Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , » Percaya kepada hari Akhir

Percaya kepada hari Akhir

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, September 1, 2015



بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..


Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. Insya Allah..
Aamiin...

Alhamdulillah, kita masih diberi rizki & kesehatan, untuk dapat berkumpul dalam majelis ilmu yg kita cintai ini.

Akhawatifillah yg dirahmati Allah... telah berkumpul bersama kita Ustadz Robin yg akan menyampaikan materi pd sore hari ini..

Taffadhol kepada Ustadz, waktu & tempat kami persilahkan...


Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah
Akhowat fillah tentu sudah tahu ya, Iman Kepada Hari Akhir rukun iman ke berapa dalam arkanul iman.. Nah, walaupun posisinya agak belakang, tapi kedudukan Iman kepada Hari Akhir ternyata cukup penting..
Beberapa kali, Allah Ta’ala menggandengkan antara iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir,
ini menunjukkan pentingnya kedudukan iman kepada hari akhir.

Dalam hadits arbain an nawawiyah ke-15 disebutkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Kira2, kenapa sih iman kepada hari akhir begitu penting, hingga digandengkan dg iman kepada Allah dalam petunjuk bramal?
di antara hikmah tingginya kedudukn iman kepada hari akhir adalah krn hisab dan pembalasan yg sempurna itu terjadi pada hari akhir. jika amal tidak dihisab dan tidak dibalas, tentu manusia akan seenaknya berbuat di dunia. manusia akan berpikir, kalau mati ya selesai. padahal tidak ! Di sinilah, pentingnya iman kpd hari akhir
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

al Hasyr 18
Iman kepada hari akhir, akan mbuat kita berpikir dalam beramal. memperhatikan apa yg kita perbuat untuk hari esok (akhirat)

Akhowat sholihat,
Akhirat disebut hari akhir karena pada hari itu tidak ada hari lagi setelahnya, saat itu merupakan tahapan yang terakhir dari kehidupan manusia.

Keimanan yang benar  terhadap hari akhir mancakup tiga hal pokok yaitu mengimani adanya hari kebangkitan, mengimani adanya hisaab (perhitungan) dan jazaa’ (balasan), serta mengimani tentang surga dan neraka.

Selain itu, keimanan pada hari akhir termasuk juga mengimani segala peristiwa yang akan terjadi setelah kematian seperti fitnah kubur, adzab kubur, dan nikmat kubur.
Mengimani Adanya Hari Kebangkitan

Hari kebangkitan adalah hari dihidupkannya kembali orang yang sudah mati ketika ditiupkannya sangkakala yang kedua.


Allah Ta’ala berfirman,
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَآءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
“Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.”
(QS. Al Anbiyaa’:104)

Hari kebangkitan merupakan kebenaran yang sudah pasti. Ditetapkan oleh Al Quran, As Sunnah dan Ijmaa’ (konsensus) kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ - ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ
“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”
(QS. Al Mukminun:15-16)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda :
يحشر الناس يوم القيامة حفاة عراة غرلا
“Pada hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak disunat”
[H.R Muslim 2859]

Mengimani Adanya Hari Perhitungan dan Pembalasan

Termasuk perkara yang harus diimani berkenaan dengan hari akhir adalah mengimani adanya hari  perhitungan dan pembalasan. Seluruh amal perbuatan setiap hamba akan dihisab dan diberi balasan. Hal ini juga telah ditetapkan oleh Al Quran dan As Sunnah.

Allah Ta’ala berifrman,
إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَّابَهُمْ - ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم

“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”
(QS. Al Ghasiyah:25-26)

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَاحَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”
(QS. Al Anbiyaa’:47)

Telah shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salaam, beliau bersabda,
“Barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah telah menulisnya sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan, bahkan sampai kelipatan yang lebih banyak lagi. Sedangkan barangsiapa yang berniat melakukan keburukan, lalu mengerjakannya, maka Allah hanya akan menulisnya satu keburukan saja“
[H.R Muslim 162].

Mengimani Adanya Surga dan Neraka

Hal lain yang harus diimani seorang muslim adalah tentang surga dan neraka. Keduanya merupakan tempat kembali yang abadi bagi makhluk. Surga adalah kampung kenikmatan yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala bagi orang-orang yang beriman. Sedangkan neraka adalah hunian yang penuh dengan adzab yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اْلأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ - وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni’matan. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka”
(QS. Al Infithaar:13-14)

Ahlus sunnah telah sepakat bahwa keduanya merupakan makhluk Allah yang telah ada sekarang. Hal ini bertentangan dengan keyakinan mu’tazilah dan qodariyah yang lebih mengedepankan akal mereka. Adapun dalilnya adalah firman Allah,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah  disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”
(QS. Ali Imran:133)

Tentang neraka Allah berfirman,
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir”
(QS. Ali Imran:131)

Diriwayatkan juga bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Sidratul Muntaha, kemudian melihat dan masuk ke dalam surga. Hal ini terjadi ketika beliau Isra’ Mi’raj.

Penciptaan Surga  dan Neraka Sebelum Penciptaan Makhluk

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
وَيَائَادَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلاَ مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَتَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.””
(QS. Al A’raf: 19)

Surga dan Neraka Kekal Abadi

Allah Ta’ala berfirman,
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”
(QS. Huud:108)

Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Datanglah suara berkumandang :Wahai ahli surga, sesungguhnya kamu sekalian akan sehat dan tak pernah sakit. Kamu sekalian akan menjadi muda belia dan tak pernah tua lagi. Dan kalian pun akan hidup dan tak akan pernah mati.”
[H.R. Muslim 2837, At Tirmidzi 3246, dan Ahmad 319].

Mengimanai Fitnah, Adzab, dan Nikmat Kubur

Dalil perkara ini sangat gamblang dan jelas. Allah Ta’ala menerangkannya di banyak tempat dalam Al Quran. Demikian pula penjabaran dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang masalah ini sangat banyak dan mencapai derajat mutawatir.

Di antara dalilnya termaktub dalam doa yg diajarkan Nabi saw

Do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim)
Akhowat fillah,

demikianlan bagian2 dari Iman kepada Hari Akhir. materi dicukupkan di sini. dan dipersilahkan jika ada yg mau didiskusikan.


Tanya Jawab
1. Ust, kiamat itu kan ada kiamat kecil yg cirinya banyak nya kemaksiatan, minuman keras merajalela, apakah orang2 yg berbuat maksiat itu menyadari adanya kiamat kecil, atau mereka menyadarinya setelah terjadi kiamat qubro?
Jawab
bedakan antara kiamat kecil dan tanda kecil kiamat.. kiamat kecil adalah kematian. sedangkan tanda kecil kiamat banyak sekali tandanya sbgmn ukhti sebutkan. bahkan diutusnya Nabi Isa as, diutusnya Nabi Muhammad saw, juga termasuk dr tanda tanda (kecil) kiamat maksudnya tanda kecil adalah bahwa kiamat tdk langsung di depan mata. ttg tanda2 kiamat insyaAllah kita bhas pekan depan ya. terkait sadar atau tidaknya orang, tentu ini bagian dr keimanan itu sendiri. orang2 yg memiliki keimanan dlm hatinya tentu sadar bahwa kiamat semakin dekat. sdgkan mereka yg tertutup hatinya oleh dosa, tentu sulit menyadari bahwa kiamat smakin dekat. mungkin mereka tahu, belajar ttg kiamat, tp itu tdk meningkatkan kesadaran mereka.
bisa jadi dikarenakan tertutupnya hati oleh dosa. wallahu a'lam

Sebelum kita mngkhawatirkan kiamat besar, kita sangat perlu mengingat kiamat kecil, yaitu kematian. klo kiamat besar, tdk mungkin terjadi besok, krn tanda2 besarnya blm muncul

2. Kematian bagian dr kiamat kecil ya Ust
jawab
Sebelum kita mngkhawatirkan kiamat besar, kita sangat perlu mengingat kiamat kecil, yaitu kematian. klo kiamat besar, tdk mungkin terjadi besok, krn tanda2 besarnya blm muncul.
tp kiamat kecil (mati), bisa segera kapan saja.

3. Ust, kan tanda2 kiamat itu ada.
Terus tanda2 kematian yg sering di share2 di medsos itu benar ga Ust? Misal disana dikatakan 100 hari menjelang kematian, 40 hari menjelang kematian dst nya
jawab
dalam perkara ghaib, kita kembali pada dalil lihat sumbernya. apakah edaran di medsos tersebut menyebutkan dalil yg bs dicroscek? jika tidak, maka tidak perlu dipedulikan

Penutup
Jazakumullahu khairan katsir atas ilmunya hari ini Ust.

Mohon maaf atas segala khilaf yg kami perbuat, maaf kan jg kami yg pemalu.

kita cukupkan majelis ilmu kita sampai disini

Smoga ilmu yg disampaikan oleh ustadz dapat bermanfaat & mengingatkan kita akan hari akhir yg telah ditetapkan Nya.

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis : 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

=====================
Rekap Kajian OnLine Hamba الله
Hari/Tanggal: Selasa/01 September 2015
Narasumber: Ustadz Robin
Tema: Percaya kepada hari Akhir
Notulen:Ranie
Admin: Qq & Ranie
Grup: Nanda Hamba الله M110

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment