Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

HIDUP DAN PERUBAHAN

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Kamis, 10 Desember 2015
Narasumber : Ustadz Heru Pitoyo
Rekapan Grup Nanda M104
Tema : Kajian Umum
Editor : Rini Ismayanti


HIDUP DAN PERUBAHAN



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur'an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur'an dan ahlul Qur'an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur'an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur'an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. Insya Allah..
Aamiin

Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul dalam majelis ilmu yg kita cintai ini...
Akhwatifillah ……….

Kehidupan selalu mengajarkan kepada kita untuk terus bergerak. Setiap pergerakan yang kita lakukan akan melahirkan pula sebuah perubahan.
Sebuah perubahan yang timbul yang tidak mungkin untuk kita tolak.
Begitu juga dalam dunia dakwah, saat para pelaku kemaksiatan menggunakan cara-cara canggih untuk membujuk setiap manusia menuju neraka, maka kita semua sebagai pejuang kebaikan juga harus melakukan cara-cara yang canggih pula untuk membendung dan mengatasinya.
Dari sinilah kita harus siap dengan perubahan, tentunya perubahan kearah kebaikan, perubahan dari derajad diri yang munkar menuju derajat diri yang ihsan, dari derajad diri yg bodoh dan miskin, menuju derajad diri yang bermartabat.

Ada 3 kekuatan untuk melakukan perubahan :  
1. Hati & Pikiran.
2. Kata-kata.
3. Tindakan.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Dan sebelum merubah kondisi orang lain, ubah dulu kondisi diri :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

Kita mungkin tidak punya kekuatan serta kekuasaan untuk merubah sesuatu yg di luar kita. Tapi yg pasti, kita masih mempunyai kekuatan dam kekuasaan untuk merubah diri sendiri. Dan bila setiap diri mau melakukan perubahan, maka semua akan berubah menjadi lebih baik.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).

Banyaknya sodara-sodara kita yang tidak siap atau tidak mau untuk melakukan perubahan pada dasarnya disebabkan pada beberapa hal. Yang paling banyak penyebabnya adalah karena KESOMBONGAN dan KEBODOHAN. Ketidakberkahan hidup dan kesulitan seseorang untuk hidup bahagia disebabkan karena dua hal diatas. Ia belum mampu menyelesaikan akar permasalahan yang ada pada dirinya sendiri sehingga permasalahan hidup terus saja berdatangan dan menghampirinya.

Secara garis besar akar permasalahan yang kita hadapi dalam kehidupan dunia ini dapat dibagi menjadi 2, yaitu akar masalah yang bersifat “Hablumminallah” (hubungan dengan Allah) dan “Hablumminannas” (hubungan dengan sesama manusia). Jauhnya hubungan kita dengan Allah merupakan akar masalah yang terbesar dalam hidup. Itu sebabnya, boleh jadi Allah sengaja memberikan kita rangkaian masalah agar kita selalu ingat dan lebih mendekatkan diri kepadaNya. Jika diri kita memang menginginkan hidup bahagia dunia dan akhirat, maka tidak ada jalan lain selain medekati Allah.

Karena Dialah SUMBER KEBAHAGIAAN.

Bagaimana caranya…?
Salah satu kiat yang sangat-sangat berhasil dalam melakukan perubahan adalah ala Aa’ Gym. Beliau memberikan panduan kepada kita dengan rumus sederhananya  “3 M” yakni :
1. Mulailah dari hal kecil ;
2. Mulailah dari diri sendiri;
3. Mulailah saat ini .

Banyak hal kecil yang dapat merubah sesuatu menjadi besar. Semuanya saling berhubugan, hanya kadang pikiran kita saja yang tidak dapat mengerti dimana letak hubungannya.

Kehidupan yang  “BARU” akan didapatkan jika kita mau memperBARUi diri. Dan jika ingin hidup segera memBAIK, maka perBAIKilah terlebih dahulu hubungan kita dengan Allah.

Jadi, Sudah siapkah kita semua untuk BERUBAH?

Terima Kasih
Waasalamualaikum wr.wb.


Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ