Ketik Materi yang anda cari !!

Iman Kepada Hari Akhir

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, September 29, 2015


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Bismillah walhamdulillah washsholatu wassalamu 'ala rasulillah

Kajian kali ini kita akan membahas Iman Kepada Hari Akhir

Akhowat fillah tentu sudah tahu ya, Iman Kepada Hari Akhir rukun iman ke berapa dalam arkanul iman. Nah, walaupun posisinya agak belakang, tapi kedudukan Iman kepada Hari Akhir ternyata cukup penting. Beberapa kali, Allah Ta’ala menggandengkan antara iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir, ini menunjukkan pentingnya kedudukan iman kepada hari akhir.

Dalam hadits arbain an nawawiyah ke-15 disebutkan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya. ( Riwayat Bukhori dan Muslim) 

Kira-kira, kenapa sih iman kepada hari akhir begitu penting, hingga digandengkan dengan iman kepada Allah dalam petunjuk beramal ? di antara hikmah tingginya kedudukan iman kepada hari akhir adalah karena hisab dan pembalasan yang sempurna itu terjadi pada hari akhir. Jika amal tidak dihisab dan tidak dibalas, tentu manusia akan seenaknya berbuat di dunia. Manusia akan berpikir, kalau mati ya selesai. padahal tidak ! 

Di sinilah, pentingnya iman kpd hari akhir
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.( QS. AL Hasyr : 18 )

Iman kepada hari akhir, akan membuat kita berpikir dalam beramal. memperhatikan apa yang
kita perbuat untuk hari esok (akhirat). Akhirat disebut hari akhir karena pada hari itu tidak ada hari lagi setelahnya, saat itu merupakan tahapan yang terakhir dari kehidupan manusia.
Keimanan yang benar  terhadap hari akhir setidaknya mencakup empat hal pokok yaitu mengimani adanya hari kiamat, mengimani adanya hari kebangkitan, mengimani adanya hisaab (perhitungan) dan jazaa’ (balasan), serta mengimani tentang surga dan neraka.
Selain itu, keimanan pada hari akhir termasuk juga mengimani segala peristiwa yang akan terjadi setelah kematian seperti fitnah kubur, adzab kubur, dan nikmat kubur.
Dalil2 terkait hal2 tersebut dengan mudah kita jumpai di  Al Quran
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
Apabila matahari digulung,
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
dan apabila bintang-bintang berjatuhan
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
dan apabila gunung-gunung dihancurkan
( QS At Takwir 1-3 dst )

Allah Ta’ala berfirman,
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَآءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَآ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
“Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.”
(QS. Al Anbiyaa’:104)

Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ - ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ
“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”
(QS. Al Mukminun:15-16)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda :
“Pada hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang, dan tidak disunat”\[H.R Muslim 2859]

Allah Ta’ala berifrman,
إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَّابَهُمْ - ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم
“Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”
(QS. Al Ghasiyah:25-26)
وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَاحَاسِبِينَ
“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”
(QS. Al Anbiyaa’:47)

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salaam, beliau bersabda,
“Barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan, lalu mengerjakannya, maka Allah telah menulisnya sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan, bahkan sampai kelipatan yang lebih banyak lagi. Sedangkan barangsiapa yang berniat melakukan keburukan, lalu mengerjakannya, maka Allah hanya akan menulisnya satu keburukan saja“ [H.R Muslim 162].

Allah Ta’ala berfirman :
 إِنَّ اْلأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ - وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh keni’matan. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka”
(QS. Al Infithaar:13-14)

Dan termasuk perkara iman kepada hari akhir yg tidak boleh dilewatkan adalah adanya nikmat dan adzab kubur. Alam kubur adalah awal dari hari akhirat bagi manusia yg tidak merasakan datangnya hari kiamat. Dalil-dalil  tentang adzab dan nikmat qubur sangat jelas, dalam hadits2 Nabi, maupun yg dijelaskan melalui firman Allah di dalam Alquran. Di antara dalilnya tersirat dalam doa yg diajarkan Nabi saw.  Do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].”
(HR. Muslim)


Wallahu a'lam bish showab.
Demikian materi kali ini, selanjutnya dipersilahkan jika ada yang ingin didiskusikan.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

TANYA JAWAB 1. Ustadz saat har kebangkitan semua manusia dikumpul tidak ada yang tua,semua muda tapi bagaimana dengan yang meninggal sewaktu masih bayi apakah dibangkitkan dalam keadaan bayi atau keadaan sudah dewasa?
JAWAB :
dalam hadits dijelaskan bahwa penghuni surga nanti adalah dewasa semua, termasuk yang meninggal ketika bayi

2. Ustadz nanya lagi, bagaimana dengan yang meninggal dibakar & abu nya dlarung dilaut bukan dikubur apakah tetap ada pertanyaan seperti di dalam liang lahat?
JAWAB : Bagaimanapun matinya, semua akan melalui tahapan yang sama. Allah Maha Kuasa untuk menyatukan tubuh-tubuh yang tercabik, terserak, dll, sebagaimana dulu pernah Allah swt perlihatkan kepada Ibrahin as, ketika Dia menyatukan burung yang dipotong-potong dan menghidupkannya kembali. wallahu a'lam

3. Ustad kata nya ajal itu sudah ditentukan kapan datang nya, berarti berdoa agar dipanjangkan umur itu tidak perlu dong?

JAWAB : (قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَإِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي
 bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain perbuatan baik. ( HR Tirmidzi 2605).  
Doa dapat memperpanjang takdir umur kita. bisa berarti harfiah, atau maknawiyah, maknanya usia secara angka mungkin tidak bertambah panjang, tapi scara manfaat ia selalu dikenang umat manusia. 

4. Berarti berbuat baik dapat memperpanjang usia ya ustadz ?
JAWAB : Pada dasarnya, kita meminta panjang umur pun untuk beramal lebih banyak, bukan sekedar ingin menikamati.

5. Doa dpt merubah takdir  nah yg mau saya tanyakan takdir seperti apa ustadz ?
JAWAB : Wallahu a'lam. Allah Maha Kuasa mengubah sesuatu menurut kehendakNya, dan Allah tidak akan menzhalimi hambaNya.

6. Ustadz mau tanya, gimana caranya membuat sholat kita berkualitas, contoh kita sudah merasa berat atau sayang jika meninggalkan tahajud tapi membuatnya berkualitas terasa sulit ?
JAWAB : banyak cara tuk menjadikan sholat berkualitas, seperti menimba ilmu agama, banyak bertafakur tentantg kebesaran Allah, banyak mengingat kematian, sering bergaul dg orang sholih dll.

7. Ustadz apa benar jika wanita yang sedang berhalangan tidak masuk ke area pemakaman ?
 JAWAB : saya belum pernah mndengar dalil tentang hal tsb. ukhti , dalil yang ada adalah makruhnya wanita untuk berziarah kubur, apakah dia haid ataupun tidak. Namun jumhur ulama membolehkan (tdk makruh) wanita ziarah kubur, haid ataupun tidak. wallahu a'lam

8. Ustadz, apa ya maksudnya Allah tidak akan menguji hambanya diluar kemampuan hambanya?
 JAWAB : Maksudnya ujian bagi seorang hamba sudah diukur, pasti bisa/mampu dipikul oleh hamba tsb.

9. Ustadz maaf tanya, teman saya kZtanya ada yang kena guna-guna atau ilmu hitam dari laki-laki yang sakit hati karena pernah ditolak lamarnya sehinga sampai sekarang ini tiap ada laki-laki mau mengkhitbah selalu batal karena efek guna-guna itu. Apakah ada hal semacam itu ustadz? Atau cuma memang belum jodoh? Kalau pun itu bisa terjadi guna-guna semacam itu bagaimana cara menghilangknnya atau menghndarinya ustazd? Terimkasih
JAWAB : Hal itu mungkin saja. Tapi yang harus didahulukan adalah keimanan kepada Allah. Kuatkan iman dan aqidah dengan ilmu yang benar. Perbanyak dzikir dan tilawah, insyaAllah akan menjaga diri kita dari segala keburukan.

10. Giman caranya ustad untuk dapat menyakini diri kita kalau kita dapat melewati suatu ujian? JAWAB : Kuatkan keimanan. Bukankah Allah sendiri telah berfirman demikian? Apakah kita tidak beriman pada firman Allah? perkuat dan perkhusyu doa dan banyak bermusyawarah/konsultasi dg keluarga/orang sholih. InsyaAllah ujian lebih mudah dilalui.
 

Baiklah kita cukupkan dulu kajian kita sampai disini. Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dengan membeca istighfar, hamdallah serta do'a kafaratul majelis.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis : 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rekapan Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ SWT
Group M105

Selasa, 15 Dzulhijjah 1436 H / 29 September 2015 M
Group      : M105
Materi     : Iman Kepada Hari Akhir
Narasumber  : Ustadz Syaikul Muqorrobin
Notulen   : Hafizh Fauziyah 
Editor : Athariyah

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment