Home » , » TIPS DAN INFORMASI SEPUTAR HAJI

TIPS DAN INFORMASI SEPUTAR HAJI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, September 9, 2015

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu,  9 September 2015
Narasumber : Ustadz Doli
Rekapan Grup Bunda M11 (Imah)
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti


TIPS DAN INFORMASI SEPUTAR HAJI
Oleh Ust. Abdullah Haidir, Lc.


Manhajuna – Musim haji kembali tiba, banyak kaum muslimin yang telah bersiap-siap menunaikannya. Sekedar sharing, saya ingin menyampaikan beberapa point yang patut dipersiapkan, baik yang bersifat teknis, maupun non teknis.

Bangunlah keikhlasan untuk beribadah, lalu jaga dan rawatlah. Khusus dalam ibadah haji, masalah keikhlasan menjadi sangat rawan, karena tawaran prestise di masyarakat sangat ‘menggiurkan’.  Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar selalu diberikan keikhlasan seraya selalu menata hati agartidak tergoda oleh  berbagai hal yangdapat mengurangi keikhlasan.

Siapkan pula suasana rohani yang kondusif untuk beribadah. Ibadah haji adalah “event ibadah”  yang sangat besar.  Sayang, kalau pada even sebesar itu, kitatidak mendapatkan ‘rasa’ apa-apa  selain hal-hal seremonial. 
Minimal, seorang jamaah haji hendaknya dapat merasakan’sensasi spiritual’ yang menyemangatinya untuk terus lebih dekat dengan Allah. 
Ibarat seorang  atlit yang akan menghadapi pertandingan besar, maka tentu dia akan melakukan persiapan maksimal untukmeraih prestasi terbaik di even itu, begitu pula halnya dengan calon jamaah haji. Hendaknya dia mempersiapkan kondisi jiwa dan hatinya agar mampu menangkap ‘kucuran’ rahmat Allah Ta’ala padanya.

Persiapan fisik juga tidak kalah penting.  Suasana hati yang kondusif namun tidak didukung kesehatan fisik, juga akhirnya tidak maksimal. Sering-seringlah berlatih jalan kaki, karena hal itu akan banyak dilakukan saat beribadah haji. Tak ketinggalan, persiapkan pula alas kaki yang kuat dan nyaman. 
Hal itu akan sangat membantu kita menempuh perjalanan jauh dan melelahkan. Sebaiknya jangan mengandalkan beli alas kaki/sandal di miqat, biasanya kurang nyaman dan rawan hilang karena bentuknya sama satu sama lain. 
Belilah di tempat anda sebelum berangkat, pilih yang terasa paling nyaman di kaki anda, juga yang memiliki bentuk dan warna khas, sehingga mudah dicirikan.

Diperkirakan musim haji tahun ini cuaca cukup panas, sementara kondisi Masjidil Haram yang masih dalam tahap renovasi menyebabkan kepadatan dan tingkat polusi udara kian bertambah. Maka, menjaga stamina tubuh agar selalu fit, menjadi sangat mendesak. Istirahatlah yang cukup. Hendaknya rutin mengkonsumsi cairan dan buah-buahan segar. Jangan ketinggalan, biasakan menggunakan masker.
Hindari pula terlalu lama berada di bawah sengatan matahari secara langsung di siang hari. 

Jika memungkinkan, hindari melakukan amal haji di siang hari. Jangan pula terlalu sering mengkonsumsi air yang terlalu dingin. Air Zam-zam yang tersedia di Masjidil Haram ada yang tidak dingin, tertulis (
غير مبرد) atau ‘not cold’.

Jangan lupa sarapan di pagi hari, apalagi jika hendak berangkat melakukan amal haji atau keperluan lainnya. 

Hindari mengkonsumsi makanan sembarangan, apalagi jika makanan diletakkan di tempat terbuka. Di antara hikmah ibadah haji adalah tarkul ma’luufaat (meninggalkan sesuatu yang  sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari) sebagai pembinaan bagi ruhani agar tidak tergantung terhadap dunia, sepertimakanan, pakaian dan berbagai fasilitas kehidupan lainnya yang menjadi serbaterbatas.

Hal ini menuntut kita untuk bersiap-siap menghadapi kondisi berat atau apa adanya, tidak cepat mengeluh, sabar menghadapi berbagai kemungkinan yang tak terduga, dan tidak  terlalu beroreintasi mendapatkan fasilitas yang mewah atau maksimal dengan melupakan substansi dari nilai ibadah haji.

Jangan terlalu risih, kalau suatu saat kita harus duduk di atas pasir atau bebatuan, pakaian ihram kita kumal dan berdebu, keringat berkucuran, tidur di atas tikar, berdampingan dengan orang yang berkulit hitam legam, atau sekali waktu ‘nangkring’ di atas bak terbuka.  Justeru kondisi kumal dan dekil itulah yang Allah banggakan dari hamba-Nya, ketika Dia ikhlas mencari ridanya. Namun hal ini bukan berarti kita sengaja membuat diri kita kotor, atau ceroboh mencari rombongan  yang tidak amanah dan suka menelantarkan jamaahnya.Ibadah haji  juga sangat memberikan perhatian terhadapdoa-doa yang kita panjatkan. 

Secara umum, kita dianjurkan banyak berdoa dalamibadah haji. Secara khusus, ada enam tempat yang kita disunnahkan khusyu berdoa di sana; 

Di Shafa dan Marwa saat Sa’i, Arafah saat wukuf, Muzdalifah setelah mabit dan shalat Shubuh, setelah melontar jumrah Ula, dan setelah melontar jumrah Wustha (kedua).

Karena itu, perbaikilah kualitas doa kita, berlatihlah bermunajat, mengadukan segala keluh kesah kita kepada Allah dan memanjatkan doa-doa panjang, walau dengan bahasa kita sendiri. 

Belajarlah pula seni berdoa agar kita merasakan nikmat dengan doa tersebut sebelum berharap terkabulnya,seorang salaf ada yang berkata, ‘Kesenangan saya dalam berdoa, melebihi keinginan saya untuk dikabulkan’.  ‘Sensasi spiritual’ itu di antaranya dapat kita tangkap di sela-sela doa kita.

Selain mendekatkan hubungan kita kepada Allah, ibadah haji juga peluang yang sangat besar untuk membangun hubungan kepada manusia, khususnya kepada orang-orang terdekat. Lebih khusus lagi apabila kita berada di luar negeri dan ada kerabat yang datang menunaikan haji.  Maka jangan hilangkan kesempatan berharga tersebut untuk menemuinya, walau sesaat, pengaruhnya akan sangat terasa dan kesannya akan sangat dalam. Jangan lupa, siapkan hadiah-hadiah sepantasnya sebagai ‘tanda mata’.

Kondisi tersesat atau kehilangan benda dan dokumen berharga akan sangat mengganggu kekhusyu’an ibadah anda. Karena itu persiapkan diri baik-baik, jaga kewaspadaan, siapakan tempat yang praktis dan aman bagi benda berharga. Kenali tanda-tanda tempat tinggal anda dengan baik. 

Alat telekomunikasi sangat membantu, persiapkan pula dengan baik.
Tersesat sering terjadi pada hari pertama jamaah haji tiba di suatu tempat yang belum pernah dia datangi, seperti pertama kali tiba di Madinah, di Mekah, di Arafah, di Mina. 

Karena itu, pada hari pertama kedatangan, hendaknya segera mengenali nama hotel dan daerah sekitar. Jika pergi dari tempat tinggal, kenali jalan kembali baik-baik, seperti ciri-ciri gedung, nomor pintu masjid, dll. Kehilangan/kecopetan, sering terjadi saat berdesak-desakkan, baik di dalam masjid, di depan loket, atau antrian lainnya. Kehilangan juga sering terjadi apabila saat di dalam WC atau di tempat wudhu, ketika letakkan barang kita di tempat tertentu, lalu ketika keluar lupa membawa barang tsb. Usahakan tidak mencopot tas, kecuali jika mandi.

Bagi jamaah haji dari tanah air, lalu lintas di Saudi umumnya sangat ramai dan kendaraan melaju dengan cepat. Hati-hati jika menyeberang jalan. Ingat, lajur di Saudi yang dipakai adalah lajur kanan. 
Lajur kiri yang dipakai di negara kita, boleh jadi membuat jamaah lupa ketika menyeberang dengan menoleh ke arah kanan untuk melihatapakah ada kendaraan atau tidak (seharusnya menoleh ke arah kiri).

Fitnah antara laki dan perempuan tidak jarang terjadi. Khususnya jika ada jamaah yang tidak membawa pendamping. Hati-hati dalam masalah ini, jangan sampai ibadah haji menjadi ternoda dengan praktek tak terpuji dengan menjalin hubungan asmara di luar nikah. 

Termasuk yang hendaknya diperhatikan adalah membatasi sikap dengan lawan jenis dari bangsa lain, meskipun dia menampakkan keakraban. Banyak kasus yang tak terpuji berawal dari sini.

Kepala rombongan sangat dituntut menerapkan pemisahan antara jamaah laki-laki dan perempuan, baik dihotel maupun di tenda. Selain hal itu merupakan tuntutan syar’i, juga lebih terhindar dari dampak negatif. Kecuali jika dalam satu kamar hanya terdapat sepasang suami isteri saja.

Ibadah haji umumnya sangat melelahkan dan akan menghadapi berbagai kendala dan problematika. 

Hindari keluhan-keluhan yang berkepanjangan apalagi emosi yang tak terkendali. Ganti dengan memperbanyak zikir, kesabaran dan bahkan kegembiraan karena dapat menunaikan ibadah yang agung ini.

Suasana akrab dalam satu rombongan sangat mempengaruhi rasa ibadah kita. Upayakan lapang dada, tidak mudah tersinggung, mudah memaafkan dan menjaga amarah, sabar menunggu, perkataan yang lembut, mudah menolong, salam, senyum, menampakkan mimik gembira, dsb.

Kepala rombongan sebaiknya didengarkan aturan-aturan dan program-programnya.

Semoga Allah berikan kemudahan, keselamatan danmenjadikan haji kita sebagai haji yang mabrur… aamiin…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب


TANYA JAWAB 

Q : Belakangan ini lagi santer banget mengenai kebijakan Ahok yang melarang jual dan potong hewan qurban disembarang tempat... bahkan dia mengatakan klo di arab saudi saja potong hewan qurban di tempat penjagalan... Sebetulnya bagaimana dan seperti apa baiknya? Apa benar di arab saudi klo potong hewan qurban ditempat jagal?
A : Tempat penyembelihan tidaklah termasuk ibadah mahdhah, mengikuti saja urf atau kebiasaan setempat, selagi tak ada alasan yang menjelaskan secara ilmiah mudharat, maka boleh dimana saja. Sudah menjadi kebiasaan atau urf bahwa di Indonesia kita menyembelih di masjid masjid bersama masyarakat, juga di rumah rumah dan kantor kantor pemerintah, swasta dll di mana saja memungkinkaN dan ini juga menjadi syiar kita, tak ada masalah.

Q : Ustadz mohon pencerahan nya ya, apa memang perlu mengadakan pertemuan sebelum berangkat haji...? Karena kebiasaan dalam lingkungan kita.
A : Berpamitan, mohon doa kemudian saling menasihati, pada yang kita tinggalkan pernah dan biasa dilakukan sejak zaman Nabi SAW jika ada sahabat yang hendak pergi jauh. Sekarang hampir tak mungkin kita mendatangi kenalan kita satu persatu sebelum berangkat, maka membuat acara di masjid, atau di rumah salah satu warga, balai desa dst bisa dibilang pelepasan jamaah haji, selama tidak dipahami sebagai salah satu ritual khusus dalam beribadah, baik baik saja dilaksanakan. Isinya nasihat, saling mendoakan, silaturahim dst... tak masalah...

Q : Assalamualaikum ustz, apabila kita belum bisa melaksanakan ibadah haji, bolehkah kita umroh? Syukron.
A : Boleh saja. Apalagi kita di Indonesia ini untuk menunggu giliran haji bisa bertahun. Baik kalau kita sudah mendaftar, tanpa meninggalkan cicilan atau tabungan untuk berhaji, jika ada rezeki boleh saja umroh.

Q : Assalamualaikum ustadz, ibadah haji merupakan rukun islam dengan syarat bila mampu. Bagaimana apabila kita hanya memiliki biaya haji cukup untuk satu orang saja, sedangkan orangtua kita ingin dihajikan. Apa yang harus kita dahulukan, orangtua atau diri kita ustadz?
A : Yang paling enak sih bisa berangkat bareng sama suami, orang tua...:-D
Kalau tidak memungkinkan, tentu yang wajib adalah kita sendiri yang berhaji.

Q : Klo mendengar berita haji....terasa merinding dan tersentuh..... ingin rasanya. Semoga Allag memberikan kesempatan kepada saya. Aamiin.
Ustad... 
1.  Apakah doa agar diberikesempatan untuk menunaikn ibadah haji?
2. Jika kita menabung..... untuk niat berhaji. Kemudian pada masa nya tiba, tanpa sepengetahuan suami punya niat & nabung boleh ga ustad.
Maksud ana jika tabungn terpenuhi tapi hanya cukup untuk ana yang berangkat. Gimana ustad?
A : 1. Tak ada doa khusus, silakan kuatkan niat berhaji, hadirkan hati saat berdoa, dengan bahasa indonesia tak apa. Manfaatkan waktu waktu ijabah berdoa, beberapa waktu sebelum adzan subuh misalnya.
2. Kenapa mesti tak sepengetahuan suami? Secara umum uang milik isteri ya terserah isteri mau diapain..

Q : Ustd kalau seorang permpuan menunaikn haji sendiri tnp mahromnya gimana nilai hajinya? Karena banyak sekali d negeri ini janda-janda yang berangkat haji tanpa mahromnya
A : Ya sebagian ulama membolehkan, terutama untuk haji yang wajib.

Q : Ust tahapan haji kan banyak sekali do'a dan bacaannya juga berbeda-beda dan panjang-panjang.. Gimana dengan orang yang susah untuk menghafalnya (sudah tua,atau pelupa) apa hajinya tetap d terima???
A : Tidak ada doa dan bacaan yang panjang panjang yang harus di hafal....
ada beberapa doa yang dianjurkan di baca pada saat saat tertentu ritual haji, namun tidak panjang dan cuma sedikit... bisa sambil dibaca saat pelaksanaan.
dan tidak wajib juga...

Q : Ust benar gak katanya haji itu ada 3 panggilan.                                      
1. Panggilan setan; itu untuk orang kalo pulang dari haji tingkah lakunya lebih parah dari sebelumnya.                                  
2. Panggilan ibrohim; itu untuk orang yang pulang Haji tingkah lakunya sama aja kayak sebelumnya masih gitu gitu aja.      
3. Panggilan Allah dan inilah yang susah di dapat, itu khusus untuk orang yang pulang dari Haji tingkah lakunya berubah jadi lebih baik dan bisa ngamal. Mohon di jawab ust...
A : Haji adalah perintah Allah pada setiap muslim tak terkecuali. Maka kita harus sungguh sungguh untuk melaksanakannya, tidak terkecuali. Pastikan kita sudah berniat sungguh sungguh dan melakukan amal amal nyata agar bisa pergi haji. Sehingga kelak dihadapan Allah, kita bisa menjawab pertanyaan Allah terkait kewajiban yang satu ini.

Q : Afwan Ust. Mohon tuntunan nya untuk dapat mempersiapkan suasana rohani agar kondusif, syukron Ust.
A : Secara umum, dalam aqidah kita, ulama sepakat bahwa keimanan naik dengan taat atau amal sholih, dan turun karena maksiat. Perbanyak amal amal sholih, qiyamul lail, tilawah, doa dzikir pagi petang. Kumpul dengan orang sholih, habiskan semua potensi bersama mereka (ali imran 114)

Q : Ustadz...apakah yang sudah naik haji ga boleh salah lagi?? Karena setiap buat salah kadang orang komentar "percuma dah haji,masih aja buat salah"
Kadang sedih ustadz, karena kita juga manusia biasa, gimana ya ustadz jawabnya kalau orang ngomong begitu??
A : Sesungguhnya sudah atau belum haji, kita selayaknya menjauhi maksiat terutama maksiat besar. Namun tak ada yang bebas dari dosa siapapun, maka perbanyak istighfar dan tutupi dengan memperbanyak amal sholih.

Q : Assalamualaikum ustadz, tanya lagi ya adakah tuntunannya menghajikan orangtua yang sudah meninggal? apakah yang menghajikan harus sudah menunaikan ibadah haji?
A : Ya, badal haji disyariatkan, salah satu syaratnya adalah yang membadalkan harus sudah pernah berhaji

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!