Ketik Materi yang anda cari !!

CEMBURU MENURUT ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, October 20, 2015

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 20 Oktober 2015
Narasumber : Ustadz Endri
Rekapan Grup Nanda M101 (Zara)
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


CEMBURU MENURUT ISLAM

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

Wajib hukumnya bagi suami memiliki rasa cemburu kepada istrinya. Nabi bersabda: 
“Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).  Dayuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya. 

Suami dituntut untuk memiliki cemburu kepada istrinya agar terjaga rasa malu dan kemuliaannya. Cemburu ini merupakan fitrah manusia dan termasuk akhlaq mulia. Cemburu ini dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan melanggar syariat. Kerusakan akhlaq dan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu ini. Suami tidak lagi sensitif dengan penampilan istri yang mencolok, busana yang tidak menutup aurat, istrinya digoda orang lain, istrinya berkhalwat dengan pria lain. Akibatnya pintu perselingkuhan terbuka lebar hingga berujung pada kehancuran rumah tangga.
Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang." Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim). 

"Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu'min melakukan apa yang Allah haramakaan atasnya" (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim).

Dari Anas bin Malik ra, ia menceritakan bahwa Nabi SAW pernah berada di sisi salah seorang istrinya, kemudian seseorang dari mereka mengirimakaan satu mangkuk makanan. Lalu, istri Nabi yang berada di rumahnya memukul tangan Rasulullah sehingga mangkuk itu jatuh dan pecah. Maka, Nabi pun mengambil dan mengumpulkan makanan di dalamnya. Beliau berkata kepada salah satu anaknya, “Ibumu cemburu, makanlah.” (HR Bukhari, Ahmad, Nasai, dan Ibn Majah).

Cemburu? Adakalanya bagi salah satu pasangan suami istri atau bahkan keduanya sekaligus, sangat mengganggu dan mengundang rasa tidak nyaman. Terlebih bila kecemburuan itu tidak dibarengi dengan akal sehat dan nurani yang jernih, alias cemburu buta. Banyak alasan yang dikemukakan di balik rasa itu. Mencemburui pasangan disebut-sebut sebagai salah satu ungkapan kecintaan. Tetapi, bagaimanakah hukum Islam memandang cemburu? Riwayat di atas mengisahkan bahwa rasa cemburu juga menyerang istri Rasulullah. Beliau tidak melarang dan menegur istrinya tersebut.

Menurut para ulama, cemburu yang muncul, baik dari suami maupun istri, tidak dipersoalkan. Bahkan, tindakan cemburu dikategorikan sebagai akhlak terpuji. Kecemburuan merupakan bentuk mu’asyarah bil ma’ruf, upaya menciptakan hubungan yang harmonis antara kedua pasangan. Menurut al Raghib, cemburu ( ghirah: Arab—Red) adalah luap an kemarahan yang disebabkan oleh keinginan menjaga kehormatan yang ditujukan kepada perempuan. Oleh karena itu, dikatakan, ghirah bukanlah penjagaan seorang laki-laki terhadap istrinya, melainkan penjagaannya terhadap segala sesuatu yang spesial baginya. Cemburu juga berlaku sebaliknya, istri kepada suami.

Selain kisah di atas, riwayat lain menyebutkan bahwa rasa cemburu dari pihak istri termasuk hak yang diperbolehkan. Dalam hadis yang dinukil oleh Muslim disebutkan, Rasulullah pernah bertanya kepada Aisyah apakah ia pernah mencemburui Rasulullah? Aisyah pun menjawab, bagaimana rasa cemburu itu tidak muncul, sementara Rasulullah adalah publik figur yang sangat diagung-agungkan.
Dalam islam ternyata kecemburuan itu diatur sedemikian rupa sehingga menjadi ladang amal bagi orang menderita rasa cemburu didalam dadanya.

Moga bermanfaat

REKAP TANYA-JAWAB

Q : Bagaimana menyikapi rasa cemburu bila suami punya istri 2? Bagaimana mengatasi cemburu sebagai istri?
A : Cemburu kepada isteri yang lain itu wajar, isteri Nabi juga  mengalami. Tapi  jadikan rasa cemburu sebagai lecutan untuk melayani suami lebih baik. Hindarkan pikiran tentang suami dan dia,  karena akan menyiksa perasaan kita. Sibukkan diri dengan mendidik anak, ibadah, meningkatkan kualitas ke Islaman serta berorganisasi ketika suami ada di istri yang lain

Q : Ustad bagaimana menyikapi rasa cemburu kepada laki-laki yang kita sukai, walaupun laki-laki tersebut tidak tau klo kita punya perasaan ma dia ?
A : Cemburu kepada lelaki yang kita sukai :
1. Jika dia adalah suami kita, kita harus cemburu jika ada wanita yang deket sama dia.
2. Jika dia orang lain, maka cemburu kita harus ditata.
3. Jika cemburu itu identik rasa cinta maka segera diperjelas sehingga tidak destruktif. Cara memperjelas adalah menanyakan kepadanya mau atau tidak mjd suaminya
4. Jika mau, maka cemburu kita masih bisa diteruskan
5. Jika dia tidak mau, maka cemburu harus dihentikan
6. Jika cemburu tidak identik dengan cinta atau ingin memiliki maka harus diarahkan cemburunya menjadi cinta di jalan Allah, yaitu cemburu jika orang tsb tersesat dan masuk neraka. Apalagi jika dekat dengan orang yang rusak. Bentuk cemburu berusaha menjauhkan dia dari itu semua

Q : Kalo cemburu sama orang tua karena lebih sayang sama saudara kita yang lain boleh gak ustadz??
A : Cemburu harus kita arahkan yaitu lebih berbakti kepada orangtua, menyayangi saudara kita. Cemburu kita arahkan dengan mandiri, tidak tergantung kepada orangtua dan mengharapkan surga dari itu semua.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dengan membaca istighfar,
hamdallah serta do'a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis : 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment