Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAWADHU

Assalamu'alaikuum
Hari ini saya mau sharing sedikit tentang sifat tawadhu. Ringan, singkat, namun semoga bermanfaat. Berendah Hatilah Engkau Mulia.

Rendah hati adalah:

- Kondisi batin yang melihat dirinya dalam kehambaan, tidak lebih baik dari yang lain.
- Menerima kebenaran dan menghormati orang lain.
- Tetap bersikap dan berfikir positif terhadap diri sendiri.

Demikian definisi sederhana tentang rendah hati, lalu apa urgensi rendah hati?

Urgensi rendah hati:

- Memudahkan seseorang melihat dan mengevaluasi diri.
- Mendorong seseorang untuk terus tumbuh dan meningkat dalam kebaikan.
- Ia adalah sifat para nabi dan orang-orang salih.
- Membawa kemuliaan.

Rendah hati dan kemuliaan:

- Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan mengangkatnya.” (HR. Muslim no. 2588)
- Tidaklah seseorang besar dan mulia keculai karena ditandu orang lain, jika seseorang tidak sanggup berendah hati dan akhirnya menghinakan orang lain maka semua orang akan pergi dan akhirnya ia jatuh. Rendah hati sangat dekat dengan kemuliaan, sebaliknya dengan kesombongan.

Rendah hati dan kesombongan:

- Lawan rendah hati adalah sombong.
- Sombong adalah menolak kebenaran dan menghinakan orang lain.
- Sombong bermula dari: ujub -> sum'ah -> riya' -> sombong (kibr) -> tertipu (Maghrur)

Sombong dan kekafiran:

- Sombong adalah modal utama jin menjadi syetan.
- Sombong adalah sifat orang-orang kafir (al-A'raf 75-76).
- Orang yang sombong merasa penuh dengan kesempurnaan sehingga meniadakan kebutuhannya kepada Allah.

Lalu bagaimana kiat-kiat berendah hati???

Kiat rendah hati:

- Memperkuat konsep diri.
- Membuka mata agar melihat orang lain yang bisa jadi lebih hebat dan lebih baik.
- Melatih dan membiasakan ekspresi rendah hati:
a. bersikap hangat,
b. mendengarkan orang yang berbicara kepadanya dengan khidmat,
c. duduk dengan baik,
d. baik dan ramah terhadap anak kecil,
e. mudah ditemui,
f. sederhana dan menjauhkan diri dari gaya hidup mewah dan berfoya-foya.

Khususnya bagi mereka yang tengah bertaubat dan inabah (berlari menuju Allah), hal-hal berikut mesti diperhatikan:

1. Tidak menghinakan mereka yang masih lalai, dan takut akan turunnya murka Allah kepada mereka yang masih lalai.

2. Berharap rahmat Allah turun kepadanya, dan khawatir turunnya azab bagi mereka yang belum bertaubat.

3. Tetap takut dan tidak merasa aman dari turunnya murka Allah kepada dirinya, dan berharap rahmat Allah turun kepada mereka yang masih lalai.

Demikian sharing ringan hari ini, 

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 17 Nopember 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala