Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KOMTMEN DALAM KEBERSAMAAN

Assalammualaikum
Senang rasanya bisa hadiri disini. Bunda akan memaparkan sedikit tentag komitmen kita dalam kebersamaan. Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bilhuda wadiinil haq liyudzhirou aladdini kullihi wakafa billahi syahida

Membangun Komitmen Muslim Dalam Kebersamaan Untuk Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Islam

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali Imraan (3): 103]


Ayat tersebut adalah merupakan dasar atau pijakan bagi setiap muslim untuk membangun komitmen dalam menegakkan nilai-nilai ajaran Islam (ber-syari`at) atau melalui kitab-kitab Allah SWT dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Injil, sampai pada kitab yang terakhir yaitu al-Qur'an dalam kehidupan secara pribadi dan dalam kebersamaan atau secara bersama-sama, karena kalau tidak demikian, maka seseorang atau masyarakat muslim tidak dipandang beragama sedikitpun, atau tidak dinilai oleh Allah SWT pelaksanaan agama, ibadah, amal-perbuatan, tingkah-lakunya dan sebagainya. Sehingga, amal perbuatannya menjadi sia-sia di hadapan Tuhannya.

Sekali lagi, satu hal yang menjadi persyaratan untuk menegakkan nilai ajaran Islam tersebut adalah dengan secara bersama¬sama, dan tidak boleh secara sendirian, karena dengan sendirian itu tidak akan menumbuhkan kekuatan atau keberhasilan, atau kekuatan menjadi lemah atau terpuruk, atau compang¬camping atau porak-porandanya persatuan atau persaudaraan dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali Imraan (3): 103]

Dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa dituntut kepada setiap muslim bila ingin mendapatkan kemenangan atau keberhasilan atau kejayaan, maka harus memiliki pegangan yang kuat (komitmen) dalam kebersamaan (berjamaah), yang salah satu wujudnya adalah dakwah jamaah, karena dengan kebersamaan tersebut secara sunnatullah Islam dan ummatnya akan semakin kuat ('izzul-lslam wal-muslimin), sebagaimana yang telah dipraktekkan Oleh nabi Muhammad saw dalam membangun kebersamaan dengan para sahabatnya dalam mewujudkan syari'at atau nilai ajaran Islam yang berada di Madinah, yang pada akhirnya berkembang dan meluas hampir di seluruh dunia sampai sekarang ini.

Dari penjelasan tersebut, maka dapat diterangkan sebagai berikut:

1. Muslim harus meng-Iman-i dan komitmen terhadap nilai-nilai ajaran Islam

Setiap muslim wajib meng-Iman-i dan komitmen terhadap nilai-nilai ajaran Islam, karena Islam adalah ajaran yang paling sempurna dan mutlak kebenarannya sebagai suatu sistem kehidupan dan sebagai suatu kebulatan ajaran yang universal dan eternal.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَاب

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [QS. Ali Imraan (3): 19]

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS. Ali Imraan (3): 85]

Kemudian setiap muslim harus istiqomah (komitmen) dalam iman keyakinannya, serta senantiasa berusaha memelihara dan meningkatkan mutu iman-keyakinannya itu. Orang Yang tidak mengimani komitmen terhadap ajaran Islam tersebut disebut sebagai orang yang kufur dan tersesat sejauh-jauhnya. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. [QS. an-Nisaa' (4): 136]

2. Muslim harus meng-ilmu-i ajaran Islam

Setiap muslim wajib memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan (pengertian, pemahaman, penghayatan, dan penguasaan) tentang Islam, dalam segala seginya (kaffah) sesuai dengan kemampuan (mas'tatha'tum) atau kompetensi atau bidangnya secara maksimal (optimal) dalam setiap kesempatan (full employment), secara terus¬menerus (continous), sampai ajal menjemputnya (meninggal dunia).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. [QS. al-Baqarah (2): 208]

Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang berbunyi: "Man Yuridi'l-Lahu bi-hikhairan yuffaqih-hu fie d-Din" (Barangsiapa Yang dikehendaki oleh Allah SWT kebaikan, maka dia difahamkan tentang ajaran agama).

3. Muslim harus meng-amal-kan ajaran Islam

Setiap muslim wajib memanfaatkan iman-keyakinan dan ilmu-pengetahuan tentang Islam dalam amal-perbuatannya sehari-hari, dalam berbagai segi peri-kehidupan dan penghidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya masing-masing secara maksimal, dengan jalan mengamalkan dan merealisasikan Islam dalam diri, keluarga, tetangga, lingkungan, masyarakat luas dan negaranya, dan dunia pada umumnya, dalam batas-batas kemampuannya (da'wah dalam pengertian yang luas).

Sebagaimana hadits Rasuluilah saw sebagai berikut: 'Idza amartu-kum bi Syai-in fatu bihf-ma's¬tatha'tum" (Jika kuperintahkan sesuatu, maka laksanakanlah sekuasa-sekuatmu), juga dapat dilihat dalam al-Qur'an.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. [QS. at-Taubah (9): 105]

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". [QS. al-Baqarah (2): 286]

4. Muslim harus men-dakwah-kan ajaran Islam

Setiap muslim wajib mendakwahkan ajaran Islam sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya masing-masing, sesuai dengan profesi dan dedikasinya masing-masing kepada orang lain, baik orang Islam sendiri, maupun orang-orang yang tidak atau belum beragama Islam (da'wah dalam pengertian khas). Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang sangat terkenal, yaitu-. "Ballighu 'anni wa-lau Ayatan"(Sampaikan dari padaku, walaupun hanya satu ayat !), atau dalam hadits yang lain: "Hendaklah yang hadir menyaksikan, menyampaikan yang telah ku-sampaikan kepada mereka yang tidak hadir!"

5. Muslim harus mem-perjuang-kan ajaran Islam

Setiap muslim harus memperjuangkan ajaran Islam ketengah-tengah ummat dengan kesungguhan (mujahadah), karena orang yang memperjuangkan Islam akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan juga akan diberikan jalan oleh Allah untuk mendapatkan keberhasilan, kejayaan, keberuntungan, keberhasilan dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. al-Baqarah (2): 218]

Juga dalam firman Allah SWT yang lain, sebagai berikut:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [QS. al-Ankabuut (29): 69]

6. Muslim harus ber-shabar. dalam memeluk ajaran Islam

Setiap muslim harus ber-shabar (tabah lahir dan batin) ketika berjuang atau bersungguh¬sungguh memperjuangkan nilai ajaran Islam, karena dalam perjuangan tersebut tidak terlepas dengan resiko sebagai konsekwensi orang yang meng-Imani Islam, meng-ilmu-i Islam, meng-amal-kan Islam, mendakwahkan Islam, dan memperjuangkan Islam dari segala tantangan, rintangan dan halangan, baik dari intra-dirinya (secara internal) maupun ekstra-dirinya (secara eksternal). Dalam persoalan ini dapat dilihat dalam beberapa firman Allah SWT sebagai berikut:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. [QS. al-Ankabuut (29): 2-3]

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِين الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُون

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS. al-Baqarah (2): 155-157]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. [QS. Ali Imran (3): 200]

Wallahu a'lamu bish-showwab.

TANYA JAWAB

Pertanyaan M102

1. Mengenai poin 4 muslim harus mendakwahn ajran islam. Mendakwah sesuatu yang sulit dan butuh perjuangan. Ada yang bisa menerima dan ada yang tidak bsa. Kita berbagi ilmu bukan karena kita lebih atau apa hanya ingin berbagi. Tapi saat itu kita dapat hujatan dan jadi bahan omongan mereka yang gak mau menerima. Padahal mereka muslim... Gimana ya bun menghadapi orang-orang yang seperti tu, berusaha untuk bersabar dan menghindar tapi mereka semakin menjadi
Jawab
Sayang, kita diperintahkan Allah untuk berbuat, mengajak menyampaikan untuk urusan orang mau menerima atau tidak tentunya adalah haknya Allah yang menentukan, terus saja berbuat baik terus memahami Islam terus mengajak  InsyaAllah ketika kita niatkan ilallah maka Allah yang akan memudahkan

Pertanyaan M104

1. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh sebelumnya ana ucapkan syukron katsir atas materinya subhnallah hari ini kita mendapatkan pengetahuan dan semoga apa yang kita dapat hr ini bermanfaat dan berkah, berbicara mengenai dakwah, dakwah tidak hanya dengan lisan maupun lisan, namun setiap langkah, setiap perbuatan, tutur kata, cara berpakaian itu sebenarnya termasuk dakwah, seperti sabda rasul "sampaikanlah walaulun itu hanya satu ayat" dalam hal ini saya ingin menanyakan dakwah dalam artian dakwah bil lisan, kita tahu sekarang ini banyak orang-orang yang menjadi ustad dan berdakwah dimana-mana, namun dalam hal ini dakwah/penceramah dijadikan sebagai ladang untuk mencari uang, hal yang seperti ini lagi kemudian bermunculan ustad-ustad, kyai-kyai yang menjadikan dakwah sebagai komersial, dengan buktinya kalau ada yang mengundang mereka buat ngisi ceramah, mereka sendiri yang menentukan budgetnya masing-masing, hal seperti lah tidak sesuai dengan rasulullah dengan cara berdakwah?


Jawab
Sayang, mari kita bijak menilai apa yang berlaku ambil sisi positifnya bahwa banyak juga orang yang menjadi baik lantaran mereka. Ketika para pendakwah orientasinya materi ia akan dapatkan itu tetapi keberkahan disisi Allah dia tidak dapatkan. Demikian konsekuensinya.....wallahu alam



2. Di perumahan saya ustad yang ceramah di rumah bagian menengah ke atas beda tarifnya dengan bagian menengah ke bawah. Tu gimana?
Jawab 
Sayang, bijak menilainya. Ada ketimpangan memang dan dilarang oleh Allah tapi in syaAllah konsekuensi yang diambil oleh orang-orang seperti itu tentunya ia pahami, untuk kita tetap berpositif thinking, ya sayang q

Pertanyaan M108

1. Bagaimana cara untuk tetap isiqomah di jalanNya karena terkadang disibukkan oleh urusan duniawi sehingga terkadang menjadi lalai? terima kasih
Jawab
Syukron sayang pertanyaan yang cerdas. Terus perbaiki pemahaman keislaman bahwa apapun yang kita lakukan semestinya diniatkan karena hingga ia bernilai ibadah, pahami Islam terua menerus jangan pernah berhenti belajar Islam, bersamai dan pelajari kisah orang-orang terdahulu  bagaimana mereka bisa istiqomah, terus bersama komunitas kebaikan karena ia memberimu kekuatan dan semangat bermujahadah melakukan ibadah mahdhoh juga nawafil kontinyukan karena ia adalah bekal dan banyak berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk bisa sabar dan istiqomah. wallahu alam

Pertanyaan M110

1. Bagaimana menyikapi dakwah yang malah dianggap fanatic oleh masyarakat sekitar, sebagai contoh mensyiarkan jilbab syar'i. Qadarullah kami dianggap fanatic dan hampir dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Dan masyarakat pernah ada yang berkata, sekarang itu hadist-hadist sudah tidak bisa diterapkan.. naudzubillah. Orang tersebut apakah sudah termasuk mendustakan Hadist dan Al Quran?  Mohon penjelasannya
Jawab
Super sekali pertanyaannya, terimakasih sayang, ketika kita berbuat so pasti akan banyak komentar, apalagi mensyiarkan kebenaran tentu banyak rintangan dan ujian. Perbaiki cara penyampaian mengajak dengan keteladanan sebaik-baik cara terus saja berbuat baik in syaAllah akan ada kemudahan dari Allah ketika semua karena Allah saja. Perkataan tanpa dasar keilmuan agama  itu tertolak, biarkan orang dengan komentarnya. Teruslah berbuat

Pertanyaan M113

1. Dalam materi di sebutkan bahwa setiap muslim harus meng-ilmu-i ajaran islam, dan kerena itu terjadi perselisihan penentuaan ramadhan, masing belajar tentang islam dan mengamalkan. Pertanyaanya : Apa perselisihan seperti itu tidak ada solusi? Dan jika terus seperti itu berbeda 1 ramadhan, bisa tetap di katakan umat muslim dalam kebersamaan?Jazakillah
Jawab 
Bisa sayang, dengan solusi mengikuti mana yang lebih kuat alasannya tidak egois dengan kebesaran organisasinya

2. Aku sering ditanya, aliran islamnya ikut mana? nu? ldii, muhamadiyah? bagaimana menjelaskan kalo itu hanya ormas bukan aliran,syukron


Jawab
Beri penjelasan dengan cara yang ahsan tidak menggurui, kalau belum mampu minta bantuan orang lain untuk menjelaskannya, tampilkan akhlak yang santun dengan memberikan contoh in syaAllah mampu meluluhkan hati mereka sampaikan bisa dengan lisan atau akhlakmu bahwa kita ini pengikut Rosulullah SAW

Pertanyaan M115

1. Assalamualaikum.. Bunda, gimana caranya agar ukhuwah, semangat kebersamaan itu tetap ada, saling semangat menyemangati, nasehat menasehati, bahkan kalau bisa semakin bertambah walau satu sama lain udah berjauhan? Setidaknya dalam satu komunitas grup. Karena saat ini saya dan teman-teman sudah jarang ketemu, udah ada kesibukan masing-masing. Mau say hello tapi jadi canggung, mau ajak pergi takut lagi sibuk, blablabla. Bahkan say hello dgrup malah dianggurin. Bunda, gimana cara menguatkan teman agar tetap istiqomah, tetap berpakaian muslimah, tetap mengaji dll. walau sekarang udah ddunia kerja. Kadang merasa segan juga kalau setiap penampilan dan tindakannya yang kurang baik selalu kita tegur.
Jawab
Ini pertànyaannya ada 2 ya, dalam berukhuwah tentu banyak warna yang mesti kita terima sekalipun warnanya tidak kita sukai, agar ukhuwahnya bermakna terus bersamai mereka dengan berbagai macam caranya, bila tak berjumpa wajah bisa dengan menyapa lewat medsos tanyakan selalu bagaimana kabarnya, atau berbagi dll. Cara yang sangat efektif afalah saling mendoakan agar Allah mempersatukan hati diantara kita sembari kita terus meningkatkan keimanan kita coz ukhuwah yang bermakna berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Allah....wallahu alam

2. bunda... bagaimana cara merayu atau berkomunikasi dengan saudara sepupu yang ingin menikah dengan non muslim sedangkan pintu hatinya tertutup dia pun sudah beranggapan "tidak merepotkan orang lain.. toh yang jadi wali nikah hanya ayah saya, buat apa pertimbangan dari saudara lain"
Jawab
Sayang, Allah melarang wanita muslim menikahi laki-laki non muslim, bagaimana mengarahkannya, sebelum membangun komunikasi, tanyakan dulu seberapa dekat kita dengan saudara kita itu, kalau baru mau membangun ketika terjadi masalah seperti ini tentu akan terjadi penolakan  sebaiknya dekati orang-orang terdekatnya yang masih berfikiran jernih, kedua orgtuanya seharusnya melarang terjadinya pernikahan tersebut boleh jugà meminta bantuan orang lain yang didengarnya. Wallahu alam

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 05 Oktober 2015
Narasumber : Bunda Malik
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda