Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

WAHAI MUSLIMAH JANGANLAH MENYERAH

Assalamu'alaikim warahmatullahi wa barakaatuuh...
Bismillahirrahmanirrahim.....
Akhwati fillah.....
Ijinkan bunda berbagi....

Tema kali ini bedah buku dengan judul "Wahai Muslimah Janganlah Menyerah" 
oleh: Rochma Yulika. Penerbit Pro U Media

Buku ini mengupas perbagai masalah kehidupan yang sangat dekat dengan dengan diri kita. Sesungguhnya apa yang terjadi haruslah kita yakini bahwa Allah lah sang pemberi ketetapan terbaik bagi hamba Nya. Kehidupan yang kita jalani ini sangat beragam corak yang ditawarkan. Banyak orang yang terlena, terjerumus, bahkan terperosok ke dalam pilihan hidup yang tidak diharapkan dan pada akhirnya merapuhkan kehidupan itu sendiri. Menjadikan diri manusia yang tangguh atau rapuh itu pilihan. Dan setiap pilihan ada resikonya. Namun jangan pernah mau menjadi diri yang mudah menyerah lantaran kita kalah sebelum berperang. Kita harus menunjukkan bahwa diri kita itu punya kemampuan. Kita kadang kalah oleh masalah yang hadir dalam hidup kita bukan karena kita tidak punya kemampuan namun daya kelola kita yang lemah daya kelola kita yang butuh selalu di upgrade. Dengan cara apa? Kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amalan. Kita bersihkan hati dari perkara-perkara yang mampu melemahkan. Kita semakin memperbaiki akhlak dalam menjaga indahnya hidup dalam kebersamaan.

Allah begitu sayang kepada hambaNya. Meskipun sering kita beranggapan ketika kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat musibah atau cobaan dari Allah. Jarang sekali kita mengatakan bahwa nikmat yang diberikan Allah itu sebenarnya juga merupakan ujian dari Allah. Ada diantara kita yang tidak sanggup menghadapi ujian itu dan ada pula yang tegar dan sabar menghadapinya. Di jalan dawah membuat kita menyadari betul bahwa kepedihan, kesusahan, masa sulit, melelahkan adalah sifat-sifat dari ujian dan menjalaninya dengan berbekal teguh pendirian di atas landasan kebenaran dan kesabaran. Allah mencintai hamba-hambaNya dengan cara yang unik dan berbeda-beda. Semakin tinggi ketakwaan seorang hamba, semakin unik cara Dia mencintainya.
Allah swt berfirman:"Sesungguhnya Allah swt telah membeli dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta mereka dengan harga yang sangat mahal yakni surga".

Al Imam Hasan Al Basri, Qatadah Ibnu Diamah As-Sanusi (2 ulama dari kalangan tabi'in yang terkenal) berkata: Demi Allah, Sungguh Allah swt telah berjual beli dengan mereka kemudian Allah memberikan harga yang sangat mahal dan sangat tinggi untuk mereka yaitu diberikan surga Nya".

Janji Allah benar adanya. Maka jangan pernah mengeluh lantaran sekecil apa pun yang kita rasa Allah akan beri ganti dengan pahala.

”Iblis akan unggul atas manusia bila berhasil memunculkan salah satu dari tiga sifat. Kekaguman (ujub) pada diri sendiri, melebihkan amal sendiri, dan kelupaan atas dosa-dosa yang dilakukan”. (Fudhail bin Iyadh)

Berhenti. Ini yang paling saya hindari. Tapi mungkin karena dosa-dosa yang pernah saya lakukan yang menjadi penyebab, setiap kali saya tergugah untuk memulai kembali, tapi apa yang kudapatkan justru sebaliknya. Ya, berhenti. “Ah.... berhenti lagi.” Dalam kesunyian semangat bak api membara yang makin redup. Redup. Redup. Dan hampir mati. Pada titik nadir inilah ku menempukan tulisan Syeich Dr. Abdullah Azzam, “Dien Ini Hanya Akan Dipikul Oleh Orang-orang Yang Bertekad Baja”. Subhanallah. bukan orang-orang yang bermental krupuk.

Lembar demi lembar buku itu ku buka, penasaran ini makin menjadi. “Aha....” ini dia yang kucari. Kalimat yang dahsyat yang keluar dari bibir orang yang telah lanjut usia dan sangat gampang menangis. Dialah Abu Bakar ash-Shidiq ketika memerangi gerakan masal kaum murtad. Tekad Baja, yang tergambar dalam kalimat: ”Demi Allah yang tiada Ilah yang haq selain Dia, kalau pun anjing-anjing menyeret kaki istri Rasulullah saw, aku tidak akan menarik mundur pasukan yang telah diberangkatkan Rasulullah saw dan aku pun tidak akan melipat panji yang telah dikibarkan Rasulullah saw”. 

Luar biasa. Energi yang telah berserak sekian lama seakan berkumpul kembali melejitkan semangat baru. Semoga apa yang dialami Abu Bakar Radiyallahu ‘anhu dapat menginspirasi. Aamiin. Ya, minimal saya tidak putus asa di jalan dakwah ini. “Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Tetap melangkah dan tak kenal lelah. Melakukan yang terbaik tuk raih jannah. Allah pasti kan menunjukan jalan yang berkah.

Orientasi seseorang dalam menapaki kehidupan ini perlu senantiasa untuk dievaluasi. Untuk apa ia hidup, untuk apa mereka melakukan banyak hal di dunia ini. Sadarkah mereka bahwa di dunia ini hanya sementara dan sedianya mereka hanya mengumpulkan perbekalan yang banyak untuk akhirat nanti. Namun hanya sedikit yang menyadarinya. Mereka berjuang, berkorban untuk sesuatu yang sangat singkat dan fana. Tabiat dari kehidupan di dunia penuh godaan. Lantaran janji setan yang tak pernah diingkarinya. Yakni mencari pengikut dari golongan manusia dengan cara menipu daya. Dengan segala iming-iming dan bujuk rayunya tampaklah kehidupan yang fana ini menjadi indah seolah dia tak kan pernah sirna.

Apa makna kesungguhan bagi kita? Makna kesungguhan di sini tatkala seorang Muslim lagi mukmin sedang enggan untuk menyegerakan diri melakukan aktivitas kebaikan, maka ia harus bangkit dan meninggalkan segala kemalasan yang menyelimuti dirinya. Terkadang pemaksaan itu menjadi sesuatu yang indah bila hal itu dilakukan untuk membawa manusia pada jalan terang. Rasa terpaksa mungkin ada dan hadir pada saat adaptasi, selanjutnya kita bisa menikmati kebaikan itu.

Tak mudah mengolah jiwa, lantaran saking banyaknya hal yang merapuhkan jiwa. Apapun kondisi kita, saatnya pilihan jatuh di telaga ketaatan agar engkau terselamatkan. Banyak cara Allah menyadarkan kita. Kadang kita yang tidak mengerti. Jalan kita masih panjang. Mungkinkah? Jangan terlalu yakin. Sebab panjang pendek itu ukuran. Tak ada satu pun manusia bisa memberi ukuran panjang atau pendek perjalanannya. Tak ada satu pun dari kita mengetahui rahasia umur kita. Makin hari bukannya makin bertambah umur kita. Tapi makin berkurang jatah kita untuk mengirup udara dunia. Inilah jalan kepastian menuju penghujung dunia.

Apa yang harus kita lakukan semasih hidup di ujung usia?
Mari kita sejenak merenungkan solusinya. Apakah semua itu takdir yang tak bisa di rubah. Atau hanya lantaran kebodohan kita yang tak mampu mencari jalan keluarnya.

Wahai muslimah Janganlah pernah menyerah
Ingatlah jalan-jalan para pengusung amanah
Mereka tak pernah berkeluh kesah
Meski kadang diri dirudung lelah
Lantaran keyakinan yang besar bahwa langkahnya di jalan kebaikan ini akan mengantarkan dirinya menuju jannah

Wahai muslimah perindu kehidupan di masa depan
Kehidupan yang tiada bertepian
Kehidupan yang berkekalan
Bersegeralah menyambut seruan kebenaran
Lantaran tak selalu kesempatan akan berulang hadir menyapa kita.
Bisa saja ini adalah kesempatan terakhir kita
Tanpa sadar diri sudah tiada daya untuk berkarya

Maka bergegaslah
Bersegeralah
Berlombalah dalam kebaikan hingga jiwa kan terselamatkan di ujung kehidupan

Wallahu musta'an
Jazakumullahu ahsanul jaza wa aasiif jiddan
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuuh

TANYA JAWAB

LINK NANDA 12 OKT 2015
Pertanyaan M103

1. Sebenarnya saya sedang futur, karena saya mengajar sampai malam, jadi untuk tilawah hanya sebentar, tidak bisa seperti dulu, terus kalo mau shalat malam juga sering bablas, bagaimana menyikapinya bunda?
Jawab
Berjuang terus untuk melawan kemalasan, buat standar minimal jangan hilang sama sekali rutinitas. Atau dibagi misal sejenak habis shalat baca. Ada senggang apa baca. Ya harus dipaksa meski kadang seperti ga ikhlas tapi tetap lakukan

Pertanyaan M106

1. Dengan masa lalu yang kelam sudah mencoba menguburnya dalam-dalam terkadang dengan perkataan  orang lain yang tak sengaja selalu menyinggung hati. Gimana cara mengatasi untuk tidak mudah tersinggung?
Jawab
Sebait Catatan Nasihat (Alm) Ustadz Rahmat Abdullah.
"Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah"
Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.
Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.
Sungguh teramat merugi... mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dalam dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.
Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan 'manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

Memang.. Dakwah ini berat... karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang :
a. Memiliki hati sekuat baja.
b. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
c. Memiliki kekuatan yang berlipat.
d. Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
e. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

Pertanyaan M107

1. Jika kita kadang udah taat, maksudnya ingin hijrah baik. Tetapi kenapa selalu aja pasti ada godaannya? Gimana cara istiqamah? Kadang susah akak. Mohon solusinya ustadzah?
Jawab
Setiap kita yang mengaku iman kepada Allah tentu Allah akan uji sejauh mana dirinya akan tetap beriman. Begitu juga ketaatan kita. Allah pun akan uji. Ketika godaan datang apakah kita masih mau bertaqwa.  Begitu seterusnya.

2. Bunda.. kira-kira kiat-kiat apa saja agar kita selalu khusnudzon sama Allah?
Jawab
Iman kita yang selalu diupgrade dan meyakini setiap takdir itu yang terbaik untuk kita

3. Ustazah, ana belum faham maksud dari iblis akan unggul daripada manusia jika ada sifat salah satunya melebihkan amal sendiri, mohon penjelasannya. Ustazah, banyak cara allah menyadarkan hambanya. Namun kadang kita tidak mengerti. Bagaimana caranya agar kita peka terhadap apa-apa yang Allah peringatkan dan menyadarkan kita?
Jawab
Iblis akan merasa menang kala kita ujub atau sombong atas amal kita. Merasa diri kita baik. Dan amal kita akan diterima. Kita ini sebagai manusia hanya bisa berusaha menjadi lebih baik. Cukup Allah yang menilai keikhlasan kita. Hati yang selalu diasah oleh amalan akan peka bahwa ada teguran Allah agar kita tersadar

Pertanyaan M108

1. Saat kita terjatuh dilubang terbawah, dan kita dihadapkan pada pilihan yang dilarang. Misalnya, jika pilihan itu tidak kita ambil maka kita akan  makin terjatuh. Bagaimana cara menyikapinya? 
Jawab
Jika kita tak mampu bangkit sendiri kita butuh uluran tangan saudara kita. Sejauh mana kita berusaha proses itulah yang jg menentukan kapan kita mampu berdiri tegak lagi. Kesalahan kita adalah mudahnya menyerah sebelum melakukan di titik maksimal dari potensi yang kita miliki. Bagaimana pun juga jika keimanan kita terhunja, di dalam dada kita pasti kita bisa paham setiap keterjatuhan kita Allah akan beri jalan untuk kita bangkit dan bergerak. Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha

2. Sikap apa yang mesti kita mulai, jika semakin lama aktivitas dakwah lesu misalnya semakin lama rekrutan orang pengajian berkurang, bagaimana memotivasi diri sendiri kadang jika turun pengajian, tapi yang dateng semakin sedikit membuat diri jadi tak semangat?
Jawab
Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Kata sabar ini didalam Al Qur’an lebih dari seratus kali disebutkan. Begitu pentingnya makna sabar. Ia merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Sabar ini selalu menjadi asas atau landasaannya orang beriman.
Ingatlah yang berhak menggerakkan hati hanya Allah. Rasulullah saja tak mampu rubah pendirian pamannya untuk masuk Islam sementara pamannya lah yang menolong dakwah Rasulullah. Nah kita jika merasa ada kesulitan sedikit saja memgeluh mari kita ingat seberapa tegar para masyaikh para guru kita terdahulu melampaui masa-masa sulit dalam berdakwah

Pertanyaan M110

1. Bunda mau tanya bagaimanakah jika kita dberi cobaan dan kita sudah berusaha sabar dan ikhlas tapi terkadang masih ada sedikit rasa sedih itu bagaimana bun?
Jawab
Seseorang mampu bersabar karena ia MENGETAHUI adanya konsekwensi yang baik jika ia bersabar & ada akibat yang buruk jika ia tidak sabar. Seorang buruh rela bsabar bekerja keras karena tahu di akhir bulan ia akan digaji. Seorang karyawan bersabar dimarahi atasannya karena ia tahu kalau ia tidak sabar dimarahi, ia akan lebih dimarahi lagi.
Rahasia Bersabar
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Demikianlah, orang-orang mulia mampu bersabar karena tahu balasan dari sabar adalah sesuatu yang tak terhingga, yaitu kebahagiaan di akhirat.
"Tidak ada seorangpun yang bersabar terhadap kesulitan hidupnya kecuali aku akan menjadi penolongnya nanti di hari kiamat" (HR Muslim)
2. Bagaimana menyikapi kesalahan / dosa yang lalu agar tidak terulang lagi. Karna terkadang masa haid yang datang membuat kita renggang padaNya. kemudian Bagaimana bersikap pada orang yang selalu berbuat mesum di kantor atas nama dinas. Padahal dia punya pengaruh besar kepekerjaan kita?
Jawab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (Majmu’al Fatawa 21/459): “Adapun membaca al-Qur’an bagi orang yang junub dan haidh, maka ada 3 pendapat ulama dalam hal tersebut:
a. Ada yang berpendapat: boleh bagi keduanya, dan inilah madzhab Abu Hanifah dan yang masyhur dari madzhab Syafi’i dan Ahmad. (Imam Syafii membolehkan lho....)

b. Ada juga yang berpendapat: tidak boleh bagi junub dan boleh bagi wanita haidh, baik secara mutlak ataupun karena takut lupa, dan ini adalah madzhab Imam Malik, dan satu pendapat pada madzhab Ahmad dan selainnya. Junub itu sesaat. Mandi besar lalu selesai. Haid itu berhari-hari.

c. (Sama dengan pendapat pertama) Abu Muhammad bin Hazm berkata (Al—Muhalla: 1/77-78): “Permasalahan: Membaca al-Qur’an, sujud tilawah, menyentuh mushaf dan berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, semua itu boleh dilakukan dengan berwudhu atau tanpa wudhu dan (boleh) bagi yang junub dan juga yang haidh.

Kesimpulan.

>  Bahwa wanita yang haidh boleh untuk berdzikir kepada Allah dan membaca al-Qur’an, karena tidak ada dalil yang shahih dan sharih (jelas) dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang melarang hal tersebut. Bahkan riwayat yang ada (justeru) membolehkan hal-hal tersebut, yaitu yang telah dijelaskan di atas. Tentang al waqiah 79, artinya tiada yang menyentuh kecuali hamba-hamba yang Disucikan. Dalam tafsirnya, laa yamassuhu (tiada yang menyentuhnya) yakni menyentuh lauh mahfuzh. Illal muthahharuun (kecuali hamba-hamba yang disucikan) mereka adalah para malaikat. 
Ayat ini menerangkan tentang proses turunnya Al quran. Jadi dilarang menyentuh al quran dari lauh mahfuzh untuk disampaikan ke nabi Muhammad kecuali yang disucikan yaitu malaikat jibril. Jadi tidak pas kalau dipakai sebagai dalil untuk melarang wanita haid memegang mushaf. Jaman Rasulullah juga belum ada mushaf. Beberapa ulama keberatan jika wanita haid, tilawah Al qur'an semata-mata untuk cari pahala. Ini terkait dengan akhlaq kita kepada Al Quran. Seperti, seorang laki-laki sholat hanya menggunakan sarung yang menutupi pusar sampai lutut. Dadanya terbuka tanpa baju. Secara fiqh sholatnya sah. Tapi secara akhlaq kepada Allah kurang pas. Demikian juga wanita haid melafadzkan al quran itu boleh. Ulama yang keberatan hanya terkait dengan akhlaq dengan al quran saja.

Mendekatlah...
Oleh: Rochma Yulika

Dekatkan diri dengan amalan. 
Dekatkan lisan dengan Al Quran. 
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan. 
Dekatkan akhlak dengan ketaatan. 
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan. 
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan. 
Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan. 
Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan ridla Allah kan terlimpahkan.

Memacu diri menjadi manusia pilihan. 
Bukan lantaran haus akan pujian. 
Bukan karena dahaga akan sanjungan. 
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.

Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian. 
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan. 
Berharap hidup dalam penjagaan. 
Agar kelak selamat sampai tujuan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Rasulullah SAW, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah SAW menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat. ” (HR Ibnu Majah).
wallahu a'lam bishowwab

Pertanyaan M111

1. Cara apa yang bisa segera dilakukan apabila muncul ujub pada diri sendiri, merasa udah paling banyak amalannya & lupa akan dosa-dosanya?
Jawab
Jika muncul ujub ingatlah dosa-dosa kita anakku. Ingatlah selalu untuk bercermin agar jiwa kita senantiasa terjaga. Juga bersihkan hati lantaran hati yang akan menjadi ukuran. Jika hati kita bersih maka akan membantu kita saat harus bercermin. Bertemanlah dengan orang-orang yang shalih agar kita bisa menjadi manusia terpilih. Lantaran mereka yang akan membantu mengingatkan kita ketika kita bersalah

Pertanyaan M113

1. Sebelum berhijrah ada banyak khilafan yang telah saya lakukan, belakangan saya merasa kesalahan yang dulu saya lakukan, sekarang terjadi lagi hanya posisinya yang berbeda, dulu saya sebagai pelaku sekarang saya jadi korban, bisa di katakan seperti hukum karma,apa yang harus saya lakukan?syukron penjelasannya
Jawab
Teringat Ali ra nasehatin: "sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi taubat." Ditanya' jika ia mengulangi lagi?' Ia menjawab' ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat. Ditanya lagi' jika ia kembali berbuat dosa?' Ia menjawab 'ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat. ' Ditanya. ' Sampai kapan?' Dia menjawab, ' sampai setan berputus asa."
Orang tidak masuk surga sekedar dengan amal. Tapi manusia masuk surga karena rahmat dan ampunan Nya. Orang akan mendapat ampunan apabila:

a. Menyadari kesalahannya
b. Beristighfar
c. Bertaubat nashuha
d. Beramal shalih terus menerus

Seseorang yang melakukan dosa beberapa kali dan ia bertaubat, Allah pun akan mengampuninya. Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits lainnya, dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”6 

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu. An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”7

Ya Rabb, begitu luas sekali rahmat dan ampunan-Mu terhadap hamba yang hina ini
Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dari nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya beliau biasa membaca doa berikut:

«اللهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اللهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ»

Ya Allah, ampunilah kesalahanku, ketidak tahuanku dan sikapku yang berlebihan dalam urusan-urusanku, serta dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Ya Allah, ampunilah dosa yang aku lakukan dalam kondisi bersungguh-sungguh dan kondisi bersendau gurau, kekeliruanku dan kesengajaanku dan semua kesalahan itu berasal dari diriku sendiri. Ya Allah, ampunilah dosa yang telah aku lakukan pada masa lalu dan dosa yang aku lakukan pada masa belakangan, dosa yang aku sembunyikan dan dosa yang aku lakukan secara terang-terangan, serta dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau Maha Mendahulukan dan Engkau Maha Mengakhirkan, dan Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719)

Numpang BC ya friends

Maaf jika mengganggu lapaknya
Makasih ya... Moga keikhlasan antum berbuah pahala. 

Wahai Muslimah Janganlah Menyerah
Oleh: Rochma Yulika
Penerbit Pro U Media Yogyakarta

Wahai Muslimah.....
Jangan pernah menyerah dengan kelemahan diri. 
Jangan pernah kalah dengan keadaan diri. 
Tetap melangkah menuju ridla Ilahi. 
Hingga kesempatan tak lagi bisa kita miliki.

Wahai Muslimah...
Pantang MENYERAH  meski berteman lelah. 
Pantang MENGELUH meski berteman peluh. 
Pantang MUNDUR meski semangat mulai mengendur. 
Pantang PUTUS ASA meski berteman air mata. 
Semoga mampu menjadikan kita PEJUANG TANGGUH hingga akhir masa.

Wahai Muslimah...
Teruslah melangkah meski diri dirudung lelah. 
Yakinlah bahwa jalan kebaikan ini yang akan mengantar kita tinggal di Jannah

Bedah Buku Wahai Muslimah Janganlah Menyerah @masjid Syuhada Ahad, 18 Oktober 2015 pukul 08.30-11.00

LINK BUNDA 13 OKT 2015

Pertanyaan M01

1. Suatu saat ada pernyataan suami yang bertentangan dengan yang pernah diucapkan. Saat itu istri berpikir memang seharusnya taat pada suami. Ini tentang keluarga dari istri. Waktu itu bilang suaminya bahwa mereka tidak harus selalu mensikapi dengan bantuan. Saat ini justru suami malah sering memposisikan untuk membantu keluarga dari pihaknya tanpa kesepakatan dengan istri. Inginnya yaa.. sudahlah belajar ikhlas tapi koq keingat pernyataan suami yang dulu yaa. Mohon pencerahan yaa ustadzah
Jawab
Bila kita baik hati, bisa saja orang lain menuduh kita punya pamrih... 
Tapi, bagaimanapun juga,  berbaik hatilah....
Bila kita  jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipu kita
Tapi, bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah....
Bila kita mendapat ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi iri... 
Tapi, bagaimanapun juga, berbahagialah.....
Bila kita sukses, kita akan mendapat beberapa teman palsu dan berapa sahabat sejati... 
Tapi, bagaimanapun juga, sukses lah....
Apa yang kit bangun selama bertahun- tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam 
Tapi, bagaimanapun juga, bangunlah...
Kebaikan yang kita lakukan hari  ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang lain .....
Tapi,  bagaimanapun juga, berbuat baiklah...
Berikanlah yang terbaik dari diri kita....
Pada akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah.... 
Ini bukan urusan antara kita dan mereka...
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang ikhlas

Pertanyaan M03

1. "Bagaimana cara kita meng-upgrade daya kelola kita terhadap masalah..?" Mengingat kita ini manusia biasa yang sering lelah, capek, terkadang sakit & mudah mengeluh?
Jawab
Kita butuh teman untuk mengisi perjalanan hidup ini. Kadang kita butuh nasihat dan petuah. Kita butuh motivasi dari saudara kita. 

Bertahan di jalan kebaikan itu sebuah pilihan
Oleh; Rochma Yulika

Lelah itu biasa, namun akan menjadi luar biasa bila kita mampu menikmati setiap lelah karena kita berlelah di jalan dakwah.
Jenuh itu biasa, namun akan menjadi luar biasa jika kita tetap bertahan di jalan kebaikan.
Sakit itu biasa, namun akan menjadi luar biasa bila kita bisa menikmati rasa sakit karena paham jalan menuju Allah itu sulit
Keyakinan akan perniagaan yang tak pernah rugi membuat generasi Rabbani tak kenal henti memperjuangkan diin mulia ini.
Merenda asa, mengukir prestasi, meneguhkan jati diri. Menggenapkan ketaatan pada ILAHI begitulah ciri pejuang sejati. 
Tak gentar meski harus terlempar. 
Tak menghindar meski harus terkapar. 
Tak mundur selangkah meski harus berdarah-darah

Jiwa-jiwa mereka tangguh meski kadang terjatuh
Keterjatuhan tak membuat mereka merana lantaran baginya dengan keterjatuhan itu mereka bisa belajar tentang hidup sesungguhnya



Jiwa-jiwa mereka kokoh, sekokoh karang di laut yang tak mudah goyah yang tak mudah runtuh. Lantaran jiwa mereka telah terisi oleh kecintaan pada sang pemilik alam semesta.

2. Apabila seorang kader da'wah sedang enggan menyegerakan dirinya melakukan aktivitas kebaikan,maka ia harus bangkit dan meninggalkan segala kemalasan. Yang mau saya tanyakan,bagaimana cara memulainya bangkit dari kemalasan tersebut?
Jawab
Memulai dari yang sedikit, memulai saat ini dan mencoba istiqamah dari apa yang sedikit tadi. Jaga konsistensi beramal meski berat. Bergeraklah atau tergantikan.

2. Idealisme individu dalam pengabdian bermasyarakat dibolehkan kah ustadzah?
Jawab
Boleh karena setiap kita harus bercita-cita memiliki karya terbaik

Pertanyaan M06

1. Ustadzah.. Bagaimana cara mencharge semangat yang sedang kendor karena aktifitas rumah tangga yang terkadang membuat jenuh hingga lupa akan tanggung jawab sebagai muslimah di luar rumah?
Jawab
Mari bergegas melangkah di dunia yang serba berbatas
Untuk mencari kehidupan yang lebih pantas
Untuk meraih kemuliaan di surga yang luas

Sungguh teramat merugi mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dalam dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.​ Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.​ ​Memang...​ ​ Dakwah ini berat...karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja..memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya. Memiliki kekuatan yang berlipat. Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.​ ​Siapapun takan pernah bisa bertahan...melalui jalan dakwah ini...mengarungi jalan perjuangan...kecuali dengan KESABARAN!!!​ Karenanya...​ Tetaplah disini...dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang bergugugran karenanya.
Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu.​ ​ ​ Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...​ Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...??  Wallahu’alam.  bisshowab... Tetaplah di sini dan dan di jalan ini. Bila bukan karena Dakwah tak pernah akan terbayang ttg perjalanan kehidupan ini.



2. Bagaimana menghadapi suami yang berkarakter suka nya maen diluar ga betah di rumah, ga bekerja sama dalam mendidik dan mengasuh anak, padahal anaknya 4 dan masih kecil-kecil,sering istri menangis dan jengkel
Jawab
Jangan menyalahkan sepihak. Ada yang perlu dievaluasi dan renungi apakah ada hal yang melatarbelakangi mengapa suami tidak betah di rumah. Membangun keharmonisan rumah itu harus di awali dengan membangun pribadi masing-masing itu istilahnya syakhsiyah islamiya atau kepribadian muslim yang baik. Komunikasi dalam berumah tangga juga. Tidak hanya saling menyalahkan tapi saling instrospeksi diri. Jengkel? Wajar sih hanya saja kita butuh kerabat atau orang dekat untuk mediasi jika sudah dianggap akut permasalahan rumah tangganya

Pertanyaan M09

1. Bagaimana kiat yang paling efektif untuk menghilangkan ujub, melebihkan amal sendiri Dan melupakan dosa?
Jawab
Ingat bahwa setiap kita memiliki aib. Ketika akan muncul rasa tinggi hati segeralah tengok rahasia yang kita simpan antara kita dan Rabb kita yang tau. Itulah khilaf kita. Orang yang menyadari bahw adirinya itu manusia yang penuh alpa dan mengingat betapa dahsyatnya jalan menuju kematian pasti dia tak akan berani merasa bangga diri. Jika hati sulit untuk dikendalikan dari ujub meski ingatan telah datang ada ulama yang menasihati kita diminta berdoa pada Allah seperti ganti hati kita untuk menjadi lebih peka terhadap peringatan. Kiat melupakan dosa? hmmm dosa memang perlu kita lupa tetapi sesekali perlu kita ingat sebagai rem untuk kita bila akan berbuat salah. Sibukkan diri dalam kebaikan terus dan terus hingga yang ada pada kita hanya berpikir bagaimana melakukan yang terbaik

Pertanyaan M11

1. Kita sebagai muslimah cenderung menggunakan perasaan daripada logika lalu bagaimana cara mengubah mindset bahwa kita bisa menjadi muslimah kuat walaupun menggunakan perasaan? Lalu terkadang ketika kita menghadapi masalah A kita merasa kuat namun ketika datang lagi masalah B kita menjadi lemah kembali bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Jazakillah
Jawab
Yang jadi masalah bukan berapa kali kita terjatuh namun setelah terjatuh seberapa kita berjuang untuk bangkit. Untuk mampu berdiri tegak dan berlari itu butuh proses. Dan saat proses itulah yang utama. Akan terlihat seberapa besar usaha dan pengorbanannya. Teruslah melangkah meski kadang diri dirudung lelah. Yakinlah setiap yang kita lalui jika itu kebaikan kelak menjadi bekal menuju jannah

2. Assalamualaikum ustadzah, ada suatu peristiwa dimana ana mengshare artikel islam yang materinya tentang tauhid dan tentang parenting secara syari disuatu group. Dibilang sering juga tidak, hanya kadang kadang. Dikemudian hari, ternyata digroup tersebut banyak yang tidak menyukai karena membuat hpnya penuh dan alasan lain yang sebenarnya terasa janggal, seperti kepanjangan jadi cape untuk membaca dll. Intinya tidak suka ustadzah. Kemudian ana meminta maaf digroup dan menghentikan share lantaran tidak enak hati. Bagaimana menyikapi persoalan ini ustadzh?
Jawab
Pribadi yang Easy Going


menganggap hidup ini harus penuh energi & semangat, namun semuanya dirasakan ringan. Semuanya asyik & enteng-enteng aja, sesulit apapun situasinya. Tidak suka membesar-besarkan masalah kecil, bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Tidak mengungkit masa lalu & tidak kuatir dengan masa depan, sehingga hari-harinya lebih banyak kegembiraan dibanding kemurungan. Tidak tertarik membahas masalah-masalah orang lain & hanya tertarik memaksimalkan kemanfaatan dirinya untuk orang lain. Tidak suka membahas aib-aib orang lain & hanya suka mencoba memperbaiki aib-aib dirinya sendiri. Tidak mau pusing & stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kendali nya, karena percaya sekali bahwa TUHAN sudah mengaturkan yang terbaik baginya, untuk semua kejadian-kejadian dalam hidupnya. Orang-orang Easy going inilah yang disebut orang-orang IKHLAS. Sebuah sifat utama yang diajarkan para Nabi kepada kita. Wallahu a’lam bish shawab. Yuk tetap semangat tebar kebaikan. Jika memang bisa pdkt aja sama yang komplain. Karena dakwah kadang butuh ikatan hati.

3. Bagaimana jika seorang wanita berjuang gigih tuk membantu nafkah suami dan suami menyetujui. Namun diperjalanan hidup suami tidak membantu perjuangan istri. Namun istri berusaha tuk mecari nafkah & mendidik keluarga secara syari. Bagaimana dengan sikap tersebut. Apa pandangan islam? Dan  jika istri berusaha mendidik keluarga namun istri bersikap keras terhadap keluarga demi mengharap jannahtunnaim.... gimana ustadzah?
Jawab


Keras yang gimana nih. Tegas dalam syariat harus tapi bukan keras. Karena tugas kita mejaga dari api neraka. Masalah suami kita tetap hormati karena bagaimanapun dia adalah peminpin rumah tangga. Komunikasi yang efektif yang menjadi kata kuncinya. Selain itu ada ikatan yang erat agar terbangun kebersamaan yang indah dan tidak saling menyalahkan. Setiap benang kusut bisa diurai jika mengurainya dengan kesabaran. Kadang susah diurai kalo tidak sabar.

4. Ustad gimana caranya ngajak pasangan kita untuk istikomah bersama saya sendiri secara ibadah baru yang wajib-wajib aja ustad tapi gimana caranya mengajak orang, sementara kita sendiri masih jauh dari muslimah yang baik. mohon pencerahannya.
Jawab
Tetap mengajak dengan bahasa yang santun seraya tetap berproses memperbaiki diri. Tidak ada manusia yang sempurna, semua masih belajar dan belajar. Malah bagusan jangan menggurui tapi seolah mengajak belajar bersama.

Indahnya Cinta dalam keluarga
Oleh: Rochma Yulika

Indahnya cinta bila mampu raih Samara
Indahnya hidup bila hati bagai bunga yang tak lagi kuncup
Indahnya dunia bila pasangan saling mendukung untuk mengabdi pada Nya

Rumah tangga bukan sekedar bisa berbagi bahagia
namun mampu berbagi keluh kesah dan air mata

Rumah tangga kadang tak luput dari prahara
Namun bila menetapkan iman di dalam dada yakinlah semua kan kembali semula

Menjadikan iman dan taqwa sebagai pedoman
Menjadikan Rasul dan ulama sebagai panutan
Menjadikan Al Quran sebagai sumber kebahagiaan

Perjuangan meraihnya kadang harus disela derai air mata
Tak mengapa... Semua tak kan sia-sia


Allah kan menolong hamba-hamba yang mencinta karena Nya

Pertanyaan M14

1. Ustadzah terkadang memang saat kita bertubi tubi tertimpa masalah dan musibah hati menjadi down merasa pasrah dengan ketetapan Allah, yang ingin umi tanya apakah salah jika kita berpasrah setelah kita berusaha,  bagaimana cara dan amalan agar kita terbebas dari masalah dan mampu berhati baja?
Jawab
Terlalu sepele jika kita sekedar terbebani masalah-masalah di dunia karena masalah akhirat jauh lebih berat dan sangat berat dibandingkan dengan segala isi dunia. Masalah hidup laksana angin berhembus kapanpun ia mau. Kadang semilir lembut, tapi tak jarang bertiup kencang. Orang kuat seperti pohon besar dan kokoh. Tapi kadang perlu menjadi lembut laksana rumput. Sekencang apa pun angin bertiup rumput hanya bergoyang dan tak pernah tumbang. Musibah secara sederhana adalah mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan hati. Segala sesuatu yang membuat dada ini sakit, membuat hati bersedih, membuat air mata mengalir semuanya bisa disebut musibah bagi manusia.
2 hal tentang musibah:
a. mendapatkan apa yang tidak diinginkan. 
b. tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Hikmah di balik musibah:
a. Menguji iman manusia
b. Mematangkan diri manusia
c. Memeringatkan manusia atas dosa-dosanya
d. Mengobati hati yang sombong dan takabur 
e. Menyeleksi manusia yang benar-benar beriman


f. Memberikan pahala dan rahmat yang besar.

Pertanyaan M15

1. Sebagai seorang muslimah yang ingin selalu berdakwah demi agama tapi disisi lain suami kurang begitu ridlo dengan jalan kita tanpa sadar kita menjadi down dengan keadaan tersebut bagaimana untuk menyikapi hal tersebut ust supaya kita bisa menjalankan dakwah dan dapet ridlo suami...jazaakillah
Jawab


Dakwah kata kuncinya keteladanan. Kta tunjukkan sikap yang positif ketika kita bergabung di barisan dakwah. Kadang yang terjadi biasanya istri ketika bisa berdakwah sementara suami tidak muncul sikap under estimate kepada suami. Selain itu komunikasi harus dua arah. Saling berdiskusi bukan terkesan menggurui. Masalah tidak boleh saya kira bukan tanpa sebab. Nah cari juga akar permasalahannya. Tidak hanya dari satu celah saja tapi perlu dievaluasi mengapa hal itu terjadi

2. Kalo orang bilang kalo kita berdakwah jangan mengharap feedbacknya. Kadang-kadang kita berpikir seperti itu kalo lagi ghirohnya kencang tapi terjadi fluktuasi kadang berpikir kenapa ya ko begini ya padahal secara kasat mata kita mengajak orang untuk berbuat baik ko susah ya kadang terbersit seperti itu tapi kalo kita tidak mendekati mereka dengan hal baik. Sayang banget gitu mereka kan saudara kita saudara seiman, bagaimana menyikapi hal ini ustadzah?? Jazakillah ya ustadzah..
Jawab
Ibnul jauzi menyampaikan bahwa baiknya hubungan kita dengan yang di langit akan berefek dengan baiknya hubungan kita apa yg ada di bumi. Kita perbaiki juga hubungan dengan Allah melalui apa saja ya ibadah ya amalan lain. Tapi perlu diingat bahwa rasulullah saja dengan pamannya tak berhasil mengajak msuk islam dan kita ini manusia biasa yang kadang banyak salah. Kadang butuh kekuatan maknawiyah yang kuat serta kepasrahan yang total bahwa kita tak bisa melakukan tanpa Allah

Pertanyaan M16
1. Kalo dirasa kehidupan seseorang mulus-mulus saja, perlukah membuat tantangan agar hidupnya lebih bersemangat lagi? misal nih, usaha maju; shodaqoh lancar, anak-anak sehat sholih. nah agar ada warna baru, istri minta dipoligami. bolehkan memunculkan tantangan agar hidup lebih hidup?
Jawab
Wah perlu hati-hati nih. Masa pake nantang-nantang ntar yakin pas Allah kasih kesulitan kita sanggup hadapi. Ga usah cari yang sulit kita jalani aja yang ada. Landasi dengan kesabaran dan kesyukuran. Kalo berjuang terus boleh tapi bukan seolah sengaja buat masalah hidup hadir. Tetap jaga semangat aja

Pertanyaan M17

1. Terkadang dalam menasehati seseorang yang telah menjauh dari jalan Alloh kita mencari asal mula atau titik belok pertama kali yang mnyebabkan orang tersebut menjadi menjauh dari jalanNya dari sana kita bisa sedikit demi sedikit memperbaiki namun bagaimana bila orang yang menjauh dari jalanNya itu orang yang dari kecil dikecewakan oleh dunia? Dari kecil di dzolimi banyak orang?
Jawab
Hati manusia milik Allah. Jangankan kita nabi nuh saja anaknya bernama kan'an  tidak beriman. Jadi tugas kita kan mengajari yang baik mengajak siapa saja untuk menuju Allah nah jika akhirnya menjauh kita hanya mampu berdoa dan berserah diri pada Nya

2. Bun bukunya bisa beli dimana? 
Jawab
di pro u pesan via mas didi. No hp +62 878-4560-0001

3. Bun mau tanya bagaimana caranya kita jadi muslimah yang tangguh diera jaman modern ini?
Jawab
Jaga amaliyah kita, akhlakul karimah kita jaga hubungan baik dengan Allah dan dengan manusia. Janganlah meminta Allah untuk meringankan beban, tapi mintalah Allah untuk menguatkan pundakmu. Dalam kesakitan teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan. Janganlah meminta pada Allah utk meratakan jalan yang akan kita lalui, tapi mintalah pada Allah untuk memberi kita sepatu yang kuat dan kaki yang sehat untuk menapaki terjalnya jalan yang ada di hadapan kita. Janganlah selalu meminta redanya hujan namun pakailah payung untuk menembus derasnya hujan, hingga sampailah kita pada tujuan. Janganlah selalu berharap untuk disayangi namun siapkan juga ruang di hati untuk tersakiti. Olah rasa itu hingga jadi sebuah energi tuk meraih cita-cita yang tinggi. Bersua dengan Ilahi Rabbi.

Pertanyaan M19

1. Terkadang karna banyaknya  pekerjaan rumah tangga membuat kita menyerah untuk mengambil amanah dakwah di luar karena kekhawatiran tidak bisa maksimal menjalankanya dan berbenturan dengan tugas-tugas kita di rumah. Minta tipsnya ustadzah supaya kita bisa berkiprah di luar rumah tapi tugas-tugas rumah tangga tidak terbengkalai? Jazakillah khoir.
Jawab
Kadang kita perlu menakar seberapa bekal yang sudah kita kumpulkan. Apa kita sudah terlalu yakin dengan amal kita. Ambil kesempatan yang ada. Kita kalah oleh masalah bukan karena kita tidak punya kemampuan namun daya kelola yang butuh diupgrade. Terus belajar dan belajar menata diri memanaj diri agar semua tertata rapi dan amanah tetap bisa dijalani.

Pertanyaan M20

1. Ustadzah, saya pernah membaca quotes, "Sometimes the questions are complicated and the answers are simple" Kita, manusia sukanya mikir yang sulit-sulit ya, padahal kita tau semua jawaban ada di Al Quran. Nah, bagaimana sih cara yang paling efektive dalam memanage hati dan pikiran agar sinkron dengan Al Quran?
Jawab
Iman kita yang terhunjam di dalam dada yang akan mensinkronkan dengan apa yang tertera dalam al quran. Iman yang totalitas. Keyakinan bahwa Allah selalu beri yang terbaik. Dan tak ada yang sulit. Bahkan ketika kita bertemu yang seolah sulit sederhanakan. Tasyir tasyir yakni mudahkanlah.

2. Assalamualaikum ustadzah saya mau bertanya bagaimana cara mengolah jiwa agar tetap istiqamah dan tidak gampang rapuh dengan segala cobaan dari Allah apalagi dengan kondisi saya yang bekerja dinegara orang mayoritas non muslim banyak sekali godaan kadang merasa lelah dan menyerah bukannya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya?
Jawab
Agar Jiwa terjaga Hingga ke Surga
Oleh: Rochma Yulika

a. Dengan mengingat Allah hati kan menjadi tenang. 
b. Dengan mengingat mati hati akan menjadi terisi. 
c. Dengan mengingat lamanya perjalanan di akhirat kan hadir pribadi-pribadi yang taat. 
d. Dengan mengingat azab berusaha menjadi pribadi yang beradab.

Lantas... sudahkah kita sibuk mengevaluasi diri? Atau justru kita sibuk mencari kesalahan saudara kita?
Apakah nisan yang berjajar di depan mata tak mampu jadi pengingat? Bahwa kelak kita akan menjadi penghuninya.
Masihkah jiwa selalu tergoda dalam nista. Masihkah mulut sering bergunjing tentang hal yang tak penting. Dan masihkah nafsu menjadi belenggu yang membuat hati keras membatu.
Berhentilah sejenak..... mari bersegera bertafakur jangan sampe terlena dan tanpa sadar diri sudah tiba di kubur.
Mari beristighfar agar kubur kita jembar.
Mari segera memerbaiki diri agar tak nista di kehidupan hakiki.

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, Sungguh, dia memperoleh kemenangan. 
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
(QS. Ali 'Imran ; 3 : 185)

3. Ustadzah, bagaimana  dengan kita yang sudah berkeluarga? Yang merasa masih memiliki banyak tenaga dan kemampuan untuk menggapai masa depan lebih baik terutama mempersiapkan bekal nanti anak-anak kelak. Salah satunya dengan hijrah. Namun terhambat dengan pasangan yang tidak mau keluar dari comfort zone. Serasa kemanapun bergerak, pasti terbentur. Ingin bergerak lebih cepat tapi ada keterbatasan. Ada quote : bagaimanapun lelah mu, TAAT sajalah ... kadang kita manusia biasa dengan naik turun emosi merasa gerah. Apakah taat berarti ya sudah pasrah saja?? Atau kudu gimana (curcol untuk share pengalaman lho)
Jawab
Menjadi manusia biasa memang godaan. Mengapa karena nilai pengorbanan ya biasa aja perjuangan datar aja. Orang yang mau jadi luar biasa kadang memang letih, lelah bahkan harus berjuang dan berkorban. Kita ingat para pendahulu kita seperti apa mereka berjuang. Dan mereka mampu menjadi orang-orang luar biasa. Untuk pasangan buka komunikasi yang efektif. Saling mengisi saling memotivasi. Bicara dari hati ke hati. Jangan terkesan menggurui. Tunjukkan keteladanan yang baik. Bukan dengan banyaknya lisan bicara kadang enggan memang.

4. Kita kadang kalah oleh masalah yang hadir dalam hidup kita bukan karena kita tidak punya kemampuan namun daya kelola kita yang lemah daya kelola kita yang butuh selalu di upgrade. Dengan cara apa? Kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dgn memperbanyak amalan. (Kita bersihkan hati dari perkara-perkara yang mampu melemahkan.)
Contoh perkara " yang melemahkan seperti apa Bunda?
Jawab
Kadang diri tersibukkan oleh dunia tanpa kita sadari. Juga ketika kita bertemu masalah tidak mau menyadari dan melandasi dengan iman. Padahal setiap peristiwa Allah atur. Kita disakiti orang kita berlebihan menanggapi hingga tidak produktif. Itu contoh maka...
Mendekatlah...
Oleh: Rochma Yulika

Dekatkan diri dengan amalan. 
Dekatkan lisan dengan Al Quran. 
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan. 
Dekatkan akhlak dengan ketaatan. 
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan. 
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan. 
Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan. 
Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan ridla Allah kan terlimpahkan.

Memacu diri menjadi manusia pilihan. 
Bukan lantaran haus akan pujian. 
Bukan karena dahaga akan sanjungan. 
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.

Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian. 
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan. 
Berharap hidup dalam penjagaan. 
Agar kelak selamat sampai tujuan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Rasulullah SAW, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah SAW menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat. ” (HR Ibnu Majah).
wallahu a'lam bishowwab

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin-Selasa, 12-13 Oktober 2015
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda dan Bunda