Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TERAPI MEDIS ALTERNATIF "KEROKAN"

Assalamualaikum, mohon maaf baru sempat menyapa, dalam posisi musafir juga, jadi jika ada yang masih maghrib mohon maaf, disini sudah pasca isya'

24 Oktober 1950 terasa spesial bagi sebagian besar dokter, hari itu IDI resmi lahir. Semoga sekelumit diskusi nanti bisa menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban kami selaku salah satu anggota IDI.

Banyak terapi dan metode pengobatan yang berkembang di sekeliling kita. Baik terapi yang diakui sebagai terapi medis hingga terapi yang masih bergelar komplemen/alternatif. Terapi medis cepat berkembang karena secara logika ilmiah mudah diterima, tapi itu tak lantas membuatnya superior dan bisa menyingkirkan sisi alternatif. Salah satu sisi alternatif yang acap kita lakukan adalah "kerokan". Mungkin di daerah lain penyebutannya berbeda tapi esensinya sama. Gosokan koin dengan bahan hangat semacam balsam

Beberapa jurnal yang membahas kerokan meski berbeda sudut pandang diantaranya:
A. C. Ahn, Q. Ngo-Metzger, A. T. R. Legedza et al., Complementary and Alternative Medical Therapy Use Among Chinese and Vietnamese Americans, American Journal of Public Health, April 2006 96(4):647–53

Apakah lantas kerokan bisa dikesampingkan? Faktanya sulit. Saya harus jujur mengakui masih membutuhkannya, beberapa kali mencoba menterapi diri sendiri dan yang lain saat terkena gejala "masuk angin" dengan terapi medis berdasar keluhan, tidak efektif juga. Dan memang sudah ada yang meneliti efek "kerokan" ini, beberapa poin yang didapatkan:

1. Keluar/meningkatnya hormon endorfin. Kalo tidak salah hormon ini pernah kami sampaikan, dengan inti bahwa dia lah salah satu penanggung jawab rasa senang dan nikmat. Tanpanya, semisal Allah berkenan mengambil atau menghambat pengeluarannya, sebuah nikmat akan terasa hambar. Alhamdulillah jika kita masih bisa bersyukur, semoga hormon ini tetap fit dalam diri kita

2. Bagian yang dikerok yaitu di daerah punggung, menjangkau titik akupunktur. Itulah boleh jadi kenapa rasanya beda jika hanya dioles dengan dikerok. Akupunktur telah memiliki spesialisasi di dunia kedokteran, hanya titik logikanya berbeda, keseimbangan yin yang tubuh dan sebagainya.

3. Pelebaran pembuluh darah. Efek menghantarkan jadi lebih baik, peradangan singkat dan terukur ini akan membawa efek positif

Demikian sekelumit penyampaian dari kami. Mungkin tidak dalam konteks syar'i karena itu bukan kapasitas kami, jauh pula bila dibandingkan dengan asatidz2 yang ada disini. Salah satu poin yang ingin kami ajukan, ternyata ada banyak potensi lokal yang tersembunyi. Kita kadang perlu menelisik lebih dalam, agar tak tergesa bersikap. Tidak asal mengiyakan, tidak asal menolak. Jika tertarik melihat referensi seputar kerokan, bisa googling dengan keywords antara lain: coining health, cao gio, coining therapy.

DISKUSI

1. Benar gak sih katanya kalo kita masuk angin ato sakit terus di kerokin itu maka akan semakin bahaya soalnya pas di kerokin ituh pori-pori kita terbuka lebar dan itu katanya malahan akan nambah sakit? itu gimana bun benar apa salah?

2. Kalo kerokan ga tuntas,  ato cuma sebagian punggung katanya malah tambah sakit. Bener g dok?

3. Dok, kenapa ya kerokan bikin ketagihan? Maksudnya misal sekarang masuk angin trus dikerok, Nah bulan depan, rasanya pengin dikerok lagi dst. Padahal kan bisa buat pori2 besar ya?

Jawaban
Dalam konteks yin yang, memang diperlukan keseimbangan. Ini saya hanya meminjam istilah, tak terkait kepercayaan lanjutannya. Jadi kerokan memang berpotensi jadi simalakama jika terlalu sering yang berimbas ke tak seimbang. Bijaklah jika memang perlu kerokan, terutama terkait intensitas. Sepaham saya belum ada yang membahas dosis, jadi saya hanya bisa mengatakan seperlunya. Terkait kearifan lokal, titik yang digunakan hanya punggung, hati-hati mengerok di depan, saya percaya ada titik akupunktur terkait organ lain disitu. 

Imbas ketagihan dari kerokan faktornya macam-macam, faktor endorfin bisa jadi. Efek lega dan nyaman, mau tak mau akan mengganggu tubuh untuk "meminta" lagi. Karena "masuk angin" bukan istilah medis, agak sulit menyamakan ke medis, kembali ke keseimbangan yin yang. Akan lebih bijak jika kita mengenali penyebab individual masuk angin.

Mengingat penyebabnya unik, ada yang begadang, ada yang karena belum makan nasi (addicted sekali makanan ini, kapan-kapan semoga kita bisa membahas rice disease [penyakit akibat nasi]), bahkan ada yang karena kebanyaka makan ber MSG. Kita hindari penyebab tersebut, kemudian kita pulihkan kondisi biar tak sedikit-sedikit kerokan. Disini terlihat tak hanya obat atau terapi medis saja yang harus bijak, bahkan kerokan pun harus cermat dan berpotensi bermasalah jika berlebihan

4. Dok apakah benar jika kerokan bisa menipiskan lapisan kulit?
Jawab
Mengenai kerokan menipiskan lapisan kulit sepertinya tidak, kecuali jika dilakukan terlalu sering semisal setiap hari. Tubuh kita salah satunya kulit memiliki kemampuan regenerasi. Setiap hari kita pun mengalami pengelupasan ringan, yang bercampur dengan kotoran berupa daki. Jadi jika kerokan masih sewajarnya insya allah tidak masalah

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Oktober 2015
Narasumber : dr. Egha Ramadhani
Tema : Kesehatan
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala