Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MOVE ON

Bahas tentang move-on ah...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pertanyaan :
kalau dengar/baca frase "move on" apa yang terpikir pertama kali?

>Perubahan... terutama kaitannya dengan "gagal move on"
>Cinta mungkin ya

Dalam sebuah buku karangannya, Ibnu Qoyyim membahas panjang lebar tentang cinta dan move on. Move on dari mabuk karena cinta tentu tidaklah mudah. Ada juga yang gagal move on dari permusuhan dengan saudara kandungnya sendiri. Ada juga yang gagal move on dari kegagalan karir dan bisnis. Bagi yang pernah merasakan tentu bisa memahami, beratnya move on. Apalagi dari kisah-kisah seperti kisah kasih yang terlarang, biasanya dihiasi dengan keindahan sebagai talbisul iblis.

Saya ingin memulai dari kisah sahabat yang bernama Wahsyi radhiallahu anhu. Siapa yang tak kenal Wahsyi? Ingat peristiwa syahidnya paman Nabi yang bernama Hamzah? Wahsyi adalah orang yang tombaknya menembus tubuh Hamzah dan menjadikannya syahid. Ketika Makkah dibebaskan oleh pasukan kaum muslimin, Wahsyi melarikan diri dari Makkah karena takut atas perbuatannya tersebut. Sekian lama ia menghindar, lalu ia mendengar bahwa Rasulullah adalah seorang pemaaf, dan terbitlah niatnya untuk bersyahadat dihadapan baginda Nabi. Ketika ia akhirnya menghadap dan bersyahadat, Rasulullah meminta Wahsyi menceritakan bagaimana kronologi terbunuhnya Hamzah pamannya. Selesai Wahsyi bercerita, apa permintaan Rasulullah kepada Wahsyi? Setelah selesai bercerita, Wahsyi diminta Rasulullah untuk menghindar dari pandangan matanya, kenapa? Ada yang punya jawabannya kah? bukankah Rasulullah pemaaf? bukankah Rasulullah terjaga dari talbis iblis?

Sebabnya adalah... Agar beliau tidak teringat kembali dengan kematian pamannya yang sangat-sangat merobek hatinya itu, jadi ... ada satu masa dimana kita mesti memutus habis bayang-bayang kenangan masa lalu, agar kita bisa move on. Misalnya, bagi seseorang yang ingin move on dari kisah cintanya yang kandas, apalagi bertentangan dengan syariat, maka jalan terbaik adalah menutup habis peluang tumbuhnya kembali kisah-kisah itu. Bukan karena kita benci, dendam, marah, atau tak sanggup memaafkan tetapi menutup peluang kembali hadirnya kelebatan kenangan itulah yang mesti dilakukan agar terhindar dari mudharat alias gagal move on

Harus kau tutup lembaran yang lalu itu, dan move on untuk menatap hari ini dan esok yang lebih baik. Jika sudah kau tutup celah itu rapat-rapat, maka lebih mudah bagi kita untuk istiqomah berhijrah menjadi lebih baik.  Demikian bahasan move on kali ini, singkat tetapi mudah-mudahan bermanfaat,
Jangan terjebak talbis iblis ... Kalau hati disibukkan dengan ibadah dan mengingat Allah, akan lebih mudah lagi untuk move on. Hindari curhat dengan lawan jenis apalagi tanpa solusi

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 02 September 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala