Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KEINGINAN DAN MUHASABAH

Pernah dengar lagu "makin ku kejar makin kau jauh..tak pernah letih mengharapkan mu...dst" pernah? Lagu siapakah itu? Yang bisa jawab kasih saya pulsa 10rb. Tau ga arti lagu itu? Bahwasanya dalam hidup ini banyak hal yang kita kejar justru malah menjauh...right? Contoh ada cowok deketin kamu tiap hari tiap jam sms atau telpon, gimana perasaannya coba?...malah thinking curigation toh? Kok begitu banget sih? Atau kamu kehilangan kunci...kamu ubek ubek cari cari tegang stress lupa tanya tanya dsbnya tapi justru kuncinya malah ga ketemu toh? Tapi begitu kamu diam rileks atau sholat eh malah inget kuncinya dibawah taplak meja umpamanya. Right? Atau ada yang terlalu mengharapkan segera berjodoh tapi malah jodohnya ga kunjung datang karena mungkin salah naik angkot, right? Inilah yang disebut pengejaran dengan hati hatinya terus mengejar sehingga yang dikejar malah menjauh...

Sahabat sekalian...disinilah kita perlu untuk sedikit rehat, jeda atau muhasabah. Kembali melontarkan pertanyaan pertanyaan kepada diri sendiri.... apakah betul itu yang aku inginkan? apakah aku pantas mendapatkan nya? apakah Allah ridho dengan itu? Dsbnya

Artinya kita boleh punya keinginan dan kehendak namun harus disadari bahwa ada yang Maha Berkehendak yaitu Allah swt. Kehendak-Nya PASTI terjadi. Kehendak-Nya PASTI yang terbaik. Jadi keinginan dan harapan kita adalah tidak berusaha mengatur Dia. Inilah muhasabah...jeda...rehat...apalagi ini akhir tahun.

Tiga Bentuk Muhasabah
Perputaran waktu merupakan momentum untuk melakukan muhasabah atau intropeksi diri. Allah swt. Berfirman,
”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr: 18)
Muhasabah bisa kita lakukan dalam tiga bentuk.

1.  MUHASABAH SEBELUM BERBUAT

Dilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu; apakah yang hendak dilaksanakan itu sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya atau tidak. Bagi orang yang beriman, dia akan menyesuaikan diri saja dengan apa yang Allah kehendaki sebagaiman firman-Nya,
”dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apa yang dikehendaki Allah, tuhan semesta alam.”(at-Takwiir: 29)
2.  MUAHASABAH SAAT MELAKSANAKAN SESUATU

Dilakukan dengan selalu mengontrol diri agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya dikerjakan dan bagaimana melaksanakannya. Hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpanga pada saat melakasanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali.

3.  MUAHASABAH SETELAH MELAKUKAN SESUATU

Dilakukan dengan maksud agar kita dapat menemukan kesalahan apa yang kita lakukan, lalu menyesali dengan tobat dan tidak melakukannya lagi pada masa-masa mendatang.

Bahaya yang ditimbulakan bila tidak muhasabah:

1. MENUTUP MATA DARI BERBAGAI AKIBAT

Kesalahan dan dosa yang dilakukan manusia tentu ada akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Manakala seseorang tidak melakukan muhasabah, dia akan menutup mata dari berbagai akibat perbuatan yang buruk, baik akibat yang menimpa diri dan keluarganya maupun akibat yang menimpa orang lain.

2. LARUT DALAM KEADAAN

Efek negatif berikut dari tidak melakukan muhasabah adalah seseorang akan larut dalam keadaan sehingga dia dikendalikan oleh keadaan bukan pengendali keadaan.

3. MENGANDALKAN AMPUNAN ALLAH

Setiap orang yang berdosa memang mengharap ampunan dari Allah swt., tapi bagi orang yang tidak melakukan muhasabah. Dia hanya akan mengandalkan ampunan dari Allah swt. Itu tanpa bertobat, sebab tidak mungkin seseorang bertobat yang sesungguhnya tanpa muhasabah, karena tobat itu harus disertai dengan menyadari kesalahan, menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi.

4. MUDAH MELAKUKAN DOSA

Tidak melakukan muhasabah juga akan membuat seseorang mudah melakukan dosa dan menyepelekannya. Orang yang tidak melakukan muhasabah bahkan tidak hanya mudah melakukan dosa, tetapi dosa itu menjadi sikap dan kepribadiannya sehingga meskipun menurut  pengakuannya sudah bertobat dari dosa itu, tetap saja mengulang-ulanginya lagi

Demikian
Silahkan dibaca bagi yg mampu
Dan silahkan dishare bagi yg mau

TANYA JAWAB

Pertanyaan M108



1. Ustad agar kita komitmen untuk taubat gimana ya caranya? Karna aku sering solat taubat tapi kesalahan aku selalu aku ulangi lagi.
Jawab

Taubat, perbaiki diri, pegang teguh,,ikhlas ...lihat surat annisa ayat 146

2. Bagaimana cara menghilangkan sifat mengandalkan ampunan Allah? aku suka gitu soal nya
Jawab

Tidak sepenuhnya salah sikap demikian namun harus diiringi dan seimbangkan dengan takut kepada azab Allah swt, atau kematian mendadak. Ingat ini akhir zaman. Banyak kematian mendadak.

Pertanyaan M110

Kenapa terkadang merasa susah/sulit untuk bermuhasabah? apa ini tanda sudah kebanyakan dosa? kadang sudah bermuhasabah, tapi seringkali pengaruhnya hanya sementara. Bagaimana agar bisa istiqomah? Jika sudah bermuhasabah, bertaubat tapi berkali-kali kumat, berbuat dosa lagi, muhasabah lagi, taubat lagi kumat lagi, apakah hal ini menunjukkan dosanya belum diampuni?
Jawab


Kadang memang demikian ketika kita sulit untuk muhasabah maka bisa jadi karena banyak dosa, oleh karena itu ketika kita menyadari nya maka segera istigfar dan bertaubat. Biar istiqomah maka harus ikhlas dan bergaul dengan orang sholeh. Wallahualam...namun ketika mengulangi maka bertaubat lah. Kemudian cari solusi agar tidak mengulangi.

2. Bagaimana caranya agar tidak mengulangi berbuat dosa? apa solusinya jika sudah terlanjur masuk dalam kategori bahaya karena tidak bermuhasabah?
Jawab
Taubatan nashuha. Taubatan nashuha Semurni murni nya taubat.

Pertanyaan M113

1. Jika kita sudah bermuhasabah nmun kita msih melakukan perbuatan kurang baik, apa itu tandanya muhasabah kita ada yang salah? ada kiat kah ustadz agar kita dapat bermuhasabah dengan sempurna?
Jawab


Hidup ini proses... teruslah berproses menjadi lebih baik. Kiatnya lihat di annisa ayat 146

Pertanyaan M115

1. Adakah tata cara taubatan nasuha ustadz?
Jawab
Menyadari kesilapan diri, mohon ampun kepada Allah, berjanji tidak mengulangi, diganti dg amal baik, istiqomah, ikhlas. Lihat surat annisa ayat 146. Contoh kita jangan mengatur Allah. secara sederhana seperti kita melamar kerja tentu nya kita yang menyesuaikan diri dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan. Atau kalau kita mengajukan pinjaman maka syarat syaratnya kita yang menyesuaikan. Kurang lebih seperti itu walau tak sepenuhnya demikian

Pertanyaan M116

1. Terkait tidak berusaha mengatur dia itu macam apa, kita sebagai manusia malah banyak berpikir bahwa biarkan pa kata Allah atau biar mengalir saja, bukankah dalam Alquran juga diminta untuk berusaha, ayatnya macam ini ka artinyaAllah tidak akan merubah suatu kaum ini menandakan bahwa untuk manusia berusaha
Jawab
Betul setelah berusaha maka berdoa kemudian bersabar dan bersyukur itulah tawakal. Hasil akhir Allah yang tentukan. Sukses itu adalah bertemu nya rencana manusia dengan rencana Allah.

Pertanyaan M117

1. Ketika selesai bermuhasabah lalu kita menemukan begitu banyak dosa yang sudah kita lakukan. Selain bertaubat , mohon ampun apa yang harus kita lakukan ?
Jawab
Lihat surat annisa ayat 146

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 07 Desember 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda