Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

PENGERTIAN NAFSU

Assalamu'alaikum
Bismillahi rohmanir rohim
Alhamdulillahi robbil 'alamin
Asyhadu allaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarr rosulullah
Allohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatho'tu a'uudzubika min syarri maa shona'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfirlii fa innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta..

Khaifa halukum yaa sholihah? Semoga kebaikan dari Alloh senantiasa menyertai kita semua. Baiklah pada kesempatan siang hari ini. Kita masih di pertemukan oleh ALLAH SWT tentunya ini adalah qudrah dan iradahNYA  yang telah tercatat di Lauhul Mahfudz. Ayyuhal Akhawtil kiraam Rahimakumullah

Dalam Al Qur'an, kata an Nafsu di sebutkan sampai 295 kali dalam, sedangkan di Hadits ada ratusan dengan berbagai macam artinya. Kata An Nafsu memiliki empat arti yaitu :

1. Jati Diri Manusia
2. Jiwa
3. Roh, dan
4. Manusia Seutuhnya...

Baiklah kita jabarkan Satu persatu Yaaah

A. Jati Diri Manusia

Jati diri manusia adalah hakikat manusia, sebagaimana firman ALLAH dalam QS Luqman ayat 34;
"Sesungguhnya hanya di sisi ALLAH ilmu tentang hari kiamat. Dia menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan di kerjakannya besok. Tidak ada seorangun yang dapat mengetahui di BUmi mana dia akan mati. Sungguh ALLAH Maha Mengetahui dan Maha Mengenal."
Rasulullah SAW bersabda : "Yang merupakan dosa-dosa besar adalah menyekutukan ALLAH, membunuh jiwa, durhaka kepada OrTu, dan berkata Dusta."
Juga dalam Hadits lain yang di riwayatkan oleh An Nasa'i dalam kitab sunannya
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan dari-pada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan menga-wasimu.” (QS. An-Nisaa’: 1)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzaab: 70-71)
Kalimat Khutbah hajat dalam Hadits diatas maksudnya untuk khutbah Nikah dan untuk yang lainnya, maka manusia harus meminta pertolongan kepada ALLAH untuk di berikan pertolongan sehingga keperluannya terpenuhi dengan sempurna.

Imam Asy Syafi'i berkata : " Disunahkan adanya khutbah pada setiap awal perjanjian seperti jual beli, nikah dan yang lainnya."

Apa yang terjadi Pada Manusia setelah dia Mati?
Kematian manusia terjadi dengan proses keluarnya Roh dari Raga, di ikuti dengan hilangnya kesadaran, berhentinya denyut jantung, dan paru-paru mulai terasa sesak dan berat menghirup napas. Demikian hal nya dengan kondisi ketika sedang tidur. Tidur adalah kematian Kecil, sebagaimana terjadi beberapa saat sebelum mati. Kondisi Organ kita berada dalam kondisi yang lemah aktifitasnya. Maka Rasulullah  mengajarkan kita Do'a setelah bangun Tidur. Kematian belum sempurna kecuali dengan keluarnya Ruh dan berakhirnya aktifitas seluruh Organ Tubuh dan sel Manusia. Disinilah terputusnya kehidupan seseorang di Dunia, dia kembali kepa Rabbnya dan Raga nya kembali menjadi Tanah.

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya, orang yang mati itu mengetahui siapa yang menandu jenazahnya." dan beliaupun bersabda : "Sesungguhnya, orang yang mati mendengar suara-suara kaki yang berjalan."

Akan Tetapi kenapa bisa terjadi demikian, sedangkan Raga telah terbungkus, kehidupan dah tak ada, indra nya pun tak berfungsi. Hanya ada Satu kemungkinan, yaitu bahwa pada saat itu, jiwa manusia menemaninya sampai raganya di kubur.

Hadits di atas menjelaskan kepada kita sehingga Rasulullah menegaskan dalam hadits yang berkenaan dengan itu. " Apabila kalian melihat jenazah, berdirilah sehingga jenazah meniggalkan kalian atau tlah di letakkan." Walaupun itu jenazah orang kafir. Rasulullah juga menegaskan agar kita berdiam diri bila ada jenazah melintas di hadapan kita....karna ada Jiwa Manusia yang mendampingi nya.

B. Jiwa Manusia

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah Hadits dalam Musnadnya..
"Setiap anak cucu Adam akan di uji dengan perbuatan Zina tanpa terkecuali, matanya berzina yaitu dengan melihat, tangannya berzina yaitu dengan meraba, jiwanya membayangkan dan mengatakannya, dan kemaluannya membenarkan perbuatannya itu ataupun mengingkarinya"
Dari Hadits ini di gambarkan bahwa kecendrungan Jiwa Manusia adalah kepada Zina. Cendrung kepada kemalasan, Cendrung kepada Harta Benda. Dan Zina merupakan bagian yang tak dapat di pisahkan dalam kehidupan anak cucu Adam. Maka kita di ajarkan untuk berdo'a

 اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الۡعَجۡزِ وَالۡكَسَلِ، وَالۡجُبۡنِ وَالۡبُخۡلِ، وَالۡهَرَمِ وَعَذَابِ الۡقَبۡرِ. اللّٰهُمَّ آتِ نَفۡسِي تَقۡوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنۡتَ خَيۡرُ مَنۡ زَكَّاهَا، أَنۡتَ وَلِيُّهَا وَمَوۡلَاهَا. اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنۡ عِلۡمٍ لَا يَنۡفَعُ، وَمِنۡ قَلۡبٍ لَا يَخۡشَعُ، وَمِنۡ نَفۡسٍ لَا تَشۡبَعُ، وَمِنۡ دَعۡوَةٍ لَا يُسۡتَجَابُ لَهَا).

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut, sifat pelit, pikun, dan azab kubur. Ya Allah, berilah kepada jiwaku ketakwaannya dan sucikanlah ia. Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikan. Engkaulah yang menjaga dan menguasainya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari kalbu yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak terkabul.”

Ayyuhal Akhwatil Kiraam
Sesungguhnya pada diri kalian lah pintu-pintu Zina itu akan terbuka. Maka berhati-hatilah. 

C. Roh

Dalam Qu'an Surah Az Zumar ayat 42 ALLAH Berfirman

اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٤٢) 

Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. Kita Lihat Bagaimana kondisi kita sedang Tidur

Roh merupakan bagian dari beberapa bagian inti manusia (roh, jiwa dan akal) dan urusan roh hanya di tangan ALLAH SWT, sebagaimana firman-NYA dalam Al Qur'an Al Isra' ayat 85 berikut, 
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Roh. Katakanlah, 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.' "
ALLAH SWT. berfirman tentang penciptaan Adam dalam Al Qur'an surat Al Hijr ayat 29 :
"Maka apabila aku telah menyempurnakan (kejadian) nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-KU ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."
Sebagian ahli hadits tlah keliru dalam menafsirkannya. Mereka menafsirkan bahwa ALLAH SWT. mengembuskan roh pada diri Adam, padahal yang benar adalah bahwa ALLAH SWT menisbahkan atau roh Adam kepada diri-Nya sebagai penghormatan dan pemuliaan bagi Roh tersebut, sebagaimana ALLAH menisbatkan Jibril kepda diri-Nya.
Berikut firman ALLAH QS Maryam 17 :
"Lalu dia memasang tabir(yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus Roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna."
Penisbatan roh kepada ALLAH SWT tidak menunjukkan roh tersebut merupakan salah satu sifat dari beberapa Sifat-Nya. Menurut Bahasa, penyandaran kepada ALLAH swt. ada dua macam yaitu :
Pertama; Sifat-sifat yang tak berdiri sendiri, seperti mendengar, melihat, berbicara, berkehendak dsb nya maka penyandaran ini merupakan penyandaran sifat kepada yang di sifati nya, seperti perkataan kita, "Ilmu ALLAH, Ucapan ALLAH, kehendakNya, pendengaranNya, penglihatanNya..." Semuanya sifat terdahulu bagi ALLAH dan bukan merupakan ciptaan-Nya.

Kedua; Penyandaran benda-benda yang tampak atau terlihat kepada-Nya seperti rumah pada Baitullah, Hamba-Nya, roh-Nya, Rasul-Nya dst-nya merupakan penyandaran ciptaan kepada penciptanya. Maksud nya adalah Penghormatan, Pengkhususan, dan Pemuliaan.

Jadi Roh yang di hembuskan kepada manusia merupakan ciptaan-Nya dan bukan merupakan sifat yang terdahulu bagi-Nya.

D. Manusia Seutuhnya

Manusia terdiri dari beberapa intisari yang berbentuk raga : roh, nafsu dan akal. Tetapi ALLAH juga banyak menyebutkan sifat-sifatnya yang buruk, dalam Al Qur'an..
"Dan jika Kami berikan rahmat kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih." (QS. Hud : 9)
"....Dan manusia itu memang sangat kikir." (QS. Al Isra' : 100)
"Apabila dia di timpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat." (QS. Al Ma'arij : 20-22)
Sehingga penciptaan Manusia ini sungguh sangat sempurna dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dalam Al Qur'an banyak sekali kemuliaan tentang Manusia dalam QS. Al Isra' ayat 70 "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam...."

Tidak ada pertentangan di antara Ayat-ayat yang menjelaskan tentang pemuliaan terhadap manusia dengan ayat-ayat tentang celaan terhadap manusia. Ayat-ayat tentang celaan di tujukan pada jiwa kemanusiaannya dan bukan pada sisi Raga manusia sebagai ciptaan ALLAH SWT.

Oleh Karena itu, kita harus bisa mengetahui siapakah manusia itu?
Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk di jawab. Karena ALLAH memang yang menyembunyikannya. Dalam QS. Al Kahfi ayat 51 : 
"Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan AKU tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong."
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang di bisikkan di dalam hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." QS. Al Qaaf : 16
Ayyuhal  Akhwatil kiraam
Dengan kita menghayati ayat-ayat Al Qur'an tetang penciptaan manusia, kita mendapatkan jawaban bahwa mansia merupakan sosok hidup yang bisa berfikir dan hidup

Bentuk Manusia yang di susun oleh ALLAH adalah raga manusia. Raga Manusia hanya merupakan bentuk yang menyusun Manusia dari trilyunan Sel-Sel yang terus berkembang dan mati (kecuali sel-sel Otak). Maka ketika raga mati, ia kembali ke tanah sebagaimana dia di ciptakan dari saripati tanah.

Kesimpulannya
Manusia itu terdiri dari beberapa inti sari (jiwa, akal, dan roh) yang di ciptakan oleh ALLAH bagi setiap manusia. Dengan perantara Raga (tubuh), manusia mampu mengungkapkan apa yang ada dalam dirinya dalam kehidupan dunia.

Bila ada yang mo di diskusikan di rangkum dulu yah...

TANYA JAWAB

Pertanyaan M116

1. Maksudnya Allah tidak meniupkan roh kepada Adam tetapi menisbahkan daripadaNya itu gimana?
Jawab
Yang di maksud adalah menisbahkan Adam sebagai Hamba ALLAH yang akan memegang amanah kekhalifahan sebagai bentuk Pemuliaan Adam sebagai makhluk yang lain bentuknya dan di ciptakan dari saripati tanah. Manusia bila dia menjadi bertakwa dan taat kepada ALLAH maka dia bisa melebihi Malaikat. Kita ambil contoh peristiwa Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW yang menemui ALLAH di Sidratul Muntaha. Malaikat JIbril AS tak bisa menemani Rasullah SAW. Di sini menunjukkan Kemuliaan manusia karna diberikan Nafsu dan Akal. Sedangkan hewan hanya di berikan Nafsu saja. Malaikat hanya di berikan Ketaatan yang mutlak. Tidak bisa memilih seperti Manusia. Kita sebagai Manusia adalah makhluk ALLAH yang luar biasa dalam penciptaannya

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (at-Tin: 4)

Bila manusia tak bisa mengendalikan nafsu nya dengan akalnya maka ia lebih rendah dari binatang ternak. Hanya jin dan Manusia saja yang punya paham Atheis. Bahkan yang sekarang yang sedang Marak Kasus LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan TransGender). Na'udzubillah. Hanya Manusia saja yang punya pemikiran yang seperti itu. Dan ini berulang kembali di zaman modern saat ini

Pertanyaan M110

1. "Rasulullah juga menegaskan agar kita berdiam diri bila ada jenazah melintas di hadapan kita....karna ada Jiwa Manusia yang mendampingi nya." Mohon di perjelas ustad maksud dari kalimat diatas, jazakalah
Jawab
Maksudnya Jiwa Manusia itu adalah Ruh yang mengikuti nya

2. Assalamu'alaikum, apakah orang yang telah meninggal karena kecelakaan rohnya akan gentayangan semacam arwah penasaran ustad?? pikiran seprti telah meracuni di kalangan masyarakat. Terus kalo mati suri itu hukumnya gimana ya Ust..
Jawab
Dalam Qu'an Surah Az Zumar ayat 42 ALLAH Berfirman

اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٤٢) -

Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

Semuanya adalah dalam kekuasaan ALLAH....bisa saja itu terjadi. Maksudnya Semuanya. Hal ihwal tersebut bisa menjadikan ibroh kita yang masih hidup

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 07 September 2015
Narasumber : Ustadz Ruly
Tema : SI
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 2