Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » WASIAT RASULULLAH PADA AISYAH R.A (WANITA UMUMNYA)

WASIAT RASULULLAH PADA AISYAH R.A (WANITA UMUMNYA)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, November 9, 2015

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Rabu, 4 Oktober 2015
Narasumber : Ustadzah Sulistyorini
Rekapan Grup Nanda M104
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti


WASIAT RASULULLAH PADA AISYAH R.A (WANITA UMUMNYA)


“Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau, Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…”

Intisari wasiat Rasululullah Sallallahualaihiwasallam tersebut dirumuskan sebagai berikut :
Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau, ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Di antara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
1. Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah.
2. Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
3. Mengkufurkan nikmat, menganggap nikmat bukan dari Allah.
4. Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :
a. Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah.
b. Wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan ke tengkuknya.
c. Istri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.
d. Istri yang tidak memenuhi kemauan suaminya ditempat tidur atau menyusahkan urusan ini dan atau mengkhianati suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
e. Wanita yang mengerjakan shalat dan berdoa untuk dirinya tapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan shalatnya.
f. Wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapapun.
g. Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk di hadapan semua makhluk di depan neraka pada hari kiamat,tiap-tiap perbuatan zina dengan delapan puluh cambuk dari api.
h. Bahwa istri yang mengandung (hamil) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya  dan mengerjakan qiyamul lail pada malam harinya serta pahala berjuang fi sabilillah.

Dari uraian di atas, kita sebagai muslimah yang mempersiapkan diri menjadi istri hendaklah juga mempersiapkan ilmunya. Posisi kita saat ini adalah seorang wanita yang punya tanggung jawab kepada orang tua dan diri sendiri, belum menjadi istri atau menjadi ibu.

Tanggung jawab kita masih lebih ringan dibanding sebagai seorang istri/ibu.
Tetapi kondisi demikian tetap menuntut peran yang maksimal. Janganlah menyia-nyiakan waktu untuk menimba ilmu, mempelajari segala sesuatu yang berguna untuk bekal kita menjadi seorang istri/ibu.

Sementara, berilah perhatian dan waktu terbaik untuk mentaati orang tua, menyenangkan hati orang tua sembari mengisi diri dengan aktifitas yang positif.
Masa penantian dalam menjemput jodoh ini menentukan juga dalam masa menjalani kehidupan berumah tangga nantinya.

Persiapkan diri menjadi botol kosong yang akan diisi dengan ilmu, air kebaikan, sikap-sikap positif, pola hidup yang baik dan harapan-harapan yang baik. Allah akan senantiasa melihat hamba-Nya yang punya upaya maksimal dalam memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Hadiri juga kajian-kajian yang berkaitan dengan persiapan menuju pernikahan, ikuti seminar-seminar parenting, banyak baca buku dan bergaul dengan orang-orang yang punya potensi membawa perubahan positif untuk diri kita.
Jangan diam dan membatasi pergaulan. Banyaklah bersilaturahmi untuk memperluas pergaulan, karena dengan silaturahmi banyak rezeki yang tiada kita duga akan datang.

Muslimah muda, bergeraklah, bersiaplah untuk menjadi calon-calon istri terbaik, yang dicemburui bidadari surga karena punya ketaataan yang maksimal terhadap suaminya.
Semoga bermanfaat
TANYA JAWAB

Q : Mau nanya gimana caranya memanage waktu dalam mengasuh anak bagi ibu-ibu yang bekerja?
A : Saya jawab sesuai kemampuan saya, untuk ibu yang bekerja, ada waktu yang hilang selama pengasuhan si kecil, besar waktunya relatif tidak sama antara satu dengan yang lain... Antara ayah dan ibu, masing-masing harus punya pemahaman yang saling mendukung, masing-masing harus bisa saling menggantikan , memang ini bukan kondisi yang ideal untuk tumbuh kembang anak. Si ibu harus punya cara khusus agar anak tetap dekat dengannya, sisa waktu sepulang kantor, harus benar-benar dimanfaatkan untuk pengasuhan anak. Ada kisah nyata antara sepasang suami istri yang sama-sama sibuk, sama-sama memegang jabatan tinggi, tapi pertumbuhan anak-anak tetap dalam kontrol.
Si Ibu bekerja di Amerika Serikat sbg Direktur perusahaan garmen terbesar, GAP selama 17,5 tahun. Sedang ayah pendiri, penulis dan pemimpin redaksi harian Republika. Si ibu libur selama 2 pekan setiap 2 bulan sekali. Ibu itu adalah Ira Puspadewi, saat ini direktur PT. SARINAH INA, sedang sang ayah DR. ZAin Uchrowi. Putranya saat ini menjadi asisten dosen di salah satu universitas ternama di Singapura. Sang ayah bercerita, selama ibunya berada di luar negeri, sang ayah yang menggantikan peran sebagai ibu. Perlu komitmen yang luar biasa diantara keduanya.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment