Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

ADAB TERHADAP AL-QUR'AN

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 11 November 2015
Narasumber : Ustadz Jumadil Toha
Rekapan Grup Nanda M104 (Rini)
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


ADAB TERHADAP AL-QUR'AN

بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد لله . والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه وبعد : 

Para ummahat yg dirhmati Allah,insya Allah kajian kita sore ini adalah tentanh al Quran. Tema ini sangat penting mengingat banyak dari kita yg sdh disjbukkan dg urusan2 dunia yg tiada henti hentinya. Karena itu melalui link ini kita saling mwngingatkan. Sebagaimana firman Allah dlm surat Al-Ashr ttg org2 yg dikecualikan dr golongan ummat manusia yg merugi,yaitu mereka yg saling menasehti dalam kebenaran dan kesabaran.
Selamat mengikuti.
Sudahkah kita mengetahui adab2 kita sebagai seorang muslim/ah terhadap kitabullah,Al-Qur'an ? Barangkali masih banyak anggapan bahwa adab terhadap al-Quran hanya terbatas pada wudhu ketika akan membaca atau membawanya,meletakkannya di tempat yg tinggi,seperti di atas lemari atau tempat lainnya. Benar,itu di antara sebagian kecil adabnya secara fisik. Namun ternyata jika ditinjau lebih jauh terdapat beberapa hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam yg menerangkan bagaimana semestinya kita berinteraksi dgn al-Quran ini.
Insya Allah,ini yg akan menjadi topik diskusi kita sore ini. 
Keutamaan membaca al-Quran
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"
اقرءوا القرآن فإنه ياتي يوم القيامة شفيعا لصاحبه"
"Bacalah al-Quran sesungguhnya kelak ia akan datang sebagai pmberi syafaat kepada ahlinya (penghapalnya)". (HR Muslim no 804).
Dalam hadits lain beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"
خيركم من تعلم القرآن وعلمه"
"Sebaik baik kalian adalah org yg mempelajari al-Quran dan mengajarkannya". (HR Bukhari no 5027).
Dalam hadits lain beliau bersabda,
"
أهل القرآن أهل الله وخاصته"
"Ahli al-Quran adalah org yg dekat dgn Allah dan kepercayaan-Nya." (HR. Nasa'ai,Ibnu Majah dgn sanad hasan).
Al-Quran merupakah penawar bagi hati yg sakit maupun hati yg keras,yaitu hati yg sulit menerima kebenaran atau susah menyesali dosa atau menangisi dosa-dosa. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"
إن القلوب تصدأ كما يصدأ الحديد فقيل يا رسول الله وما جلاؤها ؟ قال :تلاوة القرآن وذكر الموت".
"Sesungguhnya hati bs berkarat sebagaimana besi berkarat. Ditanyakan kpd beliau,Wahai Rasulullah,bagimankah cara membuatnya berkilau?" Beliau menjawab, "membaca al-Qur'an dan mengingat-ingat kematian." (HR Baihaqi dgn sanad dhaif).
Dalam sejarah seorang sahabat yg terkenal sbg salah satu panglima perang,al-Walid bin al-Mugiroh sebelum keislamannya datang kpd Nabi shallallahu alaihi wasallam,ia berkata "Hai Muhammad,bacakanlah kpd ku al-Quran. Kemudian beliau membaca
"
آن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتائ ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي"
"Sesungguhnya Allah memerintahkan km utk berlaku adil,berbuat kebaikan,memberi bantuan kepada kerabat dekat,melarng perbuatan keji,mungkar dan permusuhan." (An-Nahl 90).
Belum selesai beliau membacanya,musuh tersebut meminta beliau mengulangi bacaannya krn kagum akan keagungan lafadznya,kesucian maknanya,kekuatan pengaruhnya. Dia berkata, "Demi Allah,sesungguhnya ia memilki kelezatan dan keindahan. Dan sesungguhnya bawahnya berdaun rindang dan di atasnya berbuah lebat. Tiada seorangpun yy mampu berbicara seperti ini." (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir sebagimana riwayat Baihaqi dgn sanad jayyid/baik).
Adab ketika membacanya
1. Membacanya dlm keadaan suci, menghadap kiblat,duduk dgn sopan dan penuh hormat.
2. Membacanya secara tartil (perlahan lahan),tidak mengkhatamkannya dalam wkt kurang dari tiga hari. Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,
"
من قرأ القرآن في أقل من ثلاث ليال لم يفقهه"
"Barangsiapa yg membaca al Quran kurang dari tiga malam,niscaya dia tdk memahami makna-maknanya." (HR Abu Daud,Ibnu Majah,Tirmidzi,dan beliau menshahihkannya).
Beliau memerintahkan Abdullah bin Amr utk mengkhatamkannya dlm wkt tujuh hari sekali,sebagaimana Abdullah bin Mas'ud,Utsman bin Affan,Zaid bin Tsabit mengkhatamkannya sepekan sekali.
3. Khusyu membacanya,menampakkan kesedihan,menangis atau pura2 menangis jika tdk bs menangis. Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,
"
اتلو القرآن وابكوا فإن لم تبكوا فتباكوا"
"Bacalah al Quran dan menangislah,jika kalian tdk bs menangis maka berusahalah menangis." (HR ibnu Majah dgn sanad jayyid).
4. Membaguskan suara ketika membacanya.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"
زينوا القرآن بأصواتكم"
"Hiasilah al Quran dgn suara kalian." (HR Imam Ahmad,Ibnu Majah).
Dalam hadits lainnya beliau bersabda,
"
ليس منا من لم يتغن بالقرآن"
"Bukanlah termasuk golongn kmi org yg tdk melagukan (memperindah) bacaan al Quran." (Muttafaq alaih, Bukhari no 7527).
5. Menyembunyikan bacaannya jika khawatir menimbulkan riya' atau sum'ah dalam dirinya,atau khawatir mengganggu org yg sdg shalat.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
"
الجاهر بالقرآن كالجاهر بالصدقة"
"Org yg mengeraskan bacaan al Quran laksana org yg menampakkan terang terangan shodaqohnya."
 
Telah disunnahkan agar shodaqoh dikeluarkan scr rahasia kecuali jika ada kemaslahatan di dalamnya maka ini tdk mengapa,seperti memotivasi org org utk bersedekah.
6. Merenungkan saat membacanya disertai rasa pengagungan,menghadirkan hatinya,berusaha memahami maknanya dan rahasia yg terkandung dalamnya.
Allah SWT berfirman
"
أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها "
"Apakah mereka tdk merenungkan al Quran itu. Ataukah hati hati mereka telah terkunci."
7. Berusaha meneladani sifat sifat Al Quran.
Abdullah bin Mas'ud pernah berkata, "Seyogyanya seorang Qori' (yg gemar membca al Quran) dikenal dgn menghidupkan malamnya (dgn shalat malam) ketika org2 tidur lelap,siang harinya berpuasa saat org2 asik makan dan minum,menghiasi hri harinya dgn ratapan tangisan ketika manusia larut dalam canda tawa, bersifat wara' di saat manusia mencampuradukkan antara yg haq dfn batil,dan haram dgn yg halal, diamnya saat manusia tenggelam berbincang bincang,kekhusyuaannya (dlm shalat) saat manusia merusaknya,dan kesedihannya saat manusia bergembira."
Muhammad bin Ka'ab berkata, "Dahulu kami mengenal Qori Quran itu pucat warna (wajahnya) yg menunjukkan sering bergadang malam dan panjang tahajjudnya."
Wuhaib bin Ward berkata, " Pernah dikatakan kpd seseorang, 'Mengapa km tdk tdr?' Ia menjawab, " Sesungguhnya keajaiban2 Quran telah menyirnakan tidurku.
Semoga Allah SWT memberikan taufiq Nya kpd kita utk menjadi Ahlullah sehingga hari hari hidup kita kita hiasi dgn al Quran. Karen hari ini ummat telah kehilangn keteladanan mereka. Dgm al Quran ummat ini akan meraih ke,bali kemenangannya. Namun jika mereka melupakannya ummat ini akan mudah ditundukan musuh2nya. Wallahu alam.
وصلى الله علة نبينامحمد وعلى آله وأصحابه
Sumber rujukan : "Minhajul Muslim", karya  Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza'iri(pengajar tetap di masjid Nabawi


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ