, gunakan sejenak untuk muhasabatunnafsi (introspeksi diri). Ambil wudhu dan rasakan ketika itu dosa-dosa mu gugur satu per satu bersama tetesan akhir air wudhumu.
  • Jangan lupa baca doa setelah wudhu.
  • Sholat subuh berjama’ah. Bayangkan jika itu adalah shalat terakhirmu.
  • Lalu duduk bersila, teruskan dengan berzikir. Awali zikirmu dengan takbir.
  • Setelah itu lanjutkan dengan tasbih, tahmid, tahlil, istigfar dan seterusnya, juga baca Azkar Pagi hingga masuk waktu syuruq.
  • Setelah berlalu 15 menit pasca syuruq shalat lah 2 rakaat agar ibadah mu pagi itu tercatat sama pahalanya dengan haji & umrah. Jangan sekali-kali engkau sia-siakan kesempatan itu.
  • Setelah itu, boleh pilih; istrahat atau gunakan seluruh kesempatan itu untuk berzikir, tilawah qur’an dan berdoa.
  • Atau tidur satu jam dengan niat saving energy untuk ibadah selanjutnya.
  • Bangun tidur langsung berwudhu dan shalat dhuha minimal 4 rakaat. Lakukan variasi ibadah untuk menghindari kejenuhan.
  • Shalat zuhur berjama’ah. Lalu bertakbir, bertasbih dan baca Al-Qur’an.
  • Jika memungkinkan, akses internet, buka program yang menyiarkan live khutbah Arafah. Simak pesan-pesan khutbahnya. Ikrarkan diri tahun ini adalah tahun penerapan pesan-pesan Ilahi seutuhnya dalam kehidupan mu sehari-hari.
  • Shalat asar berjama’ah, sambung dengan takbir dan azkar sore.
  • Baca Al-Qur’an hingga menjelang satu jam sebelum magrib. Lalu mulailah berdoa dengan khusyu. Coba bayangkan engkau sedang berdiri di hadapan Allah Rabbul ‘izzati wal jalal. Jangan lupa mendoakan saudara-saudari muslim yang teraniaya, terzhalimi diluar sana, diamanapun mereka berada.
  • Berdoa juga pada Allah agar sebelum matahari terbenam engkau telah terbebas dari siksa neraka.
  • Semoga engkau mendapat taufik & inayah dari Allah dalam menjalankan tips-tips ibadah & ketaatan ini. Dan mudah-mudahan juga Allah yang Pengasih dan Penyayang menerima segala usaha, amal shaleh dan permohonanmu.
  • Ketika azan magrib berkumandang, pastikan engkau langsung ta’jil buka puasa. Ingat, doa orang berpuasa tidak pernah ditolak oleh Allah SWT.
  • Jangan lupa reminder family & karib-kerabat serta orang-orang yang engkau cintai dengan amalan agung ini. Syurga terlalu luas kalau hanya kita masuki seorang diri.
  • Insya Allah surga Firdaus dengan segala kenikmatannya kan menanti mu.

📝 ~Don’t say I can’t do it, but try! May Allah make it easy for you~

2. Bunda mau tanya juga kalo kita USG dalem itu membatalkan puasa ga yaa?
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم InsyaAllah tidak say. Tetapi usahakan pilih dokter yang wanita ya. Dan yang muslim. Atau lebih baik tunda USG nya sampai tidak sedang puasa

Pertanyaan M09

1. Apabila saya sekeluarga berhijrah ke tempat yang lebih baik dengan niat ingin mencari Ridho-Nya apakah ini jalan yang terbaik ust, apakah bakal di Ridhoi oleh-Nya? Jazakallahu khair atas jwbnya..
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Jelas bunda ... In syaAllah pasti akan Allah ridhoi sesuai janjiNya berikut:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah : 218)

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia." (QS. Al-Anfal : 74)
Waallahu musta'an.

Pertanyaan M15

1. Bagaimana hukum seorang yang puasa di hari dimana umat lain sudah ada yang menjalankan sholat ied..
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Dalam Syari'at agama kita dilarang berpuasa saat 2 eid.  (Iedhul Fitri dan Iedhul Adha). Dan perintah untuk sholat ied dimana masyarakat disekitar kita telah banyak yang melaksanakan saat itu.

Pertanyaan M18

1. Afwan ustadzah boleh minta tips ato kiat-kiat agar bisa istiqomah Hijrah?? kadang iman naik turun.. jazakillaahu khayr
Jawab :
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Ingatlah bahwa hidup kita didunia ini hanya sebentar dan sangat sebentar dibanding kehidupan akhirat yang Abadi. Jika semasa hidup kita didunia ini tidak segera kembali kepada jalan Allah dan semakin memperkuat kwalitas keimanan dan ketaatan kita maka kapan lagi kita akan mulai ? Sementara ajal kita tidak tahu kapan datangnya. Yang jelas umur kita hakikatnya tidak semakin bertambah tetapi semakin berkurang atau semakin berdekatan dengan akhir ajal. Oleh karena itu ingat selalu setiap hendak mundur dari perjuangan hijrah ini. Betapa buruknya kondisi yang demikian itu.
Perhatikan firman Allah berikut :

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa´at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (QS. Al-An'am : 70)

Silahkan direnungkan, apakah kita akan mengikuti jalan yang diserukan syetan lewat tipuan dunia, ataukah kita memilih kehidupan hijrah yang didunia akan dirahmatiNya dan diakhirat akan menerima balasan dariNya yang lebih sempurna.
Waallahu a'lam bishowwab

Tips nya :
a. Rajin menuntut ilmu dan setiap ilmu yang diterima lamgsung diamalkan.
b. Bergaul dengan saudara/i Muslim yang sholih.
c. Banyak istighfar. 
d. Melazimkan Tahajud. 

Pertanyaan M20

1. Mau bertanya ustadzah...apakah kita wanita lagi haid kalo berdoa itu boleh ustadzah dan apakah boleh melafaskn alfatihah ato ayat yang lain dan apakah doa kita sampai ayo di terima oleh Allah karena kita dalam tidak suci ustadzah, 
Jawab : 
بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم Sangat boleh sayang. Justru ketika seorang wanita haidh maka jangan putus dari berdzikir kepada Allah. Berdoa termasuk berdzikir. Baca ayat-ayat Allah juga boleh, walaupun dalam hal ini ada khilafiyah, sebagian ulama membolehkan dan sebagian melarang. Tetapi khusus saya tekankan untuk doa maka harus tetap kita lakukan agar hati kita tidak kosong dari mengingat Allah. Sehingga syetanlah yang akan masuk kedalam pikiran kita. Ok. Waallahu a'lam bishawwab

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 22 September 2015
Narasumber : Ustadz Endria Sari Hastuti
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda